SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Tidak Akan Pernah Di Jual


__ADS_3

Yan Liyan tiba-tiba saja mengeluarkan belati dalam cincin penyimpananya.


"Apa kau ingin menguji kekuatan barumu..?"


"Eh... apa tuan ingin latih tanding lagi..?" Yan Lin balik bertanya karena itulah hal yang sering dilakukan oleh tuanya untuk menguji kemampuan mereka.


"Aku tidak akan melakukan hal itu hanya saja...


Sebelum ucapan Yan Liyan selesai tiba-tiba dia memegang belatinya lalu menyayat tanganya sendiri.


Slass.....


Darah segar mengucur dari telapak tangan Yan Liyan dan juga sayatan belati itu cukup lebar.


Yan Lin yang melihat apa yang dilakukan tuanya langsung berlari menuju kearahnya dan mengeluarkan Api hijau dari tanganya...


Wusss.....


Api hijau itu keluar dari tangan Yan Lin dengan aura yang sangat berbeda dari biasanya kali ini aurah yang dikeluarkan api hijau saat ini dipenuhi dengan aurah kehidupan yang pekat.


Setelah itu Yan Lin memegang tangan Yan Liyan lalu menaruh api itu pada tangan tuanya itu.


Wusss.....


Api itu kemudian terserap kedalam luka Yan Liyan lalu perlahan menutup hingga tidak lama kemudian Luka itu menutup tanpa bekas sedikitpun.


Yan Liyan hanya terdiam ketika melihat apa yang dilakukan oleh Yan Lin tadi padanya karena dia memang sengaja untuk menjadi percobaan pertama untuk menguji kemampuan api elemen hijau itu.


Setelah Luka itu sembuh Yan Liyan menghilangkan aray khusus yang menghalangi energi kehidupan yang berasal dari pohon kehidupan yang akan menyembuhkan lukanya secara langsung.


"Kenapa... kenapa tuan melakukan hal itu..?" Yan Lin memandang Yan Liyan dengan khawatir.


"Hei ayolah... itu hanya sedikit luka dan bagaimana cara kau bisa mengetahui...


"Aku tidak tahu.. tiba-tiba saja aku bergerak secara refleks ketika melihat tuan terluka seperti itu."


Ucapnya memotong perkataan Yan Liyan dia juga tidak menyangka jika elemen api hijau miliknya mempunyai kemampuan seperti itu.


'hm... kekuatan api itu akan semakin kuat ketika dia ingin melindungi sesuatu.. benar-benar menarik.., keberadaan Elemen yang tingkat kekuatanya diatur oleh perasaan sipengguna sungguh mustahil untuk ditemukan bahkan aku tidak mempunyai Elemen semacam itu.'


Yan Liyan memandang kearah Yan Lin lagi terlihat senyuman tipis darinya.

__ADS_1


"Apa kau tahu jika kekuatan elemenmu akan semakin kuat jika kau melihatku seperti tadi apa aku akan melakukanya lagi."


"Apa kau bodoh tuan..? aku tidak akan terjatuh dalam jebakan yang sama." ucapnya dia juga mengerti dengan maksud dari perkataan Yan Liyan tadi.


Yan Liyan tersenyum kecut mendengar perkataan dari Yan Lin.


'Tidak berhasil ya... diantara bawahanku Yang lain dia memang yang paling tahu diriku.'


Yan Liyan lalu melirik kearah tanganya yang masih dipegang oleh Yan Lin dengan erat.


"Apa kau bisa melepaskan tanganku..?" tanya Yan Liyan dengan tiba-tiba.


Yan Lin yang menyadari hal itu langsung melepaskan peganganya tangannya dari tangan Yan Liyan.


Dengan wajah malu-malu dia memandang kearah tuanya.


"Ma... maaf tuan aku tidak sengaja."


"Tidak masalah jika tidak ada Mei Lin mungkin aku akan membiarkanya saja tadi." Yan Liyan melirik kearah Mei Lin yang dari tadi melihat mereka dengan ekspresi datar.


"Aku tidak peduli." ucapnya dengan singkat dan jelas dia memang tidak peduli dengan candaan tuanya itu


hal itu sangat penting untuk dilakukan agar Yan Lin tidak memiliki beban pikiran dan untuk membuat dirinya merasa nyaman dan terlindungi.


Tapi hal seperti itu sama sekali tidak cocok untuknya dia juga sangat terkejut ketika Yan Liyan bisa membuat lelucon seperti itu mungkin hal itu disebabkan Yan Lin adalah temanya dari kecil.


