SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Keluar Dari Domain Waktu


__ADS_3

Mei Lin mendengus kesal ketika melihat tingkah Xian Ran. Karena tidak mau kalah dengan Xian Ran, Bing Hua kemudian memeluk lengan Yan Liyan yang satunya.


Sedangakan Yan Liyan hanya mengehela nafas panjang, dia tidak menyangka jika dua kekasihnya itu akan sangat manjah.


"Kita akan keluar dari domain ini, tapi sebelum itu kalian berdua harus mengonsumsi daun pohon kehidupan agar tenaga kalian kembali pulih." Yan Liyan mengeluarkan satu lembar pohon kehidupan dari dalam cincin penyimpananya dan kemudian memberikannya pada Xian Ran.


"Baik, Aku mengerti." Xian Ran menerima daun berwarna keemasan yang mengeluarkan aura kehidupan itu, lalu menyerapnya sehingga tenaganya kembali pulih seperti semula.


"Hah... rasanya sangat nyaman, Aku merasa sangat damai dan tentram setelah mengonsumsi daun itu." ucap Xian Ran dengan penuh kekaguman karena seumur hidup nya dia tidak menyangka jika dia akan mengonsumsi daun pohon kehidupan yang bahkan pemimpin dan leluhur elf sebelum dirinya belum pernah mengonsumsinya.


"Ya, itu merupakan manfaat lain dari daun pohon kehidupan, karena kau telah menjadi kekasihku makan kau dapat mengonsumsi nya setiap saat, tapi sebelum itu, kita juga akan melakukan ritual kutukan hidup dan mati, Apa kau setuju dengan hal itu?"


Yan Liyan tidak ingin mengulangi kesalahan yaitu di hianati lagi, jadi dia ingin mencega hal itu terjadi lagi padanya.


Xian Ran yang mendengar itu tanpa pikir panjang dia langsung setuju. Dia sangat mencintai Yan Liyan, lagipula melalui pengamatanya jika teknik itu mengikat antara dua pihak dengan janji dan tidak mengikat sebelah pihak saja sehingga dapat merugikan dirinya.


Yan Liyan tersenyum ketika mendengar jawaban cepat dari Yan Liyan. Setelah itu dia melakukan ritual kutukan hidup dan mati pada Xian Ran.


Sedangkan Bing Hua, Dia mempunyai banyak daun pohon kehidupan dalam cincin penyimpananya jadi dia tidak diberikan oleh Yan Liyan. Sekarang ini Bing Hua sedang meracik suatu ramuan yang menurutnya akan mengahsilakan sesuatu yang menarik.


Terlihat dua lembar daun pohon kehidupan yang ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat dari kristal biru. Bing Hua kemudian menumbuk daun pohon kehidupan itu menggunakan sebuah alat khusus, sehingga menghancurkan daun pohon kehidupan itu menjadi cairan keemasan.


Bing Hua kemudian menyaring cairan itu, sehingga hanya menyisahkan cairan emas saja sedangkan ampasnya dikumpulkan dalam suatu wadah yang lain.


Bung Hua kemudian mengeluarkan botol giok kecil yang berisi air kehidupan, lalu menuangkanya kedalam cairan emas dau kehidupan itu.


Bing Hua hanya menuangakan dua tetes air kehidupan dalam wadah tersebut dan


hasilnya...


Wuuss!


Wuuss!


Energi kehidupan antara daun pohon kehidupan dan air kehidupan bergabung menjadi satu yang menghasilkan aura kehidupan yang sangat kuat.


Bing Hua yang menyadari hal itu, langsung saja mengeluarkan bulu Phoenix api dari dalam cincin penyimpananya.


"Aku harap jika ini akan sesuai dengan yang aku pikirkan." Gumam Bing Hua dengan penuh harap.

__ADS_1


Bing Hua kemudian mengalirkan Qi pada bulu Phoenix api itu sehingga bulu Phoenix tersebut mengeluarkan api berwarna merah darah yang merupakan api Phoenix. Setelah itu Yan Liyan mendekatkan api Phoenix itu pada ramuan yang baru saja dia dibuat.


Setelah dia mendekatkan Api itu, Aura kehidupan yang keluar dari wadah tersebut tetap merembes keluar, sama sekali tidak terpengaruh oleh panas dari api Phoenix.


Bing Hua tersenyum lebar ketika melihat hal itu, karena yang terjadi barusan sesuai dengan duagaanya.


Energi kehidupan yang biasanya akan lemah pada energi elemen terutama elemen api dan kegelapan, kini menjadi tidak terpengaruh terhadap campuran dua energi kehidupan yang sangat kuat dan langka.


Senyuman lebar Bing Hua menghilang ketika merasa ada sesuatu yang kurang, tapi tiba-tiba terdengar suara yang meringis kesakitan.


Bing Hua menoleh kearah sumber suara dan melihat jika Xian Ran memegang tanganya sambil meringis kesakitan dan mengeluh kepada Yan Liyan meminta untuk disembuhkan. Luka itu tidak lain adalah bekas gigitan Yan Liyan. Mereka berdua baru saja melakukan ritual kutukan hidup dan mati.


Bing Hua sangat tahu jika Xian Ran hanya berpura-pura kesakitan seperti itu, untuk mendapatkan perhatian dari Yan Liyan, tapi bukanya merasa kesal. Bing Hua malah tersenyum.


"Ini sangat sempurna." Bing Hua kemudian melesat kearah Xian Ran memegang tanganya yang terluka.


