SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Menyusuri Ruang Dimensi Harta


__ADS_3

Yan Liyan masih terbang menuju Utara dengan Jiu Wei berada dibahunya.


Yan Liyan memandang kesegala dan terlihat sejauh mata memandang hanya terlihat padang rumput yang sangat luas.


Yan Liyan sangat kebingungan dengan hal itu, padahal Dia sudah terbang dengan waktu yang cukup lama namun tidak menemukan apapun selain padang rumput.


"Cih apa ini benar-benar ruang dimensi harta? sungguh mengecewakan." gumam Yan Liyan, merasa kecewa ketika tidak menemukan benda berharga apapun ditempat itu.


"Jika harta karun dapat ditemukan dengan mudah apakah itu masih bisa disebut harta karun."


Ucap Jiu Wei menghela nafas ketika mendengar ucapan dari tuanya itu padahal dia hanya satu hari berada di tempat ini tapi merasa kecewa karena tidak menemukan apapun.


Yan Liyan tidak menanggapi perkataan dari Jiu Wei dan terus terbang dengan kecepatan penuh serta melihat kesegala arah jika saja ada sesuatu yang menarik.


Sore harinya....


Yan Liyan yang masih terbang tiba-tiba melihat hutan yang sangat luas dari kejauhan.


"Akhirnya... Aku kira semua ruang dimensi ini hanya ada padang rumput." gumamnya lalu melesat menuju kearah pinggiran hutan itu.


Yan Liyan kemudian mendarat diantara perbatasan hutan yang sangat luas dan padang rumput yang sangat luas.


"Apa kau mengenal tempat ini Jiu Wei?" Yan Liyan melihat hutan itu dengan lekat.


Melihat pepohonan yang tumbuh dengan dahan yang sangat besar sekaligus mengeluarkan aura yang sangat menyeramkan membuat Yan Liyan berhati-hati untuk masuk kedalam.


Bagaimanapun dia masih pendatang baru jadi dia meminta petunjuk dari orang asli penghuni alam tingkat tinggi yang merupakan binatang kontraknya sendiri tapi sayangnya..


Jiu Wei menggeleng..


"Aku sama sekali tidak tahu dengan hutan ini, kau tahu sendiri bukan jika kemarin aku bilang jika waktu itu aku hanya mempunyai sedikit waktu saja untuk menjelajahi ruang dimensi harta karena waktu yang terbatas dan semua itu berlaku bagi semua orang yang memasukinya.


Tapi sepertinya itu tidak berlaku untukmu, kau memasuki ruang dimensi ini bukan pada saat pintu dimensi ini terbuka, kau mengerti dengan maksudku bukan?" jelas Jiu Wei pada Yan Liyan.


Yan Liyan mengangguk, mengerti ketika mendengar penjelasan dari Jiu Wei.


"Aku tidak dibatasi oleh waktu jadi itu berarti aku bisa menjarah semua harta yang ada di tempat ini?" gumam Yan Liyan tersenyum penuh keserakahan pada ekspresinya.


Tanpa basa-basi Yan Liyan langsung masuk kedalam hutan lebat itu, walaupun Yan Liyan sedikit ragu tapi Dia tidak akan pernah tahu dengan isi di dalam hutan itu kecuali memasukinya.

__ADS_1


Setelah Yan Liyan memasuki hutan itu, hal pertama yang dia lihat adalah pepohonan yang sangat besar serta daun-daun pohon itu sangat lebat sehingga hanya sedikit cahaya matahari saja yang mampu menembus daun pepohonan dan menerangi tempat itu.


"Ini sedikit gelap." gumam Jiu Wei lalu mengeluarkan bola cahaya sebagai penerangan.


"Hmm... sepertinya kau benar." ucap Yan Liyan lalu menyusuri hutan itu dengan penerangan dari cahaya Jiu Wei.


"Sunyi, gelap, dan menyeramkan, sebenarnya tempat seperti apa ini."


Gumam Yan Liyan karena dari tadi dia tidak menemukan seekor binatang yang tinggal didalam hutan itu bahkan satu suara dari binatang pun tidak terdengar sehingga membuat Yan Liyan kebingungan.


"Aneh, Bagaimana bisa tempat seperti ini tidak ditempati oleh seekor binatang pun?" gumam Yan Liyan berhenti disebuah pohon tumbang lalu duduk disana untuk beristirahat sejenak sambil memikirkan rencana apa selanjutnya.


Apakah dia akan meninggalkan hutan ini dan melanjutkan perjalanan atau menyusuri hutan yang tidak memiliki tanda-tanda kehidupan ini.


Setelah lama Yan Liyan berpikir, Dia menghelah nafas panjang karena dia benar-benar sangat kebingungan untuk memutuskan.


