SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Mengalahkan Tetua Sekte Naga Hitam


__ADS_3

Yan Liyan yang telah keluar dari wilayah ibu kota.


Yan Liyan berbalik dan menatap semua tempat dimana sosok itu bersembunyi.


"Keluar! Atau aku akan memaksa kalian untuk keluar!"


ucap Yan Liyan dengan dingin dan mengeluarkan aura membunuh yang pekat.


Tidak lama kemudian dari balik pohon muncul banyak orang yang memakai pakaian hitam dengan gambar naga hitam dibelakang pakaian yang mereka gunakan, sudah jelas sekali jika mereka merupakan murid sekte naga hitam.


Tidak hanya itu, muncul sosok pria paruh baya yang memiliki penampilan seram dimana wajahnya memiliki luka sayatan pedang yang tidak bisa disembuhkam walaupun dia merupakan kultivator tingkat dewa yang memiliki regenerasi luar biasa jika mengalami luka sekecil itu.


Sosok pria paruh baya itu merupakan tetua sekte naga hitam dan yang merupakan sosok yang dipermainkan Yan Liyan di pelelangan tadi.


"Kau tidak akan bisa kabur Bocah! Hahahah! Dasar bocah bodoh dan tidak tahu diri!"


"Hajar Bocah itu dan jangan sampai kalian membunuhnya karena aku ingin menyiksanya terlebih dahulu sebelum membunuhnya dengan kejam."


pria paruh baya itu menyeringai lebar, tidak sabar untuk mendengar teriakan keputusasaan.


"Baik pemimpin!"


Para murid sekte yang berjumlah 50 orang langsung melesat dengan berbagai senjata mereka untuk menangkap Yan Liyan.


Wusss!


Yan Liyan langsung mengeluarkan pedang dan mengalirkan energi es miliknya dan tentu saja itu membuat para murid sekte naga hitam terhenti.


"Teratai Beku!"


Pria paruh baya itu juga sangat terkejut ketika melihat elemen es Yan liyan.


"Bunuh Dia!!" teriak dari tetua sekte naga hitam dan 50 murid langsung menyerang Yan Liyan, tidak berani membanta perintah dari tetua mereka.


Tetua sekte naga hitam sendiri terpaksa menyuruh para muridnya untuk membunuh Yan Liyan karena khawatir jika tindakannya diketahui oleh Xue Yongheng yang ma hal tersebut akan menimbulkan masalah baru untuk mereka.


Sedangkan Yan Liyan sendiri secara satu persatu membekukan murid sekte naga hitam dengan sangat mudahnya karena perbedaan kekuatan yang sangat jauh.


Aegkgh!


Sebelum mereka berteriak keras, Yan Liyan sudah membekukan mereka menjadi serpihan kristal es agar tidak didengar oleh kultivator lain dan akan membuat peristiwa ini akan secara cepat menyebar diseluruh ibukota yang mana hal tersebut juga akan sangat merepotkan untuknya.


Pria paruh baya yang merupakan tetua sekte tampak semakin geram ketika melihat Yan Liyan secara satu persatu menghabisi muridnya.


Tetua itu tidak peduli lagi jika Yan Liyan merupakan murid sekte teratai beku dan juga dia tidak peduli jika dihina karena melawan seorang bocah yang mana hal tersebut akan menjadi sebuah aib bagai kultivator sepertinya.


"Mati Kau Bocah!!"

__ADS_1


Rantai membentuk siluet naga hitam melesat kearah Yan Liyan, naga itu terus melesat dengan sangat cepat.


Yan Liyan yang melihat serangan itu langsung menghindarinya, walaupun gerakan teknik itu sangat cepat. Namun Yan Liyan dapat menghindarinya dengan mudah sebab tingkat kultivasi mereka berdua tidak berbeda jauh.


Mereka berdua mempunyai tingkatan kultivasi ranah Kaisar dewa dimana Yan Liyan berada di tingkat langit sedangkan pria paruh baya itu berada di tingkat Bintang.


Pria paruh baya itu syok melihat semua serangannya dapat dihindari dengan mudah oleh Yan Liyan dan tidak satu pun yang mampu mengenai atau menggores tubuhnya.


"Kau.. Artefak Apa yang kau pakai Bocah!!"


Pria paruh baya itu menduga jika Yan Liyan menggunakan sebuah artefak, karena tidak mungkin bocah seperti Yan Liyan dapat menyamai kekuatanya.


Setahunya Pemuda naga dan Phoenix hanya berada di tanah raja tingkat bumi yang merupakan tingkat kultivasi paling tinggi diantara mereka berlima dan mereka semua merupakan pemuda jenius diusianya.


Melihat Yan Liyan yang jelas seusia dengan pemuda naag Phoenix tapi mampu menyamai tingakt kekuatan, tentu hal tersebut membuatnya tidak percaya.


"Dasar pak tua bodoh, Kau belum melihat betapa luasnya dunia ini, jadi jangan pernah menilai sesuatu hal dari hanya dari pandangan kecilmu saja." ucap dingin Yang Liyan yang kemudian menangkis lesatan rantai yang berbentuk siluet naga hitam.


Yan Liyan kemudian mengelusrkan elemen kegelapanya dan mengalirkanya pada rantai tersebut.


Wusss!


