SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Wilayah Netral


__ADS_3

Mei Lin hanya mengangguk ketika mendengar pertanyaan dari tuanya.


"Ya. Ras Elf adalah salah satu ras yang memiliki paras indah selain phoenix. Selain itu, kekuatan yang mereka miliki, sama sekali tidak boleh diremehkan. Tapi, sama seperti kami, mereka juga sangat tertutup dari dunia luar, dan mereka sangat mencintai alam dan kedamaian.


Tuan pernah melihat ras Dryad bukan? menurutku penampilan antara dua ras itu tidak terlalu jauh berbeda." Mei Lin menjelaskan semua yang dia tahu mengenai ras Elf.


Yan Liyan hanya memanggut-manggut ketika mendengar penjelasan dari Mei Lin.


Yan Liyan juga sangat penasaran dengan sosok Elf itu dan ingin melihatnya secara langsung, namun hal itu bisa dilakukan nanti.


Ya... jika Dia mempunyai kesempatan atau sedikit keberuntungan untuk menemui ras Elf itu.


"...."


Setelah lama berjalan menyusuri jalan setapak...


Akhirnya Yan Liyan dan Bing Hua telah sampai didepan pintu gerbang masuk kota.


Sebenarnya dari Yan Liyan telah menyadari jika diujung jalan setapak yang mereka telusuri adalah sebuah kota, hal itu dapat dilihat dari jejak roda kereta kuda dijalanan.


karena sama sekali tidak ada antrian, Yan Liyan langsung berjalan menuju kearah perajurit yang berjaga didepan pintu gerbang.


"1 kristal Qi tingkat tinggi." ucap perajurit itu ketika melihat Yan Liyan ingin masuk ke dalam kota.


Yan Liyan mengangguk, lalu mengeluarkan 2 kristal Qi tingkat tinggi dari dalam cincin penyimpananya dan memberikanya pada perajurit itu.


Meskipun harganya sangat mahal, hanya untuk memasuki kota, tapi Yan Liyan bisa memaklumi hal itu, karena tempat mereka berada adalah alam tingkat tinggi.


Alam yang sangat berbeda dengan Alam tingkat rendah dan menegah.


"..."


Salah satu perajurit penjaga gerbang menerima dua kristal Qi tingkat tinggi, dia juga mengerti kenapa Yan Liyan memberikanya dua kristal Qi.


Perajurit itu mengangguk.


"Kalian boleh masuk, dan ya... ketika berada di dalam kota perbatasan, kalian sama sekali tidak diperbolehkan untuk terbang." perajurit itu menyebutkan larangan yang berlaku di dalam kota perbatasan.


Yan Liyan mengangguk. Menurutnya larangan seperti itu sudah terlalu umum, dan berlaku untuk setiap kota yang pernah dia masuki.


Yan Liyan dan Bing Hua kemudian masuk ke dalam kota perbatasan.


Sesampainya di dalam kota..


Seperti kota umummnya, Mereka melihat kerumunan orang-orang yang sedang melakukan aktivitas keseharianya mereka.


"Hmm... sebaiknya kita istirahat terlebih dahulu." ucap Yan Liyan, sambil melihat kearah matahari yang mulai terbenam.


Bing Hua hanya mengangguk ketika mendengar ucapan tuanya, dia ingin melesat untuk mencari sebuah penginapan seperti kebiasaanya dulu.


Tapi sebelum itu...


Yan Liyan memegang pundaknya, menahan Bing Hua yang akan melesat.


"Tidak perlu."


"Tapi...

__ADS_1


"Aku sudah mengetahui tempatnya, Bing Hua."


"Eh.. benarkah?"


Bing Hua keheranan ketika mendengar ucapan Yan Liyan, karena menurutnya ini merupakan pertama kalinya tuanya itu berada di dalam kota ini, bahkan berada di dalam dimensi ini.


Yan Liyan hanya mengangguk. lalu berjalan mengikuti pemberitahuan dari sistemnya.


Bing Hua hanya mengikuti Yan Liyan dari belakang tanpa berbicara sepatah katapun.


Tidak lama kemudian...


Mereka telah sampai di depan sebuah bangunan yang merupakan tempat penginapan yang sangat mewah, yang bernama penginapan Bulan gerhana.


Yan Liyan dan Bing Hua memasuki tempat itupenginapan itu, dan langsung berjalan menuju kearah pelayan resepsionis.


Yan Liyan sangat terkejut ketika melihat penampilan pelayan resepsionis itu.


Pelayan resepsionis itu memakai jubah hitam dan topeng yang terukir bulan berwarna hitam di dahinya.


Pelayan resepsionis tersenyum ketika melihat mereka berdua.


Mengabaikan penampilan dari resepsionis itu, dia langsung saja memang kamar untuk menginap.


"Aku ingin memesan dua kamar terbaik yang ada di penginapan ini." ucap Yan Liyan.


"Maaf tuan! seluruh kamar VIP telah disewa dan juga kamar kualitas menegah dan rendah juga telah disewa."


Yan Liyan terkejut, kebingungan sekaligus sangat penasaran ketika mendengar hal itu.


