SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Takdir


__ADS_3

1 Bulan kemudian...


siang hari ... Yan Liyan duduk dibawah pohon rindang yang berada disamping mansion sambil melihat Xiao Yi dan Han Guang yang sedang latih tanding.


Wusss....


trang....


trang....


gerakan antara dua orang kultivator dengan kecepatan tinggi disertai benturan antara dua senjata menggema di halaman mansion.


Xiao Yi tersenyum ketika Han Guang berhasil mengimbanginya pada tingkat kultivasi yang sama dengan Han Guang.


"meskipun aku benci mengakuinya tapi kau sudah berkembang dengan pesat." ucap Xiao Yi.


Han Guang yang mendengar itu hanya tersenyum.


"terimakasih atas pujianmu tapi kau tahu sendiri bukan bagaimana penderitaan yang aku alami untuk menjadi seperti ini." ucap Han Guang.


"hmmm... aku sangat mengetahui apa yang kau maksud tapi itulah konsekuensinya untuk untuk menjadi kultivator dengan kemampuan tinggi bukan.? ucap Xiao Yi.


'lagipula rasa sakit yang kau alami tidak seberapa dengan apa yang pernah aku alami sebelumnya.' batin Xiao Yi.


"um... aku sangat mengetahuinya." ucap Han Guang lalu melesat kearah Xiao Yi dengan pedang ditanganya.


Yan Liyan tersenyum ketika melihat perkembangan dari Han Guang.


selama satu bulan ini Yan Liyan memberikan sumberdaya untuk memperkuat kekutan fisiknya dan tulangnya dan hal itu membuat Han Guang sangat menderita.


Yan Liyan juga mengajari Han Guang untuk menggunakan tehknik dasar Elemen cahaya dengan sempurna.


tidak hanya itu kultivasi dari Han Guang juga meningkat dari rana pertapa ☆1 ke rana pertapa ☆5.


Yan Liyan melarang Han Guang untuk meningkatkan kultivasinya karena dia harus memperkuat pondasi kultivasinya terlebih dahulu.


Han Guang tidak keberatan dengan semua saran dari Yan Liyan karena menurutnya semua yang dikatakan oleh Yan Liyan memang benar.


mulai dari pondasi kultivasinya yang lemah akibat kesalahanya dulu yaitu mengonsumsi sumberdaya secara terus-menerus untuk meningkatkan kultivasinya.


sore harinya.....


Xiao Yi terkapar ditanah dengan wajah kelelahan dan sebuah seruling yang diarahkan oleh Xiao Yi kearah lehernya.


"meskipun kau bisa mengimbangiku dalam hal pertarungan tapi dalam hal stamina untuk saat ini sangat mustahil untuk bisa mengalahkanku ." ucap Xiao Yi.

__ADS_1


"huh... itu tidak adil kau berada dirana pertapa suci tentu saja kau memiliki stamina yang sangat besar." ucap Han Guang.


"kau memang benar hal ini memang tidak adil tapi apa kau bisa berkata seperti itu jika ada musuh yang memiliki kultivasi yang lebih tinggi darimu berhadapan denganmu.? tanya Xiao Yi.


Han Guang yang mendengar pertanyaan dari Xiao Yi hanya terdiam karena apa yang dikatakan oleh Xiao Yi sangatlah benar.


dia tidak tahu apa yang akan terjadi dimasa depan nanti dan dia tidak bisa menentukan rana kultivasi musuh yang harus dia lawan.


Xiao Yi yang melihat Han Guang terdiam hanya tersenyum.


"tentu saja jawabannya kau tidak akan berkata seperti itu bukan..?


"alasanya adalah dunia ini menggunakan hukum rimba, kejadian yang kuat memakan yang lemah sangatlah wajar untuk dilihat, terjadi dan dilakukan ." jelas Xiao Yi pada Han Guang.


Yan Liyan yang mendengar penjelasan dari Xiao Yi pada Han Guang sangat terkejut.


"apa perasaanku saja... akhir-akhir ini dia bersikap dan berkata seperti orang dewasa."


"tidak hanya itu saja dia terlihat lebih menyendiri dan seperti ketakutan akan suatu hal tidak seperti biasanya dia bersikap seperti itu." gumam Yan Liyan keheranan.


Yan Liyan tersenyum ketika melihat Xiao Yi dan Han Guang berjalan kearahnya.


Yan Liyan kemudian mengeluarkan sebuah pedang dalam cincin penyimpananya lalu memberikanya pada Han Guang.


