
2 hari kini berlalu....
Yan Liyan Dan Bing Hua sedang berjalan menyusuri hutan yang tampak sangat sunyi.
Yan Liyan juga, telah menceritakan semua yang terjadi pada saat Bing Hua pingsan. dan tentang semua hal yang dia tahu mengenai Xiao Yi dan yang lainya.
Bing Hua yang mendengar cerita dari Yan Liyan, merasa sangat kecewa pada Xiao Yi dan yang lainnya. Bing Hua bahkan, tidak menyangka jika Xiao Yi dan yang lain akan bersikap tidak tahu terimakasih seperti itu pada Yan Liyan.
Dan pada akhirnya, Bing Hua hanya mengikuti Yan Liyan dalam diam. dan mencoba untuk memikirkan arti dari perkataan Xiao Yi kemarin.
"Kenapa Dia memangilku dengan sebutan, Putri?"gumamnya
"Bukankah itu benar, ingatlah asal usul mu?"
Bing Hua agak terkejut ketika mendengar ucapan dari Jiu Wei, yang sekarang ini berada di bahunya.
"Aku memang putri dari keluarga Bing, tapi apakah itu merupakan alasan Xiao Yi memanggilku dengan sebutan Putri?" Bing Hua agak ragu dengan pendapat Jiu Wei.
Karena jika Xiao Yi menganggapnya seperti itu. kenapa dari awal, Xiao Yi tidak memanggil Bing Hua dengan sebutan Putri?
"Entahlah, Sebenarnya aku juga sangat ragu dengan pendapat ku tadi." Jiu Wei kemudian melihat ke arah Yan Liyan yang berada tidak di depannya.
"Lihatlah! Dia seperti mayat Hidup, Aku juga merasa sangat kasihan padanya." Jiu berbisik pelan pada Bing Hua.
Bing Hua mengangguk, dilihat dari ekspresi wajah Yan Liyan. memang terlihat berbeda dari biasanya.
Bing Hua juga sangat mengerti dengan apa yang saat ini dirasakan oleh Yan Liyan.
"Hm.. Aku pikir, disaat seperti itulah seseorang membutuhkan kasih sayang dari orang terdekat. untuk membuatnya tenang dan sekaligus mepunyai tujuan Hidup yang baru." Ucap Jiu Wei terlihat sok Bijak.
"Jadi..! Apa Yang harus Aku lakukan?" Bing Hua nampak dengan kebingungan dengan maksud dari perkataan Jiu Wei.
"Cih... Apa kau tidak mengerti! Setidaknya kau harus memberikan sebuah pelukan padanya, Apa Kau tahu? pelukan dari orang terdekat, dapat membuat seseorang menjadi tenang dan merasa terlindungi."
Bing Hua sangat terkejut ketika mendengar ucapan dari Jiu Wei.
"Pelukan? kau tidak bercanda bukan? apa tidak ada cara lain, selain itu? jujur saja, aku belum pernah melakukan hal itu dengan siapapun selain Ibu Ku."
Ucap Bing Hua dengan ekspresi sulit untuk diartikan, Dia juga tidak menyangka jika Jiu Wei akan berbicara seperti itu.
"Baiklah, jika seperti itu, maka Biarkan saja tuan menjadi dingin dan tanpa ekspresi." ucap Jiu Wei seolah tidak peduli.
Bing Hua yang mendengar itu hanya terdiam. memikirkan dengan baik perkataan dari Jiu Wei, kemudian Bing Hua menguatkan tekat lalu berjalan cepat menuju kearah Yan Liyan.
"Sebaiknya jangan lakukan hal itu!" suara dingin dari Mei Lin menghentikan langkah dari Bing Hua.
"Saat ini Keadaan Tuan sekarang masih sangat baik-baik saja, tidak seperti yang kau pikirkan." ucap Mei Lin yang tiba-tiba mendarat di bahu kanan Bing Hua.
__ADS_1
Mei Lin kemudian memandang tajam Jiu Wei.
"Berhentilah! memengaruhi gadis polos ini! Jiu Wei."
"Hei... perkataan ku tadi tidak salah! dan siapa tahu jika dia melakukanya, maka perasaan tuan akan menjadi lebih baik." ucap Jiu Wei membela diri.
Sedangkan Bing Hua hanya terdiam, dengan muka yang memerah.
Dia tidak bisa membayangkan jika saja Mei Lin tidak menghentikanya.
Berbeda dengan Yan Liyan, yang masih menyebarkan aura miliknya untuk merasakan aura kehidupan dari suatu mahkluk hidup kuat yang mungkin saja berada di dekat mereka.
karena menurut pemberitahuan sistemnya jika dimensi tempat mereka berada saat ini merupakan dimensi hutan kuno, sehingga membuat Yan Liyan sangat waspada dengan keadaan di sekitarnya.
