
Di sekte Salju Beku, malam sudah begitu larut, suara bising dari murid sekte yang berlatih sudah tidak terdengar lagi karena mereka sudah terlelap dalam tidur mereka masing-masing.
Walaupun sebenarnya mereka tidak membutuhkan tidur karena kultivasi mereka berada di rana perajurit dewa, namun itu lebih baik daripada berlari secara terus menerus tanpa istirahat.
Sementara itu di atas gunung es yang berada di belakang sekte Salju Beku berdiri seorang gadis cantik yang memakai Huangfu indah serta ekspresi dingin dari gadis itu memancarkan aura intimidasi bagi setiap orang yang melihatnya.
Gadis itu tidak lain adalah Ran yang merupakan sosok unggulan dari Akademi Sihir sekaligus teman baik daei Xue Jia.
Semakin lama ekpresi Ran semakin menunjukkan ekspresi dingin sekaligus kesal secara bersamaan karena sosok yang dia tunggu belum datang juga.
"Kenapa dia lama sekali? Apa dia tidak akan datang?" gumam Ran yang berpikir jika Yan Liyan mengabaikan perkataanya tadi.
"....... "
Sementara itu Yan Liyan yang ingin pergi ke bukit es yang merupakan tempat yang dijanjikan oleh Ran, Tiba-tiba langkah dari Yan Liyan terhenti, karena melihat sosok Xiu Qiji yang sedang berlati di tempat latihan dikediamanya.
Yan Liyan berhenti sebentar dan memperhatikan latihan dari Xiu Qiji.
Sedangkan Xiu Qiji sendiri mengayunkan pedangnya dengan agresif dan cepat dan terkadang Xiu Qiji menghilang dan berpindah tempat dari tempat lain ke tempat lain lagi.
Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum senang karena penerus dari sekte Yin Yang yang merupakan sekte tempa ibunya berasal mempunyai sosok unggulan yang luar biasa.
Meskipun teknik yang digunakan tadi tidak sempurna, tapi dapat menguasai elemen ruang dan waktu diusia 25 tahun itu merupakan pencapaian luar biasa, tidak seperti dirinya yang banyak dibantu oleh sistem.
Setelah itu Yan Liyan kemudian pergi dari tempat itu, menuju ke gunung yang ada di belakang sekte.
Sedangkan Xiu Qiji menoleh ketempat persembunyian Yan Liyan tadi, karena sekilas dia merasakan suatu keberadaan yang mengawasinya disana.
"Apa itu hanya perasaanku saja?" Gumam pelan Xiu Qiji lalu melanjutkan latihannya karena menurutnya tidak penting memikirkan sesuatu yang tidak pasti.
"........... "
Wusss!
__ADS_1
Yan Liyan muncul di depan Ran yang membuatnya terkejut karena tidak dapat merasakan keberadaan dari Yan Liyan.
'Apa dia lebih kuat dariku?'
"Ada hal apa sehingga anda menyuruhku datang ketempat seperti ini putri Ran? Jika anda berniat untuk menyatakan perasaan Anda, maka aku harus menolaknya karena saya sudah mempunyai kekasih."
Yan Liyan sebenarnya mengerti kenapa Ran memanggil dirinya. Namun dia menggoda orang Ran terlebih dahulu untuk mengetahui sifat aslinya. Namun ekspresi dari Ran tampak biasa saja sehingga membuat Yan Liyan tersnyum kecut.
Entah kenapa perasaanya tidak enak, karena setiap kali dia bertemu dengan gadis seperti ini, pasti ujungnya dia akan mendapatkan masalah, walaupun hidupnya sudah penuh dengan masalah.
"Apa kau bisa menyembuhkanku dari racun bunga krisan penyendiri?" tanya Ran penuh harap.
"Bisa, tapi tidak ada makan siang gratis kawan." Yan Liyan dengan senyuman tipisnya tentu tidak ingin menyembuhkan seseorang tanpa imbalan.
Apa lagi sosok yang akan dia sembuhkan merupakan sosok yang terkemuka, tentu dia memiliki banyak barang berharga.
Ran tentu mengerti dengan maksud dari Yan Liyan dan sebenarnya dia telah memikirkan ini dari awal agar Yan Liyan dapat menyembuhkanya.
"Aku akan meminta Xue Jia untuk melepaskan rantai kewajiban yang harus kau lakukan dari sekte teratai Beku dan aku juga akan menjadikanmu sebagai suamiku dimasa depan." ucap Ran yang berpikkr jika penawaran itu tidak bisa ditolak oleh Yan Liyan.
