SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Pertarungan Roh Elemen


__ADS_3

Setelah Chi Ziran menggunakan tekniknya.


Simbol Bunga Es yang berada dibawah naga kegelapan bersinar sangat terang serta huruf-huruf kuno yang membentuk rantai lalu mengikat naga kegelapan dengan sangat kuat sehingga terdengar bunyi suara retakan tulang.


Naga kegelapan kemudiam menyusut kebentui yang sangat kecil, lalu setelah itu hancur menjadi butiran debu.


"Sebenarnya teknik Penyegelan macam apa ini?" Chi Ziran dengan keheranan melihat kehebatan dari penyegelan itu karena mampu mematahkan tulang dari ras naga yang terkenal dengan kekuatan seluruh bagian fisiknya.


"Itu adalah teknik penyegelan yang dimiliki oleh ras Phoenix terdahulu, dan sepertinya teknik itu tidak diajarkan kepada kalian."


"Kenapa?"


"Aku tidak tahu pasti, tapi ada kalanya teknik semacam itu tidak diajarkan untuk mencegah Masalah-masalah yang akan terjadi dimasa depan." Dengan sosok anggunya Chi Nan kemudian menghilangkan segel tersebut.


"Selalu saja ada masalah yang akan terjadi dimasa sekarang atau dimasa depan nanti, jadi perkataan mu untuk mencegah suatu masalah terdengar sangat naif."


"Aku setuju denganmu, tapi berharaplah semoga masa depan akan menjadi lebih baik daripada masa sekarang.


"Baik, sepertinya waktuku telah habis, aku terlalu menggunakan banyak kekuatan untuk menciptakan segel itu, meskipun aku memerlukan bantuanmu untuk mengaktifkanya."


Tubuh Chi Nan kembali menjadi transparan dan tidak lama kemudian secara perlahan terurai menjadi serpihan cahaya.


"Wujudkan lah impianmu untuk membuat kehidupan yang setara dan tanpa diskriminasi, jika kau tidak mampu untuk menwujudkanya, maka serahkan impianmu itu kepada generasi selanjutnya, karena Kau tidak akan pernah bisa mengubah dunia ini hanya seorang diri saja, tidak peduli sekeras apapun usahamu pada akhirnya kau akan membutuhkan sosok lain untuk berjalan bersamamu."


"Selamat tinggal Chi Ziran."


Sosok Chi Nan berubah menjadi serpihan cahaya keseluruhan meninggalkan kristal merah yang berada di dahinya.


Kristal itu masih tetap melayang, lalu secara perlahan masuk kedalam tubuh Chi Ziran.


Chi Ziran yang melihat itu hanya terdiam karena dia mengetahui jika itu merupakan suatu warisan yang diberikan Chi Nan kepadanya.


".............. "


Di tempat Yan Liyan berada...


Argkh!


Argkh!


Teriakan kesakitan dari Dewa kegelapan masih terdengar memilukan, tubuhnya sekarang ini diselimuti okeh elemen yang berbeda-beda.


Semua elemen itu sangat menyiksa bagi tubuhnya apalagi elemen cahaya yang paling menyiksanya.


'Bertahanlah tinggal sebentar lagi.' batinya dengan menguatkan tekat.

__ADS_1


Dewa kegelapan menggertakan giginya berusaha untuk menahan rasa sakit.


Hahahah!


Hahahaha!


"Apa kau senaif itu bocah? Seharusnya kau bisa berpikir jika kau membunuhku bukan berarti semua ini akan berakhir! orang seperti kami akan terus bermunculan selama ketidak adilan masih terus berlanjut di dunia ini!" teriak dewa kegelapan dengan lantang.


"Sudah aku bilang, jika aku tidak akan pernah terpengaruh oleh perkataan mu itu." suara dingin Yan Liyan terdengar. Sekarang ini dia sedang duduk bersilah untuk mengumpulkan Qi bersiap untuk menghadapi kekuatan yang sebenarnya dari dewa kegelapan.


"Walaupun aku tidak mengerti kenapa kau tidak mengeluarkan kekuatan aslimu, tapi sudahlah aku akan menunggumu."


"Kau mengetahuinya ya... kenapa tadi kau tidak membunuhku saja? bukankah dengan keadaanku yang sekarang ini kau bisa membunuhku dengan mudah." Dengan sedikit menahan rasa sakit, dia mencoba berbicara santai.


"Aku tidak sebodoh itu, setelah mengetahui kekuatan lawan, aku tidak ingin bertindak ceroboh. Walaupun kau tetap merasakan rasa sakit kenapa kau terlihat sangat pasrah menerimanya." tanya Yan Liyan keheranan.


"Itu karena...


Krak!


Suara retakan terdengar. Suara retakan itu berasal dari topeng yang dipakai oleh dewa kegelapan, tidak lama kemudian topeng tersebut pecah serta jubah hitam yang dipakainya terlepas. Kemudian terlihat wajah dewa kegelapan yang tampan.