"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Bing Hua dengan ekspresi khawatir.


Yan Liyan sangat terkejut dengan tindakan dan ke khawatiran Bing Hua pada Xian Ran. Sedangakan Xian Ran sendiri merasa ada yang aneh, seolah Bing Hua merencanakan sesuatu yang buruk padanya.


"Ah, Aku tidak...


"Minumlah ramuan ini, jika dibiarkan maka lukamu akan bertambah semakin parah." ucap Bing Hua sambil memberikan ramuan yang dia buat tadi kepada Xian Ran.


Sedangkan Xian Ran yang merasakan aura kehidupan dalam ramuan itu mengiranya sebagai ramuan penyembuh atau semacamnya. Xian Ran kemudian meminumnnya tanpa rasa curiga jika dia dijadikan kelinci percobaan oleh Bing Hua.


Setelah meminum ramuan itu, perlahan tubuh Xian Ran diselimuti oleh cahaya keemasan dan secara mengejutkan luka pada jarinya tadi secara cepat menghilang dalam hitungan detik, tidak hanya itu saja penampilan Xian Ran tadi yang sangat cantik dan menawan, kini bertambah lebih cantik lagi setelah meminum ramuan tersebut.


'Ramuan yang baru saja aku buat ini sangat luar biasa.' batinya dengan penuh kekaguman.


Sedangkan Xian Ran sendiri sangat terkejut dengan perubahanya, Dia kemudian menoleh kearah Bing Hua dengan penuh tanda tanya.


"Ramuan apa yang baru saja kau berikan padaku?" tanyanya dengan sangat penasaran.


"Aku menamainya ramuan kecantikan yang merupakan ramuan yang baru saja aku buat tadi." ucap Bing Hua dengan penuh kebanggaan karena dapat membuat ramuan yang memiliki fungsi yang sangat luar biasa.


Bing Hua kemudian mendekat kearah Yan Liyan.


"Semua urusan disini telah selesai, jadi ayo kita keluar dari tempat yang kau sebut domain ini!"

__ADS_1


Yan Liyan yang baru tersadar dari hayalanya langsung mengangguk ketika mendengar perkataan dari Bing Hua.


Sesangakan Xian Ran yang barusan saja sadar jika dia barusan saja dijadikan kelinci percobaan oleh Bing Hua, Dia menjadi sangat kesal walaupun itu berdampak baik padanya.


Xian Ran kemudian mendekat kearah Yan Liyan sama seperti posisi tadi yang dimana mereka berdua mengapit kedua lengan Yan Liyan.


Yan Liyan kemudian mengumpukan Qi dan menyebarkanya setelah itu menyerap nya kembali.


"Keluar."


Wuuss!


Mereka bertiga diselimuti oleh rune-rune kuno yang merupakan aliran waktu setelah itu mereka bertiga langsung menghilang dari tempat itu.


Mereka bertiga tiba-tiba saja muncul ditempat mereka berdiri tadi, yaitu di dalam sebuah aray penghalang, Yan Liyan melepaskan kedua tanganya dari pelukan dua kekasihnya itu, kemudian dia menghilangkan aray penghalang itu.


Terlihat keadaan diluar tidak berubah sama sekali, Xian Zi masih membagikan senjata kepada para perajurit yang berarti waktu diluar hanya berlalu selama beberapa menit saja.


"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang!!" tanya Xian Ran yang dalam keadaan normal menghilangkan sifat manjanya tadi.


Dia juga tidak terlalu terkejut dengan perbedaan waktu yang terjadi, karena dia tahu fungsi dari sebuah domain apalagi jika itu merupakan domain waktu yang merupakan domain yang dianggap legenda oleh para kultivator.


"Kita hanya perlu menunggu." jawab Singkat Yan Liyan lalu duduk bersilah.


"Bukankah sebaiknya kita menyusun sebuah rencana untuk perang besar ini? Dan juga kau terlihat lebih santai. Apa kau tidak merasa khawatir." tanya Xian Ran berturut-turut.


"Soal rencana perang, kita akan membicarakanya bersama dengan pemimpin 4 ras yang akan datang, Aku tbersantai karena tidak ada hal yang harus dilakukan.


Dan sebenarnya aku merasa sangat khawatir dengan hasil perang besar ini hanya saja aku tidak menunjukkan rasa kekhawatiranku." Yan Liyan menjawab pertanyaan berturut-turut itu dengan sabar.


Xian Ran yang mendengar itu hanya mengangguk walaupun masih banyak lagi yang ingin dia tanyakan namun dia mengurungkan niatnya ketika melihat Yan Liyan yang seperti nya tidak ingin diganggu.


Setelah lama menunggu....


Yan Liyan tiba-tiba merasakan aura keberadaan yang sangat banyak dari dalam celah dimensi.


Tidak lama kemudian. Terlihat dua pemimpin perajurit dari ras Manusia dan ras iblis muncul dari dalam celah dimensi. Dua pemimpin itu tidak lain adalah Xuan Wu dan Zi Mo dengan 5 jt pasukan pada masing-masing ras yang berbaris rapi dibelakang pada pemimpin ras mereka.


Ya, Memang jika dihitung jumlahi maka pasukan ras elf lebih sedikit daripada jumlah pasukan dua ras itu. Hal tersebut disebabkan oleh populasi ras Elf yang sangat sedikit jika dihitung dari luas wilayah yang mereka miliki.

__ADS_1


__ADS_2