SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Tugas Yang Belum Diselesaikan


__ADS_3

"Ya, sebaiknya kita akhiri ini dengan cepat." Dewa kegelapan menatap Yan Liyan dengan tatapan iblis dan niat membunuh.


Setelah itu tanpa basa-basi Dewa kegelapan melesat dengan gerakan yang sangat cepat menuju kearah Yan Liyan.


Dengan pedang kematian ditangannya. Dewa kegelapan mengarahkan pedangnya keleher Yan Liyan dengan gerakan menebas.


Yan Liyan yang menyadari serangan itu langsung membukuk untuk menghindari serangan dari dewa kegelapan.


Yan Liyan yang melihat celah pada pertahanan Dewa kegelapan yang melemah langsung memanfaatkan hal itu dengan menyerang bagian perutnya.


Trang!


Suara dentingan antara dua pedang terdengar ketika dewa kegelapan menangkis serangan Yan Liyan menggunakan pedangnya.


Aura kegelapan dan cahaya saling berbenturan yang mengakibatkan retakan pada tanah ditempat itu, retakan itu semakin membesar seiring semakin kuat nya benturan kedua aura dari elemen yang berlawanan.


Wuss!


Yan Liyan yang menyadari jika hal itu tidak akan habisnya langsung mundur untuk memikirkan rencana selanjutnya agar dapat mengalahkan lawanya itu.


Begitupun Dewa kegelapan. Dia juga ikut mundur.


"Sepertinya, aku terlalu meremehkan kekuatan dari bocah ini."


Gumam Dewa kegelapan ketika merasakan besarnya kekuatan yang dimiliki oleh Yan Liyan.


Sedangkan Yan Liyan sendiri langsung membuat segel tangan.


"Teknik Pelindung Alam! Dewi kehidupan."


Aura kehidupan yang sangat pekat keluar dalam tubuh Yan Liyan, aura kehidupan itu kemudian berkumpul pada satu titik membentuk siluet perempuan yang sangatcantik.


Siluet perempuan itu mempunyai mahkota yang terbuat dari kristal yang sangat langkah, tidak hanya itu saja muncul pohon kehidupan di samping perempuan itu.


"I-Ini teknik ras elf! Bagaimana mungkin dia menggunakan teknik semacam itu." ucap dewa kegelapan yang sangat terkejut ketika Yan Liyan dapat menggunakan teknik yang hanya bisa digunakan oleh ras elf.


Di tempat lain...


Xian Ran menoleh dan menatap tajam kearah utara, dia merasakan aura tidak asing yang berasal dari tempat pertarungan Yan Liyan.


"Apa dia mempunyai garis keturunan ras elf? Tapi itu sangat tidak mungkin dan jika itu memang benar, maka Aku akan dengan sangat cepat menyadari hal itu." gumamnya dengan ekspresi kebingungan.


Kembali ke tempat Yan Liyan...


"Teknik kehidupan! Akar pengikat!"


Muncul akar pohon dari dalam tanah, kemudian akar pohon tersebut melesat menuju dewa kegelapan berusaha untuk menangkap dirinya.


Dewa kegelapan yang melihat itu, langsung menghindari setiap serangan yang melesat kearah nya.


Dan setiap kali Dewa kegelapan melesat menuju Yan Liyan, dia akan langsung dihalangi oleh akar itu.


"Ini sangat menyebalkan." Dewa kegelapan kemudian mundur untuk menyusun rencana lagi tapi meskipun begitu teknik dari Yan Liyan terus saja mengincarnya.


Dewa kegelapan kemudian membuat kloningan tanpa diketahui oleh Yan Liyan.


tubuh aslinya lalu melesat menggunakan langkah bayangan sehingga hal itu membuat Yan Liyan tidak menyadarinya sedangkan teknik Yan Liyan menyerang kloningan dewa kegelapan.

__ADS_1


Wusss!


Dewa kegelapan tiba-tiba muncul dibelakang Yan Liyan dan ingin menusuknya tapi serangannya terhenti ketika merasakan tangannya membeku sehingga tidak bisa digerakkan.


"Bagaimana mungkin!


Dewa kegelapan menoleh kebelakang dan melihat jika Bing Hua menahan seranganya menggunakan elemen es pelindung yang dia buat.


Yan Liyan yang sudah menyadari keberadaan dari dewa kegelapan yang asli langsung mengarahkan serangannya kebelakang.


Sikuet Dewi kehidupan muncul untuk melindungi tuanya, siluet tersebut menatap tajam dewa kegelapan dengan mata hijaunya.


"Teknik kutukan! Penyerap kehidupan!."


Wuss!


Pohon kehidupan yang tumbuh disamping Yan Liyan bersinar terang, sinar terangnya itu mengenai Dewa kegelapan sehingga membuatnya berteriak kesakitan.


Argkh!


Rambut yang awalnya hitam, kini memutih secara perlahan.


"Arkgh... Sialan! Aku akan membalas ini sialan!"


Dewa kegelapan berteriak kesakitan.


Tidak lama kemudian teriakan dari dewa kegelapan berhenti. Warna matanya berubah menjadi sangat hitam dari sebelumnya dan keadaan kembali pulih secara perlahan.


