
"Eh.....
Yan Liyan terkejut mendengar perkataan dari Jiu Wei tapi Dia kembali tenang ketika mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh Jiu Wei terhadapnya.
"Hmm... memangnya siapa yang akan membunuhnya?" tanya Yan Liyan keheranan.
"Eh..
kini giliran Jiu Wei terkejut ketika mendengar ucapan dari Yan Liyan karena dia berpikir jika Yan Liyan akan membunuh serigala itu dan menjadikanya sebuah pil peningkat kultivasi.
"Jadi apa yang akan tuan lakukan padanya?" tanya Jiu Wei sambil memperkuat siluet ekornya dan mengikat serigala itu yang semakin kuat memberontak untuk melepaskan diri.
Yan Liyan tersenyum tipis..
"Sebentar lagi kau akan mengetahuinya." gumam Yan Liyan.
Tidak lama kemudian angin berhembus dengan kencang dan juga semua pepohonan ditempat itu mengeluarkan cahaya berwarna hijau.
Cahaya berwarna hijau itu mengeluarkan aura kehidupan yang sangat pekat dan semakin terang seiring berjalannya waktu.
Jiu Wei dan Yan Liyan terkejut ketika melihat peristiwa yang terjadi dihadapan mereka berdua, walaupun Yan Liyan dari tadi memang merasakan suatu aura yang yang berada didekat tempat mereka berada saat ini tapi Dia tidak tahu pasti siapa pemilik aura itu.
Sedangkan Jiu Wei memandang cahaya hijau itu dan sangat terkejut ketika merasakan auranya.
"Ini....
Cahaya hijau itu kemudian menghilang secara perlahan dan memperlihatkan sosok mahkluk yang menyebarkan aura yang kehidupan yang menenangkan jiwa.
"Ras Dryad.." gumam Jiu Wei dengan sangat terkejut ketika melihat sosok didepanya.
"Manusia, aku tahu jika kau tidak memiliki niat buruk sama sekali jadi aku harap kau melepaskan serigala putih tanduk naga itu." ucap sosok itu dengan nada yang anggun.
Sosok itu memakai pakaian berwarna hijau daun dan juga warna matanya berwarna hijau terang.
Yang juga terkejut ketika melihat sosok yang terlihat seperti manusia di depanya.
"Rasa Dryad, Aku tidak menyangka akan bertemu ras seperti dirimu ditempat seperti ini." ucap Jiu Wei yang mulai mengeluarkan 9 ekornya.
"Rubah Elemen." gumam sosok itu memandang Jiu Wei dengan rumit.
"Apa yang di lakukan oleh ras rubah Elemen ditempat seperti ini? dan juga kau datang bersama dengan manusia." sosok Dryad itu bertanya dengan heran karena menurutnya Ras rubah Elemen sangat tertutup dengan ras lain apalagi dengan ras manusia.
__ADS_1
Walaupun mereka tidak diburu oleh manusia tapi tetap saja melihat ras binatang mitos atau binatang tingkatan lain dipaksa oleh ras manusia untuk menjadi binatang kontrak membuat ras Rubah Elemen juga membenci mereka.
"Hmm... Dia ini adalah tuanku, Aku mengikutinya karena keinginanku sendiri dan juga Apa yang dilakukan oleh ras sepertimu ditempat seperti ini bukankah dimensi tempat tinggal kalian berada di dalam dimensi hutan kehidupan?" tanya Jiu Wei keheranan.
Menurutnya semua populasi ras Dryad berada didalam sebuah dimensi yang seluruhnya dipenuhi oleh pepohonan.
Keberadaan Dimensi itu juga sangat tersembunyi dan tidak sembarang ras yang dapat memasukinya.
Jiu Wei sendiri tahu hal itu dari buku-buku kuno dan cerita dari leluhur mereka.
"Dimensi hutan kehidupan ya... Sayangnya aku terpisah dari tempat itu ratusan ribu tahun yang lalu karena suatu peristiwa aneh dan singkatnya aku tidak bisa lagi menemukan dimensi itu jadi aku menetap ditempat ini." jelas sosok Dryad itu.
Yan Liyan memandang sosok di depannya dengan rumit.
Menjelaskan kejadian yang dia alami pada orang yang baru saja dia temui dan juga soal dimensi hutan kehidupan, sebenarnya Yan Liyan sangat penasaran dengan dimensi itu tapi ketika mendengar ucapan mereka berdua
Membuat Yan Liyan menurunkan niat untuk mencari dimensi itu selain keberadaanya tidak diketahui dan hal tersebut bukan merupakan tujuan utamanya berada dialam tingkat tinggi ini.
'Hei... apa kalian tidak melihat kami berdua disini? jangan berbicara seolah kalian tidak melihat kami berdua.'
