
Di dalam ruang invetory sistem terlihat Mei Lin dan Jiu Wei saling berhadapan satu sama lain dan juga terlihat senyuman tipis dan penuh kemenangan dari Jiu Wei.
"Cih... apa kau mengira akan benar-benar akan menang dariku hanya gara-gara satu ekormu yang baru saja tumbuh.?"
"Kita lihat saja dasar burung licik.."
ucap Jiu Wei lalu mengeluarkan 9 ekornya kembali kali ini dia tidak menahan dirinya lagi dan akan bertarung dengan semua kemampuan yang dia miliki.
Mei Lin yang melihat itu langsung melapisi dirinya menggunakan api merah darah miliknya lalu melesat kearah Jiu Wei.
Ketika mereka akan bertabrakan dengan cepat Jiu Wei langsung menghilang secara tiba-tiba yang membuat Mei Lin sangat terkejut dengan hal itu.
Dan tiba-tiba saja Jiu Wei muncul dibelakang Mei Lin lalu mengarahkan 5 bolah elemen yang berbeda jenis dari kelima ekornya saja.
Boomm.......
5 bola elemen itu langsung mengenai Mei Lin dengan sangat telak sehingga terjadi ledakan yang sangat besar ditempat itu.
Mei Lin terjatuh mengenai tanah dan menimbulkan kawah yang sangat besar.
Jiu Wei yang tidak puas dengan hal itu langsung mengeluarkan 8 bola elemen berbeda dari 8 ekornya lalu mengarahkanya pada kawah yang merupakan tempat Mei Lin terjatuh tadi.
Boomm....
Boomm.....
Ledakan terdengar dengan sangat keras dan juga kawah itu semakin dalam dan membesar.
Jiu Wei yang melihat hal itu hanya tersenyum tipis tapi ekspresi senangnya berubah ketika merasakan sesuatu yang melesat kearahya dari dalam kawah itu.
Muncul Mei Lin dari kepulan debu dengan api yang membakar, dia melesat menuju Jiu Wei.
Jiu Wei yang melihat itu agak terkejut karena Mei Lin sama sekali tidak terlihat mengalami luka atau goresan.
"Kenapa adik..? apa kau kebingungan..?" tanyanya lalu membentangkan sayapnya dengan lebar.
Dan tidak lama kemudian muncul api berbentuk bulu phoenix disekitar Mei Lin lalu bulu itu melesat menuju Jiu Wei.
Jiu Wei menghindar kesegala arah ketika Bulu yang terbuat dari api merah darah hampir mengenainya.
Tidak lama kemudian Jiu Wei lalu menghilang lagi dan muncul dibelakangan Mei Lin.
"aku sudah menyadari gerakanmu.., dasar bodoh.." gumam Mei Lin membuat lingkaran api yang telah dia persiapkan tadi.
"Api pengurung.." gumamnya.
Jiu Wei yang mendengar itu hanya tersenyum tipis.
"benarkah..?" beberapa saat Jiu Wei lalu menghilang lagi dan muncul dihadapan Mei Lin dengan 8 bola elemen diekornya.
__ADS_1
Boomm.....
Mei Lin langsung terkena telak lagi serangan dari Jiu Wei hal itu disebabkan dia tidak bisa merasakan keberadaan Jiu Wei dan dia juga tidak dapat melihat siluetnya sehingga sangat sulit untuk diprediksi.
Jiu Wei tersenyum lebar...
"Akhirnya.... dendam terpendam ini bisa dibalaskan.." ucapnya dengan senyuman senang seperti telah lama menanti saat-saat seperti ini akan terjadi.
Sedangkan Mei Lin terlihat berdiri dengan tidak seimbang.
"Cih... mempunya lawan yang menguasai Elemen ruang dan waktu memang sangat merepotkan." gumamnya sambil menghela nafas dia juga sangat kesal ketika melihat Jiu Wei telah merasa menang darinya.
"Baiklah....
Sebelum ucapan Mei Lin selesai secara tiba-tiba muncul Jiu Wei lagi didepanya dengan bola elemen kegelapan yang sangat besar.
Mei Lin yang melihat itu secara refleks langsung mundur kebelakang membuat jarak yang cukup jauh dengan Jiu Wei sebelum dia mengarahkan Bolah kegelapan itu padanya.
Mei Lin kemudian dengan lcepat membuat Bola api berwarna merah darah yang sangat besar lalu dilesatkan kearah bola kegelapan yang menuju kearahnya.
Boomm........
Ledakan yang sangat keras terjadi ketika dua bola besar elemen itu saling bertabrakan sehingga membuat benda-benda disekitar tempat mereka bertarung hancur hingga menjadi abu.
Dan juga kawah yang sangat besar lebih besar dari sebelumnya terbentuk tepat dibawah dua buah bola elemen besar itu bertabrakan.
