SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Akibat Dari Keserakahan


__ADS_3

sesampainya Xiao Yi ditengah colosseum dia melihat Yan Qiu dengan senyuman sinis.


sedangkan Yan Qiu melihat Xiao Yi dengan tatapan menjijikkan.


"hei gadis manis aku tidak akan menyakitimu jika kau bersedia...


sebelum ucapan dari Yan Qiu selesai Xiao Yi mengeluarkan belati sunyi di dalam cincin penyimpananya lalu melesat kearah Yan Qiu.


Yan Qiu yang melihat itu tidak tinggal diam dia mengeluarkan pedangnya lalu mengalirkan Qi nya kepedang itu sehin pedang itu diselimuti oleh api yang membara.


trang....


belati dan pedang saling berbenturan.


Xiao Yi mengalirkan Qi nya kebelati sehingga belati itu mengeluarkan aura hitam tipis.


trang....


seketika api yang menyelimuti pedang dari Yan Qiu menghilang ketika berbenturan dengan belati dari Xiao Yi.


Xiao Yi yang melihat itu langsung mengarahkan belatinya kearah jantung Yan Qiu.


Yan Qiu yang melihat itu menangkis menggunakan pedangnya.


Krak.....


muncul retakan tipis dipedang Yan Qiu.


Yan Qiu yang melihat itu terkejut.


'bagaimana bisa pedang tingkat berlianku bisa retak.'


'mungkinkah senjata yang dia gunakan lebih tinggi dariku.' pikir Yan Qiu sambil melihat belati dari Xiao Yi dengan serakah.


Yan Qiu langsung mundur kebelakang.


"serahkan senjata belati yang ada ditanganmu maka aku akan mengalahkanmu tanpa rasa sakit." ucap Yan Qiu.


Xiao Yi yang mendengar itu hanya tertawa kecil.


"baikla ambilah belati ini." ucapnya dengan wajah polos sambil melemparkan belati itu dengan keras kearah Yan Qiu.


'dasar bodoh dan tidak tahu diri.' batin Xiao Yi.


Yan Qiu langsung menangkisnya menggunakan pedangnya.


trang...


belati itu jatu ketanah.


Yan Qiu yang melihat itu tersenyum tipis lalu mengambil belati itu.


ketika tanganya menyentuh belati itu muncul asap hitam dari belati dan menyerap esensi kehidupan dari Yan Qiu.


Yan Qiu langsung melepaskan belati itu tapi belati sama sekali tidak terlepas dan tetap menyerap esensi kehidupanya.


argkh... teriak Yan Qiu kesakitan.


Xiao Yi yang melihat itu tersenyum sinis.

__ADS_1


"itu adalah akibat keserakahanmu sendiri." gumam Xiao Yi.


sedangkan orang tua rentah yang berada ditengah Coloseum melihat keadaan dari Yan Qiu menatap Xiao Yi.


"aku tidak tahu tehknik apa yang kau gunakan padanya tapi jika kau tidak menghentikanya maka dia akan mati dan kau akan dikeluarkan dalam turnamen dan menjadi musuh keluarga Yan." ucap pria tua rentah itu.


sedangkan Xiao Yi yang mendengar itu hanya diam tidak memperdulikan ucapan peringatan pria tua itu.


'jika dia mati hal itu memang tujuanku.'


'kalau aku dikeluarkan memangnya apa peduliku dengan turnamen ini.'


'menjadi musuh keluarga Yan.? sebentar lagi aku akan melawan keluarga itu bahkan ditambah keluarga Mo dan sekte iblis.'


'aku bahkan tidak sabar menunggu saat hal itu terjadi agar kultivasiku meningkat dengan cepat.' batin Xiao Yi sambil mendengar teriakan kesakitan dari Yan Qiu yang menjadi kesenangan tersendiri menurutnya.


sedangkan pria tua itu menjadi sangat kesal dengan diamnya dari Xiao Yi.


"aku bilang hentikan.! perintah pria tua itu.


Xiao Yi tetap diam.


"tehknik belati sunyi, tehknik pertama. penyerap kehidupan."


muncul asap hitam tebal dibelati sunyi yang berada dipegangan Yan Qiu dan semakin menyerap aura kehidupanya dengan cepat.


Wusss.....


Argkh......


teriakan kesakitan yang mendalam dari Yan Qiu yang membuat penonton yang menyaksikan hal itu merinding ketakutan.


"entahlah tapi mungkin dia memiliki suatu dendam pada peserta keluarga Yan dan juga sepertinya dia memiliki hubungan dengan matriak sekte Es." bisik-bisik para penonton.


sedangkan kepala keluarga Yan yang melihat itu menjadi marah.