Dan Tawaran untuk menjadi suaminya, tentu Yan Liyan tidak akan menolak wanita secantik dirinya dan memiliki status dan masa depan yang cerah seperti dirinya dan dengan percaya dirinya Ran menawarkan semua itu pada Yan Liyan seolah Yan Liyan tidak mempunyai alasan lagi untuk menolak.
Tetapi jawaban dari Yan Liyan membuat sungguh tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Tidak, Aku sama sekali tidak tertarik." tanpa pikir panjang Yan Liyan menolaknya karena semua tidak bermanfaat baginya.
Yan Liyan bukan termasuk bagian dari sekte Teratai Beku, jadi dia tidak perlu mengambil bantuan dari Ran sedangkan yang satunya lagi dia sudah berjanji pada empat kekasihnya untuk tidak menambah lagi.
"Eh, kenapa?"
"Itu karena semua yang kau tawarkan tidak berguna untukku dan juga aku merupakan orang yang setia pada kekasih dan sekteku." ucap dingin Yan Liyan yang membuat Ran semakin terkejut mendengarnya.
"Lalu apa yang kau inginkan?!"
__ADS_1
Yan Liyan tersenyum lebar ketika mendengar itu.
"Aku dengar jika Akademi sihir mempunyai buki teknik pedang peninggalan leluhur pertama dari sekte Phoenix, Aku ingin meminjam Buku itu dan akan mengembalikanya setelah mempelajarinya."
"Eh, Apa hanya itu saja?" Ran semakin tidak mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh Yan Liyan.
Buku yang dimaksud oleh Yan Liyan adalah buku teknik yang didapatkan oleh neneknya pada saat menjelajahi reruntuhan sekte Phoenix yang hancur akibat serangan sekte aliran hitam beberapa ratus tahun yang lalu.
Sekte Phoenix sendiri merupakan sekte tingkat rendah yang tidak diperhitungkan oleh Kekaisaran surgawi. Namun beda halnya dengan neneknya yang sepertinya mengagumi sekte tersebut.
Dan buku itu pun telah diberikan kepada Ran. Namun karena Ran tidak menyukai senjata pedang. Dia tidak pernah membukanya dan karena buku tersebut bukan merupakan pemberian neneknya, sudah dari dulu dia akan membuang buku teknik itu atau memberikanya pada orang lain, karena saking tidak berharganya buku teknik itu dimatanya.
Dan sekarang Yan Liyan meminta buku tersebut sebagai imbalan dari bantuannya.
'Takdir macam apa ini? Apa ini hanya sebuah kebetulan? dan Tunggu-tunggu, Darimana dia mengetahui keberadaan buku itu?' batin Ran penuh tanya dalam hatinya.
"Ya, hanya itu saja yang aku inginkan saat ini. Dan aku akan mempertimbangkan hadiah yang akan kau berikan nantinya." ucap Yan Liyan mengeluarkan botol Giok kecil dari dalam cincin penyimpananya lalu melemparkanya kepada Ran.
Ran menangkap botol Giok itu dan melihat jika di dalam botol Giok tersebut terdapat dua butir pil berwarna hijau.
"Itu akan menyembuhkanmu hanya untuk sementara saja, jika kau ingin sembuh sepenuhnya, maka kau harus mengonsumsi 5 butir pil semacam itu."
Ran mengangguk dan mengerti dengan maksud Yan Liyan.
"Aku akan membawahkan barangnya 1 minggu lagi." karena buku tersebut berada di Akademi sihir, dia tentu harus mengambilnya dan memberikannya pada Yan Liyan.
"Dan jika aku boleh tahu, apa maksudmu dari imbalan lain?"
"Entahlah, aku pernah mendengar jika ciuman pertama dari seorang penyihir dapat meningkatkan kultivasi seseorang. Sepertinya aku ingin mencobanya." ucap Yan Liyan yang memandang Ran penuh arti.
Sedangkan Ran yang mendengar perkataan Yan Liyan, wajahnya langsung memerah dan mengerti jika Yan Liyan hanya ingin menggodanya, karena semua itu hanya mitos belaka.
"Cih.. kau sudah menolak tawaranku yang pertama tadi, jadi aku tidak akan pernah melakukanya." Ran berbicara dengan ketus lalu pergi dari tempat itu meninggalkan Yan Liyan.
__ADS_1
"Itu bukan mitos, jika sosok Penyihir yang memberikan ciuman pertamanya merupakan penyihir dengan tubuh spesial yaitu tubuh Sihir peri." gumam pelan Yan Liyan lalu pergi dari tempat itu.