
"Baik! Tidak ada lagi yang menawar, maka pemilik dari barang ini adalah ruang VIP nomor 6!" teriak pria tua yang disambut hening oleh banyak orang.
Mereka takut untuk berbicara karena takut jika pembicaraan mereka terdengar oleh tetua sekte naga hitam, yang akan membawa mereka dalam masalah besar.
Sedangkan Yan Liyan tersenyum puas ketika berhasil mempermainkan tetua dari sekte naga hitam.
Yan Liyan memang sengaja memancing emosi mereka agar mendapatkan keuntungan dimasa depan nanti, Ya.. keuntungan itu berupa poin sistem.
"Hehehe, mempermainkan seseorang itu ternyata sangat menyenangkan." gumam Yan Liyan yang baru kali ini merasakan perasaan semacam itu.
Sedangkan di dalam ruang VIp nomor 2 terlihat seorang wanita cantik dengan menggunakan mahkota Kekaisaran dikepalanya yang tampak sangat indah dan elegan yang memancarkan aura pesona yang tinggi.
Wajah oval, warna mata perak dengan sorot mata yang selalu tajam, bibir merah tipis, dan rambut yang terurai serta menggunakan pakaian khusus Kekaisaran yang membuat sosok itu sangat sempurna dan terkesan menakutkan bagi seorang wanita.
Sosok tersebut tidak lain adalah putri Mahkota yang akan memimpin Kekaisaran surgawi dimasa depan nanti yang bernama Biao Qiaolin yang mengambil nama marga ibunya setelah diasingkan beberapa tahun yang lalu oleh keluarganya, lalu setelah itu dia kembali setelah memiliki kekuatan yang luar biasa.
"Pelayan apa kau mengetahui siapa pemuda yang berada di ruang VIP nomor lima itu?" tanya Biao Qiaolin kepada seorang pelayan yang berada di dekatnya.
Pelayan itu menggeleng dengan ekpresi ketakutan, dia sudah lebih dari satu minggu menjadi pelayan tuanya itu dan dia juga melihat setiap hal kejam yang dilakukan oleh Biao Qiaolin.
Dia akan menghukum dan menyiksa dengan sangat kejam semua perajurit yang berani melawan perintahnya.
Pelayan itu hampir setiap hari melihatnya dengan jelas yang membuatnya muntah dan tidak bisa tidur karena memikirkan semua tindakan tuanya.
Sungguh merupakan siksaan yang sangat berat ketika dia disuruh menjadi pelayan dari sosok kejam ini.
Pelayan itu menelan salivanya lalu menunduk kepada Biao Qiaolin.
"Aku tidak mengetahuinya yang Mulia."
ucapnya dengan seluruh tubuh gemetaran, saat itulah pelayan itu berpikir jika ini merupakan saat terakhir dalam hidupnya.
Namun pikiran pelayan itu ternyata salah setelah beberapa menit kemudian tidak terjadi apa-apa pada dirinya.
"Keluar dan selidiki sosok pemuda yang berad adik ruangan VIP nomor lima itu!" ucap dingin dari Biao Qiaolin memerintah pelayan tersebut.
Pelayan itu langsung bergegas keluar dari ruang VIp untuk melakukan perintah dari tuanya, karena baginya berada jauh dari tuanya merupakan hal yang membuatnya merasa lega karena terbebas dari ancaman kematian daripada setiap saat berada di dekat tuanya.
".......... "
Sedangkan di ruangan lain dimana tempat Xue Jia dan Bing Hua berada.
__ADS_1
Xue Jia yang mendengar suara suara sosok pemuda dari ruangan VIP nomor 5 langsung mengetahui jika itu merupakan Yan Liyan.
"Dia selalu saja berbuat seenaknya, tanpa sadar dia akan berada dalam bahaya saat ini.. dasar bodoh!" Xue Jia berdecak kesal dengan tindakan Yan Liyan yang sembrono karena menyinggung tetua dari sekte naga hitam.
"Yan Liyan?" gumam Bing Hua yang kali ini jelas sekali dia mendengar dan dapat mengetahui jika suara itu merupakan milik dari kekasihnya.
"Eh, Apa kau mengenalinya?" Xue Jia semakin terkejut lagi mendengar Bing Hua mengenal Yan Liyan.
"Ya, Dia adalah Kekasihku." ucap Bing Hua dengan polosnya, karena dia sangat percaya dengan Xue Jia sosok yang merupakan sepupunya.
Deg!
"Kekasih? Tapi kau berasal dari alam tingkat tinggi bukan? bagaimana mungkin kau..
Xue Jia semakin tidak paham dengan apa yang sebenarnya terjadi. Menurutnya, jika Yan Liyan mempunyai seorang kekasih, maka kemungkinan besar kekasihnya itu merupakan murid sekte teratai beku yang sangat beruntung mempunyai kekasih seperti Yan Liyan, tapi mendengar perkataan dari Bing Hua tadi membuat Xue Jia sangat keheranan.
" Ya, itu memang benar dan juga kami berasal dari alam yang sama, namun kami terpisah karena hisapan dari energi kuat yang ada di ruang Primodial."