Dengan simbol tengkorak di dahinya, warna mata yang sangat hitam. Matanya membuat seseorang yang melihatnya seperti memandang jurang dalam yang tidak berujung.


"Hmm.. Wajahmu tidak seperti penjahat yang selama ini aku temui. Daripada penjahat, sekilas Kau terlihat mirip seperti Xu Dongjie." gumam Yan Liyan sedikit membuka matanya ketika mendengar suara retakan tadi.


Dia juga tidak menduga jika dia bisa melihat wajah asli dari dewa kegelapan yang selama ini tidak pernah terlihat wajahnya.


Dewa kegelapan yang merasa kekuatanya telah cukup dan merasa akan menang dalam pertarungan melawan Yan Liyan. Dia langsung saja menggigit salah satu rantai sampai putus dan kemudian menarik semua rantai menggunakan kedua tangannya yang telah terlepas.


Delapan roh elemen langsung terhempas karena kalah dalam menghadapi kekuatan dari dewa kegelapan yang telah mengeluarkan kekuatan aslinya.


Delapan roh itu kemudian bangkit dan menyerang Dewa kegelapan, namun dewa kegelapan dapat menghindari dan menangkis serangan mereka dengan mudah meskipun begitu dia tetap berhati-hati pada sosok roh naga cahaya yang terus saja mengincarnya.


Roar!


Dengan menggunakan cakarnya, Singa roh elemen tanah menyerang dewa kegelapan dengan brutal begitupun dengan Phoenix api yang menembakan bola apinya.


Namun semua seranganya dapat ditangkis dengan mudah, bahkan apinya dilahap oleh api hitam yang menyalah membara di tangan dewa kegelapan.


Begitupun dengan binatang roh elemen yang lain, semua serangan mereka tidak dapat mengenai tubuh dewa kegelapan, bahkan mereka terlempar beberapa kali sebelum mereka bangkit dan menyerangnya lagi.


Kiak!


Burung petir kini mengeluarkan petir berwarna merah darah lalu mengarahkan serangan itu dengan brutal. Dewa kegelapan yang ingin menghindar tiba-tiba dari bawah tanah muncul butiran Es serta tanah yang menghisap sedang serpihan es memadat membentuk aray pengurung.

__ADS_1


Ketika petir merah mengenai pelindung yang diciptakan oleh roh Phoenix Es, petir merah itu menyebar lalu terserap ke dalam dan kemudian berputar putar dalam siklus yang sama sehingga hal tersebut membuat dewa kegelapan sebagai pusat dari putaran itu.


Dewa kegelapan yang merasakan serangan petir darah, sedikit meringis kesakitan tapi rasa sakitnya itu tidak bertahan lama. Dia langsung melepaskan diri dari perangakap itu dengan mengeluarkan aura kegelapan yang sangat pekat dari dalam tubuhnya.


Aura itu menghancurkan pelindung es dan membuat sambaran petir darah melemah lalu menghilang. jebakan tanah penghisap juga tidak berpengaruh padanya.


"Aku akan mengurus kalian terlebih dahulu."


Wuss!


Dewa kegelapan menghilang dari tempatnya dengan kecepatan yang luar biasa sehingga hanya meninggalkan bayangan kegelapan.


Boommm!


Seketika terjadi ledakan.


Secara tiba-tiba pula singa dari elemen tanah melesat dan terkapar didalam kawah yang sangat besar.


8 Roh Elemen yang melihat hal tersebut langsung waspada.


Namun seketika Sosok dewa kegelapan muncul dibelakang naga air dan menendang kepalanya hingga melesat terjatuh ke tanah membentuk kawah yang cukup besar.


Kini Giliran burung petir yang terhempas jauh sehingga membuatnya terseret membentuk kawah yang panjang.


Sedangakan Phoenix Es dan api, mereka terlempar ketempat yang sangat jauh.


Mereka semua kemudian melebur menjadi serpihan cahaya lalu melesat menuju kedalam tubuh Yan Liyan.


Ketika dia ingin turun melesat menuju kearah Yan Liyan tiba-tiba saja naga emas bergerak dengan sangat cepat lalu melilitnya dengan sangat kuat.


Naga emas kemudian mengeluarkan seluruh cahayanya, sehingga membuat dewa kegelapan menjerit kesakitan.


"Argkh! sial! aku tidak menyadari keberadaanya!"


Dewa kegelapan yang tidak mau menyerah langsung mengeluarkan aura kegelapan seperti tadi, sehingga membuat cahaya dari naga emas meredup.


Naga emas itu kemudian melebur menjadi serpihan cahaya lalu masuk ke dalam tubuh Yan Liyan mengikuti roh elemen yang lain.


Dewa kegelapan kemudian mendarat di depan Yan Liyan.


"Saatnya pertarungan kita berdua."


"Ya, aku terlalu menguras kekuatan ku untuk mengendalikan roh elemen, sekarang saatnya untuk tubuhku yang akan bergerak."


Yan Liyan berdiri sambil merenggangkan tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2