Akhirnya Dia hanya menyusuri hutan gelap dan menyeramkan itu tanpa tujuan yang jelas karena jika melanjutkan perjalanan dia juga tidak memiliki tujuan yang jelas juga jadi keputusan apapun yang dia ambil semuanya tetap sama yaitu ketidak jelasan.


"Ini benar-benar sangat menyedih....


Sebelum ucapan Yan Liyan selesai tiba-tiba terdengar suara lolongan serigala dari kejauhan.


Yan Liyan tersenyum ketika mendengar lolongan serigala itu yang merupakan pertanda bahwa masih ada kehidupan lain dalam hutan yang aneh ini.


Tidak lama kemudian Yan Liyan telah sampai disumber suara itu berasal, dari kejauhan diatas udara Yan Liyan melihat seekor serigala yang melolong beserta serigala lainya juga.


Tapi yang aneh dari serigala yang melolong yang sepertinya merupakan pemimpin mereka mempunyai bentuk tubuh yang berbeda dengan serigala yang lain.


Pemimpin serigala itu memiliki bulu berwarna putih bersih dan juga terlihat tanduk yang nampak mendominasi tumbuh diatas kepalanya.


"Itu serigala Putih tanduk naga merupakan ras serigala yang telah lama punah, Aku tidak menyangka bisa melihat ras seperti itu ditempat seperti ini."


"Punah...?"


"Iya tuan, serigala itu punah karena diburu oleh para kultivator karena tanduk dan seluruh bagian tubuhnya bisa dimurnikan menjadi sebuah pil yang dapat meningkatkan satu tingkat dari kultivasi yang di miliki oleh seorang kultivator." jelas Jiu Wei.


Dia masih mengingat dengan jelas dimana serigala itu diburu secara masal dan terus menerus sehingga keberadaannya semakin langkah bahkan dikabarkan serigala putih tanduk naga telah punah beberapa ribu tahun yang lalu tapi Jiu Wei tidak menyangka jika ras serigala itu masih ada dan bisa melihat serigala itu ditempat ini.


Yan Liyan yang mendengar perkataan dari Jiu Wei langsung tersenyum cerah.

__ADS_1


"Apa ini berarti aku mendapatkan sebuah harta karun." gumam Yan Liyan sambil tersenyum tipis.


Jiu Wei yang mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh tuanya hanya menghela nafas.


"Jangan anggap ini mudah tuan, serigala putih tanduk naga memiliki tingkat kultivasi yang lumayan tinggi selain itu yang sangat unik darinya adalah Dia pasti mempunyai seorang penjaga yang akan selalu melindunginya."


Yan Liyan terdiam ketika mendengar ucapan dari Jiu Wei dan memperhatikan serigala itu lekat-lekat.


"Apa yang kau maksud penjaga itu adalah para serigala biasa itu." Yan Liyan menunjuk serigala yang nampak sangat berbeda dengan serigala putih tanduk naga.


"Aku tidak tahu pasti tapi serigala itu tidak mungkin memiliki penjaga yang lebih lemah darinya jadi jangan pernah bertindak gegabah, tuan." Jiu Wei memberi peringatan pada Yan Liyan.


AaaUuuu....


Suara lolongan itu kembali terdengar untuk kesekian kalinya.


Yan Liyan tanpa basa-basi menghiraukan peringatan dari Jiu Wei langsung melesat menuju kearah serigala putih.


Ketika Yan Liyan hampir menangkap tanduk dari serigala itu tiba-tiba serigala tadi langsung mundur kebelakang menghindari serangan dari Yan Liyan.


Grr.....


Serigala itu mengeram dan memandang tajam Yan Liyan.


"Tenanglah serigala kecil aku tidak akan menyakitimu, Aku hanya mencoba menyelamatkanmu dari kepunahan." gumam Yan Liyan dengan senyuman tipis diwajahnya.


Sedangkan Jiu Wei tersenyum kecut ketika mendengar ucapan dari Yan Liyan.


'Aku sangat ragu dengan ucapanya tadi.'


Grr....


"Siapa kau manusia berani-beraninya kau memasuki wilayah kekuasaanku dan juga kenapa kau berada ditempat seperti ini? bukankah ruang dimensi belum waktunya untuk terbuka?"


Tanya serigala itu dengan sangat penasaran tapi dia sama sekali tidak menurunkan kewaspadaanya pada Manusia dihadapanya itu.


"Mm... ceritanya panjang, kau juga tidak perlu tahu akan hal itu."


"Cih....

__ADS_1


Serigala itu berdecak dan melesat menuju kearah Yan Liyan namun langkahnya terhenti ketika sebuah siluet ekor besar melilitnya dengan sangat keras.


"Aku harap tuan tidak membunuhnya, walaupun ras serigala ini tidak memiliki hubungan khusus dengan ras kami tapi naluri saling melindungi dari kami sebagai binatang mitos sangatlah erat jadi aku harap tuan bisa mengerti." ucap Jiu Wei pada Yan Liyan.


__ADS_2