
setelah mengurus orang yang bertarung dengan Wu Qing tadi, Yan Liyan di ajak oleh Wu Qing untuk pergi kesuatu taman dengan pemandangan yang indah disekitarnya.
"walaupun aku tidak mengetahui apa tujuanmu datang membantu kami tapi aku tidak merasakan adanya niat buruk darimu." Wu Qing mengeluarkan sebuah teko dalam cincin penyimpananya.
"aku yang seharusnya kebingungan denganmu pak tua jika kau memiliki kemampuan seperti dapat merasakan niat jahat dari seseorang kenapa bisa ada penghianat di dalam organisasi kabut dingin." Yan Liyan mengeluarkan secangkir teh dalam cincin penyimpananya.
"itu... ceritanya sangat panjang dan juga aku tidak ingin membahas seorang penghianat busuk sepertinya." Wu Qing menuangkan teh dalam teko kecangkir Yan Liyan.
"oh... benarkah.. sepertinya kau sangat membenci orang tadi." Yan Liyan melihat teh yang dituangkan oleh Wu Qing.
"apa kau tidak keberatan menceritakan tentang asal usul organisasi kabut dingin ini bisa terbentuk..?
"kenapa kau ingin tahu tentang itu anak muda..?"
Wu Qing balik bertanya meskipun dia tidak merasakan niat tertentu dari Yan Liyan tetap saja Wu Qing kebingungan kenapa Yan Liyan ingin mengetahui tentang hal itu.
"tidak ada alasan khusus aku hanya ingin tahu saja tidak lebih dari itu." ucap Yan Liyan yang membuat Wu Qing tersenyum tipis.
"baiklah aku tidak keberatan menceritakanya padamu dan entah kenapa aku sangat percaya padamu anak muda apa kau punya artefak khusus yang dapat mempengaruhi pikiran seseorang." ucap Wu Qing.
Yan Liyan tersenyum masam ketika mendengar ucapan Wu Qing.
"jika kau tidak ingin menceritakanya padaku maka jangan menuduhku yang bukan-bukan pak tua lagipula aku tidak akan memaksamu untuk menceritakanya." Yan Liyan memegang cangkir yang berisi teh lalu memandang teh itu lekat-lekat.
"apa teh ini tidak beracun... jujur saja aku tidak suka dengan orang yang sangat licik." gumam Yan Liyan tersenyum tipis.
"hahaha..!!! anak muda walaupun aku tidak mengenalmu tapi tetap saja kau telah membantu kami dan aku tahu bagaimana caranya balas budi." Wu Qing kemudian meminum teh yang ada diteko itu terlebih dahulu untuk membuktikan jika teh itu tidak beracun.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum tipis.
"aku tahu hanya saja aku menantikan kata-kata itu keluar darimu." Yan Liyan kemudian meminum teh itu.
__ADS_1
"lupakan hal itu kita langsung saja ke alasan kenapa kau membantu kami kalau tidak salah tadi kau berbicara tentang sekutu." ucap Wu Qing dengan ekspresi serius karena menurutnya ini bukan hal yang kecil.
"hmmm.... aku ingin bersekutu denganmu untuk merebut wilayah yang diperebutkan oleh 2 kekaisaran akhir-akhir ini." ucap Yan Liyan yang membuat Wu Qing menjadi sangat serius.
"apa maksudmu wilayah yang dipenuhi oleh sumberdaya dan tambang batu Qi itu..?"
"ya.. kau benar wilayah itu yang aku maksud jadi aku ingin mengajakmu bersekutu untuk merebut wilayah itu."
"lagipulah apa kalian tidak bosan bersembunyi di dalam hutan kabut dingin yang sangat sunyi ini bahkan aku tidak tahu tujuan kalian sebenarnya." Yan Liyan masih kebingungan dengan organisasi kabut dingin ini.
"apakah ada jaminan jika kita bisa mengalahkan dua kekaisaran jika mereka bersekutu melawan kita."
"kami memang tidak ingin tinggal di tempat seperti ini tapi kami juga tidak ingin mati bunuh diri bukan..?"
