
Xian Ran, Bing Hua, dan Jiu Wei segera menghampiri mereka berdua.
Ketika melihat Han Guang disisi Xiao Yi, Bing Hua langsung menanyakan kondisi Yan Lin saat ini.
Dia tahu dari Xiao Yi bahwa yang bertugas menjaga Yan Lin pada saat hamil adalah Han Guang, kenapa Han Guang karena dia memiliki elemen cahaya yang bersifat menyembuhkan. Jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pada Yan Li maka Han Guang akan segera bertindak.
"Tenanglah, dia dan anak dalam kandunganya berada dalam kondisi terbaik. kira-kira sepulu atau sembilan bulan lagi dia akan melahirkan.
Aku harap pada saat itu ayah dari anak itu berhasil kalian bangkitkan." ucap Han Gung dengan tersenyum, dia seperti pengasuh saja tapi dia sangat senang dan menikmati apa yang sedang dilakukannya.
Karena anak yang akan dia rawat adalah anak Yan Liyan.
Han Guang juga berharap jika Yan Liyan telah dibangkitkan sebelum Yan Lin melahirkan agar dia hadir dalam kondisi lemah Yan Lin nanti.
"Ya, kami akan melakukan itu semampu kami. Kami juga memikirkan hal yang sama dengan mu saudari Guan." Bing Hua terlihat sangat bahagia dan bersemangat mendengar keadaan Yan Lin yang baik-baik saja.
"Hei.. Apa kalian tidak berpikir untuk memberikanya sebuah nama padanya nanti." Jiu Wei ikut-ikutan dalam percakapan itu.
"Tidak, itu bukan hak kita saudari Wei." Xian Ran menyela perkataan Jiu Wei. Menurutnya yang berhak memberikanya nama adalah Yan Lin atau Yan Liyan dan mereka lebih baik untuk tidak perlu ikut campur dalam hal seperti itu.
"Hmm kau benar juga, biar mereka berdua yang menentukan."
Kini mereka berempat terlihat seperti 4 orang gadis yang sedang ngerumpi seperti gadis normal pada umumnya. Padahal mereka Baru saja membunuh kaisar kegelapan dan para bawahannya.
Sui Lao dan Zhang Xiuhan hanya termenung menyaksikan semua itu. Dia tidak percaya jika 4 sosok wanita yang masih sangat muda itu memiliki kekuatan diatas rata-rata dan sekarang ini mereka berdua menyaksikan dan mendengarkan obrolan mereka yang terdengar seperti omong kosong disertai canda tawa seperti sebelumnya tidak terjadi apa-apa.
"Hei bagaimana denganmu saudari Hua, Aku pikir setelah Yan Lin melahirkan aku akan memiliki tugas yang sama lagi. Hehe aku tidak sabar menantikan itu." Han Guang berkata sambil tertawa renyah ketika melihat Bing Hua tersipu malu.
Jiu Wei, dan Xian Ran kebingungan dengan maksud ucapan Han Guang sedangkan Xiao Yi dan Mei Lin tentu tahu maksudnya hanya saja mereka diam seperti biasanya.
__ADS_1
Xiao Yi dan Yan Lin menghampiri dua pemimpin keluarga Zhang dan Sui itu.
"Semuanya sudah porak-poranda akibat ulah kami tapi ini demi kebaikan dimensi kegelapan dimasa depan. Aku menyerahkan sisanya kepada kalian berdua. Dirikanlah kekaisaran baru dan pimpin ras mu dengan benar jangan sampai mereka mengulangi kesalahan leluhur nya dimasa depan." ucap Xiao Yi memberikan angin sejuk serta peringatan keras pada dua tetua tersebut.
Sui Lao dan Zhang Xiuhan menangkupkan kedua tangannya memberi hormat kepada dua sosok di depan mereka.
"Baik senior. Kami akan melakukannya dengan sangat baik dan kami memastikan seluruh ras monster di alam kegelapan tidak akan bersekongkol dengan ras iblis lagi."
Sui Lao berucap untuk meyakinkan Xiao Yi.
Dia tahu kekuatan sosok di depannya yang dapat mengalahkan kaisar kegelapan yang menurut mereka sangat mustahil untuk dikalahkan.
"Baik untuk melakukan tugas kalian dengan lancar maka...
Yan Lin mengeluarkan sebuah artefak berbentuk batu giok yang di dalam batu giok itu terdapat segel aneh berbentuk diagram yang terlihat berputar-putar.
