
"Apa kalian tidak merasa curiga dengan monster kambing tadi?" Jiu Mei merasa aneh kenapa mereka bisa mendapatkan informasi dengan begitu mudahnya padahal Nue pasti mengetahui jika mereka adalah sosok yang sangat berbahaya.
Hal tersebut memungkinkan Nue akan memberikan informasi tentang mereka kepada pihak Kekaisaran kegelapan agar mendapatkan imbalan yang lebih besar daripada sumber daya yang diberikan Xiao Yi tadi.
Setidaknya itu yang dipikirkan oleh Jiu Wei. Dia terlalu banyak melihat sifat kelicikan berbagai macam sosok di dunia ini sehingga membuatnya sangat sensitif dengan hal kecil sekali pun.
"Kau terlalu berpikir berlebihan. Kau tahu seorang seperti monster kambing tua tadi pasti akan melakukan segala hal demi keuntunganya sendiri dan sepertinya dia sangat berhati-hati dalam mengambil tindakan.
Dan jika pun dia membocorkan informasi kita kepada Kekaisaran kegelapan apa menurutmu hidupnya bisa tenang?"
Xian Ran mempunyai pemikiran berbeda dengan Jiu Wei menurutnya jika Nue membocorkan informasi mereka kepada pihak Kekaisaran, maka hal itu justru akan membahayakan dirinya sendiri.
Pihak Kekaisaran pasti akan mencurigai Nue karena sikap baiknya pada mereka berlima, dan dengan alasan itu Nue bisa saja dianggap sebagai penghianat dan mungkin dipenjarakan lalu di interogasi.
"Kau sangat yakin sekali dengan ras monster. Apa kau menjadi sangat naif sekarang?"
"Heh! Aku pikir justru kaulah yang naif karena mengiring opini buruk pada monster kambing tua tadi, sebenarnya apa tujuan mu?" Xian Ran menatap tajam Jiu Wei.
"Apa maksud mu Elf bodoh! apa kau ingin mati hah!"
Jiu Wei tidak terima jika dia dicurigai seperti itu, Jiu Mengambil tindakan dengan menarik leher Xian Ran.
Xian Ran mendecak kesal, Dia ingin melawan tapi dia sadar itu akan memperburuk keadaan. Apa lagi lawannya adalah Jiu Wei.
"Cobah saja jika kau berani."
"Kau menantangku? Kau pikir aku takut pada mu?"
"Tidak, tapi aku yakin kau takut pada Yan Liyan."
Setelah Xian Ran menyebut nama Yan Liyan, Jiu Wei melepaskan cengkramanya dan mendorong Xian Ran hingga terhempas cukup jauh.
"Cih.. Kau cukup beruntung kali ini."
Bing Hua, Mei Lin, dan Xian Yi menggeleng ketika menyaksikan perseteruan yang tidak berguna itu. mereka berpikir jika Jiu Wei terlalu sensitif.
__ADS_1
"Abaikan dua orang bodoh itu. Sebaiknya kita bermalam terlebih dahulu di penginapan kota ini." Xiao Yi mengajak mereka kesebuah penginapan dan menyewa dua 3 kamar penginapan di sana.
Xiao Yi berbagi kamar dengan Bing Hua, Mei Lin dengan Xian Ran sendangkan Jiu Wei tidur sendiri. Tidak ada yang mau sekamar dengan orang yang tidak bisa mengendalikan emosinya.
"........... "
Di paviliun pengobatan..
Sosok manusia serigala mengamuk dan menghancurkan benda di sekitarnya ketika melihat orang terdekatnya terkapar lemah diatas kasur.
"Siapa Yang berani menyakiti Fang Sen?" Manusia serigala itu dengan penuh emosi menatap sosok perawat.
Dia sangat marah, siapa yang berani menyakiti keponakannya dan menyinggung keluarga Fang meskipun Fang Sen sudah tidak dianggap lagi sebagai anggota keluarga Fang namun dia menyayanginya dan akan tetap melindunginya.
"Aku tidak tahu tuan, Tiba-tiba saja sosok dari guild pemburu membawanya ke tempat ini dalam keadaan tidak sadarkan diri." perawat itu menjawab dengan jujur dan seluruh tubuhnya gemetar, karena merasa takut jika dirinya akan mati hari ini akibat amarah dari Fang Lei yang merupakan salah satu tetua dari keluarga Fang.
