
Setelah Yan Liyan, Xu Yue, dan Xu Dongjie selesai meminum dua teko minuman teratai salju. Mereka bertiga langsung pergi keluar dari restoran itu, untuk menuju kearah mansion.
"Jadi apa tugas kita hanya mengawasi saja?" Yan Liyan bertanya dengan ekspresi rumit karena akan sangat membosankan jika hanya mengawasi saja.
Xu Dongjie menoleh kearah Yan Liyan yang berjalan di tengah antara Dia dan adiknya.
"Ya. Sejauh ini, hanya itu yang diperintahkan oleh ratu, aku akan memberikan informasi kepada ratu jika terlihat gerak-gerik yang mencurigakan."
Yan Liyan langsung mengerti ketika mendengar hal itu, tentunya mereka tidak ingin kehilangan dua orang berharga mereka, jadi Chi Ziran tidak ingin mengambil resiko dengan menyuruh mereka berdua untuk membunuh penyusup itu.
"Mm... Bukankah penampilan mu sedikit berubah dari terakhir yang aku lihat beberapa hari yang lalu?" Xu Yue melihat penampilan Yan Liyan yang sangat berbeda apalagi simbol naga Emas yang terlihat samar di dahinya serta warna matanya yang bebrbeda warna.
"Eh, Benarkah? Aku rasa penampilanya masih seperti waktu itu adik Yue." Xu Dongjie menanggapi sekaligus kebingungan dengan ucapan adiknya, penampilan yang mana yang berubah dari Yan Liyan.
"He.. Apa kakak tidak melihat gambar seekor na...
Sebelum ucapan Xu Yue selesai, Yan Liyan langsung menggerakan tanganya dan menutup mulut Xue Yue rapat-rapat.
Xu Yue sangat terkejut dengan tindakan Yan Liyan, dia memandang tajam kearah Yan Liyan. Namun Dia sangat terkejut ketika melihat ekspresi seperti memohon dari Yan Liyan untuk tidak mengatakan hal itu.
Xu Dongjie sendiri sangat kebingungan ketika melihat Yan Liyan, dia juga sangat bahagia karena menduga jika hubungan Yan Liyan dan adiknya menjadi sangat akrab.
'Setidaknya suatu saat nanti ada yang bisa menjaganya lebih baik daripada diriku.'
"Apa sekarang aku bisa memanggilmu dengan sebuah adik ipar? Ah... Aku juga menginginkan seorang keponakan yang sangat imut." ucap Xu Dongjie tersenyum lebar sambil membayangkan jika suatu saat nanti ada yang akan memanggilnya dengan sebutan paman.
Xu Yue melirik tajam kearah kakaknya ketika mendengar hal itu, Dia juga tidak berani memandang wajah Yan Liyan saat ini, karena merasa malu.
Sedangkan Yan Liyan hanya tersenyum lalu melepaskan cengkramanya dari mulut Xu Yue dan merangkul Xu Dongjie.
"Hei Saudara Dongjie, Apa yang kau katakan tadi itu benar?" tanya Yan Liyan dengan nada yang dibuat-buat.
Xu Dongjie hanya tersenyum tampak karena mengerti dengan maksud dari Yan Liyan, dia juga melirik kearah adiknya.
"Ya. Aku sungguh-sungguh, Dan memangnya kau dapat memberiku berapa keponakan?"
Berpikir sebentar seperti menimbang-nimbang sesuatu, akhirnya Yan Liyan mengangkat tanganya.
"Tiga! kurasa itu sudah cukup bukan?" ucap Yan menunjukan tiga jarinya.
"Hahahaha!! Saudara! itu sangat bagus." Xu Dongjie membayangkan jika ada tiga anak kecil yang akan memanggil dirinya dengan sebutan paman.
Xu Yue yang mendengar itu menjadi sangat marah, Dia sangat tahu jika kakaknya dan Yan Liyan ingin menggoda dirinya dengan omongan kosong mereka.
Dengan tangan terkepal serta aura yang sangat dingin keluar dari tubuhnya, Xu Yue kemudian melesat dan memberikan pukulan pada dua orang di sampingnya itu.
"Rasakan ini SIALAN!!"
__ADS_1
"Boomm!!"
"........."
Di sebuah tempat, lebih tepatnya di sebuah mansion.
Yan Liyan duduk di tangga sambil memegang pipinya yang masih terasa sakit akibat pukulan dari Xu Yue.
Karena jika dia menggunakan kekuatan fisik dewa naganya maka masalahnya akan menjadi lebih panjang, lagipula dia berbicara seperti itu untuk mengalihkan pembicaraan agar tubuh istimewanya tidak di ketahui oleh Xu Dongjie.
[Tuan, Menurut sistem jika Xu Yue memiliki kemampuan istimewa, yaitu mata malaikat. Mata yang dapat melihat segala hal rahasia yang disembunyikan oleh seseorang dan juga, sepertinya kekuatan itu baru saja bangkit]
Ekspresi Rumit dan rasa ketidak percayaan Yan Liyan ketika mendengar pemberitahuan dari sistemnya.
"Bagaimana Mungkin ras binatang mitos mempunyai kemampuan istimewa semacam itu?"
[Sepertinya identitas dari Xu Yue tidak sesederhana kelihatannya, Sistem menduga jika Xu Yue berasal dari ras cahaya yang kemudian diberikan kekuatan darah phoenix Es oleh seseorang agar keberadaanya tidak diketahui oleh orang lain]
Lagi-lagi Yan Liyan sangat terkejut dengan rahang yang terbuka lebar.
