
sore harinya setelah pembantaian cabang sekte iblis.
Yan Liyan kini sedang duduk sambil meminum teh bersama Yin Su.
"hmmm... jadi apa yang ingin kau bicarakan?"
tanya Yan Liyan menatap Yin Su yang duduk didepanya.
"aku hanya memberitahu tuan jika pemimpin sekte iblis tidak sesederhana yang tuan pikirkan." ucap Yin Su dengan serius.
"aku tahu hal itu hanya saja kita tetap harus melawannya bukan?"
"dan satu hal lagi, lupakan masa lalu yang membuatmu trauma itu"
"semua orang punya masa lalu yang kelam dan lagipula sekarang kau mempunyai tanggung jawab yang diberikan oleh gurumu bukan?" ucap Yan Liyan dengan santai.
Yin Su yang mendengar ucapan Yan Liyan sangat terkejut.
"bagaimana tuan bisa mengetahui hal itu? tanya Yin Su dengan ekspresi terkejut.
"bisa dibilang aku mengetahui semua hal tentang dirimu." ucap Yan Liyan tersenyum ketika melihat ekspresi terkejut dari Yin Su.
Yin Su yang mendengar itu menatap Yan Liyan keheranan dia memang menggap Yan Liyan sebagai orang yang sangat misterius.
"sudahlah.... aku akan pergi keluar untuk mencari udara segar."
"jika kau ingin, kau bisa mengikuti mereka, terkadang kita harus bersantai setelah melakukan perkerjaan yang melelahkan bukan?"
ucap Yan Liyan melihat kearah Xiao Yi, Bing Hua, Yan Lin dan Yin Zu yang keluar dari gerbang mansion.
"lalu tuan...
sebelum ucapan Yin Su selesai langsung dipotong oleh Yan Liyan.
"aku hanya butuh ketenangan lagipulah hal yang akan mereka lakukan tidak akan cocok denganku." ucap Yan Liyan.
Yin Su yang mendengar ucapan tuanya hanya mengangguk lalu mengikuti mereka berempat.
Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum lalu wajahnya kembali serius ketika mengingat sesuatu.
"sistem.. tingkatkan sistem ke versi 10!!"
[Ding.... meningkatkan sistem ke versi 10 mengurangi 13 jt poin sistem dan membutuhkan waktu 5 hari.]
[Ding... harap tuan berhati-hati karena sistem akan di non aktifkan selama peningkatan Versi.]
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk lalu masuk kedalam ruang invetory sistemnya.
sesampainya Yan Liyan diruang invetory sistemnya dia langsung dihinggapi oleh Mei Lin dibahu kananya.
__ADS_1
Yan Liyan kemudian menuju pohon kehidupan.
sesampainya ditempat pohon lehidupan ditanam dia sangat terkejut ketika melihat ukuran pohon kehidupan semakin besar dan tinggi.
dengan daun-daun rimbun yang mengeluarkan aurah berwarna hijau terang yang dipenuhi dengan energi kehidupan pekat.
"jika orang-orang dari alam tingkat tinggi mengetahui aku memiliki pohon kehidupan sebesar ini mereka pasti akan iri denganku." gumam Yan Liyan.
"itu memang benar mereka akan iri pada tuan tapi mereka juga akan mencari lalu membunuh tuan demi pohon kehidupan itu." ucap Mei Lin.
Yan Liyan yang mendengar ucapan Xiao Yi hanya tersenyum kecut.
"aku tahu akan hal itu maka dari itu aku menanamnya ditempat yang aman seperti ini." ucap Yan Liyan.
Mei Lin yang mendengar itu hanya mengangguk dan melihat bahu sebelah kiri Yan Liyan.
"jika kau mencari keberadaan Jiu Wei maka sekarang dia tidak sedang bersamaku."
"sekarang dia sedang tertidur dengan ekspresi lesuh dikamar." ucap Yan Liyan ketika melihat Mei Lin melihat kearah bahu kirinya.
Mei Lin yang mendengar itu tersenyum tipis penuh kemenangan.
Yan Liyan yang melihat senyuman Mei Lin hanya mengabaikannya lalu pergi kekolam air kehidupan lalu berendam disana.
"seperti biasa ini sangat nyaman dan menyegarkan." ucap Yan Liyan sambil memejamkan matanya.
".................."
Yin Su dan Yin Zu memisahkan diri dari mereka bertiga karena mereka sedang menikmati makan malam di restoran angsa putih.