"aku sudah berjanji padamu untuk memberikan pedang ini jika kau sudah menguasai Elemen cahaya yang kau miliki dan sekarang kau sudah menguasainya dengan sempurna meskipun itu hanya dasar-dasarnya saja." ucap Yan Liyan.


"terimakasih tuan."ucap Han Guang.


sedangkan Xiao Yi kebingungan melihat keadaan mansion yang terlihat sangat sepi.


"kakak Liyan dimana yang lain..? tanya Xiao Yi.


"mereka sedang pergi keluar untuk membeli bahan-bahan makanan dan juga membeli apa yang mereka inginkan." jawab Yan Liyan.


Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk.


"beristirahatlah.., kalian berdua sudah berlatih dengan keras." ucap Yan Liyan.


Han Guang hanya mengangguk lalu masuk kedalam mansion sedangkan Xiao Yi masih berdiri didepan Yan Liyan.


"ada apa adik Yi..? tanya Yan Liyan.


"aku hanya ingin bertemu dengan Mei Lin." ucap Xiao Yi.


Yan Liyan yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya.

__ADS_1


"apa kau ingin menanyakan sesuatu padanya.? tanya Yan Liyan.


"um.. kakak Liyan benar aku ingin menanyakan tentang ingatanku lagi padanya." ucap Xiao Yi.


"apa kau mengingat hal yang aneh lagi.? tanya Yan Liyan.


"kau benar kakak Liyan dan juga didalam ingatanku itu aku melihat seorang gadis mirip denganku yang sedang sekarat dan juga tubuhnya penuh dengan darah dan hal itu membuatku sangat takut." ucap Xiao Yi.


Yan Liyan yang mendengar itu akhirnya mengerti kenapa Xiao Yi akhir-akhir ini sangat penyendiri dan terlihat seperti ketakutan akan sesuatu.


"hei adik Yi, kau tidak perlu ketakutan seperti itu lagipulah kau tidak sendirian bukan dan juga aku sudah berjanji untuk melindungimu." ucap Yan Liyan.


"tapi kakak Liyan aku sangat takut jika hal yang aku lihat dalam ingatanku adalah takdir yang akan terjadi padaku suatu saat nanti." ucap Xiao Yi memandang Yan Liyan.


"jika itu memang takdirmu maka kau harus mengubahnya lagipulah rasa takut tidak akan menyelesaikan apapun."ucap Yan Liyan.


"dan jika kau bertanya bagaimana caranya untuk mengubah takdirmu."


"maka jawabannya adalah aku tidak tahu akan hal itu dan hanya kau sendiri yang tahu jawabannya karena pertanyaanmu berhubungan dengan takdirmu sendiri." jawab Yan Liyan.


Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk tanda mengerti.


"sudahlah adik Yi... sebaiknya kau beristirahat dan satu hal yang sangat penting yang harus kau ingat bahwa kau itu tidak sendirian." ucap Yan Liyan sambil tersenyum.


Xiao Yi yang mendengar itu ikut tersenyum.


"terimakasih kakak Liyan." ucap Xiao Yi kemudian berjalan kearah Bing Hua, Yan Lin, Yin Su dan Yin Zu yang baru datang.


"kenapa kalian tidak mengajaku.? ucap Xiao Yi tiba-tiba dengan pandangan yang tajam diarahkan pada mereka.


"kami melihatmu sedang latihan dengan Han Guang jadi kami tidak ingin menganggumu dan lagipula kami membelikan banyak makanan untukmu." ucap Bing sambil menyerahkan makanan yang dibelinya.


Xiao Yi yang mendengar itu hanya tersenyum dan menerima makanan yang dibeli oleh Bing Hua.


"terimakasih kakak Hua, kau memang sangat pengertian tapi lain kali kalian harus mengajaku." ucap Xiao Yi dengan nada mengancam.


Bing Hua yang mendengar itu hanya mengangguk.


"baiklah.. aku mengerti." ucapnya lalu masuk kedalam mansion diikuti oleh Xiao Yi dan yang lain dibelakangnya.


Yan Liyan hanya tersenyum ketika melihat sifat Xiao Yi yang telah kembali normal.


"sistem apa kau tahu penyebab Xiao Yi mengingat hal seperti itu.? tanya Yan Liyan.


[Ding... ada kemungkinan hal itu disebabkan oleh mahkluk yang berada didalam tubuh Xiao Yi yang mempengaruhi pikiranya sehingga dia mengingat hal-hal seperti itu.]

__ADS_1


[Ding... selain itu ada juga kemungkinan lain yaitu hal yang diingat oleh Xiao Yi merupakan kejadian yang terjadi pada masa kehidupanya dulu.]


__ADS_2