
"Tidak adil? Apa maksudmu Jiu Wei?" Yan Liyan kebingungan dengan maksud perkataan Jiu Wei tadi.
"Kau selalu saja bersama Bing Hua dan Mei Lin, Sedangkan aku...
Sebelum ucapan Jiu Wei selesai, Yan Liyan langsung menyentil dahinya.
"Aku tidak pernah menanding-bandingkan kalian bertiga, hanya saja Bing Hua dan Mei Lin sering terlibat masalah daripada dirimu, jadi aku sangat sering bersama mereka, lagi pula dengan sifat mu yang agresif itu.. Aku tidak yakin jika aku akan selamat jika berdua denganmu."
Jiu Wei yang mendengar itu menjadi agak cemberut.
"Jadi, aku harus terlibat banyak masalah supaya kau kau memperhatikan ku?"
"Ah, Bukan begitu maksudnya Jiu Wei."
"Lalu apa maksudnya?" tanya Jiu Wei yang membuat Yan Liyan karena disudutkan seperti itu.
"Jiu Wei..
"Diam kau Mei Lin! Aku ingin menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu." dengan tegas Jiu Wei memanda tajam Mei Lin untuk mengisyaratkan untuk tidak ikut campur antara urusan mereka berdua.
Mei Lin yang mendengar itu hanya tersenyum kecut.
"Terserah kau saja, tapi mungkin aku mengetahui alasan lain kenapa Liyan'gege tidak terlalu sering memperhatikanmu." ucap Mei Lin dengan senyuman tipis terukir di wajahnya.
Bing Hua yang menyadari hal itu merasa jika semua ini tidak akan berakhir dengan baik.
"Benarkah? Katakan padaku!"
"Mm.. Aku akan mengatakanya, tapi kau harus terlebih dahulu sadar akan mengenai status mu."
"Status?" Jiu Wei kebingungan ketika mendengar Mei Lin mengatakan itu.
"Memangnya apa hubungannya statusku dengan semua ini?"
"He, Seperti biasanya.. kau masih saja naif Jiu Wei...
Seperti yang kau tahu jika Xian Ran merupakan ratu yang sangat cantik dan merupakan memimpin seluruh ras elf di alam tingkat tinggi serta salah satu sosok yang paling dihormati. Sedangkan aku sendiri adalah Dewi Phoenix api yang memiliki kekuatan dan pengaruh yang luar biasa, kau juga seharusnya mengetahui hal itu bukan?
Lalu Bing Hua merupakan pewaris dari Kekaisaran Es dimensi utara dan kau seharusnya juga tahu bagaimana Berpengaruhnya Kekaisaran itu dulu.
Sedangkan kau....?" dengan senyuman tipisnya Mei Lin melihat ekspresi dari Jiu Wei.
Jiu Wei yang mendengar apa yang dikatakan oleh Mei Lin baru menyadari jika semua itu sangat masuk akal. Dia berbeda dengan kekasih Yan Liyan yang lain.. Dia tidak mempunyai status yang hebat seperti kekasih Yan Liyan yang lainya.
Tanpa sadar air mata mengalir di pelupuk mata Jiu Wei. Jiu Wei kemudian langsung berlari menjauh dari tempat itu menutup air matanya yang mengalir menggunakan salah satu lengannya.
__ADS_1
Bing Hua dan Yan Liyan tercengang dengan apa yang telah dikatakan oleh Mei Lin, karena menurut Yan Liyan jika apa yang dilakukan oleh Mei Lin tadi terlalu berlebihan.
"Lin'er apa yang..
" Sekarang giliranmu Liyan'gege." Mei Lin berbisik pelan pada Yan Liyan.
"Apa maksudmu."
"Seharusnya kau mengetahui apa yang harus kau lakukan sekarang ini bukan? "
Yan Liyan berdecak kesal ketika mendengar itu dan kemudian melesat untuk mengejar Jiu Wei.
"Apa yang sebenarnya kau rencana saudari Lin?" Bing Hua bertanya pada Mei Lin karena jujur saja dia tidak mengerti dengan apa yang telah direncanakan oleh saudarinya itu.
"Entahlah.. Aku juga tidak terlalu mengerti, tapi aku sangat yakin jika ini akan berhasil."
"Yang benar saja.. Jika ini gagal, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan oleh Jiu Wei nanti."
"............ "
Sedangkan di tempat lain yang berada cukup jauh dari kawah besar tadi.
Terlihat Jiu Wei sedang duduk bersandar di bawah pohon yang baru saja memiliki daun namun daun pohon itu membeku akibat gurunya hujan salju tadi malam.
Jiu Wei telunkup pada kedua lututnya. Dia tidak henti-henti mengeluarkan air mata serta terdengar isak tangi yang menandakan saat ini dia merasa Sangat sedih.
Karena tadi Yan Liyan sempat berpikir jika Jiu Wei akan melakukan hal yang bodoh disebabkan oleh sebuah kesalah pahaman dan pengaruh perkataan Mei Lin tadi.
