
Sesampainya Yan Liyan dan Bing Hua di depan istana, mereka berdua menunjukkan plakat yang diberikan oleh Biao Qiaolin kepada penjaga pintu gerbang.
Tentu saja perajurit penjaga pintu gerbang langsung membiarkan mereka masuk. Bahkan mereka menundukkan kepala mereka kepada Yan Liyan dan Bing Hua untuk menunjukkan penghormatan yang besar.
Sekarang ini mereka berdua berada di halaman istana tampak menunggu kedatangan seseorang yang tidak lain adalah Biao Qiaolin, namun yang datang menjemput mereka adalah seorang pelayan yang pernah datang kekediaman Yang Liyan tempo hari.
Pelayan itu dengan ketus menyuruh Yan Liyan dan Bing Hua untuk mengikutinya. Pelayan itu masih belum melupakan penghinaan yang pernah dikatakan oleh Yan Liyan.
Namun sekarang ini pelayan itu harus menahan emosinya karena kedepannya posisi dari kedua orang yang dia antar itu akan lebih tinggi darinya.
Sedangkan Yan Liyan dan Bing Hua hanya mengikuti pelayan itu dibelakang dengan patuh sambil melihat-lihat ruangan istana yang tampak sangat mewah, karena dihiasi oleh ornamen-ornamen indah dan sangat berharga.
Pelayan itu tersenyum tipis ketika melihat ekspresi dari Bing Hua dan Yan Liyan.
"Cih, dasar kampungan." gumam pelayan itu dengan sinis dan hampir tidak terdengar.
Namun perkataan dari pelayan itu tidak luput dari pendengaran Yan Liyan dan Bing Hua. Mereka berdua hanya terdiam, tidak menanggapi perkataan pelayan itu, karena tidak ingin membuat masalah baru.
"Hua'er.. kau harus menghafal dena istana Kekaisaran surgawi ini, agar kau dengan mudah menjalankan tugasmu nantinya." sebuah pesan telepati dari Yan Liyan terdengar di dalam kepala Bing Hua.
Bing Hua yang mengerti dengan maksud Yan Liyan, menanggapinya dengan menganggukan kepala.
Yan Liyan hanya tersenyum kecil melihat tanggapan dan sikap Bing Hua yang terkadang sangat dingin.
Yan Liyan tiba-tiba saja mengenggam tangan Bing Hua, sehingga membuatnya terkejut. Bing Hua juga memerah wajahnya ketika banyak perajurit dan pelayan melihat mereka berdua bergandengan tangan dan berbisik-bisik mengenai mereka berdua.
"Hei Lihat dia orang yang dibawah oleh pelayan si putri kejam itu!" ucap si pelayan A
"Hmm.. Sepertinya mereka berdua akan menjadi korban selanjutnya dari kekejamannya. Sayang sekali padahal mereka berdua tampak pasangan yang sangat serasi." ucap pelayan B yang merasa ibah kepada Yan Liyan dan Bing Hua.
Yan Liyan dan Bing Hua tentu saja bisa mendengar percakapan antara kedua pelayan itu.
Mereka berdua juga keheranan dengan pembicaraan kedua pelayan itu terhadap Biao Qiaolin, karena menurut mereka Biao Qiaolin tidak terlihat seperti orang yang kejam, kecuali angkuh, tapi itu wajar karena dia merupakan pemimpin masa depan Kekaisaran surgawi.
Beberapa menit berlalu, Yan Liyan dan Bing Hua telah sampai disebuah ruangan yang tampak asri seperti dalam hutan belantara. Mereka berdua bahkan tidak percaya jika saai itu mereka sedang berada dalam istana, tapi itulah kenyataannya.
"Ini adalah domain dalam istana yang merupakan tempat khusus untuk tuan putri berlatih dan menenangkan diri."
__ADS_1
Wusss!
Sosok gadis cantik yang terlihat sangat angkuh dan menggunakan gaun hitam tiba-tiba muncul di depan mereka bertiga.
"Aku sudah menunggu kedatangan kalian bertiga dari tadi." Biao Qiaolin memang kearah pelayan itu mengisyaratkan untuk keluar.
Pelayan tersebut hanya mengangguk mengerti dengan maksud tuanya. Pelayan itu membuka celah dimensi dan muncul sebuah pintu.
Pintu itu terbuka dan pelayan tersebut langsung keluar, seperti keluar dari suatu ruangan pada umumnya.
"Tidak perlu terkejut. Ruang seperti ini hanya ada beberapa di istana ini, tapi kalian berdua juga bisa memilikinya jika memiliki kontribusi besar selama menjalankan tugas." ucap Biao Qiaolin yang bermaksud memberikan motivasi kepada Yan Liyan dan Bing Hua agar lebih semangat.