Lalu secara perlahan muncul tanduk didai dewa kegelapan, ketika tanduk itu muncul pohon kehidupan tidak dapat lagi menyerap aura kehidupan dari dewa kegelapan.


Yan Liyan kemudian menatap Dewa kegelapan dengan penuh kewaspadaan karena dia merasakan kekuatan dari musuhnya itu semakin meningkat lagi.


Dewa kegelapan bersiap ingin melesat kearah Yan Liyan. Yan Liyan yang melihat itu menjadi sangat waspada.


Namun ketika Dewa kegelapan akan melesat menuju kearah Yan Liyan, Dia langsung berbalik dan melesat dengan kecepatan penuh menuju kearah Bing Hua.


"Aku akan menghabisimu terlebih dahulu sialan!"


Wuuss!


"Bahaya!"


Yan Liyan yang melihat itu langsung melesat menggunakan langkah cahayanya. Namun tetap saja, dia tidak bisa menahan serangan dari dewa kegelapan, dikarenakan Jarak antara Yan Liyan dan Bing Hua cukup jauh.


Dewa kegelapan menyeringai ketika dirinya tiba di depan Bing Hua dengan pedang kematian yang siap menebasnya.


Bing Hua yang tidak menyadari keberadaan dari Dewa kegelapan hanya terdiam mematung.


"Matilah!"


Wuss!


"Tidak!"


Boom!


Ledakan terjadi di tempat Bing Hua tadi sehingga hal itu membuat Yan Liyan terhenti dari langkahnya

__ADS_1


"Tidak...!


"Hua'er!" Yan Liyan berteriak dengan tatapan tatapan kesedihan kearah kabut asap itu.


Wuss!


Wuss!


Wuss!


Tiba-tiba Dari atas langit muncul 4 sosok yang berdiri di depan Yan Liyan.


"Oh, ayolah... Apa hanya segini saja kemampuan mu? "Kakak Liyan?" dengan menekan kata "kakak" sosok Xiao Yi menatap sinis kearah Yan Liyan yang tidak mampu melindungi kekasihnya sendiri.


"Kita bertemu lagi Yan Liyan." sosok Han Guang tersenyum dengan bayangan Xu Yue yang terlihat berada disampingnya.


"Apa kau masih mengingat ku?"


"Kalian! Apa yang kalian inginkan!" Yan Liyan berteriak dengan penuh amarah kepada para mantan bawahanya itu.


"Yang kami inginkan adalah kau harus mundur dalam pertempuran ini, karena dia bukanlah lawan yang dapat kau kalahkan. Kau juga akan menjadi penghalang bagi kami untuk mengalahkan dewa kegelapan." Xiao Yi berbicara lagi dan menatap rendah kearah Yan Liyan.


Yan Liyan yang mendengar perkataan dari Xiao Yi merasakan rasa sakit dalam harinya, bagaimana tidak sosok Xiao Yi yang menjadi teman keduanya itu berkata seperti dirinya, bahkan Xiao Yi melihat dirinya seperti sampah.


Sosoknya yang manjah dan selalu berkata lembut kepadanya kinimenghilang digantikan dengan sosok yang acuh tak acuh dengan kata-kata tajamnya.


Kabut yang diakibatkan oleh ledakan tadi menghilang. Terlihat sosok Yan Lin menahan serangan dari dewa kegelapan menggunakan pedangnya yang dilapisi oleh api hijau.


"Kau!"


Sosok dewa kegelapan sangat terkejut ketika melihat keberadaan dari Yan Lin.


"Apa kau masih mengingatku Hou An?" Yan Lin bertanya kembali dengan senyuman mengejek.


Dewa kegelapan yang melihat itu langsung mundur.


Dia juga sangat terkejut ketika melihat keberadaan daei Xiao Yi dan yang lainya.


"Aku pikir jika itu hanya perasaanku, tapi ternyata itu memang benar. Tujuh dewi terdahulu! apa kalian akan menyelesaikan tugas yang belum kalian selesai kan dulu?"


"Tentu saja kami akan menyelesaikan tugas yang belum diselesaikan kan." sosok Han Guang menjawab dengan senyuman penghinaan serta elemen cahaya suci yang merembes keluar dari dalam tubuhnya.


"Yan Lin." Bing Hua memanggi sosok Yan Lin dengan lembut sekaligus tidak percaya.


"Aku dan Yan Liyan...


"Sebaiknya kau beristirahat terlebih dahulu Bing Hua, bukan saatnya untuk membicarakan hal itu." Ucap Yan Lin yang mengetahui hal apa yang akan dikatakan oleh Bing Hua.


Bing Hua yang mendengar itu hanya mengangguk, sebenarnya dia merasa bersalah karena dia tahu perasaan Yan Lin terhadap Yan Liyan.


"Maaf." hanya Kata-kata itu yang kuar dari Bing Hua untuk menggambarkan perasaan bersalah nya pada Yan Lin.


"Tidak perlu meminta maaf, karena hal itu bukanlah kesalahan mu dan mungkin saja ini adalah takdir."


"Formasi satu!"terdengar teriakan dari Xiao Yi.


Yan Lin yang mendengar itu langsung mengalirkan banyak api hijau kedalam pedangnya lalu melesat menuju dewa kegelapan bersamaan dengan Yin Zu dan Yin Su.

__ADS_1


__ADS_2