Batin Yan Liyan dengan sangat kesal karena keberadaanya dan serigala itu seperti diabaikan oleh dua sosok yang baru saja bertemu tapi berbicara sangat lancar itu.
"Ras Dryad? apa kau bisa menjelaskan ras Dryad itu Jiu Wei?"
Jiu Wei yang mendengar pertanyaan dari Yan Liyan langsung menoleh kearah tuanya itu.
"Dryad adalah ras yang biasanya menempati pohon dan dikenal sebagai peri alam." jawab Jiu Wei pada Yan Liyan.
"Apa benar begitu? Baru kali ini aku mendengar ras Dryad dan juga kau sangat mirip seperti ras kami." ucap Yan Liyan memperhatikan sosok itu yang memiliki tangan dan kaki serta penampilan yang mirip manusia.
Sosok Dryad itu mengangguk ketika mendengar pertanyaan dari Yan Liyan.
"Ras kami memang dikenal sebagai peri alam dan juga kami sangat tahu dengan alam terutamanya tentang pohon." jawab sosok Dryad itu dengan anggun.
Yan Liyan yang mendengar ucapan sosok itu hanya mengangguk lalu menoleh kearah Jiu Wei.
"Lepaskan Seirigala itu! perintah Yan Liyan.
Jiu Wei mengangguk dan melepaskan lilitan siluet ekornya.
Serigala tanduk naga itu langsung berlari kearah sosok itu ketika Siluet ekor rubah terlepas dari dirinya.
__ADS_1
"Hmm... Aku tidak menyangka jika kau mempunyai penjaga dari ras Dryad, kau benar-benar beruntung." ucap Yan Liyan. merasakan aura yang sangat kuat dari sosok didepanya bahkan lebih kuat darinya membuat Yan Liyan akan berpikir dua kali untuk mencari masalah.
Sebenarnya hal itu sangat wajar saja, Yan Liyan berpikir jika sosok dyrad dihadapanya itu berusia lebih dari ratusan ribu tahun dan mungkin bahkan lebih tua dari Xue Ma, tentu sosok itu telah menghimpun energi alam yang sangat banyak dan murni di dalam tubuhnya.
Tapi jika mereka bertarung belum tentu Yan Liyan akan kalah, Dia memiliki tubuh Dewa naga dan bisa mengalahkan seorang kultivator dengan satu rana darinya.
Sosok Dyrad itu mengelus binatang serigala tanduk naga dan tersenyum ketika mendengar perkataan dari manusia dihadapanya.
"Aku merupakan penjaga hutan ini jadi aku akan selalu melindungi dan membantu seluruh mahkluk yang berada dalam hutan ini tidak sebatas serigala putih tanduk naga ini saja." jawab sosok itu.
"Hm.. benar-benar peri alam ya, sebutan itu memang tidak salah untukmu." gumam Yan Liyan.
Tersenyum tipis ketika tiba-tiba saja dia memikirkan sesuatu.
"Kau akan membantu semua penghuni hutan ini bukan?"
Sosok dyrad itu mengangguk menanggapi perkataan dari Yan Liyan.
"Jadi jika aku meminta bantuanmu maka kau akan membantuku bukan? Aku kan sekarang merupakan penghuni hutan ini."
"Cih.. dasar tidak tahu malu." Ucap Jiu Wei berdecak kesal ketika mendengar ucapan Yan Liyan itu.
"Apa kau bilang, beraninya kau!! Yan Liyan mencekram bagian tengkuk leher Jiu Wei seperti seekor kucing dan memandangnya dengan sangat kesal
Jiu Wei masih tetap tersenyum mengejek kepada Yan Liyan.
"Aku bilang kau tidak tahu malu!! ucap Jiu Wei tanpa ragu sama sekali.
"Hentikan itu! jika itu berada dalam kemampuanku maka aku bisa membantumu manusia." ucap sosok Dryad itu menengahi pertengkaran mereka berdua.
Yan Liyan yang masih menatap Jiu Wei dengan kesal, perasaanya meredah ketika mendengar ucapan dari sosok Dryad itu lalu meletakan Jiu Wei kembali diatas bahunya.
"Baiklah jika seperti itu....
Yan Liyan kemudian membuat segel tangan dan tidak lama kemudian cahaya menyelimuti seluruh tubuh mereka.
Sosok Dryad sama sekali tidak melawan karena Dia tidak merasakan aura berbahaya dari cahaya itu.
Dan tidak lama mereka menghilang dari tempat itu.
Mereka langsung muncul didalam ruang invetory sistem lebih tepatnya ditempat Yan Liyan sering bersantai.
__ADS_1
Sosok Dryad itu menoleh kesegala arah ketika merasakan berada ditempat yang berbeda tapi pandanganya terpatok pada suatu tempat dngan ekspresi sangat terkejut.
"Pohon kehidupan."