
Setelah mereka melesat menuju wilayah pelindung selama 8 jam penuh akhirnya mereka dapat melihat suatu tempat yang penuh dengan aura keberadaan mahkluk hidup di dalam tempat itu.
Namun Terlihat jika tempat itu dilindungi oleh aray pelindung yang sangat kuat serta sangat luas. Kira-kira luas dari wilayah tersebut adalah.
100.000 km persegi.
Sungguh wilayah yang sangat luas, bahkan Yan Liyan tidak akan percaya jika orang yang dapat membuat aray sekuat dan sebesar itu berada di tingkat ahli formasi surgawi.
"Sungguh sangat menakjubkan." Jiu Wei penuh kekaguman pada aray itu, Aray itu memang tidak dapat ditembus oleh seseorang yang ingin masuk secara paksa tapiaray itu dapat ditembus oleh cahaya matahari sehingga kehidupan di dalamnya dapat berlangsung.
"Ini Bukan aray biasa. Aray seperti ini mempunyai mekanisme yang sangat kompleks. Dilihat dari ukuran, bentuk dan fungsinya. Arah ini dapat membuat hujan buatan dengan cara menyerap unsur air yang tersisa di dalam tanah wilayah dimensi urara ini."
Jelas Yan Liyan dengan penuh semangat. Tentu saja dia dapat mengetahui segala jenis aray hal tersebut dikarenakan dia berada di ahli formasi tingkat dewa, tapi mengetahui jika ada seseorang yang mampu membuat aray seperti ini sungguh membuatnya sangat penasaran.
"Sepertinya ini akan menjadi lebih menarik."
"Hei.. Aku tidak tahu apa maksud dari apa yang kau katakan tadi, tapi bagaimana cara kita masuk kedalam aray dimensi itu?" tanya Jiu Wei dengan kebingungan.
Aray itu memang mempunyai celah yaitu pintu dari aray tersebut yang dijaga oleh ratusan perajurit.
Jika mereka menyusup maka mereka dengan mudah diketahui apalagi membunuh mereka semua itu akan semakin memperburuk keadaan apalagi mereka harus menjaga dua anak kecil secara bersamaan.
"Hei...Gadis kecil bagaimana kalian keluar dari tempat ini dulu?" tanya Jiu Wei lagi. Ya... jika dilihat lihat Jiu Wei merupakan sosok yang paling aktif dan banyak bicara diantara mereka.
"Kami dikeluarkan secara paksa. Dulunya aku merupakan seorang putri dari keluarga bangsawan terkenal di dalam Wilayah pelindung itu dengan pencapaian seperti itu, tentunya banyak bangsawan lain yang ingin menjatuhkan keluargaku karena keberadaan kami dapat menimbulkan ancaman bagi mereka.
Keluarga kami dibunuh dan semua harta kami di jarah hingga tidak tersisa hanya dalam kurun waktu satu malam saja. Sedangkan aku dibuang diluar aray agar aku lebih merasakan kematian yang menyakitkan secara perlahan.
Ya... Setidaknya kata-kata itulah yang aku dengar dari mereka." jelas Qiao Mi dengan kebencian yang mendalam. Qiao Mi tanpa sadar menggenggam tanganya dengan sangat keras hingga mengeluarkan darah.
Dia masih mengingat jelas keluarga dan teman-temannya dibunuh di depan matanya sendiri. Mengingat hal itu membuat amarahnya memuncak hingga tanpa sadar dia mengeluarkan cahaya berwarna putih dari dalam tubuhnya.
Mei Lin yang melihat itu membuatnya sangat tekejut. Dia ingin mengeluarkan pedang dewi Phoenix dari dalam cincin penyimpananya namun Yan Liyan menahan tangan Mei Lin lalu menggeleng pelan.
"Dia Harus dibunuh." gumamnya dengan suara dingin.
"Tidak! Kita akan membimbingnya untuk mengendalikan kekuatan yang dia miliki."
"Kita? Apa Kau menyuruhku untuk membimbing sosok yang sangat berbahaya sepertinya? Lebih baik kita membunuhya sekarang juga sebelum dia berkembang dan kehilangan kendalinya. Kau tidak tahu seberapa mengerikanya dia jika sampai dia kehilangan kendalinya." ucap Mei Lin dengan sedikit kebencian pada kata-katanya itu seperti mengalami trauma yang mendalam terhadap sesuatu.
__ADS_1
"Tenanglah Mei Lin. Semuanya akan baik-baik saja. Meskipun itu sangat sakit tapi sebaiknya kau jangan berlarut dalam kehidupan masa lalu." Yan Liyan mencoba untuk menenangkan kekasihnya itu. Entah apa yang terjadi di masa lalu sehingga membuat Mei Lin bersikap seperti ini apalagi pada seorang anak kecil seperti Qiao Mi.
Yan Liyan kemudian menoleh kearah Bing Hua dan yang lainnya.
"Baik, Kita akan menyamar menjadi seorang pemburu." Yan Liyan Mengeluarkan 6 jubah berwarna hitam dan 5 ekor Binatang buas tingkat mistik dari dalam cincin penyimpananya.
