
"Aku tidak tahu." Bing Hua juga kebingungan kenapa Yan Liyan hanya memberinya 4 cincin padahal mereka ada berlima.
"Sebenarnya aku tahu jawabannya."
"Benarkah?"
"Ya, tentu Yan Liyan tidak ingin memberikan sebuah cincin kepada seekor rubah bodoh yang kehilangan kewarasannya."
Hahhaha!
Xiao Yi tertawa puas ketika melihat Jii Wei mengeram kepadanya. Jika kekuatan Xiao Yi tidak berada diatas Jiu Wei, maka sudah pasti Jiu Wei akan mencabik-cabik Xiao Yi menjadi serpihan tipis dengan cakar miliknya yang tajam.
Bing Hua terdiam. Bahkan dia sekalipun tidak akan berani menyinggung perasaan Jiu Wei meskipun dia tahu jika Jiu Wei sangat penurut kepadanya.
Bing Hua keheranan kenapa Xiao Yi terlihat sangat suka sekali memprovokasi Jiu Wei.
"Semuanya bersiaplah!"
Mei Lin memperingatkan mereka semua karena garis merah pada belati sunyi hampir menyampai ujungnya.
Ketika garis merah itu berjarak sedikit lagi dari ujung belati, Mei Lin membuat segel tangan lagi.
Kini seluruh tubuh Mei Lin diselimuti oleh api Phoenix serta muncul simbol teratai di dahinya yang menandakan jika dia memakai seluruh kekuatan yang dia miliki.
"Terbuka!!"
Krak!
Pecahan ruang mulai muncul, pecahan itu kemudian berubah menjadi lubang besar yang di dalamnya terlihat kegelapan tidak ada batas yang tidak bisa ditembus oleh mata.
Siapa pun yang melihatnya akan berpikir jika kegelapan itu akan menelan mereka jika mencoba masuk kedalamnya.
"Cepat masuk!"
Bing Hua dengan beraninya melesat pertama memasuki celah dimensi tersebut diikuti oleh Xian Ran dan Jiu Wei.
Sedangkan Xiao Yi, Dia menghampiri Mei Lin terlebih dahulu yang saat ini hampir kehilangan kesadaranya.
Meskipun Mei Lin hampir kehilangan kesadaran, tetapi dia tersenyum karena telah berhasil melakukan tugasnya yaitu membuka celah dimensi.
"Kerja yang sempurna."
Xiao Yi mengambil belati miliknya kemudian memapah Mei Lin lalu mereka berdua memasuki celah dimensi tersebut.
Setelah mereka keluar dari celah dimensi.
Hal pertama yang mereka lihat adalah padang pasir yang sangat luas.
Sepertinya saat ini mereka berada di tengah gurun.
Suasana di dimensi itu juga sangat berbeda dengan dimensi sebelumnya, dimana aura di alam kegelapan ini terasa sangat suram.
__ADS_1
Seperti kematian akan mendatangi mereka setiap waktu jika mereka mencoba untuk melangkahkan kaki lebih jauh lagi.
Berbeda dengan yang lainya, Xiao Yi malah terlihat sangat santai, kekuatan aura kematian di alam kegelapan ini tidak dapat mempengaruhinya.
"Hei Rubah bodoh berjalanlah dengan cepat! Apa kakimu itu terluka sehingga kau tidak bisa melangkah atau jangan-jangan kau merasa ketakutan...
Grrr!
Jiu Wei benar-benar kesal dengan Xiao Yi yang selalu saja menghina dirinya.
Jiu Wei bertanya-tanya kenapa selalu dirinya yang dihina Xiao Yi, kenapa bukan Mei Lin? bukankah mereka berdua sama-sama berasal dari ras binatang mitos.
Xiao Yi mengabaikan tatapan permusuhan dari Jiu Wei. Dia mengeluarkan belati sunyi miliknya lagi lalu melemparkanya ke udara.
Belati itu melayang di udara dan berputar searah jarum jam.
Belati itu seketika berhenti berputar dan ujungnya menghadap kearah barat.
"Belati sunyiku bisa merasakan aura kehidupan dari jarak yang sangat jauh sekalipun, jadi sekarang kita akan mengikuti petunjuknya yaitu kearah barat."
Ya, itu merupakan salah satu kelebihan dari senjata belati sunyi miliknya.
Mei Lin hanya menurut dan mengikuti Xiao Yi dari belakang dan diikuti oleh yang lainya.
Sebenarnya Jiu Wei keheranan tentang kenapa Mei Lin yang dikenal dengan ratu ras Phoenix api sekaligus rivalnya dapat dengan mudahnya mengikuti perintah Xiao Yi.
Bukankah hal itu secara tidak langsung merendahkan statusnya, apa lagi Xiao Yi adalah seorang penghianat.
