SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Hancurnya Sekte Naga Hitam


__ADS_3

"He.. bukankah itu membosankan? tapi sudahlah." Bing Hua berbicara seolah kecewa karena naga es tidak akan beraksi banyak dalam pertarungan kali ini yang menurutnya akan menjadi pertarungan besar.


Bing Hua kemudian menghilangkan naga es nya dan memilih untuk menonton saja, akan tetapi dia akan bertindak jika situasi di pihaknya tidak menguntungkan.


Sedangkan tidak jauh dari mereka berdua, Naga emas dan naga hitam masih saling bertatap tajam dan saling mengarahkan aura intimidasi untuk menekan lawanya.


"Selesaikan dengan cepat!" suara Yan Liyan terdengar di kepala naga emas.


Groaaarrr!!


Naga emas mengaum sekali lagi setelah mendengar telepati dari tuanya.


Dengan gerakan yang sangat cepat naga emas melesat meninggalkan bayangan berwarna emas, naga hitam yang melihat itu juga melakukan hal yang sama.


Wuuss !


Wuuss!


Boomm!


Ledakan di segala tempat terjadi karena kekuatan dahsyat yang dikeluarkan oleh dua binatang mitos tersebut.


Pada awalnya Pertarungan antara naga emas dan naga hitam terlihat seimbang tapi lama kelamaan naga emas mulai mendominasi.


Hal itu tentu saja dikarenakan oleh asal kekuatan dan tubuh dari mereka berdua sangat berbeda. Naga emas merupakan sebagian kekuatan dari kaisar naga sedangkan naga hitam dihasilkan dari sumpah langit.


Muncul cahaya yang sangat terang di atas kepala naga emas dengan tanduknya yang memberikan Qi kepada cahaya tersebut.


Naga hitam juga mengeluarkan teknik yang sama namun bedanya yang muncul di atas kepala naga hitam sejenis lubang hitam yang tampak sangat mengerikan.


Lubang tersebut menghisap apa pun yang ada disekitar naga hitam itu berada termasuk tanah dan pepohonan bahkan Aray penghalang yang di buat oleh Yan Liyan terlihat akan tertarik kedalam lubang hitam itu.


"Liyan Gege bukankah ini berbahaya?" Bing Hua khawatir jika Aray itu hancur dan teknik dari naga hitam tersebut bisa mengancurkan seluruh hutan dan bisa memancing datangnya kultivator dari kalangan hitam atau putih datang.


"Siapa yang peduli? Dan memangnya apa yang kau kasihani dari mereka semua? Biarkan saja ini sebagai akhir dari sekte naga hitam dan juga hutan terkutuk ini?" Yan Liyan menghilangkan Aray pelindungnya dan memasukan mata-mata dirinya dan Bing Hua kedalam ruang inventory sistem.


Bing Hua sedikit terkejut ketika mendengar perkataan dingin Yan Liyan.


"Kau tidak mengerti dengan apa yang aku maksud." gumam pelan Bing Hua.


"Aku mengerti apa yang kau maksud hanya saja aku tidak ingin banyak bicara." ucap Yan Liyan menghela nafas sebelum mereka masuk kedalam ruang inventory sistem.


Kembali pada pertarungan naga emas dan naga hitam..

__ADS_1


Cahaya yang ada di kepala naga emas semakin membesar membentuk bola besar yang memancarkan aura yang sangat menekan.


Hal itu tentu saja membuat semua orang di sekte naga hitam menjadi sangat terkejut dengan peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba.


"Apa yang terjadi?" ucap salah satu murid sekte dengan ekspresi kebingungan karena belum mengerti dengan peristiwa dihadapannya.


Dia tidak bisa lagi berdiri karena tekanan luar biasa yang dikeluarkan oleh dua naga tersebut.


"Sepertinya ini akan menjadi akhir bagi sekte naga hitam." salah satu tetua sekte juga tidak bisa bergerak dan hanya menatap peristiwa di hadapannya dengan mata yang terbelalak dan penuh dengan rasa putus asa.


Sedangkan cahaya yang berada di kepala naga emas semakin membesar dan semakin terang begitupun dengan bola naga hitam juga semakin membesar dan memperlihatkan lubang hitam yang sangat gelap.


Naga emas langsung mengarahkan seranganya saat merasa sudah tidak mampu menahan beban dari tekniknya sendiri, hal yang sama juga dilakukan oleh naga hitam.


Bola cahaya dan Bola kegelapan saling bertemu dan menghasilkan ledakan yang sangat besar. Ledakan itu membuat hutan kegelapan yang penuh dengan pepohonan menjadi ratah dengan tanah secara keseluruhan.