"Tinggalkan aku sendiri!" dengan nada membentak Jiu Wei berteriak kepada Yan Liyan untuk menyuruhnya pergi.
"Eh, Apa kau percaya dengan apa yang dikatakan oleh Mei Lin tadi?" Yan Liyan merasa keheranan karena biasanya Jiu Wei akan menganggap Mei Lin sebagai rivalnya dan mereka berdua akan mencari kesalahan apa pun untuk saling menyudutkan. Jadi Jiu Wei seharusnya sudah mengetahui hal itu.
"Itu memang kenyataanya bukan? Aku hanya ras dari rubah elemen biasa yang tidak memiliki status apa pun dan oleh sebab itulah, kau mengabaikanku bukan?!"
Yan Liyan tidak mengeluarkan sepatah
kata pu, Yan Liyan kemudian duduk di samping Jiu Wei.
"Apa kau benar-benar menganggapku orang yang memiliki sifat seperti itu, Jiu Wei? Lagi pula siapa yang bilang jika kau tidak mempunyai status apa pun?"
"Kau telah berhasil menguasai seluruh elemen yang mana hal itu tidak bisa dilakukan oleh ras rubah elemen bahkan orang yang pernah kau sebut kakek itu.
Dalam garis keturunan ras rubah elemen, jika terlahir sosok rubah elemen yang dapat menumbuhkan 9 ekor miliknya lalu menguasai seluruh elemen dengan sempurna maka dia akan disebut sebagai reinkarnasi dari leluhur pertama dari ras rubah elemen, dan sekarang kau telah menguasai hal itu.. Bukankah status yang kau miliki lebih tinggi daripada Mei Lin?"
Jiu Wei membelalakan matanya sekan tidak percaya dengan perkataan Yan Liyan, karena dia baru saja menyadari hal itu.
__ADS_1
Selama ini setelah 9 ekor nya tumbuh Jiu Wei merasa seperti tidak terjadi apa-apa dan menganggap semuanya merupakan hal yang wajar hingga dia sampai melupakan hal luar biasa semacam itu.
"Ya, kau benar... Aku bahkan mempunyai status yang lebih tinggi dari mereka, tapi kenapa kau selalu mengabaikanku."
"Aku sudah bilang, jika aku tidak pernah ada niatan untuk mengabaikanmu.. hanya saja aku harus menyelesaikan masalah Mei Lin dan Bing Hua. Sebagai seorang kekasih aku mempunyai tanggung jawab untuk itu."
Jiu Wei menoleh kearah Yan Liyan untuk sesaat lalu menoleh kearah lain lagi.
"Apa itu benar?"
"Hmm.. tentu saja."
Suasana kembali sunyi hingga tidak lama kemudian.
"Aku merasa sangat lelah." ucap Yan Liyan kemudian bersandar di bahu Jiu Wei.
Jiu Wei yang melihat itu hanya membiarkan saja. Namun Yan Liyan tiba-tiba saja Yan Liyan terjatuh dan terbaring di pangkuanya.
Jiu Wei bisa melihat wajah Yan Liyan yang sedang tertidur, wajahnya yang sangat tampan di tambah dengan jarak mereka berdua yang sedekat ini membuat Jiu Wei malu.
Dengan memberanikan dirin Jiu Wei mendekatkan wajahnya kearah Yan Liyan.. entah kenapa sekarang dia seberani itu, tapi di dalam hatinya dia selalu ingin di perhatian oleh Yan Liyan dan merasa sangat kesal jika Yan Liyan lebih memerhatikan Mei Lin Dan Bing Hua daripada dirinya.
Ya.. mungkin hal itulah yang disebut dengan kecemburuan.
Tapi disaat wajah Jiu Wei berjarak sangat dekat, tiba-tiba saja Yan Liyan membuka matanya lalu menahan wajah Jiu Wei sehingga hal tersebut membuat wajah Jiu Wei semakin memerah.
Yan Liyan melihat mata Jiu Wei yang berwarna kuning serta ekspresi Jiu Wei sekarang ini yang menurutnya terlihat sangat imut.
"Apa yang akan kau lakukan tadi, Jiu Wei?" Yan Liyan bertanya dengan nada yang menggoda sehingga membuat Jiu Wei merasa semakin malu.
"A.. aku.. tidak akan melakukan apa-apa." Jiu Wei berbicara dengan terbata-bata. Dia juga mengutuk tindakanya tadi.
"Benarkah?"
"Y... ya."
Yan Liyan tersenyum ketika mendengar jawaban Jiu Wei. Yan Liyan kemudian memegang belakang kepala Jiu Wei lalu mendorong kearahnya dengan perlahan.
Jiu Wei sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Yan Liyan saat ini.
"Apa yang akan kau lakukan?"
"Menurutmu?"
Hingga tidak lama kemudian...
__ADS_1
Yan Liyan membenturkan dahi Jiu Wei kedahinya.
"Masih terlalu cepat, setidaknya aku akan terlebih dahulu memperkenalkan kau keibuku." ucap Yan Liyan tersenyum ketika melihat ekspresi wajah Jiu Wei saat ini.