Wu Qing keheranan dengan orang didepanya mencoba memancing kemarahan dua kekaisaran bukankah itu sama saja dengan bunuh diri.
"tenang saja... aku mempunyai rencana untuk itu tapi jika kau tidak ingin menerima penawaranku tidak mengapa."
"tapi pikirkan hal ini dengan baik karena kesempatan seperti ini tidak akan pernah datang untuk yang ke dua kalinya." Yan Liyan kemudian berdiri untuk beranjak dari tempat itu.
Yan Liyan tersenyum tipis lalu menoleh kebelakang.
"ada apa pak tua apa sekarang kau setuju dengan ajakanku untuk merebut wilayah itu."
"sebenarnya aku tidak sepenuhnya setuju denganmu tapi aku akan mengirim setengah dari anggota organisasi kabut dingin untuk membantumu untuk merebut wilayah itu, anggap saja ini sebagai balasan atas bantuanmu tadi." ucap Wu Qing.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"aku hargai itu.. aku akan mengabarimu jika waktunya telah tiba dan soal aray pelindung ilusi yang telah aku hancurkan tadi aku akan menggantinya dengan yang baru."
Yan Liyan kemudian menghilang dari tempat itu meninggalkan Wu Qing yang kebingungan.
__ADS_1
"aku baru menyadari tentang aray itu bagaimana bisa dia menembus aray ilusi tanpa izin dariku." gumam Wu Qing.
setelah Yan Liyan keluar dari markas dan memperbaiki aray yang dia hancurkan tadi dia melihat kearah pohon tinggi dan melihat dua orang dengan pakaian seperti mata-mata sedang memperhatikannya dari tadi.
Yan Liyan yang menyadari itu hanya tersenyum lalu memandang dua orang itu dengan maksud tertentu.
dua mata-mata yang mengerti maksud dari Yan Liyan hanya mengangguk lalu menghilang dari tempat itu.
"............"
sedangkan didalam kekaisaran Ling terlihat dua orang mata-mata sedang berdiri dalam kegelapan menghadap seorang pria tua yang duduk diatas singgasana yang mewah.
"organisasi kabut dingin telah dimusnahkan dan Wu Sheng yang kaisar suruh untuk menghancurkan organisasi itu telah menguasai markas mereka." ucap salah satu mata-mata dengan suara berat seperti seorang pria.
pria tua yang mendengar itu hanya tersenyum tipis.
"beritahu Wu Sheng agar dia mengirimkan bantuan disaat kekaisaran Ling berperang dengan kekaisaran Xia."
"dan kau pantau seluruh wilayah kekaisaran Ling jika kau melihat seseorang dengan gerak gerik mencurigakan segera lenyapkan dia kemungkinan besar dia adalah mata-mata musuh." printah pria tua itu pada salah satu mata-mata.
kedua mata-mata itu hanya mengangguk lalu menghilang dari tempat itu.
"dengan begini aku akan dengan mudah untuk mengalahkan kekaisaran Xia lalu menguasai wilayah yang penuh akan sumberdaya itu." gumam pria tua itu dengan senyuman sinis.
sedangkan diluar wilayah istana kekaisaran dua mata-mata yang tidak lain adalah Ling Bing Hua dan Yin Zu berhenti sejenak untuk beristirahat.
"cih... aku tidak menyangka menjadi mata-mata itu akan sesulit ini apa lagi orang yang menyuruh kita adalah orang seperti dia." ucap Yin Zu dengan kesal.
"tenanglah lagipulah tugas yang diberikan tuan hanya sementara jadi lakukan saja." Bing Hua mencoba menenangkan Yin Zu yang kesal pada pria tua tadi.
"ya... aku tahu itu.., tapi tetap saja orang tadi itu sangat menyebalkan."
__ADS_1
"selesaikan ini dengan cepat." gumam Yin Zu kemudian melesat memisahkan diri dari Bing Hua untuk melakukan tugas diberikan padanya tadi.
Bing Hua yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya lalu menghilangkan dari tempat itu.