"Apa ada kegiatan tertentu, sehingga tempat penginapan sebesar dan bertingkat ini dipesan begitu banyak orang?" tanya Yan Liyan sangat penasaran.


"Anda pasti merupakan orang baru di dalam dimensi 3 ras utama, dikarenakan tidak mengetahui hal itu. Dan asal tuan tahu saja, jika 1 minggu kedepan merupakan hari terbukanya wilayah netral." ucap pelayan resepsionis itu, yang membuat Yan Liyan semakin kebingungan.


"Wilayah netral?"


"Ya. Wilayah itu terdapat di antara 3 perbatasan wilayah ras utama, karena letaknya, wilayah ini tidak dimiliki oleh siapapun dari tiga ras utama, sehingga disebut wilayah netral.


Selain itu Wilayah netral juga mempunyai kekayaan sumber daya dan artefak langka, Sehingga banyak orang yang ingin pergi kesana, Namun wilayah itu hanya dibuka ketika pemimpin 3 ras utama menyetujuinya.


Dan mereka sepakat jika wilayah netral akan dibuka pada bulan atau waktu tertentu saja." jelas pelayan resepsionis itu.


"Oh.. Jika begitu terimakasih atas informasinya." ucap Yan Liyan mengeluarkan satu kristal Qi tingkat tinggi dan memberikanya pada sosok pelayan resepsionis yang memakai topeng itu.


Setelah itu Yan Liyan dan Bing Hua pergi menuju ketempat lain utuk mencari penginapan, jika mereka tidak menemukan penginapan maka terpaksa harus masuk ke dalam ruang invetory.


Ya... walaupun Yan Liyan tidak ingin mendengar ocehan Jiu Wei yang terdengar sangat menyebalkan.


"...."


Sebelum Yan Liyan melangkah lebih jauh..


"Tunggu!!"


Yan Liyan menoleh kebelakang dan melihat pelayan resepsionis itu yang menghentikanya.


"Ada apa?"

__ADS_1


"Percuma saja kalinya mencari penginapan lain, karena semuanya telah penuh."


"Lalu?" tanya Yan Liyan keheranan kenapa orang itu seperti pengertian kepada mereka.


Pelayan resepsionis itu hanya terdiam lalu berjalan menuju pintu bangunan.


"Ikuti Aku!!


Menginaplah di rumah ku, setidaknya... kalian akan merasa nyaman disana daripada tidur diluar."


"Eh...


Bing Hua sangat terkejut ketika mendengar perkataan dari pelayan resepsionis yang baru pertama yang mereka itu.


Bing Hua lalu menoleh kearah tuanya.


"Ikuti saja! lagi pula, aku sama sekali tidak merasakan niat jahat darinya." ucap Yan Liyan mengikuti sosok itu dari belakang dan diikuti oleh Bing Hua.


Di perjalanan......


"Mm.. Apa kalian berdua merupakan teman yang sangat dekat? Mm... kau mengerti maksudku bukan?" tanya sosok itu, yang melihat mereka berdua tampak sangat dekat.


"Tidak." jawab Yan Liyan,


Bing Hua yang mengerti dengan maksud dari Sosok itu, tersenyum ketika mendengar jawaban dari Yan Liyan, tapi senyumanya tidak dapat menyembunyikan kesedihan darinya.


Tadi Bing Hua berharap jika tuanya berkata Ya.. tapi harapan sirna ketika mendengar jawaban Yan Liyan tadi.


Tapi Bing Hua bisa memaklumi hal itu, bagaimanapun Dia merupakan bawahannya dan selamanya akan selalu seperti itu.


"Jadi.. Apa kalian adik-kakak?"


"Tidak."


"Teman biasa?"


"Tidak juga."


"Jadi...?" tanya sosok itu dengan sangat penasaran dengan hubungi mereka berdua.


"Kami berdua merupakan sepasang kekasih." jawab Yan Liyan, dengan memegang tangan Bing Hua dengan erat.


"Kau bisa melihatnya sendiri bukan?"


Sosok itu mengerutkan keningnya ketika mendengar jawaban dan pertanyaan dari Yan Liyan.


"Cih.. jadi kau sama sekali tidak mengerti dengan maksud pertanyaanku yang pertama."


Sedangkan Bing Hua sendiri menyembunyikan wajahnya yang memerah di belakang bahu Yan Liyan, dan mencekram bahu Yan Liyan dengan erat.


Dia tidak ingin memperlihatkan dirinya yang malu-malu itu di depan tuanya itu.


"Hmm... sepertinya kekasihmu itu merupakan seseorang yang pemalu." Sosok itu melihat kearah Bing Hua yang berjalan dibelakang Yan Liyan dan menyembunyikan wajahnya.


"Ya.. Dia memang seperti itu."ucap Yan Liyan.


Setelah lama berjalan, Mereka telah sampai di depan rumah yang tampak sederhana tapi cukup luas dan halaman rumah itu terlihat sangat indah, karena ditumbuhi oleh banyak bunga yang sangat indah.

__ADS_1


Sosok itu membuka topeng miliknya, lalu mendorong pintu rumah secara perlahan.


"Aku pulang!!"


__ADS_2