SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Mengeluarkan Kekaisaran Xue Dari Celah Dimensi


__ADS_3

Wu Qing mengangguk ketika mendengar perkataan dari Yan Liyan dia juga sangat tahu dengan kemungkinan buruk yang terjadi jika token teleportasi itu akan dijual.


Walaupun mereka menjual secara sembunyi-sembunyi kepada dua kekaisaran tapi hal itu tidak bisa memastikan keamanan benda dan sasaran yang akan dituju.


Bisa saja token teleportasi itu dimanfaatkan oleh orang lain atau lebih tepatnya orang dalam kekaisaran untuk melakukan pemberontakan.


Dan dengan token teleportasi itu mereka akan merasa sangat aman untuk melakukan hal itu karena bisa berpindah tempat sejauh mungkin dan semau mereka ketika berada dalam keadaan terdesak.


"Ya... terkadang orang akan berpikir untuk melakukan kejahatan karena mempunyai kesempatan walaupun ada kesempatan tapi jangan memperbesarnya.. kau mengerti apa maksud dari perkataanku bukan..?" Ucap Yan Liyan lalu memimpin jalan menuju kearah ujung lembah.


"Ya... kau memang benar anak mudah." ucap Wu Qing lalu mengikuti mereka dari belakang.


Sedangkan kaisar Xia memandang lekat kearah Yin Su.


"Apa kau juga merupakan bawahannya...?"


Yin Su yang mendengar pertanyaan itu hanya mengangguk tidak mengatakan apapun sebagai tanggapan pada kaisar Xia.


Sedangkan Yin Zu hanya terdiam tampak tidak terlalu memperdulikan orang dihadapanya.


Kaisar Xia yang melihat itu hanya tersenyum tampak telah terbiasa dengan sifat dari para bawahan Yan Liyan.


"Hei... aku pikir kita ini sebaya.." ucapnya lalu merangkul bahu Yin Su layaknya seorang teman lama.


Yin Su melihat kearah Kaisar Xia dengan rumit.


'Sebaya..? Aku tidak setua dirimu..' Yin Su sangat kesal dengan ucapan orang didepanya hal itu dia sangat tahu dengan pasti umur dari orang yang merangkulnya itu.


Sedangkan kaisar agak terkejut ketika memeriksa usia tulang dari Yin Su dia memang sengaja merangkul bahunya untuk melakukan hal itu.


Kaisar Xia hanya tersenyum kecut lalu melepaskan rangkulan dari bahu Yin Su.


'mereka memang benar-benar monster.' kaisar Xia memandang mereka dengan ekspresi sulit untuk diartikan.


Karena salah satu dari mereka bisa saja menundukan dua kekaisaran dengan mudahnya dan menghadapi 7 orang sekaligus dari mereka benar-benar tidak ada harapan untuk menang.


'Huh.... menyerahkan wilayah itu pada mereka memang pilihan yang tepat selain tidak rakus kekuasaan mereka juga dapat dipercaya.'


Setelah Beberapa lama berjalan....


Yan Liyan agak terkejut ketika melihat pepohonan yang ada ditempat itu tumbuh seperti semula padahal baru beberapa bulan terakhir mereka melakukan latih tanding dan membuat hancur tempat ini.

__ADS_1


"kabut Evolusi juga dapat melakukan hal seperti ini ya..?" gumamnya sambil melihat kabut Evolusi yang masih ada walaupun tidak setebal waktu mereka pertama kali datang ketempat itu.


Mereka berjalan dengan santai karena Yan Liyan tidak ingin terlalu terburu-buru menurutnya sangat diperlukan membuat pikiranya tenang sebelum melakukan sesuatu hal yang besar.


"Apa tempatnya masih sangat jauh..?" kaisar Xia sangat penasaran dengan tempat yang mereka tuju saat ini.


"Jauhnya sekitar 1 km dari sini." jawab singkat dari Yan Liyan.


"Eh... kenapa kita tidak bergerak cepat saja bukankah itu akan lebih cepat dan menghemat waktu...?" Kaisar Xia sangat kebingungan dengan apa yang dipikirkan oleh Yan Liyan.


"Karena itu merupakan keinginanku." jawab singkat lagi dari Yan Liyan yang membuat kaisar Xia sangat kesal.


"Hei setidaknya kau memberikan penjelasan untuk....


"Apa kau bisa diam kau sangat berisik." Yin Zu memotong perkataan dari kaisar Xia, jujur saja dia sangat membeci orang yang berisik tentu saja pengecualian untuk Xiao Yi karena dia merupakan temanya walaupun tidak terlalu akrab tapi tetap saja dia menganggap dia sebagai temannya begitupun dengan sebaliknya.


Sedangkan Kaisar Xia yang mendengar perkataan dari Yin Zu hanya terdiam dia sangat tahu jika orang didepanya tidak bisa disinggung atau diajak bercanda kejadian di istananya kemarin membuktikan hal itu.


