SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Pedang Yang Sangat Istimewa


__ADS_3

Aura dingin keluar dari dalam tubuh Bing Hua, mata biru sakitnya memandang tajam Biao Qiaolin, memberikan tekanan bagi pemimpin masa depan Kekaisaran Surgawi itu.


Dari tadi, Bing Hua memang suda sangat tidak menyukai orang di depannya itu. Memanfaatkan kekuatan kekasihnya demi kepentingan pribadinya.


Siapa yang tidak membenci orang seperti itu.


Tapi Bing Hua tidak bisa berbuat apa pun, karena Yan Liyan sendiri yang ingin, jika dia dimanfaatkan oleh Biao Qiaolin. Entah apa yang ada di pikiran kekasihnya itu, tapi satu hal yang pasti. Dia sangat membenci Biao Qiaolin.


"Kenapa aku tidak boleh mengambilnya? Apa kau tidak ingin kehilangan senjata berhargamu?" dengan senyuman tipis penuh penghinaan.


Bing Hua memandang rendah Biao Qiaolin yang ingkar pada perkataanya sendiri.


Biao Qiaolin sangat kesal melihat ekspresi penuh penghinaan yang ditunjukkan oleh Bing Hua. Namun dia menahan emosinya supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.


"Apa peringatkan padamu! Senjata pedang itu bernama pedang es kuno, pedang itu diberikan seseorang yang sangat misterius pada saat aku menjalani pengasinganku dulu.


Sosok misterius itu menjelaskan jika pedang itu sangat istimewa dan terbuat dari energi es awal mula yang merupakan elemen es pertama kali muncul di alam semesta ini. Elemen es itu, bahkan lebih kuno daripada elemen es milik naga es dan Phoenix es.


Dan pedang itu sangat berbahaya jika dipegang oleh kultivator es, karena dapat membekukan dan seketika dan mengubahnya menjadi serpihan...


Klak!


Wuss!


Sebelum Biao Qiaolin menyelesaikan ceritanya, Bing Hua langsung mengambil pedang itu.


Pedang tersebut sama sekali tidak menunjukkan kekuatan apa pun selain hawa dingin yang keluar layaknya pedang es pada umumnya.


Bing Hua tersenyum tipis...


"Cih.. dasar pembual!"


Bing Hua berdecak kesal, lalu menyimpan pedang itu kedalam cincin penyimpananya.


Biao Qiaolin terdiam ketika melihat hal itu dan memandang Bing Hua dengan tatapan tidak percaya.


"Ta.. tapi orang itu...


"Jangan banyak alasan pembual! Katakan saja, jika kau sebenarnya tidak ingin jika aku mengambil pedang ini bukan?"


Yan Liyan yang melihat jika perseteruan mereka berdua akan dimulai lagi langsung bertindak untuk menghentikan mereka berdua.


"Baik, tawaran yang sudah kami ambil, sekarang apa yang harus kami berdua lakukan?" tanya Yan Liyan mengalihkan topik pembicaraan dan ketegangan antara Bing Hua dan Biao Qiaolin.


Biao Qiaolin menghela nafas panjang, menahan amarahnya yang sudah semakin memuncak akibat ulah Bing Hua tadi.

__ADS_1


"Aku ingin kalian berdua menjadi pengawal pribadiku sampai aku menjadi pemimpin Kekaisaran dan setelah itu, nantinya aku akan membebaskan kalian serta aku juga akan memberikan kekuasaan atas balasan jasa kalian berdua."


ucap Biao Qiaolin dengan tenang dan penuh harap, jika Yan Liyan menyetujui durasi waktu untuk menjadi pengawalnya.


"Baiklah aku setuju."


Yan Liyan tanpa basa-basi menyetujuinya karena menurutnya hal tersebut sudah tidak penting lagi setelah dia mendapatkan imbalan potongan roda takdir.


Jika dia ingin dia keluar dari tanggung jawabnya, maka dia mempunyai banyak rencana untuk hal itu.


Biao Qiaolin tersenyum senang karena Yan Liyan menyetujuinya, dia merasa sangat aman jika dikawal oleh Yan Liyan.. melihat dari potensi Yan Liyan dan usianya yang masih muda.


Yan Liyan bisa saja mempunyai kekuatan yang lebih hebat darinya, dan ketika saat itu terjadi Biao Qiaolin tidak perlu khawatir lagi karena setidaknya sekarang ini, dia sudah mempunyai hubungan relasi dengan sosok yang sangat kuat.


"Baiklah, jika seperti itu aku akan kembali ke istana dan tugas kalian akan dimulai esok hari.


Datangla ke istana dan tujukan plat ini kepada perajurit."


Biao Qiaolin memberikan dua plakat milik anggota Kekaisaran kepada mereka, yang berfungi untuk mempermudah segala urusanya di Kekaisaran surgawi.


Setelah Biao Qiaolin memberikan plakat itu, Biao Qiaolin langsung pergi dari tempat itu diikuti oleh pria paruh baya dibelakangnya.