Bing Hua kemudian menjelaskan semuanya secara lengkap kepda Xue Jia bagaimana mereka terpisah termasuk dengan 3 saudarinya.
Ekspresi Xue Jia selalu berubah-ubah ketika mendengar cerita dari Bing Hua dan pada akhirnya Xue Jia mengerti jika selama ini dia telah dibohongi oleh Yan Liyan yang berpura-pura sebagai murid elit sekte Teratai Beku.
Xue Jia tidak ingin jika Bing Hua berurusan dengan sekte naag hitam dan dia juga ingin melihat bagaimana Yan Liyan dapat menghadapi tetua sekte naga hitam nantinya.
"Dia memang seperti itu." gumam Bing Hua dan mengangguk pertanda setuju dengan saran Xue Jia. Bing Hua sangat yakin jika kekasihnya dapat mengalahkan sosok tetua naga hitam.
".......... "
Pelelangan kemudian dilanjutkan lagi dan satu persatu barang-barang berharga dikeluarkan dan sebagian barang-barang itu dibeli oleh Biao Qiaolin.
Sekte naga hitam hanya mendapat tanaman herbak langka saja karena sisia uang yang mereka bawah tinggal sedikit setelalah membeli saru botol giok kecil air kehidupan dengan harga 100.000 baru Kuno tingkat menengah.
Sedangkan para ketua lima sekte aliran putih juga mendapat barang-barang yang mereka inginkan kecuali Xue Yongheng dan Rui yang sama sekali tidak berniat untuk membeli apa pun.
Xue Yongheng sendiri mendengar jika anaknya mendapatkan barang yang dia inginkan membuatnya sangat bahagia.
Begitupun dengan Rui yang mendengar cucunya juga mendapat barang yang bagus untuk seorang penyihir.
Xue Jia mendapatkan senjata pedang dengan elemen es yang dia tawar dengan harga sangat tinggi sampai 200.000 Batu Kuno tingkat menengah.
Sebenarnya Xue Jia tidak mempunyai uang sebanyak itu namun dibantu oleh Bing Hua karena dia mempunyai uang yang sangat banyak.
__ADS_1
Bing Hua sendiri tidak membeli apa-apa karena tidak ada barang lelang yang membuat tertarik, sumberdaya yang menurut mereka langkah dan dilelang dengan harga tinggi merupakan sumberdaya yang sering dia konsumsi untuk meningkatkan kekuatanya.
Begitu halnya dengan Yan Liyan. Dia hanya membeli sisik Qilin emas karena tertarik untuk menempanya menjadi barang berharga.
Xue Jia sendiri merasa malu karena tadinya dia begitu percaya dirinya menyuruh Bing Hua untuk membeli apa yang dia inginkan dan dia akan membayarnya dan sekarang malah kebalikannya, sehingga hal itu membuat Xue Jia malu berbicara dengan Bing Hua.
Bing Hua tersenyum karena mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh Xue Jia.
"........... "
"Baiklah! Pelelangan hari ini telah selesai! Terima kasih atas kerja sama kalian dan sampai jumpa 10 tahun kedepan!"
ucap ketua Kepala Asosiasi Alchemist dengan lantang sambil tersenyum karena semuanya berjalan dengan lancar meskipun tadi ada sedikit gangguan. Namun itu tidak menimbulkan keributan besar dan akan membuat mereka rugi.
Yan Liyan sendiri langsung keluar dari gedung alchemist dan berjalan menyusuri jalan umum dengan santainya.
Sebenarnya dari tadi dia telah merasakan keberadaan Bing Hua bersama dengan Xue Jia. Namun Yan Liyan berpikir untuk menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu sebelum bertemu dengan kekasihnya.
Disaat Yan Liyan berjalan, Dia merasakan banyak sekali keberadaan yang mengikutinya dan kekuatan mereka berada di tanah Jendeal dewa tingkat Gakaxy dan tingkat semesta
Yan Liyan kemudian melesat mengiring mereka untuk keluar dari kota sehingga dia bebas mengabisi mereka disana.
"........ "
"Apa kau melihat Yan Liyan?" Ran bertanya pada Xue Jia karena tadi dia telah menunggu di luar bersama dengan gurunya setelah pelelangan selesai namun mereka beluk melihat Yan Liyan keluar juga.
Bing Hua yang berada di dekat Xue Jia tersenyum kecut ketika melihat sosok gadis yang menanyakan keberadaan Yan Liyan.
'Jika ada Jiu Wei disini, Aku yakin gadis kecil itu tidak akan berani mendekati dan menanyakan Yan Liyan lagi.' batin Bing Hua yang menduga jika Ran menyukai Yan Liyan.
Sedangkan Xue Jia menggeleng mendengar pertanyaan Ran.
"Aku juga tidak tahu, tapi kau harusnya mengetahui apa yang akan terjadi padanya setelah dia menyinggung sekte naga hitam."
Ran yang mendengar itu langsung tersadar jika Yan Liyan berada dalam bahaya saat ini.
"Guru?
Dimana kau guru!"
Teriak Ran yang menyadari jika guru yang tadi berada di dekatnya, kini menghilang entah kemana.
__ADS_1