
"He.. Apa kau tahu jika aku lebih cantik daripada pelayan resepsionis tadi, bahkan kecantikanya tidak bisa dibandingkan denganku." Mei Lin dengan ekspresi penuh kesombongan, membanggakan penampilanya pada Yan Liyan.
Yan Liyan sangat terkejut ketika mendengar hal itu, walaupun dia sudah mendugaanya, tapi menerima dan membayangkanya merupakan hal yang sulit baginya.
Uhuk!
'Hei! Apa yang kau pikirkan Yan Liyan? Aku telah memiliki seorang kekasih yang tidak kalah cantik dan memiliki tingkat kultivasi yang tinggi, kau tidak akan berkhianat bukan?' batinnya dengan ekspresi rumit untuk menenangkan dirinya sendiri.
Mei Lin menahan tawa ketika melihat ekspresi rumit yang ditunjukan oleh Yan Liyan, karena menurutnya itu sangat lucu.
Mei Lin mendekat lalu ....
"Apa yang sedang tuan pikiran? ingat tuan! jika anda telah mempunyai seorang kekasih.
Dan juga, Aku sangat penasaran dengan Apa yang akan dilakukan oleh Bing Hua ketika mengetahui apa yang kekasihnya pikirkan saat berada di meja resepsionis tadi." Mei Lin dengan senyuman mengejek pada tuanya.
Yan Liyan tersenyum kecut ketika mendengar ucapan Mei Lin, tentu saja dia sangat tahu apa yang akan dilakukan oleh kekasihnya itu, Yan Liyan juga sedikit kesal dengan senyuman mengejek yang ditunjukan oleh Mei Lin.
"Cih.." Yan Liyan Berdecak kesal, lalu dia masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat.
Sedangkan Mei Lin, dia hanya tersenyum penuh kemenangan ketika melihat ekspresi kesal dari tuanya.
Phoenix itu juga ikut tertidur di samping Yan Liyan.
"........."
Sedangkan di tempat lain. Lebih tepatnya di suatu tempat yang berada di dalam suatu bangunan. Yang dibuat khusus untuk tempat pertemuan dari tiga pemimpin ras, terlihat Xian Ran dan penasehatnya sedang duduk dikursi dengan ekspresi rumit.
Sedangkan Di depan Xian Ran Terdapat seorang pria paruh baya yang rambutnya sudah memutih namun tampak kekar menunjukan masa kejayaan dimasa mudanya.
Pria paruh baya tersebut merupakan pemimpin ras manusia yang bernama Xuan Wu, sedangkan dibelakang Xuan Wu terlihat seorang gadis yang terlihat tidak asing bagi Xian Ran.
Ya. gadis itu tidak lain adalah Ling Yun, yang merupakan mata-mata yang dikirimkan untuk menyampaikan pesan untuk pemimpin ras Elf.
"Jadi, Apa kau telah mengetahui siapa dalang dibalik semua ini? Apa menurutmu ini ada hubunganya dengan perang Jutaan tahun yang lalu?" tanya Xuan Wu secara berturut-turut karena yang mengetahui banyak informasi tentang hal ini adalah ras Elf.
"Aku tidak mengetahui pasti siapa dalangnya, dan tentang keterlibatan perang jutaan tahun yang lalu dengan semua ini, menurutku kemungkinanya cukup kecil." jawab Xian Ran sebenarnya dia masih ragu dengan hal itu, dikarenakan bukti yang tidak ada.
"Jadi Seperti itu Ya..., dan mengenai pesanmu waktu itu, Aku akan setuju saja untuk membantu jika mereka mulai bergerak." Xian Wu berkata seperti itu dikarenakan jika mereka hanya diam dan menutup mata maka cepat atau lambat mereka akan terkena masalah besar.
Tapi jika mereka melawan maka diperkirakan akan banyak berjatuhan korban diantara para pasukanya yang akan menimbulkan kerugian, melawan gagak darah iblis bukan merupakan hal yang mudah bagi mereka.
Xian Ran mengangguk ketika mendengar hal itu, Kemudian dia mengeluarkan kertas kontrak darah yang berisi tentang perjanjian yang telah disetujui antara dua belah pihak.
__ADS_1
"Untuk mencegah adanya penghianatan kau harus melakukan kontrak."
Xuan Wu hanya mengangguk, mengambil kertas itu membacanya sejenak lalu kemudian meneteskan darahnya keatas kertas.
Wusss!
Darah itu terserap kedalam kertas, lalu mengumpulkan semua tulisan yang berada diatas kertas tersebut menjadi gumpalan kecil, kemudian gumpalan kecil tersebut langsung masuk kedalam tubuh Xian Wu dan mengikat jiwanya.
Jika Xuan Wu melanggar perjanjian maka jiwanya akan hancur walaupun bisa saja sembuh, tetapi membutuhkan waktu yang sangat lama, dan memerlukan banyak sumberdaya yang sangat berharga.
Ya. Setidaknya itu merupakan kelemahan dari kertas kontrak darah, kontrak itu tidak mengikat jiwa seseorang secara mutlak. Namun hal itu masih bisa digunakan sebagai jaminan.
Lagipula tidak ada orang yang ingin menderita dan rugi dalam waktu yang sangat lama.
