SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Harapan


__ADS_3

'sahabat dan api sebenarnya apa maksud dari perkataan Mei Lin itu.' batin Yan Liyan dengan kebingungan.


tidak lama kemudian disuasana malam yang lebih terang dari biasanya.


Yan Liyan dengan yang lain telah sampai disebuah gua yang merupakan tempat tinggal pertama mereka dulu.


Yan Liyan kemudian masuk kedalam gua dan membuat aray pelindung untuk melindungi mereka dari binatang buas yang masih tersisa dilembah kesengsaraan.


setelah itu Yan Liyan dan para bawahanya beristirahat.., mereka tidak makan malam karena merasa kelelahan dan langsung ingin tidur.


seperti biasa Yan Liyan duduk pintu gua menghadap langit malam yang dihiasi bulan dan bintang yang bersinar dengan jelas tidak ada kabut yang menghalangi pandadanganya.


suasana dimalam itu sangat sunyi tidak ada suara auman binatang buas karena sebagian besar dari mereka telah diubah menjadi poin sistem untuk Yan Liyan.


Yan Liyan mengeluarkan seruling bunga salju pemberian dari Xiao Yi dulu, dia lalu meniup serulingnya sambil menutup mata untuk menghayati setiap nada.


terdengar suara alunan musik harmoni yang sangat lembut dan menenangkan hati sangat cocok dengan suasana yang hening pada malam itu.


kini didalam lembah kesengsaraan hanya terdengar suara seruling yang berasal dari permainan seorang pemuda yang sedang menikmati indahnya malam.


Xiao Yi dan yang lain yang mendengar itu hanya tersenyum mereka tahu jika pemain seruling itu adalah tuan mereka.


mereka bahkan lebih terlelap dalam tidurnya karena permainan seruling dari Yan Liyan sangat tenang dan jernih sehingga cocok untuk digunakan sebagai penghantar tidur.


tidak lama kemudian Yan Liyan berhenti memainkan serulingnya lalu terbaring diatas kasur tipis dan tidak lama kemudian dia terlelap dalam tidurnya.


sedangkan ditempat lain dalam dimensi yang berbeda dengan tempat Yan Liyan berada.


terlihat disuatu tempat terdapat seorang gadis memandang kearah kotak kecil dengan sangat penasaran dengan isi didalamnya.


gadis itu kemudian menghela nafas...


"huh... aku tidak ingin membukanya untuk sekarang tapi....


"tuan bukankah seharusnya membuka kotak hadiah itu..? jika dia melihatmu ragu-ragu seperti itu maka dia akan merasa kecewa kepadamu." ucap seekor ular kecil berwarna putih kebiruan.


gadis yang tidak lain adalah Xue Lin yang mendengar perkataan binatang kontraknya hanya mengangguk.


dia merasa ragu untuk membukanya karena takut jika isi dari kotak itu akan membuatnya kecewa pada Yan Liyan


dia lalu membuka secara perlahan kotak itu setelah dibuka terlihat daun berwarna emas bersinar terang ditempat itu.


daun itu perlahan membeku dan berubah menjadi butiran salju lalu melesat kearah Xue Lin.

__ADS_1


Wusss.....


butiran salju itu melesat dengan sangat cepat sehingga Xue Lin tidak dapat menghindarinya.


Ular Yin sangat terkejut ketika melihat daun emas tadi karena menurutnya dari aura kehidupan yang dia rasakan itu dia sangat yakin jika itu merupakan sumberdaya super langka yaitu pohon kehidupan.


'ini tidak mungkin..!! sebenarnya siapa orang itu..? tidak mungkin dia merupakan pemimpin dari wilayah tingkat menengah.'


batinya karena sangat tidak mungkin hanya orang seperti itu bisa memberikan sumberdaya super langka pada seseorang yang baru saja ditemuinya.


Ular Yin itu kemudian melihat kearah tuanya yang sekarang ini terpancar aura kehidupan yang pekat dari tubuhnya dan juga muncul butiran-butiran salju lalu perlahan menhilang.


Boom...


terjadi ledakan dalam tubuh Xue Lin pertanda dia telah menerobos ketingkat selanjutnya ular Yin itu juga merasakan elemen Es tuanya telah menjadi sedikit lebih kuat dari biasanya.


'ini mengagumkan.. orang itu memang benar-benar sangat misterius dan juga phoenix api itu juga bukan phoenix biasa.'


batinnya melihat kearah sehelai bulu phoenix yang terletak dimeja dan terdapat juga benang khusus serta kristal biru disana.


sedangkan Xue Lin yang menerobos ketingkat selanjutnya terlihat sangat sebang karena selama 1000 tahun terakhir dia belum pernah menerobos dan sekarang dia menerobos dengan tiba-tiba seperti ini.


selain itu Xue Lin juga merasakan elemen Es yang dimilikinya bertambah sedikit lebih kuat dari sebelumnya.


dan menyingkirkan pikiran bodoh jika Yan Liyan akan memberikan hadiah yang mengecewakanya karena kesan pertama pertemuan mereka yang kurang baik.