Hal itu juga yang terdapat dipikiran Bing Hua dan Xian Ran, tapi mereka mengabaikanya karena mencari roda takdir adalah yang paling utama saat ini.
Mereka berenam menemukan sebuah oasis. Belati sunyi terus melesat dengan kecepatan penuh menuju kearah oasis tersebut.
Boomm!
Belati tersebut menabrak gundukan pasir yang berada di pinggiran oasis.
Graaaaarrr!
Sekor mahkluk berukuran besar terbangun dari dalam pasir dan mengaum dengan kerasnya. Mahluk besar itu mengaum karena belati kehidupan menancap di ekornya dan menyerap energi kehidupannya.
"Seekor monster yang sebenarnya." gumam Xiao Yi dengan ekspresi terkejut ketika melihat seekor monster besar berbentuk kadal yang mengaum dengan keras di hadapanya.
Xiao Yi belum pernah melihat ras monster di alam kegelapan, tapi ketika melihatnya saat ini, Xiao Yi tidak pernah menduga jika monster di alam kegelapan berukuran sangat besar dan jauh 10 kali lipat lebih besar dari pada monster yang dia lihat sebelum ini.
Seekor naga es muncul dari langit lalu dengan cepat melesat menuju kearah monter tersebut, ya itu merupakan teknik dari Bing Hua.
Monster itu perlahan membeku, tapi monster mengaum lagi sehingga memaksa es yang menyelimutinya retak lalu pecah menjadi serpihan es.
Monster kadal itu memotong ekornya sendiri untuk menghindari seluruh energi kehidupanya di serap oleh belati sunyi.
Ya, hal itu terpaksa monster kadal itu lakukan, karena belati sunyi tidak bisa dilepaskan dari tubuhnya.
__ADS_1
Monster kadal itu melihat kearah Xiao Yi dan Bing Hua.
"Manusia! Beraninya kalian memasuki alam kegelapan."
Di alam kegelapan sebelumnya tidak ada seorang pun manusia yang dapat memasukinya, bahkan ras lain sekali pun.
Dan jika ada yang masuk, maka mereka akan menjadi santapan lezat untuk para monster yang menghuni alam kegelapan.
"Kenapa? apa kau terkejut?" Xian Ran melayang diatas Monster kadal itu dengan siulet sosok wanita yang sangat cantik di belakangnya.
Siluet itu menggerakan semua akar pohon yang tumbuh di sekitar oasis menuju sangat monster bertujuan untuk melilitnya.
"Jangan meremehkan ku"
Monster kadal itu menjulurkan lidah besarnya kearah akar pohon yang menuju kearahnya.
Lidah monster itu seketika menghancurkan akar pohon yang akan melilitnya, tapi tidak peduli berapa kali pun dia menghancurkan akar pohon tersebut, akar itu kembali tumbuh lagi dan melesat menuju kearahnya lagi dan lagi.
"Tidak ada habisnya."
"Selama ada kehidupan di sekitarmu, maka teknik ini tdak akan pernah berhenti."
"Butuh bantuan?" Jiu Wei dengan sembilan ekornya tiba-tiba muncul di samping Xian Ran.
"Sebenarnya aku bisa mengatasinya sendiri, tapi jika kau ingin merepotkan diri, maka silahkan saja."
"Hehehe.. Baiklah, saatnya melampiaskan kemarahanku."
Jiu Wei merasa senang melihat benda hidup yang dapat menerima serangannya. Selama perjalanan tadi Jiu Wei merasa sangat kesal dengan Xiao Yi sekarang dia akan melampiaskanya.
"Elemen Tanah! Penjarah tiga arah."
Wuss!
Muncul tiga buah gunung kecil yang menjulang tinggi mengapit monster kadal hingga tidak bisa bergerak.
"Hehehe saatnya pertunjukan."
Jiu Wei mengeluarkan Bola elemenya di kedelapan ekornya, sedangkan satu ekor Jiu Wei tidak mengeluarkan elemen apa pun, karena ekor tersebut merupakan elemen ruang waktu berada.
Bola elemen tersebut lama-kelamaan semakin membesar dan membesar lagi hingga menjadi seukuran bukit kecil.
"Hiaaa!!"
Xiao Yi melepaskan seluruh bola elemenya menuju kearah monster kadal.
"Argghhh!"
Monster kadal berteriak karena merasakan rasa kesakitan yang luar biasa. apa lagi emelen kegelapan membuat seluruh tubuhku melebur secara perlahan.
"Hahahaha matilah kau Xiao Yi!!" Jiu Wei berteriak dan tertawa seperti psikopat gila, sekarang ini dia sedang membayangkan jika yang dia serang saat ini adalah sosok Xiao Yi.
__ADS_1
Xiao Yi dari kejauhan menatap kearah Bing Hua.
"Apa tadi dia menyebut namaku?"