Akhirnya dia terdiam tanpa banyak bertanya dan mengikuti mereka dari belakang sambil bernostalgia mengingat latihan pertama yang dia lakukanya dulu ditempat ini.


Beberapa menit kemudian....


"Hmm.... aku tidak pernah mengetahui tempat seperti ini sebelumnya apa ini terbentuk dari bukit yang mengalami longsor..?" ucapnya dengan penasaran.


Dia jiga menduga itu bukan tanpa alasan karena disekitar telaga itu terdapat bukit-bukit kecil yang seperti terbelah secara alami.


"Kau telah lama tidak berkunjung kewilayah ini jadi wajar saja jika tempat ini sangat berbeda dari apa yang kau pikirkan saat ini."


Yan Liyan menanggapi perkataan dari kaisar Xia karena untuk saat ini dia sendiri sangat malas untuk menjelaskan.


Yan Liyan lalu berjalan ketepi telaga..menghirup udara dalam-dalam lalu menghembuskanya secara perlahan hal itu dia lakukan untuk menenangkan dirinya karena dia tidak tahu konsekuensi kedepannya nanti.


Dia hanya bisa mengira dan perkiraan itu menghasilkan hasil buruk dari tindakan yang dia lakukan saat ini.


"Percayalah pada kemampuan dirimu sendiri Yan Liyan." gumamnya lalu membuat segel tangan.


"Teknik ruang dan waktu pembuka celah ruang dimensi." gumamnya.


Wusss.......


Muncul celah dimensi kecil diatas telaga itu perlahan celah dimensi itu semakin membesar sehingga menutupi seluruh wilayah telaga.

__ADS_1


"Kalian Menjaulah..!!" Yan Liyan menoleh kebelakang.


Wu Qing yang mendengar itu hanya mengangguk lalu pergi dari tempat itu karena dia berpikir dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantunya.


Begitupun dengan Kaisar Xia jika dia tetap berada ditempat itu bisa saja dapat mengganggu konsentrasi dari Yan Liyan.


Yin Su dan Yin Zu mereka berpikiran sama seperti dua kaisar itu tapi mereka tetap mengawasi Yan Liyan mereka akan langsung bergerak jika tuanya membutuhkan bantuan.


Sedangkan Yan Liyan dia mengalirkan Qi nya dengan terus menerus menyebabkan celah dimensi itu terus membesar.


Dan ketika Ruang dimensi itu membesar sebesar wilayah ujung lembah Yan Liyan langsung terbang keatas celah dimensi itu untuk memperluas jangkauan dari Qi yang dia alirkan.


"Apa dia akan baik-baik saja.." Kaisar Xia dan yang lain memandang Yan Liyan dengan khawatir jika hal ini gagal maka bisa saja akan sangat membahayakan nyawa dari Yan Liyan.


Sedangkan Wu Qing dia melihat Yan Liyan dengan penuh kekaguman sebagai seorang ahli formasi dia sangat tahu seberapa banyak Qi untuk membuat celah dimensi sebesar itu dan apalagi formasi celah dimensi hanya dikuasai oleh ahli formasi tingkat surgawi.


Dan setelah beberapa lama Yan Liyan mengalirkan Qi nya akhirnya celah dimensi itu telah mencapai luas stengah dari lembah kesengsaraan.


Yan Liyan hampir kehabisan tenaga karena Qi nya terus menerus dialirkan kedalam celah dimensi sehingga Qi miliknya terkuras dengan cepat.


Butiran keringat mengucur didahinya yang mulai mengerut.


"Sedikit lagi.." gumamnya dengan suara tersengal.


"................"


Sedangkan di dalam tempat dimensi yang berbeda lebih tepatnya di wilayah kekaisaran Xue.


Seluruh warga dari kekaisaran Xue dihebohkan dengan kemunculan lubang hitam diatas langit.


Lubang hitam yang semulanya kecil semakin membesar dengan berjalannya waktu sehingga membuat para warga sangat khawatir dengan hal yang akan menimpa mereka.


Sedangkan Di tempat lain Xue Lin dan para leluhur melihat fenomena itu dngan senyuman sekaligus tidak percaya.


"Dia benar-benar menepati janjinya.." wanita paling tua diantara mereka yang tidak lain adalah Xue Ma melihat kearah lubang hitam itu dengan senyuman tipis.


"sepertinya anak muda itu telah berkata dengan jujur." ucap wanita tua yang berada didekat Xue Ma.


"Hm... sepertinya calon menantu ibu itu sangat berbakat." ibu Xue Lin merangkul bahu anaknya sambil terkekeh ketika melihat wajah malu-malu dari anaknya ketika mendengar perkataanya tadi.


"Ibu... jangan menggodaku seperti itu lagipula kenapa ibu berbicara sepeti itu..?" Xue Lin menatap ibunya dengan kesal.

__ADS_1


__ADS_2