Secara perlahan senjata rantai itu meleleh karena sifatnya elemen kegelapan Yan Liyan lebih korosi dari elemen kegelapan yang dimiliki oleh tetua sekte naga kegelapan.


"Ti.. tidak mungkin!"


Tetua itu memandang Yan Liyan dengan sorot mata tidak percaya sekaligus ketakutan secara bersamaan.


Yan Liyan mencekram leher dari tetua sekte dan menagangkatnya ketas. Yan Liyan dengan pandangan tajam serta tersenyum sinis kepada tetu itu.


"Pergilah Keneraka!"


Wusss!


Yan Liyan melemparkan tetua itu dengan sekuat tenaga kearah berlawanan dengan tempat ibu kota Kekaisaran surgawi.


Booom!


Slas!


Tiba-tiba saja sosok yang memakai jubah muncul di arah tetua itu melesat. Sosok berjubah itu kemudian mengeluarkan pedang dan membelah dua salah satu tetua sekte naga hitam itu.


Tubuh dari tetua sekte naga hitam itu terbagi dua dengan darah yang mengalir deras.


Yan Liyan tersebut melihat keberadaan sosok itu, karena mengetahui siapa dia sebenarnya.


Sosok berjubah itu melesat dan berdiri di depan Yan Liyan lalu membuka jubah yang menutupi wajahnya.

__ADS_1


Dan setelah itu terlihat sosok elf yang sangat cantik, imut, dan mempesona.. ya. sosok tersebut adalah Xian Ran.


Orang-orang yang tidak mengetahui siapa dia sebenarnya tidak akan percaya jika sosok cantik dan polos seperti Xian Ran baru saja melakukan pembunuhan yang sangat kejam.


"Aku tidak pernah menyangka, jika aku akan menemukan di ibukota ini." Xian Ran tersenyum memegang tangan kekasihnya lalu mengiringnya menuju kota meninggalkan tempat yang berlumuran darah.


Xian Ran melakukan itu karena merasakan banyak binatang buas yang melesat menuju tempat mereka berada saat ini karena mencium bau amis darah.


Dan Xian Ran membiarkan mayat mereka sebagai santapan binatang buas, karena dia berpikir itu merupakan hukuman yang tepat bagi orang yang berani menganggu kekasihnya.


"Aku merindukanmu Liyan'gege."


Yan Liyan hanya tersenyum dan mengelus kepala Xian Ran tanpa mengatakan sepata kata pun.


Setelah kepergian mereka berdua..


Muncul 6 sosok yang merupakan 5 ketus sekte aliran putih dan satu kaisar Kekaisaran surgawi.


Mereka semua awalnya mengikuti salah satu terus sekte naag hitam agar tidak melakukan sesuatu hal yang di luar batas.


Namun saat mereka akan menghentikan pertarungan, mereka dikejutkan dengan Yan Liyan mengeluarkan elemen es, tentu saja sosok yang pertama berekasi pada saat itu adalah Xue Yongheng.


Begitupun ketika sosok itu membunuh 50 murid sekte naga hitam dengan mudah.


Awalnya Xue Yongheng mengira jika Yan Liyan merupakan murid sekte Es yang keluar karena bosan sehingga melanggar aturan sekte, Namun ketika melihat cara bertarung dari Yan Liyan membuatnya mengerutkan keningnya.


Karena murid sekte naga es dan seluruh murid akiran putih tidak pernah diajarkan untuk membunuh dengan kejam seperti yang mereka lihat.


"Mungkin saja dia merupakan murid sektemu yang membelot dan bersekutu dengan iblis atau elmen kegelapanya tadi merasuki pikirannya." ucap Rui mengemukakan alasan yang masuk akal untuk menjelaskan perilaku dan kekuatan sosok tadi.


Karena bagaimanapun dia memiliki elemen es dan kegelapan secara bersamaan.


Memiliki satu elemen langka saja akan berpotensi mencapai tingkat kekuatan kultivasi ranah yang cukup tinggi di usia mudah, Apa lagi dua.


Dan hal tersebut sudah dibuktikan dengan Yan Liyan dapat mengalahkan terus sekte naga hitam dengan mudah di usia yang semuda itu.


"Aku harap dia akan menjadi orang baik dimasa depan nanti."


gumam Bei Hu karena jelas generasi seperti bocah yang dia lihat tadi akan sangat dibutuhkan untuk keamanan wilayah Kekaisaran dari serangan binatang buas atau ancaman sekte aliran hitam.


Keenam sosok itu kemudian melesat meninggalkan mayat tetua sekte naga hitam yang sedang dicabik-cabik gerombolan binatang buas.


"........ "


Sedangkan diisis lain...


Seseorang pria tua dengan janggut panjang dan rambut yang mulai memutih sangat terkejut ketika melihat giok kehidupan dari sepupunya pecah.

__ADS_1


Amarahnya sangat memuncak ketika mendapatkan informasi jika sepupunya pergi menuju ibu kota Kekaisaran surgawi untuk membeli barang lelang.


"Aku akan mencari siapa pembunuh dari sepupuku, dan jika perlu aku akan menghancurkan ibu kota agar pelakunya keluar dan berhadapan denganku dan kematian." gumam pria tua itu dengan penuh amarah.


__ADS_2