SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Jalan-jalan Dengan Zu'er


__ADS_3

Setelah Yan Liyan selesai membeli buku..., dia langsung turun kelantai bawah lalu menuju keluar dai toko buku itu.


"Apa anda telah merasa lebih baikan...?" tanya Mei Lin seharinya dari ekspresi yang ditunjukan Yan Liyan sudah jelas jika dia sudah merasa lebih baikan hanya saja Mei Lin ingin memastikan keadaan tuanya itu.


"Ya....


Sebelum ucapanya selesai tiba-tiba Yan Liyan melihat seorang gadis kecil yang berjalan menuju kearahnya


"Kakak tampan...?"


"Ah... kau gadis kecil..., apa kau ingin membeli buah-buahan lagi dipasar lokal..?" tanya Yan Liyan.


"Tidak.., aku hanya ingin membeli buku ditoko buku yang baru saja dibuka." ucapnya dengan antusias.


"He... memangnya buku yang aku berikan kemarin sudah tidak menarik lagi untukmu sehingga kau ingin membeli buku yang baru."


"Tidak.. sama sekali tidak.., buku yang diberikan oleh kakak tampan masih sangat menarik untuk aku baca tapi aku juga ingin mempelajari hal baru bukan hanya sekedar tentang Alchemist saja." ucapnya.


Mei Lin cukup terkejut ketika mendengar alasan dari Zu'er.


'Anak ini sangat cerdas dan mungkin saja suatu hari nanti dia bisa menyaingi tuan dalam mencari alasan yang baik.' batin Mei Lin dengan ekspresi sulit untuk diartikan.


Sedangkan Yan Liyan hanya tersenyum.. memang jika anak seumuran seperti Zu'er memiliki keingin tahun yang cukup tinggi tapi dia tidak menyangka jika keingintahuan Zu'er akan setinggi itu


Dari alasan lancar yang diucapkan Zu'er tadi Yan Liyan sudah menduga jika dia sudah sangat sering membaca buku sebelumnya.


"Memangnya hal baru apa yang ingin kau pelajari gadis kecil..?" tanya Yan Liyan dengan penasaran.


"Terserah..., aku ingin mempelajari hal apapun yang menurutku sangat menarik." ucapnya dengan polos.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum lalu mengeluarkan buku yang dia beli tadi.


"Bagaimana kalau mempelajari jenis-jenis senjata artefak senjata...?" Yan Liyan menunjukan buku itu pada Zu'er


Zu'er yang melihat buku itu sangat terkejut karena menurutnya jika buku-buku yang berisi dan berhubungan dengan profesi dan senjata terdapat dilantai dua dan semua buku yang berada ditempat itu sangat mahal untuk rakyat biasa sepertinya.


Zu'er mengetahui hal itu karena dia pernah datang ketika toko bukuitu baru saja dibuka dan mendengar hal itu dari manager toko yang menjelaskan isi dan jenis buku apa saja yang berada didalamnya.


"Tapi kakak tampan bukankah ini terlalu.....


"Tidak perlu khawatir aku telah selesai membacanya jadi ambilah..." ucap Yan Liyan dengan lembut dia tahu kenapa gadis kecil didepanya ingin menolak pemberianya itu.

__ADS_1


Zu'er yang mendengar hal itu langsung tersenyum cerah.


"Terimakasih." ucapnya menerima buku itu lalu mendekat kearah Yan Liyan setelah itu dia memegang tanganya.


Sekarang mereka seperti seperti seorang kakak yang sedang menggandeng adik kecilnya.


Yan Liyan yang melihat apa yang dilakukan oleh Zu'er hanya membiarkannya lagipula jika dia menolak atau melepaskan tanganya maka hal itu bisa melukai perasaan dari Zu'er.


"Kau semakin berani ya.. gadis kecil." ucapnya sambil tersenyum lalu mereka berdua berjalan bersama.


Yan Liyan yang ingin kembali kekastil menghentikan niatnya terlebih dahulu karena ingin menemani Zu'er lagipula jika dia kembali maka dia harus berlatih dengan keras lagi terkadang dia juga ingin hidup seperti orang biasa.


"Mmm... kakak tampan apa itu merupakan burung peliharaanmu...?" tanya Zu'er melihat kearah Mei Lin yang berada dibahu Yan Liyan.


"Ya..., bisa dibilang begitu."


"Wah... binatang peliharaan yang sangat indah apa itu susah untuk dirawat...?" tanya Zu'er lagi dengan antusias sekaligus sangat penasaran.


"Sedikit..." Jawab Yan Liyan yang membuat Mei Lin sedikit kesal karena menurutnya hal itu menyindirnya secara pribadi dan langsung didepanya.