Tapi Yan Liyan dan Bing Hua sama sekali tidak tertarik, karena dunia jiwa Yan Liyan masih lebih indah dan lebih luas dari tempat ini.
"Cukup basa-basinya! Katakan saja... Apa tugas kami berdua?"
Biao Qiaolin yang mendengar itu hanya tersenyum. Dia sangat menyukai sifat seperti Yan Liyan.
"Aku ingin kalian berdua menyusup ke sekte Naga Hitam dan menangkap kedua adikku. Ada beberapa mata-mataki disana yang akan membantu kalian dalam menjalankan tugas." Biao Qiaolin tampak serius membicarakan hal itu.
"Ya. tentu saja." Biao Qiaolin mengeluarkan kertas yang ber lukiskan dua sosok pemudah tampan yang menggunakan zirah emas.
Yan Liyan langsung menerima lukisan itu dan melihat mereka berdua baik-baik. Dahinya mengerut ketika menyadari sesuatu.
"Apa kalian bertiga benar-benar adik kakak. Kalian tampak sangat berbeda." Membandingkan Biao Qiaolin dan dua sosok gambar itu tampak berbeda jauh.
"Mereka berdua memang adik kandungku, tapi aku berbeda. Aku mewarisi darah ibuku sedangkan mereka berdua mewarisi darah ayahku, tapi tidak dengan sifatnya.
Intinya Aku ingin kalian membawa mereka berdua Hidup-hidup."
perintah Biao Qiaolin kepada Yan Liyan dan Bing Hua, meskipun dia tahu ini merupakan tugas yang sangat sulit, tapi dia sangat mempercayai kekuatan dua soaoo di depanya itu.
"Ini merupakan tugas yang sangat sulit. Bagaimana jika mereka melawan dan membuat kami terdesak? Apa kami berdua boleh membunuhnya?"
Biao Qiaolin yang mendengar itu hanya mengangguk.
"Tapi jika kau bisa membawanya Hidup-hidup maka usahakan lah."
__ADS_1
"Aku mengerti."
Bagaiamana pun ini merupakan dunia kultivator yang sangat kejam, bahkan sesama saudara akan tega untuk saling membunuh hanya demi untuk kekuasaan.
Dunia yang dimana tidak mengenal ikatan darah tapi mengenal seberapa hebatnya kekuatan untuk diakui seseorang dan pada saat itu kau akan memiliki banyak saudara palsu yang hanya mengincar kepentingan mereka sendiri.
Yan Liyan membuka celah dimensi lalu masuk kedalamnya.
Bing Hua memandang takam kearah Biao Qiaolin.
"Dia miliku! Aku akan membunuhmu, jika kau berusaha untuk dekat denganya." Pandangan tajam serta aura membunuh yang Bing Hua arahkan pada Biao Qiaolin dan setelah itu Bing Hua masuk kedalam celah dimensi setelah memberikan Biao Qiaolin peringatan keras.
Keringat dingin menetes di dahi Biao Qiaolin setelah diberikan peringatan oleh Bing Hua.
"Dia sangat serius dalam menjangan pasanganya." gumam pelan Biao Qiaolin.
"............... "
Sedangkan di sisi lain....
Di Wilayah utara Kekaisaran lebih tepatnya tempat yang berada dekat dengan sekte Teratai beku.
Terlihat dua sosok yang sedang kengawasi sebuah gua besar yang mengeluarkan hawa panas sekaligus dingin.
Dua sosok itu tidak lain adalah Xian Ram dan Xue Jia. Tadi pagi mereka telah sampai di tempat itu dan memutuskan untuk mengawasi gua itu terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk masuk jika keadaannya memungkinkan.
Sekarang ini mereka masih waspada dengan energi panas dingin itu.
Xian Ran sebenarnya tahu siapa penyebab dari keluarnya energi tersebut. Namun itu tidak akan mengubah apa pun, karena dia sama sekali tidak akan bisa menahan kekuatan dari dua energi tersebut jika memaksa untuk masuk.
'Tidak salah lagi, jika ini merupakan energi milik Mei Lin. Sebenarnya apa yang terjadi denganya? Apa dia sedang menerobos?'
"Apa sebaiknya kita masuk saja senior?" Xie Jia bertanya untuk kesekian kalinya pada Xian Ran karena menurutnya akan lebih baik untuk masuk daripada berdiam diri di luar tanpa melakukan apa pun.
Xian Ran berdecak kesal. Ingin sekali dia memukul kepada Bocah ingusan itu karena ketidak sabaranya.
"Huft.. Bisa kau Diam saja!"
__ADS_1