
"Terlalu lembut?"
Yan Liyan mengingat sosok Bing Hua yang dulu dimana dia sangat dingin kepada siapapun bahkan pada Xiao Yi sekalipun.
Karena yang dia kejar waktu itu hanyalah kekuatan untuk membalaskan dendamnya.
"Ya, Sampai-sampai aku khawatir jika dia akan membahayakan dirinya dalam suatu pertarungan karena sifatnya itu."
"Kurasa itu sangat mustahil. Bing Hua memang sangat lembut kepada orang terdekatnya, tapi jika kepada musuhnya Dia berubah menjadi seperti naga yang ingin mencakar mangsanya."
Yan Liyan berkata seperti itu karena dulunya Bing Hua adalah bawahannya. Dimana Bing Hua harus berkontribusi dalam perjalananya yang berarti dia harus bertarung dengan musuh-musuhnya agar Bing Hua dapat mendapatkan sumber daya darinya.
Namun sekarang ini.. Bing Hua telah menjadi kekasihnya... semua yang dimiliki oleh Yan Liyan adalah milik Bing Hua juga, bahkan jika Bing Hua meminta sesuatu yang mustahil maka dia akan berusaha untuk memeujudkanya.
Sebelum mengungkapkan perasaanya pada Bing Hia. Yan Liyan tidak tahu pasti sejak kapan perasaan semacam itu muncul. Ya.. mungkin perasaan itulah yang orang-orang sebut sebagai Cinta dan dengan banyak keberanian akhirnya Yan Liyan mengungkapkan perasaanya secara langsung pada Bing Hua.
Mengingat dirinya pernah mengungkapkan perasaanmu secara tidak langsung di saat kediaman Ling Yun dulu membuat Yan Liyan tersipu malu karena betapa pengecutnya dia dulu.
"Aneh."
Jiu Wei yang melihat Yan Liyan tersipu malu seperti itu merasa ada yang tidak beres dengan Yan Liyan.
Wusss!
Aura berwarna putih kebiruan tiba-tiba saja keluar dari dalam tubuh Mei Lin. Aura itu memancarkan unsur Es kuno yang berasa dari dewi Phoenix.
Aura tersebut kemudian menutupi tubuh Mei Lin. Sedangkan Bing Hua yang melihat hal itu segera menjauh.
Aura tersebut tampak tidak berbahaya, jadi Bing Hua bisa merasa tenang kali ini.
Tidak lama kemudian......
Aura yang menutupi seluruh tubuh Mei Lin menghilang secara perlahan. Ketika aura itu menghilang rambut Mei Lin yang tadinya berwarna hitam kini beberapa helai dari rambutnya memiliki warna yang berbeda yaitu putih kebiruan.
Wajahnya yang dulunya cantik kini bertambah lebih cantik lagi. Jika dilihat sekilas penampilanya itu merupakan gabungan penampilanya dulu dengan penampilan Feng Huang.
kekuatan Feng Huang telah menyatu dalam tubuh Mei Lin sehingga menyebabkan sebagian penampipan Feng Huang ikut menyatu juga.
Bing Hua dan Jiu Wei yang melihat penampilan Mei Lin kali ini merasa sangat takjub dengan sosok Bing Hua yang bertambah sangat cantik itu.
"Saudari Lin, Penampilan mu.. " Bing Hua tidak bisa berkata-kata lagi. Dia juga sebenarnya sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Ada apa dengan penampilanku?" belum menyadari perubahanya Mei Lin merasa kebingungan dengan perkataan Bing Hua.
__ADS_1
Bing Hua langsung mengeluarkan cermin dari dalam cincin penyimpananya dan memberikanya pada Mei Lin.
Mei Lin menerimanya dan langsung melihat wajahnya di pantulan cermin itu.
"I-ini... Wajahku." Mei Lin sangat terkejut ketika melihat penampilanya sekarang ini.
Beberapa helai dari rambutnya memiliki warna seperti milik Feng Huang
Tiba-tiba saj Mei Lim teringat dengan perkataan Feng Huang yang berkata jika dirinya akan menerima keuntungan lain ketika Dia telah selesai menyerap kekuatanya.
"Kau masih Mei Lin, 'kan?" Jiu Wei bertanya untuk memastikan walaupun Jiu Wei sangat kagum dengan penampilan Mei Lin sekarang ini, tapi dia harus tetap waspada.
"Cih.. Ini masih aku rubah tua!" Mei Lin merasa sangat kesal ketika ditanya seperti itu.
Jiu Wei menghelah nafas lega, karena orang di depannya itu sudah pasti adalah Mei Lin. Jika saja Mei Lin menyebut namanya dengan lembut maka Jiu Wei akan langsung menangkap dan menginterogasinya karena sudah bisa dipastikan jika sosok tersebut bukanlah Mei Lin.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Yan Liyan.
