
"Benarkah?"
Song Qie sangat terkejut ketika mendengar Yan Liyan mengetahui petunjuk mengenai hilangnya penduduk pinggiran wilayah aray pelindung.
"Itu memang benar.
Sebenarnya aku melihat perajurit pemimpin kota memasuki wilayah itu, Hal itu membuatku sangat terkejut karena jika dipiki-pikir lagi maka..
"Itu tidak mungkin, Sebaiknya kau segera hilangkan kecurigaanmu pada pemimpin kota atau kau akan tahu sendiri akibatnya. Lagi pula pemimpin kota tidak akan mungkin melakukan hal semacam itu." sebelum perkataan Yan Liyan selesai, Song Qie tanpa pikir panjang langsung saja menyangkalnya karena dia tahu apa yang akan selanjutnya dikatakan oleh Yan Liyan.
"Dan asal kau tahu saja, jika pemimpin kota merupakan sosok pemimpin yang baik, adil, dan bijaksana. Dia memberi pajak rendah untuk masyarakat, memberi tempat tinggal bagi mereka yang tidak mampu dan masih banyak lagi kebaikan-kebaikan yang telah pemimpin kota lakukan. Ditambah lagi leluhurnya merupakan orang yang menyelamatkan umat manusia dari kepunahan dengan membuat aray pelindung ini, Jadi tidak mungkin dia melakukan hal itu."
Song Qie menjelaskan kebaikan dari pemimpin kota pada Yan Liyan untuk meyakinkanya bahwa pemimpin kota tidak akan mencuri penduduk wilayah pinggiran aray pelindung.
"Dia sangat benar dan Asal kau tahu saja, jika saja orang lain atau salah satu perajurit mendengar perkataanmu tadi. Kau bisa saja di hukum mati karena menyebarkan rumor yang tidak benar mengenai pemimpin kota, jadi jangan berbicara sembarangan atau nyawamu yang akan menjadi taruhan!" Song Lao memperingatkan Yan Liyan agar tidak berbicara sembarangan.
'Hmm.. ini memang sulit, tapi akan terasa aneh jika mereka langsung percaya. Aku juga tidak menyangka jika pemimpin kota ini memiliki sisi luar seperti itu.'
"Mungkin apa yang kau jelaskan tadi memang benar, tapi apa kau bisa menjelaskan kenapa ada perajurit pemimpin kota yang pergi ke luar wilayah aray pelindung pada waktu malam?"
"Eh, itu....
"Mereka tidak akan mungkin hanya ingin jalan-jalan santai di tempat kumuh seperti itu bukan? lalu tiba-tiba saja keesokan harinya semua penduduk di tempat itu menghilang.
Kejadian itu tidak mungkin kebetulan, 'kan?
Aku tahu jika kau sangat mengenal sisi baik dari pemimpin kota, tapi semua hal terlihat tidak selalu sama seperti yang kau pikiran."
Yan Liyan mengatakan itu dengan sedikit melirik kearah Song Qie.
Yan Liyan tersenyum tipis ketika melihat tangan song Qie gemetaran.
"Apa kau mengetahui sesuatu tentang kejadian mengenai hilangnya mereka, Song Lao?"
"Ti-tidak! aku tidak mengetahui apapun." Song Lao berbicara dengan terbata-bata terlihat juga sorot matanya memanda dengan khawatir seolah menggambarkan suasana hatinya saat ini yang sedang merasa ketakutan.
"Sebaiknya kau katakan saja apa yang kau sembunyikan!"
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang telah kau lakukan padanya. Kenapa dia bisa merasa ketakutan seperti itu?!" dengan penuh amarah Song Qie memandang tajam Yan Liyan. Dia berpikir Yan Liyan telah melakukan sesuatu pada tunanganya sehingga membuatnya ketakutan seperti itu.
Yan Liyan tidak memperdulikan perkataan Song Qie dan terus memandang tajam Song Lao.
'Teknik ilusi, teknik ke dua kejujuran jiwa.'
Setelah Yan Liyan menggunakan teknik ilusi. Pandang Song Lao tiba-tiba menjadi kosong. sekarang ini Song Lao seperti mayat hidup.
"Katakan!"
"Semalam aku melihat salah satu perajurit pemimpin kora membawa segerombolan orang yang berasal dari wilayah pinggiran menuju ketempat kediaman pemimpin kota. Alasan aku menyembunyikan semua ini dari Qie'er adalah agar Qie'er tidak terlibat ke dalam masalah yang akan membahayakan nyawanya dan seluruh keluarga Song." ucap Song Lao masih dengan pandangan kosong.
Setelah mengatakan itu kesadaran Song Lao langsung kembali.
"Itulah kebenarannya. Apa sekarang kau sudah percaya dengan perkataanku?
"Tidak! Tidak semua ini bohong.. Katakan padaku jika semua ini Bohong!" Song Qie tidak percaya dengan apa yang barusan saja dia dengar dan meminta penjelasan kepada Song Lao untuk memastikan kebenaran dari apa yang dia dengar tadi.