Yan Liyan lalu memikul satu binatang buas di bahunya lalu berjalan menuju kearah pintu aray pelindung. Bing Hua, Jiu Wei dan yang lainnya mengikuti apa yang dilakukan oleh Yan Liyan lalu berjalan mengikut dibelakangnya.
Sedangakn Mei Lin mengehela nafas panjang untuk meredam emosinya lalu memakai jubah dan memikul satu bintang buas.
"Bersikaplah seperti seorang pemburu Jiu Wei dan jangan bertindak ceroboh." Yan Liyan memperingatkan Jiu Wei karena dialah yang paling susah untuk diatur diantara yang lai.
"Cih... Ya, Aku mengerti." Jiu Wei berdecak kesal karena hanya dia saja yang diperingatkan seperti itu yang menandakan Jika Yan Liyan menganggap dirinya itu sangat merepotkan.
Setelah mereka sampai di pintu aray pelindung...
Seorang perajurit langsung saja menghadang mereka.
"Berhenti! Sebutkan identitas dan juga kartu pengenal kalian!" Perajurit itu berkata dengan nada mengancam kepada Yan Liyan.
"Seperti yang kau lihat, jika aku merupakan seorang pemburu dan mengenai kartu Identitasku. Aku kehilangannya saat berburu tadi. Sedangkan mereka yang berada di belakangku adalah para budaku sehingga mereka sama sekali tidak mempunyai kartu Identitas." Yan Liyan berkata dengan sangat tenang sehingga membuat perajurit itu tidak curiga terhadapnya.
"Tapi kau harus membayar kompensasinya." perajurit tersebut memandang ke arah Mei Lin dengan maksud tertentu.
Yan Liyan yang mengerti apa yang dimaksud oleh perajurit itu hanya mengangguk.
"Ah, Baiklah. Aku mengerti dengan apa yang kau maksud." Yang Liyan dan yang lain lalu masuk kedalam wilayah pelindung meninggalkan Mei Lin sendiri disana.
"Hei tuan. Apa kau sudah gila?" Jiu Wei tidak percaya jika Yan Liyan menggadaikan Mei Lin. Walaupun dia sangat membenci Mei Lin tapi dia tidak akan melakukan hal seperti itu.
"Kau yang gila Jiu Wei, Aku melakukan itu agar Mei Lin lebih tenang. Lagipula aku tidak ingin menjadi obyek pelampiasan amarahnya."
"Amarah?" gumam Jiu Wei kebingungan.
"Ya.. Kau akan mengetahuinya sendiri."
Sedangkan Di depan pintu atau wilayah pelindung tadi.....
Dengan senyuman iblisnya Mei Lin sedang membantai ratusan perajurit menggunakn api phoenixnya. Sekarang ini Mei Lin membunuh sambil menyeringai sehingga membuat siapapun akan bergidik ngerih ketika melihat Mei Lin saat ini.
__ADS_1
Wuss!
Api berwarna merah darah melesat dengan cepat mengenai para perajurit lalu membakar mereka hingga menjadi abu.
Tidak lama kemudian....
Seluruh perajurit di tempat itu sudah berhasil dia lenyapkan. Mei Lin kemudian masuk kedalam aray pelindung lalu melesat mengikuti jejak aura Yan Liyan.
Yan Liyan dan yang terlihat sedang tawar menawar dengan seseorang untuk membeli suatu tempat tinggal, sedangkan yang lainnya sedang makan sambil menunggu Yan Liyan.
"Sepakat.100 Batu Qi tingkat tinggii."
Yan Liyan memberikan sebuah cincin penyimpananya pada orang itu. Sosok itu menaggk kemudian memberikan sebuah kunci.
"Senang dapat melayani pelanggan seperti anda." Ucapnya dengan hormat lalu pergi dari tempat itu.
Yan Liyan kemudian berjalan menuju kearah tempat Bing Hua dan yang lain menunggu dirinya.
"Kita mendapatkan tempat tinggal yang cukup luas untuk di tinggali banyak orang."
"Benarkah? Sebaiknya kita langsung saja pergi ketempat itu dan memasak semua bahan makanan yang baru saja aku beli ini." Jiu Wei mengangkat sebuah keranjang yang berisi daging binatang buas dan sayur-sayuran serta rempah-rempah untuk bumbuh masakan.
"Ya.. Ayo kita pergi." Yan Liyan kemudian berjalan mengikuti anak panah dari kunci rumah itu.
Di perjalanan...
Mei Lin tiba-tiba saja muncul disamping Yan Liyan.
"Bagaimana perasaanamu sekarang ini?"
"Agak mendingan."
"Itu lebih baik daripada tidak sama sekali." Yan Liyan menghela nafas ketikan mendengar perkataan Mei Lin tadi.
Jiu Wei yang melihat kedekatan antara Mei Lin Dan Yan Liyan merasa aneh kepada mereka berdua. Dia kemudian berbisik kepada Bing Hua.
"Apa kau tidak merasa ada yang aneh dengan hubungan mereka berdua yang semakin dekat saja. Apa kau tidak cemburu?"
"Menururku tiidak ada yang aneh dengan mereka berdua dan Aku juga tidak cemburu."
__ADS_1