Sedangkan Xian Ran, dia tidak perlu melakukan kontrak darah dikarenakan keistimewaan ras Elf, Ya. Ras Elf akan dengan sendirinya jiwanya akan hancur jika menyalahi perjanjian penting dan umum yang sendiri dia buat tanpa adanya paksaan.
Dan hal tersebut sama sekali tidak bisa disembuhkan dengan cara apapun.
Oleh sebab itu tidak pernah terjadi penghianatan di wilayah ras Elf, walaupun ada itu sangat sedikit dan mereka harus menanggung resiko yang ada.
"Baik, Aku akan pergi terlebih dahulu, banyak hal yang ingin aku urus."
"Tunggu!" Ling Yun menghentikan Xian Ran yang akan pergi.
"Ada apa?"
"Bolehkah aku ikut denganmu?" ucapnya penuh harap.
"Eh!
Xian Ran sangat terkejut ketika mendengar hal itu karena tidak sepantasnya seorang mata-mata berkata seperti itu di depan tuanya, dia lalu menoleh kearah Xuan Wu.
"Hm.. Dia adalah keponakanku. Aku menyuruhnya melakukan apa yang dia inginkan, dan sepertinya ada sesuatu yang membuatnya tertarik dengan wilayahmu, Aku harap kau bisa menjaganya."
Dengan sedikit keterkejutan pada Xian Ran karena tidak menduga jika identitas Ling tidak sesederhana itu.
"Baiklah, kau boleh ikut." Xian Ran lalu memunculkan celah dimensi lalu kemudian mereka melesat masuk.
Xuan Wu hanya tersenyum ketika melihat hal itu.
"Dia telah dewasa Ya..., Aku harap kau bisa hidup dengan tenang disana, adik." gumamnya dengan tatapan nanar.
Dulunya Xuan Wu memiliki seorang adik perempuan yang menikah dengan seorang yang merupakan tuan muda dari keluarga Ling, keluarga Ling sendiri merupakan bangsawan kecil.
__ADS_1
Mereka berdua saling mencintai dan akhirnya mati diakibatkan oleh bangsawan lain yang tidak ingin jika keluarga Ling mempunyai kekuasaan yang luas akibat dari pengaruh Adik dari Xuan Wu.
Para bangsawan itu berencana ingin melenyapkan keluarga Ling, agar dapat menghilangkan pengaruh mereka.
Xuan Wu yang baru menyadari akan hal itu segera dengan cepat ingin mencegah rencana itu terjadi. namun semuanya sudah terlambat.
Dia melihat Jika adiknya dan suaminya telah mati dengan luka tusukan tombak dari para pembunuh bayaran, Xuan Wu kemudian melenyapkan semua pembunuh bayaran itu.
Dan melihat jika terdapat seseorang gadis kecil yang sedang menggendong bayi, dia bersembunyi diruang bawah tanah dengan rasa ketakutan yang mendalam.
Sejak saat itulah Xuan Wu membesarkan mereka berdua yang merupakan keponakanya itu secara diam-diam dan terpisah dari istana.
Agar mudah untuk diawasi dan dibimbing, Xuan Wu lalu memberikan kedudukan khusus kepada Ling Yun diistana yaitu sebagai mata-mata khusus.
Ya. itulah sepenggal cerita kehidupan tragis dari Ling Yun.
"........."
Kembali pada Yan Liyan...
Sekarang ini dia sedang tidur dengan nyenyaknya, mata Yan Liyan sedikit terbuka ketika sinar matahari menerpa wajahnya melalui jendela.
Yan Liyan kemudian terbangun dengan mata yang terpejam, berjalan pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Tidak lama kemudian, Yan Liyan keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang berbeda dan tampak lebih segar.
"Hmm... Aku bermimpi cukup buruk tadi malam." gumam Yan Liyan berdiri di depan cermin untuk merapikan penampilanya.
Sedangkan Mei Lin, dia telah terbangun dari tadi, dia langsung mendarat dibahu Yan Liyan.
"Hei, Bukankah aku ini terlihat sangat tampan. Aku sangat yakin jika gadis resepsionis itu akan terpesona ketika melihat wajah asli ku ini, Bagaimana menurutmu Mei Lin?"
"Entahlah, Aku juga tidak tahu." Mei Lin sebagai tanggapan.
Yan Liyan lalu memakai sebuah topeng lagi, meskipun aurahnya seperti phoenix namun dia tidak bisa merubah sayapnya menjadi satu warna.
Ya. Sayap yang dimiliki oleh Yan Liyan berbeda warna di kedua sisinya dan Yan Liyan tidak bisa merubah itu, oleh karena itu dia membuat sayap lain menggunakan sebuah artefak.
Yan Liyan lalu berjalan keluar dari Penginapan itu.
"Kita akan pergi kesudut ujung kota ini, jika hal yang lalu tidak berubah maka disana terdapat tempat rahasia yang sangat menarik." ucap Mei Lin yang lagi-lagi membuat Yan Liyan sangat tertarik dengan tempat yang dimaksud oleh Mei Lin.
Dia lalu melesat menuju ujung sudut kota mengikuti arahan dari Mei Lin.
__ADS_1