Walaupun Yan Liyan sudah tahu dari sistemnya jikan Mei Lin telah menerima kekuatan dari dewi Phoenix, tapi dia ingin mendengarnya secara lengkap dan jelas.
Mei Lin yang mendengar pertanyaan Yan Liyan akhirnya menceritakan semua yang dia aami setelah dia hampir menguasai elemen es dibawah bimbingan Bing Hua.
Dimulai Tentang sosok Feng Huang yang merupakan dewi Phoenix atau dewi pelindung binatang Mitos dan mengenai syarat untuk membangkitkan kekuatan penuh dari pedang dewi Phoenix.
[Mei Lin telah menerima kekuatan dewi Phoenix berupa Elemen es kuno, elemen Es ini mempunyai kekuatan yang lebih dasyat dari elemen Yin milik tuan dan Bing Hua Namun dengan tingkat kultivasinya saat ini.. Mei Lin hanya dapat menggunakan elemen es kuno dalam kurun waktu 5 menit, jika lebih dari waktu yang telah di tentukan, maka kolam energi yang berada di dahinya akan langsung meledak dan membuat Mei Lin mati sketika.]
Yan Liyan sangat terkejut ketika mendengar pemberitahuan sistemnya yang tiba-tiba.
Yan Liyan juga merasa sangat khawatir jika hal tersebut sampai terjadi.
Yan Liyan lalu mendekat kearah Mei Lin...
"Jangan bergerak!"
Mei Lin yang mendengar itu hanya terdiam dengan ekspresi kebingungan.
"Ada apa Liyan'gege?"
"Jangan berbicara! Diamlah terlebih dahulu."
Yan Liyan semakin mendekat dan melihat dahi Mei Lin yang mempunyai simbol kristal Es berwarna biru berukuran sangat kecil dan hampir tidak terlihat.
'Apa ini yang namanya kolam energi itu.' Mei Lin sangat fokus melihat simbol kristal es itu yang dipenuhi oleh energi yang sangat dingin.
__ADS_1
Saking fokusnya..Yan Liyan tanpa. sadar jika wajah mereka berdua sangat dekat bahkan hampir bersentuhan.
Mei Lin yang melihat itu menjadi salah paham dan langsung menutup matanya untuk menanti apa yang akan selanjutnya dilakukan oleh Yan Liyan.
Jujur saja Mei Lin sangat malu kali ini karena Bing Hua dan Jiu Wei berada dk dekat mereka. Mei Lin tidak habis pikir dengan apa yang dipikirkan oleh Yan Liyan.
"Bukannya tidak pantas mereka akan melakukan hal itu di depan kita berdua?" bisik pelan Jiu Wei kepada Bing Hua.
Bing Hua hanya mengangguk ketika mendengar itu.
"Baiklah aku akan segera menyadarkan mereka berdua
"Mm.. uh..
Sebelum Jiu Wei pura-pura batuk.. Bing Hua langsung menutup mulut Jiu Wei menggunakan tangannya.
"Apa yang kau lakukan? sebaiknya kita berdua yang pergi dari tempat ini."
"Baiklan, aku mengerti." tanpa pikir panjang Jiu Wei langsung setuju.
Tapi sebelum mereka berdua pergi... tiba-tiba saja muncul cahaya berwarna putih kebiruan dari dahi Mei Lin, Sehingga membuat mereka berdua sangat terkejut.
Mereka berdua melihat jika sekarang ini Yan Liyan sedang memasang segel di dahi Mei Lin.
Wusss!
Simbol kristal es itu mengeluarkan cahaya berwarna biru serta mengeluarkan aura dingin yang pekat.
Untuk mengatasi aura dingin itu, Yan Liyan mengeluarkan api Phoenix di tangan kanannya dengan suhu yang sama untuk mencegah elemen es tersebut membekukan mereka berdua.
"Tertutup!"
Wuss!
Simbol kristal es yang berada di dahi Mei Lin tadi menghilang digantikan dengan simbol bunga teratai putih yang dililit oleh rantai.
Aura dingin yang dikeluarkan oleh Mei Lin juga langsung menghilang, sehingga membuat Yan Liyan menghela nafas lega.
"Aku telah memasang segel teratai surgawi pada kolam energi yang berada di dahimu. Segel itu berfungsi untuk mencegah mu untuk menggunakan elemen es dalam kurun waktu lebih dari 5 menit yang dapat membahayakan keselamatanmu sendiri.
Dan segel tersebut akan terus melemah jika kau terlalu sering menggunakan elemen es yang kau miliki." jelas Yan Liyan yang membuat Bing Hua Dan Jiu Wei sangat terkejut.
Mereka tidak akan menyangka jika tindakan Yan Liyan tadi bertujuan untuk memasang segel pada kekuatan yang baru saja dimiliki oleh Mei Lin.
__ADS_1
Beda halnya dengan Mei Lin yang sekarang ini tersipu malu dengan apa yang dia pikirkan tadi.