Fang Lei merupakan tetua yang terkenal kejam dan sangat disegani bahkan oleh para tetua keluarga Fang yang lain, dan perawat tersebut tidak ingin jika dia memancing amarahnya dengan salah menjawab.
"Guild pemburu!" tatapan Fang Lei semakin menyeramkan ketika menyebutkan nama guild pemburu.
Di saat Fang Lei akan pergi ke guild pemburu untuk memastikan kebenarannya, Tiba-tiba saja tepat di depan pintu kamar terlihat sosok siluman rakun berjanggut panjang.
"Mau kemana kau Fang Lei? Aku memberimu peringatan untuk tidak berurusan dengan sosok yang membuatmu marah sekarang ini." ucap sosok rakun itu dengan ekspresi serius.
"Kau! jangan halangi aku." Fang Lei terkejut ketika melihat Zhen Kai yang merupakan sosok yang pemilik paviliun pengobatan.
Zhen Kai juga merupakan sosok yang sangat dihormati karena jasanya yaitu menyembuhkan berbagai macam penyakit yang di alami oleh para warga yang tidak bisa disembuhkan oleh tabib lain.
Sangat sedikit sekali orang-orang yang mempunyai kemampuan seperti Zhen Kai, jadi warga kota bulan gelap sangat hormat padanya.
Siapa pun yang menyakiti atau menjadi musuh Zhen Kai, maka sosok tersebut akan menjadi musuh dari semua monster atau siluman yang ada di kota bulan gelap.
Sebegitu besarnya pengaruh Zhen Kai sampai-sampai keluarga besar yang ada di kota bulan juga memberikan keistimewaan khusus kepadanya.
Namun Fang Lei tidak peduli, menurutnya Zhen Kai tidak seharusnya Mengahalangi dirinya karena itu sama sekali tidak berkaitan denganya.
__ADS_1
"Hah! Sebaiknya dengarkan dulu penjelasanku sebelum kau menyesali semuanya."
Tidak membiarkan Fang Lei untuk menyakalnya lagi, Zhen Kai kemudian menceritakan mengenai kondisi Fang Sen sekarang ini.
Zhen Kai menjelaskan jika di dalam tubuh Fang Sen terdapat sebuah api yang membara dan tidak bisa padam walaupun Zhen Kai telah berusaha untuk memadamkanya.
Awalnya Zhen Kai tidak percaya jika dirinya tidak bisa memadamkan api kecil tersebut, tapi setelah dia teliti akhirnya dia mengetahui jika api itu bukanlah api biasa.
Melainkan api suci yang merupakan sejenis api yang hanya dimiliki oleh ras selain ras monster dan api tersebut terus menyiksa Fang Sen di alam bawah sadarnya.
Zhen Kai memperkirakan jika Fang Sen akan mati dalam seminggu jika api itu tetap menyala di dalam tubuhnya.
Fang Lei terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa. Dia hanya fokus pada perkataan Zhen Kai mengenai Fang Sen yang akan mati dalam waktu seminggu.
"Jadi apa yang harus aku lakukan?"
"Hanya ada tiga pilihan yaitu membiarkanya Fang Sen mati begitu saja
atau mencari orang yang menyebabkan Fang Sen menderita lalu meminta padanya agar memadamkan api miliknya atau...
Zhen Kai tidak melanjutkan perkataan lalu menggeleng pelan berpikir jika hal itu akan sangat sulit bahkan mustahil untuk di lakukan.
"Atau apa?! Fang Lei sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi. Bagaimana mungkin dirinya membiarkan Fang Sen mati begitu saja dan bagaimana mungkin juga dia harus memohon pada sosok yang tidak dia kenali bukankah itu akan merendahkan harga dirinya?
"Ataun pilihan yang terakhir adalah membunuhnya..
Fang Lei tersenyum dan memilih pilihan terakhir.
Saat dia akan keluar dari kamar itu..
"Tapi resikonya adalah sosok itu bisa saja meledakan api yang ada di dalam tubuh Fang Sen dan membuat Fang Sen mati seketika jika dia mengetahui kau berniat membalaskan dendam Fang Sen padanya dan lagi aku memperkirakan jika kekuatan yang di miliki oleh sosok itu berada di atasmu."
Deg!
Fang Lei terhenti dan mulai ragu-ragu dengan keputusanya, jika orang lain yang berkata seperti itu mungkin dia tidak akan percaya dan mengabaikanya tapi kali ini Zhen Kai sendiri yang bicara langsung padanya.
__ADS_1
sekarang ini Fang Lei sedang berada di dalam dilema besar.