SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Melihat Masa Lalu


__ADS_3

3 hari perjalanan, semua keluarga besar telah sampai di ibu kota Kekaisaran kegelapan. Mereka semua disambut dengan baik oleh penduduk setempat.


Bangunan yang menjulang tinggi serta keramaian para penduduk menjadi pemandangan pertama yang mereka lihat saat memasuki ibu kota.


Xian Ran sekali lagi terkesima dengan pemandangan tersebut. Sepertinya ras monster telah hidup damai ketika mereka terisolasi dari dunia luar.


Xian Ran berpikir jika sebaiknya alam kegelapan tetap terisolasi untuk menghindari terjadinya konflik dari dunia luar.


Ada banyak sekali sosok dari berbagai macam ras menginginkan kekuatan dan sumberdaya, mereka semua akan melakukan apa pun untuk mendapatkanya.


Jadi akan sangat berbahaya jika alam kegelapan bisa dimasuki dengan mudah, nantinya akan banyak sosok yang mendatangi tempat ini untuk mencari keberuntungan mencari artefak atau sumberdaya tertentu.


"Kota ini terlihat lebih indah daripada kota-kota yang pernah aku datangi."Jiu Wei melihat dari balik jendela kereta kuda.


"Jiu Wei Akhir-akhir ini kau terlihat normal." Mei Lin sedikit keheranan dengan perubahan Jiu Wei, yang sebelumnya amarahnya tidak terkontrol, tapi sejak seminggu yang lalu Jiu Wei terlihat tenang dan sesekali bermanja-manja dengan Bing Hua.


Ini terlihat seperti Jiu Wei yang dulu. Mei Lin menduga jika itu disebabkan masa kebangkitan yang Jiu Wei alami seminggu yang lalu. Tapi menurutnya masa kebangkitan tidak akan merubah sifat dari ras Binatang Mitos.


Mei Lin sudah mengalami masa kebangkitan jauh sebelum Jiu Wei mengalaminya, jadi Mei Lin sangat tahu apa saja yang akan berubah dari seseorang setelah mengalami masa kebangkitan.


"Apa maksud mu? apa sebelumnya aku terlihat tidak normal?" Jiu Wei malah balik bertanya dan itu membuat Mei Lin mendengus.


Mei Lin tahu jika dia menjawab yang sebenarnya, maka tidak mungkin akan terjadi keributan bahkan pertarungan diantara mereka berdua.


"Rubah bodoh! Apa kau tidak sadar jika seminggu yang lalu kau hanya seekor rubah bodoh gila yang tidak bisa mengontrol emosinya. " Xiao Yi mengerti akan kekhawatiran Mei Lin, jadi dia yang menanggapi pertanyaan Jiu Wei.


Jiu Wei mendengus dan menoleh kearah lain, mengabaikan perkataan Xiao Yi.


1 minggu yang lalu, setelah pertarungan antara Jiu Wei dan Fang Jian. Jiu Wei dengan sangat berani dan penuh keyakinan menantang Xiao Yi untuk bertarung ketika semua kekuatannya sudah pulih sepenuhnya.


Xiao Yi hanya menerimanya saja. Dan mereka pun bertarung, Jiu Wei menggunakan seluruh kemampuanya termasuk menggunakan teknik sembilan jiwanya.


Tapi Xiao Yi dengan mudah mematahkan semua serangan Jiu Wei. Xiao Yi menggunakan teknik pembunuh bayangan dimana seseorang terlihat seperti bayangan hitam yang bergerak dengan sangat cepat.

__ADS_1


Dan dalam waktu singkat Xiao Yi meletakan belati sunyinya di leher Jiu Wei. Jiu Wei tidak bisa berkutik saat itu, bahkan ketika dia merasa sangat kuat, tapi tetap kalah dengan Xiao Yi.


Sungguh sangat memalukan, jika itu merupakan pertarungan asli, bisa dipastikan Jiu Wei akan mati konyol dalam waktu yang sangat singkat.


Jiu Wei masih mengingat jelas perkataan Xiao Yi bahkan sampai sekarang ini masih terngiang-ngiang di ingatanya.


"Orang yang merasa sangat puas dengan kekuatan dan pencapaiannya kemudian dia menjadi seseorang yang sombong dan arogan serta memandang rendah orang lain merupakan orang yang paling bodoh menurutku."


Jiu Wei sempat membalas perkataan itu. Lalu kenapa Xiao Yi sangat sombong dan merendahkan mereka, bukankah dia mengatakan dirinya sendiri sebagai orang bodoh.


tapi jawaban yang diterima Jiu Wei terdengar sangat menusuk.