"Hancurkan segel itu jika kalian merasa ada bahaya atau ancaman dari ras iblis." Mei Lin memberikan itu karena khawatir jika ras iblis berhasil memaksa ras monster untuk berperang lagi melawan ras mereka, jika hal tersebut terjadi dia bisa langsung mengetahuinya.
Biasanya ras Phoenix akan arogan dan merendahkan mereka pada saat ini juga karena lemahnya kekuatan mereka saat ini.
Zhang Xiuhan kemudian menerima batu giok itu dan menyimpanya kedalam cincin penyimpananya. Jika dia mati dia akan meneruskan ke generasi berikutnya agar mereka mendapatkan perlindungan dari Dewi ras Phoenix.
Tanpa disadari Mei Lin telah melakukan perubahan pada citra Ras Phoenix di mata ras monster. Dimasa depan nanti ras monster khusus di dimensi kegelapan akan menganggap Dewi Phoenix yaitu Mei Lin sebagai pelindung mereka.
"Sepertinya tugas kami disini sudah selesai. Waktunya kami kembali. Ingat dan lakukan pesan kami dengan baik." ucap terakhir Mei Lin lalu bergegas terbang di samping Xiao Yi menuju ke arah 4 saudarinya yang lain.
Kedua tetua itu mengangguk paham dan melihat enam sosok wanita yang terbang menjauh. Mereka tidak berani menanyakan tentang tujuan mereka ke alam kegelapan, tapi yang pasti tugas dari leluhur mereka telah selesai dan itu membuat mereka berdua cukup tenang.
"Kemana kita selanjutnya?" Xian Ran bertanya pada Xiao Yi.
__ADS_1
"Ketempat dimana kau sangat mengenalnya."
"Ha..?" Xian Ran kebingungan begitupun saudarinya yang lain. Mereka berpikir apakah mereka akan ke alam dimana tempat dimana Xian Ran tinggal.
"Kau pasti tahu kan, jika ras elf bukan hanya kalian saja. Seperti ras Phoenix api yang memiliki kerabat yaitu ras Phoenix es. Apa kau paham maksud ku?" Walaupun Xiao menjelaskanya secara terbelit-belit tapi dia sangat yakin jika Xian Ran tahu apa yang dia maksud.
Xian Ran membelalakkan matanya, tampak sangat mengerti dengan maksud Xiao Yi
"Jangan bilang kita akan pergi ke tempat ras dark elf berada."
"Ya, kau benar. Disana ada sebuah pohon bernama pohon kematian yang tumbuh di tengah wilayah ras dark elf. Aku sangat yakin jika disana ada benda yang kita cari."
"Dark elf?" Jiu Wei kebingungan dengan nama ras ini. Dia belum pernah mendengar nama ini sebelumnya.
"Ya, ras dark elf atau elf Kegelapan adalah lawan dari energi ras kami light elf atau elf cahaya.
Kami memiliki energi kehidupan sedangkan mereka memiliki energi kematian, energi kematian sendiri berasal dari elemen kegelapan yang berevolusi. Energi ini sangat unik karena hanya ada pada ras dark elf saja."
"Apa dua ras kalian saling bermusuhan?"
"Entahlah, Aku juga tidak tahu. Tidak ada catatan mengenai permusuhan atau perperangan tertentu antara ras kami dan mereka, Tapi satu hal yang pasti bahwa mereka sangat tidak suka dengan pendatang terutama pendatang itu berasal dari ras lain."
Itu merupakan sifat yang berlaku bagi seluruh ras yang menghuni alam tingkat tinggi.
"Kau pasti memiliki benda yang berasal dari dimensi tempat mereka berada bukan?" Jiu Wei bertanya lagi karena itu merupakan satu cara agar mereka cepat sampai ke tujuan.
"Mungkin saja." jawab Xian Ran dengan tidak pasti.
Xian Ran berhenti dan mengeluarkan tongkat kayu dari pohon kehidupan yang merupakan senjata andalannya.
__ADS_1
Xian Ran kemudian memeriksa sebuah ruang dimensi tempat penyimpanan barang pada senjata tongkat itu.
Han Guang yang melihat kondisi mulai normal. Kemudian menyuruh Xiao Yi untuk membuka celah dimensi jiwanya dan masuk kedalamnya untuk bertugas menjaga Yan Lin lagi.