"Apa kau sudah mengatasinya?" tanya Biao Qiaolin karena tidak merasakan aura keberadaan sosok yang mengikutinya tadi.


"Aku sama sekalian tidak melakukan apa pun tuan putri, tapi mungkin saja mereka telah pergi setelah melihatmu bertemu dengan mereka berdua." ucap pria paruh baya itu menebak kemungkinan yang bisa saja terjadi kepada dia sosok yang mengikuti mereka tadi.


Alasan Pria paruh itu tidak membunuh dua sosok yang mengikuti mereka adalah, karena sama sekali tidak ada perintah dari Biao Qiaolin. Dia tidak berani jika tidak ada perintah, karena mungkin saja itu merupakan rencana dari Biao Qiaolin.


Siapa yang tahu apa yang dipikirkan oleh pemimpin masa depan Kekaisaran Surgawi itu.


Biao Qiaolin hanya tersenyum kecil, seolah mengerti apa yang terjadi, setelah itu dia memasuki kereta kuda dan pergi menuju istana Kekaisaran.


"................ "


Sedangkan di luar ibu kota Kekaisaran surgawi...


Seorang gadis cantik berdiri sambil bersandar di batang pohon seperti menunggu kedatangan seseorang.


Tidak lama kemudian...


Seorang gadis elf datang dan menghampiri gadis yang sedang menunggu seseorang tersebut.


"Maaf membuatmu menunggu." ucap Xian Ran dengan datar tanpa merasa bersalah sama sekali.


Xue Jia yang melihat itu, ingin sekali rasanya memukul Xian Ran karena membuat menunggu lama dan sudah sangat lewat dari waktu yang sudah dijanjikan.

__ADS_1


Tapi ketika Xue Jia melihat sebuah belati yang dipegang oleh Xian Ran yang penuh lumuran darah, Xue Jia langsung mengerti dengan apa yang terjadi dan tidak berani untuk memprotes.


Takut jika Xian Ran marah dan ada kemungkinan jika dia akan berada dalam bahaya besar.


"Baik, tidak mengapa. Ikuti aku! Aku akan memabwamu ketempat yang aku katakan kemarin."


Xue Jia kemudian melesat menuju sekte teratai beku diikuti oleh Xian Ran dibelakangnya.


"................. "


1 hari kemudian....


Pagi hari. Yan Liyan dan Bing Hua sedang berjalan bersama menyusuri jalan kota yang ramai menggunakan pakaian yang mencolok terutama Bing Hua yang memakai topeng dan terlihat mencurigakan, tapi ketika melihat plakat Kekaisaran menggantung di pakaian mereka, membuat orang-orang hanya terdiam dan tidak berani membicarakan mereka berdua.


Siapa yang tidak mengenal plakat itu, semua warga Kekaisaran mengenalnya sebagai tanda jika pemiliknya merupakan keluarga Kekaisaran atau anggota penting Kekaisaran surgawi.


Sedangkan Bing Hua sendiri disuruh oleh Yan Liyan memakai pakaian seperti itu, karena tidak ingin munculnya masalah lain terjadi karena kecantikan Bing Hua yang sangat mempesona.


"Liyan'gege bukankah kita telah mendapat imbalannya, kenapa kita tidak kabur saja?


bukankah mereka tidak bisa berbuat apa- apa jika kita melakukan itu?" tanya Bing Hua merasa keheranan dengan Yan Liyan.


"Heee.. ternyata kau mempunyai pikiran licik seperti itu juga ya..?


Siapa yang mengajarkanmu? apakah Jiu Wei?" Yan Liyan balik bertanya.


Dia juga merasa heran dengan perubahan sifat kekasihnya itu.


"Aku sama sekali tidak diajarkan oleh siapa pun, hanya saja aku berpikir jika itu masuk akal bukan?"


Yan Liyan menghela nafas pelan meladeni pertanyaan kekasihnya itu.


"Aku berencana untuk memanfaatkan Biao Qiaolin, dengan statusnya aku bisa mendapatkan banyak informasi dan juga ketika aku mengawalnya dan membunuh banyak orang maka bukan aku yang diincar tadi Sang putrinya dan hal tersebut sangat mempermudah perkerjaanku.


Kita juga akan mengawal tuan putri untuk masuk ke dimensi kekosongan dan menuntaskan tugasku disana setelah itu kita akan langsung mengundurkan diri sebagai pengawalnya setelah menyelesaikan masalah di dalam dimensi itu."


Jelas Yan Liyan secara detail dan dingguki oleh Bing Hua.


"Cih, ternyata kau juga lebih licik padaku Liyan'gege." ucap Bing Hua berdecak kesal karena Yan Liyan tidak berkaca terlebih dahulu sebelum mengatakan dirinya licik.


".............. "


Maaf ya.., karena tidak up belakangan ini


soalnya Author lagi sakit, jadi mohon dimaklumi.

__ADS_1


__ADS_2