Zu'er yang mendengar jawaban singkat dari Yan Liyan hanya mengangguk dan mengerti karena menurutnya mempunyai binatang peliharaan pasti akan sangat merepotkan belum lagi jika binatang itu akan memilih soal urusan makanan.


Yan Liyan melihat kearah Mei Lin yang nampak tidak masalah dengan hal itu.


"Tentu saja."


Yan Liyan menaruh Mei Lin pada bahu Zu'er.


Mei Lin hanya terdiam tampak tidak masalah lagipula dia berpikir jika Zu'er hanya seorang gadis kecil yang sangat penasaran sama seperti Xiao Yi.


Zu'er tersenyum senang dan menatap Mei Lin setiap saat.


"Sudah aku putuskan jika suatu hari nanti aku juga ingin mempunyai binatang peliharaan sama seperti kakak tampan..." ucapnya dengan penuh tekad.


"Ya.... itu merupakan hal yang sangat bagus dan pastikan jika binatang peliharaanmu nanti akan lebih baik dariku." ucap Yan Liyan karena akan sangat disayangkan jika Zu'er nanti akan mengambil dasar binatang elang tanah sebagai binatang kontrak miliknya dimasa depan nanti.


Zu'er yang mendengar ucapan Yan Liyan hanya mengangguk.


"Tentu saja." ucapnya dengan sangat yakin jika suatu hari nanti dia bisa melampaui Yan Liyan yang sangat dia kagumi itu.


Setelah berjalan dan berbincang-bincang dengan Zu'er dalam waktu yang cukup lama akhirnya mereka telah sampai disuatu tempat yang merupakan tempat pertambangan diwilaya tanpa nama.

__ADS_1


Zu'er kebingungan ketika dia berjalan jauh tapi sama skali tidak merasakan kelelahan bahkan bisa dibilang dia merasa lebih baik dari sebelumnya.


Yan Liyan yang melihat Zu'er kebingungan hanya tersenyum tentu saja dia tahu jika itu merupakan ulah Mei Lin Yang mengalirkan sedikit Qi kedalam tubuh Zu'er.


Yan Liyan lalu mengajak Zu'er menuju ketempat penempaan hasil tambang.., sesampainya disana.


Zu'er sangat terkejut ketika melihat banyak sekali orang-orang yang sedang menempa logam berwarna merah dengan cara yang sangat unik.


Sehingga hal membuat Zu'er sangat terkejut sebagai anak yang selalu membaca buku tentu saja dia tahu apa yang mereka lakukan walaupun hanya dasarnya saja.


"Mereka memiliki dua provesi sekaligus..!!" ucap Zu'er dengan sangat terkejut.


Seorang pria tua yang melihat kedatangan seorang pemuda yang sangat dia kenali langsung bergegas menuju kearahya.


Sebelum dia membukuk tiba-tiba Yan Liyan menggeleng kecil dan memandang kearah gadis kecil disampingnya.


Pria tuan yang melihat hal itu langsung mengerti dan hanya mengangguk.


"Apa anda ingin membeli senjata atau yang lain anak muda..?" tanya dengan nada biasa tapi tetap dengan kata-kata lembut.


"Ya.., aku ingin membeli senjata untuk gadis kecil ini.."


"................."


Di alam tingkat rendah tepatnya di benua tengah dalam hutan sebelah kota binatang buas terlihat seorang gadis remaja sedang berdiri didepan dua makam.


dia melihat dua kuburan itu dengan tatapan nanar.


"ayah ibu aku sangat merindukan kalian." Ucapnya tanpa sadar air matanya menetes ketika mengingat orang tuanya yang mati dengan mengenaskan akibat melindunginya dari serangan binatang buas waktu itu.


Tidak lama kemudian setelah gadis itu meratapi masa lalunya dia kemudian mengeluarkan dua tangkai bunga yang terlihat sangat indah dari dalam cincin penyimpananya lalu meletakan dua tangkai bunga itu diatas dua makam didepanya.


Dia lalu melihat tempat disekitar makam itu dan tidak jauh dari tempat itu masih terlihat kayu kereta kuda yang sudah mulai lapuk.


Ketika dia melihat itu tiba-tiba dia teringat dengan sosok pemuda yang menyelamatkanya dan sekaligus menjadi gurunya.


Dia juga teringat dengan pertanyaan pemuda itu tentang impiannya dimasa depan nanti.


"kau benar kakak Liyan menjadi seorang pahlawan itu memang sangat sulit tapi aku akan tetap pada pendirianku dulu dan tidak akan pernah berubah dan aku juga tidak akan mengecewakanmu."


gumam Lin Xi memegang liontin yang pernah diberikan oleh Yan Liyan padanya sebagai hadiah perpisahan.

__ADS_1


__ADS_2