"terimakasih." gumamnya dia juga mengerti peningkatan sedikit dari elemen Es miliknya.


yaitu kemungkinan besar Yan Liyan belum sepenuhnya mempercayainya sebenarnya itu merupakan hal yang wajar karena pertemuan mereka yang singkat.


"............."


sedangkan di tempat lain dari dimensi yang berbeda dengan tempat Xue Lin.


pada pagi hari Yan Liyan dan para bawahannya telah berkumpul didepan gua dan dengan token teleportasi berada di tangan mereka.


Para bawahan Yan Liyan kemudian menghancurkan token teleportasi itu terlebih dahulu.


Yan Liyan tidak menghancurkan token teleportasi itu karena merasakan suatu keberadaan yang tidak asing untuknya.


tiba-tiba muncul seorang wanita tua yang pernah dia temui dipusat markas asosiasi kabut darah dulu.


wanita tua itu kemudian tersenyum kearahnya.

__ADS_1


"kau telah melakukanya dengan baik anak muda." ucapnya dengan lembut.


"hm... terimakasih atas pujiannya tapi apa bibi melihat semua yang aku lakukan ditempat ini.?"


tanya Yan Liyan dengan penasaran karena perkataan dari orang didepanya sangat ambigu dan seolah tahu semua yang dia lakukan selama berada dilembah kesengsaraan.


"tentu saja tidak.., aku berbicara seperti itu karena tingkat kultivasimu sekarang sangat jauh berada diatasku bahkan para bawahanmu juga


sekarang aku tidak perlu terlalu khawatir lagi dengan keadaan masa depan dialam tingkat menengah ini." ucapnya lalu mengeluarkan sebuah buku dari dalam cincin penyimpananya.


"pelajari buku ini..., itu merupakan teknik turun temurun dari keluargaku


aku hanya bisa menguasai sebagian dari isi buku teknik itu saja.


jadi aku memberikanmu buku ini untuk kau pelajari dengan baik" ucapnya memberikan buku teknik itu pada Yan Liyan.


Yan Liyan yang mendengar itu menatap orang didepanya dengan aneh sekaligus kebingungan.


"kenapa bibi memberikanya padaku.? bukankah seharusnya buku itu diwariskan kepada keturunan atau anggota keluarga Bibi yang lain..?" tanya Yan Liyan.


"aku tidak mempunyai keluarga sehingga tidak ada lagi yang akan mewarisi buku teknik ini selain dirimu.


hal itu karena aku telah mengganggapmu sebagai keluargaku." ucapnya terlihat senyuman hangat darinya.


[Ding.... perkataan orang didepan anda sangat jujur dan tulus tidak ada maksud tertentu darinya hanya saja dia mempunyai harapan tertentu pada tuan.]


Yan Liyan mengangguk ketika mendengar pemberitahuan dari sistemnya dan mengenai harapan dia berpikir hal itu merupakan suatu yang wajar lagipula itu hanya suatu harapan bukan paksaan.


setelah setelah itu Yan Liyan menerima buku teknik yang diberikan oleh orang didepanya.


"terimakasih.., aku berjanji untuk menjaga alam tingkat menengah dari invasi ras iblis dimasa depan nanti." ucap Yan Liyan dengan penuh keyakinan.


"dan jika aku boleh tahu siapa nama...


"kau tidak perlu mengetahuinya anak muda tidak ada yang penting dari nama orang tua sepertiku." ucapnya memotong perkataan dari Yan Liyan.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk memang sebagian orang tidak ingin identitasnya diketahui orang lain karena suatu alasan tertentu dan Yan Liyan sangat mengerti akan hal itu.


"baik.., jika seperti itu aku akan pergi terlebih dahulu aku akan sesering mungkin untuk mengunjungimu bibi." ucapnya lalu menghancurkan token teleportasi miliknya setelah itu dia menghilang dari tempat itu.


sedangkan wanita tua tadi menghela nafas lega karena Yan Liyan tidak bertanya lebih jauh lagi mengenai identitas aslinya.


"aku tidak ingin kau dalam keadaan berbahaya jika mengetahui identitas yang aku miliki

__ADS_1


dan aku berharap jika kau dapat menguasai semua teknik yang ada buku teknik dan juga aku berharap jika buku itu akan lebih aman berada ditanganmu." gumamnya mengingat kejadian kelam dari buku teknik yang dia berikan pada Yan Liyan tadi.


__ADS_2