Sedangkan bola cahaya itu awalnya akan dilahap oleh bola kegelapan namun karena energi bola cahaya yang terlampau besar membuat bolah hitam menjadi retak dan meledak.


Ledakan itu membuat Rekasi berantai dan membuat bola cahaya ikut meledak juga karena energi pada bola cahaya menjadi tidak stabil.


Muncul kawah yang sangat besar dan dalam di antara pertemuan kedua teknik itu dan bangunan sekte yang awalnya berdiri dengan kokoh menjadi hancur dan rata dengan tanah.


Bahkan tidak terlihat satu pun mayat murid sekte di sana karena semuanya telah menjadi abu karena saking kuatnya ledakan yang terjadi.


Setelah serangan besar itu naga hitam perlahan menghilangkan karena energi dan dampak dari sumpah langit telah menggerogoti tubuh dari Qi Chen.


Naga hitam menghilang dan memperlihatkan seorang kakek tua yang memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya. Kakek tua itu tampak sekarat karena energi kehidupanya habis terkuras.


Yan Liyan dan Bing Hua tiba-tiba muncul dari kehampaan dan berdiri dihadapan kakek tua tersebut.


"Semuanya telah berakhir."


Kakek tua tersebut menoleh kearah Yan Liyan. Sama sekali tidak terlihat kebencian di mata kakek tua itu seperti lawan-lawanya yang dia kalahkan sebelumnya.


"Kau tidak akan pernah menemukan apa yang kau cari dan kau juga tidak akan pernah mewujudkan apa yang kau inginkan. Itu adalah kutukan sekaligus takdir yang aku lihat dari dalam dirimu." ucapnya dengan senyuman kebahagiaan seperti dia telah memenangkan pertarungan.


Wusss!


Kakek tua itu langsung berubah menjadi debu seperti naga hitam tadi dan menghilang tertiup angin.


Yan Liyan terdiam untuk sesaat ketika mendengar perkataan dari kakek tua tadi.


"Cih.. Memangnya siapa dia berhak menentukan takdirku?" Yan Liyan terlihat kesal dengan perkataan kakek tua itu yang seenaknya membicarakan takdirnya.

__ADS_1


Naga emas yang melihat hal itu sebenarnya setuju dengan perkataan kakek tua tadi karena seseorang yang memiliki kekuatan besar dan tidak normal seperti tuanya biasanya akan menanggung tanggung jawab yang sangat besar.


Seseorang itu biasanya tidak akan pernah mendapatkan apa yang sebenarnya dia inginkan dan apa yang dia cari. Itu menurut peristiwa dan pengalaman yang pernah dia lihat selama dia hidup.


Namun naga emas itu hanya diam karena dia tidak mempunyai hak untuk berbicara seperti itu pada Yan Liyan.


Naga emas tersebut kemudian berubah menjadi serpihan cahaya lalu masuk kedala tubuh tuanya.


"Sekarang kedua pangeran itu telah mati. Sebaiknya kau persiapkan alasan yang tepat dan masuk akal untuk diberitahukan kepada tuan putri itu."


Kedua pangeran itu tentunya telah mati karena ledakan besar tadi.


Yan Liyan hanya terdiam ketika mendengar perkataan Bing Hua.


Yan Liyan kemudian mengeluarkan 5 lembar daun kehidupan lalu menaruhnya kesegalah penjuruh hutan yang telah rata dengan tanah.


Yan Liyan meletakan satu daun ditengah hutan dan membuat segel tangan.


"Segel kehidupan."


Wusss!


Cahaya kehijauan bersinar terang dari daun kehidupan yang membentuk rune yang saling berkaitan sehingga membentuk bintang berwarna hijau terang.


Tempat yang awalnya rata dengan tanah karena ledakan kini mulai ditumbuhi rerumputan dan pohon. Semakin lama Pohon-pohon tersebut mulai membesar dan membentuk hutan lagi.


Kali ini hutan yang ada ditempat itu terasa sangat menenangkan tidak seperti pada awalnya yang tampak menakutkan dan penuh dengan aura membunuh dari binatang buas.


Bing Hua yang melihat kejadian itu hanya menggeleng pelan.


"Aku tidak akan terkejut lagi." gumamnya


"Tunggu Aura ini...!


Cahaya warna-warni tiba-tiba muncul diatas mereka seperti meteor yang akan menimpa mereka.


Cahaya itu perlahan mendekat dan mendarat di depan mereka berdua.


Setelah mendarat, cahaya tersebut perlahan menghilang dan mempeihatkan sosok gadis yang memiliki 9 ekor berwarna warni.


Gadis itu memandang kearah mereka berdua dengan senyuman manis dan memperlihatkan dua gigi taringnya.


"Apa kalian berdua merindukanku?"

__ADS_1


__ADS_2