Song Lao yang kesadaran telah kembali. Dia menjadi kebingungan sekaligus terkejut dengan apa yang ditanyakan oleh Song Qie, tapi ketika Song Lao melihat senyuman dari Yan Liyan, dia langsung mengerti dengan apa yang barusan saja terjadi.
"Itu semua memang benar! Aku melihatnya dengan mata Kepalaku sendiri Qie'er."
"Ah, baiklah seperti kau telah mengetahui sisi buruk dari pemimpin kota. Terserah apa yang akan kau lakukan selanjutnya, tapi jika kau ingin penduudk wilayah pinggiran aray pelindung selamat, maka bantu aku untuk menyebarkan rumor buruk tentang pemimpin kota agar dapat mengurangi kepercayaan masyarakat kepadanya.
Masih ada kesempata untuk menyelamatkan mereka. Ya, setidaknya sebelum bulan purnama biru terjadi."
Yan Liyan kemudian menjelaskan situasi yang sebenarnya terjadi termasuk mengenai para penduduk pinggiran yang dikurung di ruang bawah tanah.
"Jadi, seperti itu ya.. Dari awal kau memang ingin memanfaatkan kami untuk menjalankan misimu, 'kan?"
"Menurutku kata memanfaatkan kurang tepat, karena kita mempunyai tujuan yang sama bukan?"
"Itu masih belum tentu." Song Lao berkata dengan dingin, karena dia tidak ingin membahayakan tunangan dan keluarganya.
"Terserah kau saja... Baiklah aku akan pergi terlebih dahulu. Sampai jumpa nanti." Setelah mengatakan hal itu, Yan Liyan langsung menghilang.
".......... "
__ADS_1
"Huh.. Ternyata menjatuhkan kedudukan seseorang itu bukan hal yang mudah ya." gumam pelan Yan Liyan sambil memilih sayur dan daging yang dijajakan pedang di pinggir jalan.
"Paman Aku ingin beli daging kualitas terbaik dan beberap sayuran."
karena hari sudah mulai Sore, Yan Lihan memilih untuk pulang, tapi sebelum itu dia harus berbelanja untuk makan malam.
Jiu Wei sedang melatih Qiao Mi dan Su Fengli, jadi Yan Liyan sangat yakin jika Jiu Wei tidak mempunyai waktu untuk berbelanja.
Sedangkan Bing Hua, Yan Liyan lupa memberikanya uang, jadi dia tidak bisa membeli apa pun. Dia juga tidak ingin merepotkan Bing Hua yang harus memasakan banyak makanan untuk mereka.. setidaknya dengan membeli bahan masakan seperti itu akan dapat mengurangi beban tugas dari Bing Hua.
"Huh.. Aku ingin menyelesaikan semua ini. Aku sudah sangat bosan dengan semua beban ini dan ingin sekali untuk mengakhiri semuanya, tapi selalu saja ada halangan." Gumam Yan Liyan melesat menuju kediamanya setelah membeli bahan-bahan masakan.
".............. "
Di Tempat lain...
Di Sebuah bangunan yang sangat mega dimana terlihat dua buah patung berdiri dengan gagahnya di depan bangunan tersebut.
Terlihat seorang pria paru baya dengan sedang berdiri di depan ratusan perajurit elit. Pria paru baya itu adalah pemimpin kota.
"Apa hanya segitu saja korban yang bisa kalian sediakan untukku! Itu masih sangat kurang bahkan sangat kurang! Sebelum bulan Purnama biru terjadi aku ingin menemukan orang-orang tambahan sebagai pengorbanan! Lakukan apapun untuk mendapatkan korban ritual itu!
Apa kalian semua mengerti?!"
"Ya.. Pemimpin!" para perajurit menjawab dengan tegas untuk meyakinkan pemimpin mereka.
"Bagus! malam ini, kalian semua harus mendapatkan korban yang lebih banyak, jika tidak maka aku tidak mempunyai pilihan lain selain mengorbankan kalian." ucap pria paru baya itu dengan senyuman iblisnya mengancam para perajurit di tempat itu.
Lalu setelah menyampaikan hal tersebut, pria paru baya itu menghilang dari tempat itu meninggalkan aura menakutkan bagi para perajurit.
"Aku sudah menduga jika semua ini akan terjadi." ucap salah satu perajurit dengan menghela nafas panjang.
"Aura yang tadi itu terasa sangat mengerikan dan apa ini? bukanlah kita di bentuk untuk melindungi masyarakat? kenapa pemimpin menyurah kita untuk melakukan itu? ." gumam salah seorang perajurit baru dengan ekspresi ketakutan.
"Sejak dua tahun lalu perilaku dan sifat pemimpin sangat berbeda jauh dari yang dulu. Entah apa penyebabnya, lakukan saja perintahnya jika kau masih ingin hidup." perajurit yang lebih senior memperingakan perajurit baru itu.
Sedangkan diatas patung besar terlihat seorang gadis cantik dengan jubah hitam, gadis itu terlihat sedang memperhatikan kejadian yang terjadi di halaman kediaman pemimpin kota.
__ADS_1
"Ini merupakan informasi yang menarik untuk disampaikan kepada Liyan'gege."