"karena aku tahu jika kekuatan kalian berada jauh dibawahku." Xiao Yi tersenyum mengejek ketika mengatakan hal itu dan terbang menjauh dari Jiu Wei yang masih termenung.


kembali pada mereka berempat dalam kereta kuda.


"Kenapa? apa kau masih memikirkan kejadian seminggu yang lalu?" tanya Xiao Yi dengan senyuman indah, tapi Jiu Wei dapat melihat jika senyuman Xiao Yi itu merupakan senyuman mengejek.


Xian Ran menahan tawa ketika mengingat kejadian seminggu yang lalu. Dimana Jiu Wei sangat bersemangat dan yakin jika dia dapat mengalahkan Xiao Yi dengan mudah, tapi yang terjadi malah sebaliknya dan Jiu Wei berakhir memalukan.


"Kau!!


Jiu Wei memandang tajam Xian Ran. Jiu Wei tahu jika Xian Ran menertawakan dirinya dan itu membuat Jiu Wei sangat emosi.


Xian Ran yang tidak ingin djadikan pelampiasan atas kemarahan Jiu Wei langsung duduk mendekat disebelah Bing Hua untuk berlindung dari amarah Jiu Wei.


"kalian berdua bisa untuk berperilaku tidak kenak-kanakan?"


Dengan hanya perkataan itu saja. Jiu Wei kembali ketempat duduknya, tapi pandangan tajam masih terarah pada Xian Ran.


Bing Hua menjadi penengah diantara mereka berdua. Bisa dibilang Bing Hua ini sebagai pendamai diantara perseteruan para saudarinya, tapi hal itu sering kali dimanfaatkan oleh Xian Ran untuk memancing amarah Jiu Wei.


"Tcih! Dasar kau pengecut sialan."

__ADS_1


"Jadi bagaimana dengan pertanyaanku tadi Jiu Wei?" Mei Lin masih merasa penasaran sebelum mendengar langsung jawaban dari Jiu Wei.


"Itu..


Jiu Wei kemudian menceritakan tentang apa yang terjadi saat dia berada di dalam segel lima arah dan pada saat masa kebangkitan.


Dimana dia bertemu Yan Liyan yang palsu yang dia ketahui sebagai iblis hati. Dimana iblis hati itu menyuruhnya untuk melakukan bunuh diri agar bisa hidup bersama Yan Liyan lagi.


Tapi sebelum Jiu Wei melakukan bunuh diri, Liontin di leher tiba-tiba bercahaya sangat terang. dimana dia dibawa ke tempat lain.


Dimana dia melihat seekor rubah yang hampir mati di balai pelelangan lalu seekor rubah itu dibeli seorang pemuda dan kemudian rubah tersebut di rawat oleh pemuda tersebut hingga rubah yang terluka itu kembali kebentuk aslinya bahkan kekuatanya jauh lebih hebat sebelum dia terluka.


Kemudian Jiu Wei melihat seorang pemuda lagi yang sedang mengelus rambut seorang gadis yang tertidur di pangkuanya.


Pemuda itu tersenyum ketika melihat gadis itu sesekali mengigau. Lalu dengan usilnya pemuda itu mencubit hidung gadis itu.


"Aku sangat mencintai mu Jiu Wei."


Deg!


Jiu Wei bergetar dan air matanya tidak bisa dibendung lagi.


Ya, pemuda dan gadis tersebut adalah Yan Liyan dan Jiu Wei di masa lalu.


Jiu Wei akhirnya tersadar jika sosok yang menyuruh melakukan bunuh diri bukanlah Yan Liyan. Setelah Jiu Wei menyadari hal itu, Jiu Wei kembali tersadar dan mengarahkan pedang yang dia pegang kearah sosok Yan Liyan yang palsu.


"Hmm.. jadi seperti itu ya, sekarang aku paham kenapa sifatmu berubah." Mei Lin akhirnya tahu jika bukan masa kebangkitan yang merubah sifat Jiu Wei, tapi dia bisa membunuh iblis hatinya.


Mei Lin kagum dengan hal itu, dia sendiri tidak bisa membunuh iblis hatinya ketika mengalami masa kebangkitan. Tapi meskipun Jiu Wei telah membunuh iblis hatinya tapi itu tidak menjamin jika dimasa depan iblis hati tidak akan muncul lagi.


Iblis hati muncul ketika seseorang merasakan kebencian mendalam dan tidak Terima akan kehilangan dan penderitaan yang dia alami.


"Terkadang cinta bisa mengubah sifat seseorang dan itu merupakan sesuatu yang sangat sulit untuk dipahami bahkan untuku." ucap Xiao Yi dengan melirik kearah liontin Jiu Wei.

__ADS_1


__ADS_2