Bagaimana tidak, ras cahaya merupakan ras kuno sekaligus ras terkuat di alam tingkat tinggi yang telah punah sebelum perang jutaan tahun yang lalu terjadi.
Dan mengenai kenapa ras terkuat bisa punah adalah menjadi sebuah misteri bagi semua yang mengetahui tentang kebenaran adanya rasa itu.
Ada yang beranggapan jika ras Cahaya tidak punah, tapi tiba-tiba menghilang secara misterius dan juga ada yang beranggapan jika ras itu dibantai oleh sosok yang sangat kuat dalam semalam tanpa menghilangkan jejak.
"Hah.. Sebaiknya Aku akan memikirkan hal itu nanti. Aku terlalu memikirkan banyak hal, sehingga Aku lupa dengan keadaan Mei Lin saat ini? apa dia telah menerobos?" ucap Yan Liyan dengan penuh tanda tanya.
Setelah sampai di dalam ruang invetory sistem..
Yan Liyan melihat jika Bing Hua sedang duduk bersilah di dalam air kehidupan, Yan Liyan lalu menoleh kebawah pohon kehidupan...
Yan Liyan tertegun ketika melihat seorang gadis cantik yang sedang duduk di bawah pohon kehidupan, dengan rambut hitam panjang terurai, warna mata merah darah yang terlihat menawan, hidung mancung serta gaun merah yang sangat indah dengan hiasan bulu phoenix.
Gadis itu kemudian menoleh ke arah Yan Liyan karena menyadari keberadaanya.
Dengan senyuman yang menawan, gadis itu kemudian berdiri, lalu berjalan menuju kearah Yan Liyan.
"A-apa kau Mei Lin?" ucapnya dengan tidak percaya jika Mei Lin memiliki penampilan seperti itu dibalik sikap tidak pedulinya.
"Ya. Aku adalah Mei Lin." suara yang sangat lembut sangat berbeda ketika berada dalam bentuk phoenix nya.
"Sejak kapan kau...
"Belum lama ini, Aku telah menerobos ke rana dewa sehingga aku bisa berubah menjadi manusia seutuhnya.
Tuan, Menurut mu bagaimana penampilanku saat ini?" Tanya Mei Lin dengan sopan sekaligus sangat penasaran dengan jawaban Yan Liyan.
__ADS_1
"Kau terlihat sangat cantik." hanya perkataan itu yang menjadi jawaban Yan Liyan. Dia akan menjadi orang yang sangat munafik jika menyangkal kecantikan di depanya itu.
"Aku sudah mengatakanya waktu itu bukan?"
Yan Liyan mengangguk, tapi tiba-tiba dia mengingat sesuatu yang ingin dia berikan pada Mei Lin.
Yan Liyan kemudian mengeluarkan pedang dewi phoenix dari dalam cincin penyimpananya.
Wusss!
Aura panas dan dingin keluar dari pedang itu serta aura kutukan yang berasal dari teknik tabu.
"Pedang ini untukmu, anggap saja sebagai hadiah karena kau telah menerobos ke tingkat dewa, lagipula aku pernah berkata padamu jika kau akan mendapatkan keberuntungan di masa depan nanti."
Mei Lin melihat pedang itu dengan tatapan kekaguman pada aura dan penampilanya yang elegan seolah pedang itu hanya di buat khusus untuk sosok dewi penguasa ras phoenix.
Mei Lin kemudian menerima pedang itu, lalu sedikit menunduk di depan Yan Liyan.
"Terima kasih tuan."
"Mm.. Sebaiknya mulai sekarang kau tidak usah lagi untuk bersikap formal, Mulai saat ini kau mempunyai identitas dan kehormatan tersendiri sebagai seorang pemimpin."
Yan Liyan mengucapkan itu karena dia mempunyai tujuan agar Mei Lin dapat memimpin wilayah phoenix api itu lagi.
Agar dia dapat mempunyai banyak sekutu untuk melawan naga Kegelapan dan dewa kegelapan.
"Baik, Aku mengerti." Mei Lin lalu berdiri dengan normal lalu memasukan pedang dewi phoenix kedalam cincin penyimpananya.
"Dimana Jiu Wei?"
"Dia sedang berkultivasi di tempat lain untuk menerobos ke rana dewa."
Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum, karena sepertinya dia akan mempunyai sosok-sosok kuat di dekatnya.
Yan Liyan sedikit melirik kearah Bing Hua memeriksa statusnya.
'Rana dewa ☆4 ya... Kekasihku itu memang mempunyai bakat hebat seperti diriku.' batinya merasa bangga dengan Bing Hua.
"Baiklah, Aku akan keluar terlebih dahulu, Sedangkan kau bertugas untuk menjaga Bing Hua sampai dia selesai berkultivasi."
"Baiklah." Mei Lin hanya menurut dengan perintah tuanya.
Tubuh Yan Liyan kemudian di selimuti oleh cahaya, tapi sebelum keseluruhan tubuhnya di selimuti oleh cahaya.
Mei Lin tiba-tiba mendekat kearah Yan Liyan.
"Terima kasih untuk semuanya."
__ADS_1
ucapnya dengan lembut lalu mendaratkan sesuatu di dahi Yan Liyan dengan rona wajah yang me merah.
Yan Liyan terdiam membeku ketika menyadari hal itu. Namun cahaya itu kemudian telah menyelimuti seluruh tubuhnya, lalu dia menghilang dari tempat itu.