Sebenarnya Yan Liyan juga mendengar pembicaraan tiga sosok di belakangnya, tapi Dia hanya mengabaikan mereka.
Setelah lama berjalan....
Yan Liyan tiba-tiba merasakan aura kehidupan dari suatu mahkluk, berada tidak jauh dari tempat mereka berada saat ini.
Yan Liyan menoleh kearah Bing Hua.
"Tetaplah,Di belakang ku!"
"Tapi...
karena yang tidak ingin membuat marah tuanya
Yan Liyan lalu melesat menuju kearah tempat dimana aura itu berada, diikuti oleh Bing Hua dibelakangnya.
Sesampainya mereka Di tempat aura itu berada...
Yan Liyan melihat ular besar berwarna hitam legam, tampak ular itu sedang tertidur melakukan hibernasi panjang.
"Ular Iblis." ucap Mei Lin dan Jiu Wei secara bersamaan.
"Ular Iblis?" gumam Yan Liyan kebingungan karena dia baru pertama kali mendengar nama binatang itu.
"Ya... dia merupakan salah satu binatang iblis, seperti gagak kutukan kematian yang telah terkontaminasi oleh energi iblis." ucap Mei Lin.
"Sebaiknya, tuan berhati-hati! karena Binatang ular iblis ini setara dengan kekuatan raja iblis. dan juga, jangan sampai Tuan terkena racun dari ular itu." kali ini Jiu Wei yang memperingatkan Yan Liyan.
Sungguh sangat ceroboh jika saja, Yan Liyan meremehkan ular tersebut. hal itu di sebabkan racun dari ular iblis sangatlah berbahaya, bahkan bisa membunuh seorang kultivator yang memiliki tingkat kultivasi yang berada jauh diatasnya.
Yan Liyan mengangguk, ketika mendengar peringatan dari Mei Lin dan Jiu Wei.
Yan Liyan lalu mengeluarkan busur kegelapan dari dalam cincin penyimpananya, lalu Menarik tali busur kegelapan, sehingga terbentuk sebuah anak panah.
__ADS_1
Yan Liyan kemudian mengalirkan sedikit Qi pada busur nya sehingga membuat anak panah itu semakin membesar, dan juga energi kegelapan semakin berkobar pada anak panah itu.
Yan Liyan lalu membidik ular itu pada bagian kepala....
Wusss.....
Anak panah itu melesat dengan sangat cepat menuju kearah ular itu, ketika Yan Liyan melepaskan anak panah kegelapan.
Boomm........
Anak panah itu mengenai telak ular Iblis ..
Ssstts.....
Ular itu mendesis ketika anak panah itu tiba-tiba mengenai tubuhnya, darah berwarna hitam mengalir dari luka yang disebabkan oleh anak panah yang mengenai kepalanya.
Ular itu juga sangat marah karena tidurnya di ganggu.
Di saat Dia ingin melihat siapa yang melakukan hal itu padanya, secara tiba-tiba anak panah lagi melesat dan mengenai telak kepalanya.
Boomm.....
Terjadi ledakan besar lagi, dan kali ini. anak panah itu menembus kepala Ular iblis dan memakukanya ditanah, sehingga membuat ular itu langsung mati seketika.
Yan Liyan tersenyum tipis ketika melihat itu, dan menoleh kearah Mei Lin dan Jiu Wei.
"Aku tidak pernah bilang jika Aku akan menyerangnya dari jarak dekat bukan?" ucap Yan Liyan sambil tersenyum tipis.
"Cih.... ini sangat curang." ucap Jiu Wei.
"Entah kenapa, tadi Aku sangat menyesal menjelaskan tentang ular iblis itu padamu." Mei Lin ikut menanggapi.
[Ding.... Selamat tuan, Anda mendapatkan 2M poin sistem dan 20 M poin pengalaman.]
[Ding... selamat tuan, anda telah menerobos kerana Elemen ☆2]
Yan Liyan tersenyum ketika mendengar pemberitahuan sistemnya, walaupun hanya naik satu tingkat tapi ini sudah cukup lumayan.
Yan Liyan lalu menoleh kearah Bing Hua.
"Ikuti aku! Aku merasakan aura yang sama dengan ular ini disana." Yan Liyan lalu mengeluarkan armor pelindung dan memberikanya pada Bing Hua.
"Kau boleh Membantuku, jika kau memakai baju Zira itu." ucap Yan Liyan.
Bing Hua hanya mengangguk, mengerti dengan maksud tuanya, Dia juga tidak ingin menyusahkan tuanya jika Dia terluka nanti.
Kemudian mereka pergi menuju ke arah tempat aura yang sama dengan ular iblis itu berada.
__ADS_1