Dan jika Bing Hua yang berada diposisi yang sama seperti Yan Lin saat ini dia sangat ragu jika tuanya akan melakukan hal yang sama pada Bing Hua.


'Ya... wanita berambut putih itu memang sangat dingin.' batinya lalu melihat kearah tuanya yang mulai membuat segel tangan.


Wusss....


Seperti tadi mereka ditelan oleh celah dimensi dan langsung saja mereka telah berada didalam kastil lebih tepatnya ditempat Yan Lin tadi bersilah.


"Istirahatlah.... aku akan menyuruh Jiu Wei dan yang lain untuk menjagamu." Yan Liyan membukakan pintu kamar Yan Lin.


"Terimakasih.." Yan Lin lalu masuk kedalam kamarnya dan beristirahat karena kejadian tadi benar-benar membuat pikiranya terbeban tapi dia merasa sangat aman ketika Yan Liyan selalu berada disisinya.


sedangkan Yan Liyan yang telah berjalan jauh dari kamar Yan Lin langsung merubah ekspresinya menjadi sangat serius.


"Apa kau merasa ada yang aneh pada energi yang tidak teratur dalam tubuhnya..?" Yan Liyan menoleh kearah Mei Lin dengan penasaran.

__ADS_1


"Ya... aku merasakanya juga kemungkinan itu terjadi di Karenakan ruang jiwa yang baru terbentuk dalam tubuhnya kemungkinan besar hal itu disebabkan oleh pembangkitan roh Api tadi."


'Cih... dia memang menahan ekspresi itu dari tadi.' batin Mei Lin yang melihat tuanya semula tenang kini menjadi sangat serius seperti itu.


"Ruang Jiwa...? sebuah dimensi yang berada didalam tubuh seorang kultivator.., hal itu sama dengan ruangan dimensi miliku bukan...?"


"Seharusnya memang seperti itu aku juga tidak akan menyangka jika dia juga memiliki ruang jiwa ditingkat kultivasinya yang masih dirana keabadian kau dan para bawahanmu memang benar-benar monster."


Ucap Mei Lin dengan terus terang karena jika dilihat dari sudut manapun kekuatan mereka benar-benar sangat tidak masuk akal.


"apa Kau tahu jika kau sedang membicarakan dirimu sendiri..?"


Mei Lin yang mendengar itu hanya terdiam karena mau bagaimanapun dia juga bisa disebut sebagai bawahan Yan Liyan.


Yan Liyan yang melihat Mei Lin terdiam hanya tersenyum lalu berjalan menuju kearah ruangan kastil lain untuk menemui Bing Hua tentu saja dia ingin menyuruh mereka agar menjaga Yan Lin.


Pagi harinya......


Yan Liyan dan dan dua kaisar telah berkumpul didepan halaman Kastil dengan token teleportasi masing-masing ditangan mereka.


"Apa kita bertiga benar-benar akan pergi kelembah kesengsaraan...?" tanya Wu Qing karena sejak terakhir kali dia pergi kesana yaitu puluhan ribu tahun yang lalu waktu itu dia masih mudah dia pergi kelembah itu untuk mencari sumberdaya.


Sedangkan kaisar Xia dia selalu mengikutiku ayahnya waktu dia masih kecil dan lembah kesengsaraan merupakan tempat berlatih ayahnya dulu.


"Kita tidak akan pergi bertiga, dua bawahanku akan ikut bersama dengan kita dan yang lain akan menjaga wilayah tanpa nama dan dua wilayah kekaisaran dari jauh."


Wu Qing yang mendengar ucapan dari Yan Liyan hanyar mengangguk memang sangat berbahaya jika seorang kaisar meninggalkan istananya dalam waktu yang agak lama sehingga sangat perlu untuk diawasi agar tidak terjadi hal yang buruk.


tidak lama kemudian secara tiba-tiba muncul Yin Zu dan Yin Su didepan mereka bertiga.


"Semuanya telah selesai tuan." ucap Yin Su membungkuk.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk lalu menghancurkan token teleportasi itu diikuti dengan Yang lain.


Wusss......


Mereka tiba-tiba saja langsung berada diperbatasan wilayah lembah kesengsaraan dan hutan yang merupakam wilayah milik dari asosiasi kabut darah.


"token tadi sangat luar biasa apa kaliam menjual token itu juga anak muda..?" tanya Wu Qing karena menurutnya itu sangat berguna untuk para perajuritnya yang menjalankan misi berbahaya.


"Token ini sama sekali dijual dan tidak akan pernah dijual." Yan Liyan tidak ingin ada orang yang akan menyalah gunakan token teleportasi nantinya.

__ADS_1


__ADS_2