Bing Hua dan Yan Lin yang melihat Xiao Yi membeli banyak sekali makanan hanya terdiam dan mengikutinya dari belakang.
"apa dia bisa menghabiskan makanan sebanyak itu?" tanya Yan Lin dengan suara pelan pada Bing Hua.
Bing Hua yang mendengar itu hanya tersenyum.
"dia tidak akan sendiri untuk memakan makanan itu ." jawab Bing Hua.
"apa maksudmu...? apa dia akan memakannya bersama kita berdua?" tanya Yan Lin yang kebingungan dengan jawaban Bing Hua.
"kau lihat saja nanti sebentar lagi kau akan segera mengetahui apa yang aku maksud." ucap Bing Hua.
Yan Lin yang mendengar itu hanya mengangguk lalu terdiam mengikuti Xiao Yi dibelakang bersama Bing Hua.
tidak lama kemudian Xiao Yi telah selesai memborong semua makanan yang dijual oleh pedagang kecil ditempat itu.
Xiao Yi kemudian menoleh kearah Bing Hua dan Yan Lin.
"ikut aku..!!
__ADS_1
ucap Xiao Yi lalu melesat kedepan dengan cepat.
Bing Hua dan Yan Lin yang mendengar itu hanya mengangguk lalu mengikuti Xiao Yi dari belakang.
tidak lama kemudian mereka bertiga telah sampai di daerah yang penuh dengan bangunan kumuh juga orang-orang disana sangat kurus yang menandakan mereka tidak makan dengan cukup.
Xiao Yi langsung pergi kesatu rumah yang terlihat seperti rumah seorang pemimpin desa.
sesampainya didepan ruamah itu mereka bertiga melihat seorang pria tua dengan pakaian yang tidak layak pakai sedang menggrap tanah di depan rumahnya.
Xiao Yi langsung memberikan satu cincin penyimpanan yang penuh makanan yang dia beli tadi pada kakek itu.
"ini untuk kakek dan para warga didaerah ini." ucap Xiao Yi.
Kakek tua itu menerima cincin penyimpanan yang diberikan Xiao Yi dan sangat terkejut ketika melihat isi didalam cincin penyimpananya itu.
"terimakasih atas semua makanan ini anak muda dan juga aku dan penduduk desa disini tidak punya apa-apa untuk diberikan pada kalian bertiga sebagai balasan." ucap kakek tua itu.
"tidak mengapa dan juga semua makanan itu harus dibagi rata dengan orang-orang yang berada di daerah ini ." ucap Xiao Yi sambil tersenyum.
kakek tua yang mendengar itu hanya mengangguk.
"aku mengerti."
"oh ya.. aku punya satu barang lagi, mungkin ini akan sangat berguna untuk kalian." ucap Xiao Yi mengeluarkan dua karung besar penuh dengan bibit sayuran dan buah-buahan.
Kakek tua yang melihat itu sangat terkejut dan memandang Yin Su dengan curiga.
"apa kalian punya tujuan lain memberikan hal seperti ini pada kami." ucap kakek tua itu.
Xiao Yi yang mendengar itu tetap tersenyum sedangkan Yan Lin dan Bing Hua hanya terdiam.
"kami bertiga tidak mempunyai tujuan tertentu untuk memberi kalian bibit ini dan juga aku tidak akan mengambil keuntungan apapun jika kalian telah selesai menanam dan memanenya."
ucap Xiao Yi tersenyum kecut ketika kakek didepanya masi terlihat curiga terhadapnya.
"huh...tidak mengapa jika kalian tidak percaya pada ucapanku tadi."
"dan terserah kalian akan melakukan apa pada bibit tanaman yang aku berikan itu."
ucap Xiao Yi lalu berjalan menjauh dari tempat itu diikuti oleh Bing Hua dan Yan Lin dibelakangnya.
"kenapa kau memberikan semua makanan pada orang itu bagaimana jika dia tidak melakukan sesuai dengan apa yang kau katakan padanya."
ucap Yan Lin kebingungan dengan apa yang dipikirkan oleh Xiao Yi.
"tenang saja kakak Liyan bilang orang itu dapat dipercaya dan juga orang itu sangat peduli dengan rakyat desanya"
"jika tidak dia tidak akan memberiku dua karung bibit sayuran dan buah-buahan itu."
__ADS_1
ucap Xiao Yi lalu melesat kearah mansion diikuti oleh Bing Hua dan Yin Zu dibelakangnya.