Angin juga berhembus dengan kencang akibat dari ledakan yang besar itu.
Jiu Wei yang tidak peduli apapun kini dipikirkan hanya berfikir untuk mengalahkan Mei Lin, dia langsung melesat kearah Mei Lin dengan sangat cepat tanpa disadari olehnya.
Lagi-lagi Jiu Wei muncul didepan Mei Lin dan mengeluarkan 9 siluet ekor besar dan langsung mengurung Mei Lin dengan sangat cepat.
Sekarang ini Mei Lin berada disebuah ruangan dengan bola elemen warna warni mengelilingi dirinya Dia langsung mengeluarkan semua bola Api yang bisa dia buat ketika bola elemen warna-warni itu menuju kearahya.
Bola Elemen itu bergerak bertabrakan dengan bola api milik Jiu Wei terlihat bola elemen yang melesat itu tampak seri tidak ada yang mendominasi diantara mereka.
Tapi tidak lama kemudian gerakan bola elemen itu bergerak dengan sangat cepat dan muncul secara acak diaekeliling Mei Lin sehingga membuatnya kewalahan.
Tentu saja dia tahu jika hal itu merupakan ulah Jiu Wei yang mengalirkan elemen ruang dan waktu kedalam teknik miliknya.
Disaat dia sedang kewalahan dengan bola elemen itu tiba-tiba terlintas sesuatu dipikiranya yang membuat merasa sangat aneh kepada Jiu Wei.
"kenapa dari tadi dia tidak mengalirkan Elemen ruang dan waktu pada tekniknya..? dan juga dia terlihat sangat berhati-hati ketika menggunakan Elemen itu daripada elemen lainnya." gumamnya dengan kebingungan.
Mei Lin tersenyum sinis ketika menyadari akan sesuatu, suatu hal yang sama sekali tidak dia pikirkan sebelumnya.
"Ya... pengguna Elemen ruang dan Waktu pasti mempunyai durasi waktu."
gumam Mei Lin sambil menangkis bola elemen yang terkadang mengenai dirinya.
__ADS_1
Jika saja dia tidak melindungi dirinya dengan Elemen api surgawi miliknya maka sudah dipastikan dia akan langsung kalah dari serangan pertama Jiu Wei tadi.
Setelah lama setelah menangkis bola elemen akhirnya Bola elemen itu terliha bergerak dengan kecepatan normal seperti tadi dan juga sangat teratur.
Mei Lin yang melihat itu hanya tersenyum lalu mengeluarkan bola api besar berwarna merah darah dia mengalirkan stengah Qi yang dia miliki kedalam bola api itu.
Ketika merasa sudah cukup Mei Lin mengganggu konsentrasi Qi yang terpusat pada tengah bola api itu.
Boomm..........
terjadi ledakan yang sangat besar lagi dialam siluet ekor itu sehingga membuatnya hancur berantakan.
Mei Lin langsung terbang melesat keatas dengan senyuman diwajahnya.
"konsep teknik penghakiman teratai es yang dimiliki oleh tuan memang sangat menarik." gumamnya dia memang meniru prinsip cara kerja dari teknik keempat dari teknik teratai Es milik tuanya.
Mei Lin lalu melihat kearah Jiu Wei yang memandangnya dengan keheranan.
"hanya 30 detik waktu yang aku miliki." gumamnya lalu melesat kearah Jiu Wei dengan sangat cepat dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dan waktu.
Jiu Wei yang melihat hal itu langsung mengeluarkan 8 bola elemen menuju kearah Mei Lin tapi sayang itu sama sekali tidak berguna bola elemen itu sama sekali tidak mengenainya.
Mei Lin lalu mengeluarkan bolah api besar miliknya dan langsung bertabrakan dengan bola-bola elemen milik Jiu Wei.
Boomm....
Muncul kepulan debuh ditempat itu.
Jiu Wei yang tidak merasakan keberadaan dari Mei Lin merasa agak khawatir.
"Dimana burung licik itu.?" ucapnya memandang kesegala arah.
"Apa kau mencariku..?" muncul Mei Lin menyambar Jiu Wei dengan sayapnya.
'3 detik..'
Setelah itu dia mencekram Jiu Wei dan melemparkanya kearah kawah besar tadi.
'2 detik lagi'
Kemudian dia mengeluarkan bola api yang sangat besar bahkan lebih besar daripada tadi dan mengarahkanya pada Jiu Wei.
Wusss.....
Boomm.......
Bola Elemen itu melesat kearah Jiu Wei dan terdengar suara ledakan yang sangat besar lagi ditempat itu serta muncul kawah yang lebih besar lagi daripada tadi.
'Huh...selesai.'
__ADS_1
"Aku tidak menyangka jika membentuk bola elemen api sebesar itu membutuhkan waktu selama 2 detik." gumam Mei Lin.