"maaf kaisar jika hamba lancang tapi saya harus menyelamatkan jenius dari keluarga saya." ucapnya melesat kearah Yan Qiu setelah melihat kaisar mengangguk.


Yan Sui mengalirkan Qi nya kedalam tubuh Yan Qiu untuk melepaskan belati yang melekat ditanganya.


Xiao Yi yang melihat Yan Sui datang untuk menyelamatkan Yan Qiu hanya tersenyum.


"sia-sia." gumamnya.


tidak lama kemudian...


Yan Sui sudah kehabisan akal untuk melepaskan belati itu lalu dia melihat kearah Xiao Yi.


"lepaskan tehknik yang kau gunakan padanya.! atau kau akan menjadi musuh dari keluarga Yan." teriak Yan Sui.


"aku tidak peduli." ucap Xiao Yi.


Yan Sui yang mendengar hal itu menjadi marah.


"beraninya kau..." teriak Yan Sui.


wusss....


Yan Sui melesat kearah Xiao Yi yang tiba-tiba dihalangi oleh Yan Liyan dan Yin Su.

__ADS_1


Yan Sui langsung menghentikan langkahnya ketika melihat matriak sekte Es dan anak muda yang dianggap muridnya menghalanginya.


"cih...sungguh memalukan tua Bangka sepertimu menyerang anak kecil." ucap Yin Su.


sedangkan Yan Liyan melihat kearah Xiao Yi.


"kerja bagus, sekarang selesaikan dengan cepat.! ucap Yan Liyan.


Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk.


"baik kakak Liyan."


asap dibelati bertambah semakin pekat dan tebal.


argkh......


argkh......


teriak Yan Qiu yang tubuhnya sudah mengering dan hanya menyisakan tulang belulangnya saja.


para penonton yang melihat hal itu hanya diam dengan tatapan ngeri pada Xiao Yi.


Yan Sui yang melihat keadaan dari Yan Qiu bertambah marah dan ingin membunuh Xiao Yi.


tapi sebelum melakukanya muncul Mo Lang dibelakangnya dan menepuk punggungnya.


"ingatlah rencana kita, jika kau ingin balas dendam pada mereka maka balaskan pada saat kita melakukan penyerangan disekte Es." ucap Mo Lang dengan Pelan.


Yan Liyan yang mendengar ucapan dari Mo Lang hanya terkekeh.


'bicaralah sesuka kalian untuk sekarang sebelum kalian menjadi poin sistemku.' batin Yan Liyan tersenyum sinis.


Yan Sui yang mendengar perkataan dari Mo Lang hanya mengangguk dan kembali ketempat duduknya dengan ekspresi penuh amarah.


'akan sulit untuk menjelaskan hal ini pada tetua pertama jika mengetahui anaknya telah mati dibunuh oleh peserta dari sekte Es.' batin Yan Sui.


orang tua rentah yang bertugas menjadi wasit hanya menghela nafas menahan amarah.


"baiklah karena peserta dari sekte Es melanggar peraturan yaitu maka peserta yang bernama Liyan dan Xiao akan dikeluarkan." ucap pria tua rentah itu.


Xiao Yi yang mendengar itu ingin protes karena Yan Liyan ikut dikeluarkan tapi ditahan oleh Yan Liyan.


"sudahlah adik Yi lagipula aku tidak peduli dengan turnamen ini dan bukankan kita masih ada Bing Hua." ucap Yan Liyan menenangkan Xiao Yi.


Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk.


"maafkan aku kakak Liyan." ucapnya dengan kepala menunduk merasa bersalah.


"tidak perlu dipikirkan adik Yi." ucap Yan Liyan mengelus kepala Xiao Yi agar menghilangkan rasa bersalah Xiao Yi.


Yin Su yang melihat tingkah laku dan sifat berbeda dari Xiao Yi hanya tersenyum.


'bagaimana bocah itu mendapakan adik yang memiliki sifat seperti itu.' batin Yin Su yang masi mengingat penyiksaan yang dilakukan oleh Xiao Yi pada Yan Qiu dalam pertandingan tadi.


"dikarenakan peserta lain mengundurkan diri maka hanya menyisakan dua peserta yang bernama Hua dan tuan muda keluarga Du yaitu Du Shan." ucap pria tua itu.


Bing Hua yang sudah mengerti akan hal itu langsung melesat ketengah Colosseum dan diikuti oleh Du Shan.


"hei kakak Liyan bukankah Bing Hua juga dianggap dari sekte Es lalu kenapa kita berdua dikeluarkan sedangkan dia tidak.? tanya Xiao Yi.

__ADS_1


"entahlah adik Yi mungkin pria tua itu hanya membeci kita berdua." jawab Yan Liyan.


__ADS_2