SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Saudari?


__ADS_3

[DING...


Nama: Yan Liyan


umur: 19 tahun


Status: Pemilik Sistem Penguasa


Kondisi tubuh: Sehat


Tipe tubuh: Tubuh kekosongan, Elemen, Dewa naga, dan Dewa Phoenix


Nama teknik: Teknik teratai Es, teknik Phoenix, Teknik cahaya abadi, teknik ilusi cahaya rembulan, teknik kegelapan pemusnah, teknik teleportasi. Teknik Phoenix dan teknik rubah elemen.


Tingkat kultivasi: Dewa Sejati puncak


Versi sistem: 200


Poin sistem: 5M Ps dan 50 poin pengalaman.


Invetory sistem: 5 kotak hadiah misteri, pohon kehidupan, dan Air kehidupan.


[Ding... Sistem sarankan untuk meningkatkan kekuatan tipe tubuh kekosongan karena tuan sangat jarang menggunakanya, jika terus seperti itu, maka kekuatan dari tubuh kekosongan Anda dapat berkurang tuan. dikarenakam kekuatan tubuh lainnya yang ada di dalam tubuh tuan akan lebih mendominasi.]


Yan Liyan tersenyum puas ketika melihat statusnya. Dia juga kebingungan ketika mendengar saran dari sistemnya. Memang dia sangat jarang menggunakan kekuatan tubuh kekosongan, dia hanya menggunakannya ketika menyerap serangan tertentu saja.


Hal itu disebabkan dia tidak terlalu paham dengan tubuh itu, menggunakanya pun diperlukan energi Qi yang sangat banyak dan menurutnya fungsi dari tubuh itu hanya menyerap serangan saja, jadi dia menaggapnya tidak terlalu berguna.


"Bagaimana caranya untuk meningkatkan tubuh kekosongan itu, sistem?"


[Ding... Tuan harus menyerap energi kekosongan yang berada di aula istana milik sang kekosongan atau Sang Void yang keberadaanya sangat tersembunyi di alam keabadian.]


"Sang kekosongan?" Gumam Yan Liyan dengan keherana karena merasa dia pernah mendengar nama itu sebelumnya.


[Ya, tuan. Sang kekosongan atau Sang void adalah pemilik tubuh kekosongan sebelum anda, dia memisahkan tubuh kekosongan dari dirinya dan meninggalkan sebagian energi kekosonganya di istananya dengan tujuan agar penerusnya nanti dapat mengambil energi itu.]


"Apa aku harus melakukan hal itu?" tanya Yan Liyan yang merasa jika itu merupakan suatu tugas lagi.


[Itu terserah anda tuan, tapi sistem hanya memperingatkan, jika tuan tidak menyerap energi itu maka secara perlahan tubuh kekosongan akan terpisah dari tubuh anda.


Hal itulah yang sangat berbahaya, karena pada satu itu sistem tidak dapat mengendalikan aura dari tubuh kekosongan dan hal tersebut akan memancing kedatangan orang-orang dari alam yang lebih tinggi untuk merebut tubuh itu.


Tuan bisa memprediksi sendiri keadaan alam ini jika tubuh itu jatuh ke tangan Yang salah.]

__ADS_1


Yan Liyan yang mendengar penjelasan panjang dari sistemnya hanya mengehela nafas panjang.


"Itu terdengar seperti sebuah ancam bagiku dan juga, sepertinya perjalananku masih sangatlah panjang." gumam Yan Liyan lalu kembali seperti biasa melupakan terlebih dahulu penjelasan sistemnya tadi, setelah itu dia pergi menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


"............. "


Didapur...


Bing Hua dan Jiu Wei sedang memasak makanan untuk makan malam. Terlihat Jiu Wei memotong daging sehingga mebentuk kotak-kotak kecil.


Sedangkan Bing Hua memotong dan menghaluskan rempah-rempah sebagai campuran masakan utama.


Di saat mereka sedang melakukan itu, Tiba-tiba Mei Lin muncul dibelakang mereka berdua.


"Apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Mei Lin dengan ekspresi wajah datar. Dia telah mempersiapkan dirinya untuk dihina oleh Jiu Wei karena ini merupakan pertama kalinya dia akan mengurus urusan dapur.


Dan benar saja terlihat Jiu Wei menyunggingkan senyuman sinisnya terhadap Mei Lin.


"Oh... Apakah Sang dewi dan ratu ras Phoenix api yang dulu dan yang paling dihormati oleh ras Phoenix api ini akan mengurus urusan dapur untuk pertama kalinya?


Sungguh sangat mengejutkan, tapi sebaiknya kau jangan mengurus hal seperti ini. Bermainlah dengan pedangmu dihalaman rumah sana! dan biarkan kami saja yang mengurus ini." Tanpa pikir panjang Jiu Wei mengusir Mei Lin dari dapur.


Jika memang ada kesempatan untuk menghina dan merendahkan Mei Lin maka Jiu Wei akan dengan senang hati melakukannya.


Namun langkahnya terhenti ketika Bing Hua menghentikanya.


"Kau bisa ikut memasak dengan kami." Bing Hua menarik tangan Mei Lin Dan menyuruhnya duduk dimeja.


"Potonglah sayur-sayuran dan buah-buahan ini!" Bing Hua menunjukkan selada dan tomat yang berada diatas meja.


"Cih.. kau terlalu lembut padanya Bing Hua." Jiu Wei berdecak mesak ketika melihat apa yang dilakukan oleh Bing Hua.


Mei Lin mengangguk kerika mendengar perkataan dari Bing Hua.


"Terimakasih saudari Hua." Mei Lin lalu duduk di kursi lalu melakukan tugasnya tapi sebelum itu..


"Tu-tunggu.. Apa yang kau katakan tadi?! Saudari? apa maksudmu dengan itu?!" Jiu Wei dengan tidak percaya mendengar ucapan Mei Lin tadi.


"Ya, Aku harus membiasakan diri untuk memanggilnya seperti itu karena dimasa depan nanti kami berdua akan menjadi saudari." ucapnya sambil tersenyum, kemudian Mei Lin mengambil pisau dan memotong sayuran-sayuran yang berada di atas meja.


Jiu Wei tercengang ketika mendengar jawaban Dari Mei Lin. Dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang barusan saja dia dengar.


Dia memang beranggapan jika hubungan Mei Lin Dan Yan Liyan sangat dekat tapi menurut dugaanya tidak akan sampai sejauh ini.

__ADS_1


Berbeda dengan Bing Hua. Dia tetap tenang karena dia sudah mengetahui hal ini dari awal. Suasana menjadi hening karena mereka bertiga llarut dalam pikiran mereka.


"..........."


Setelah satu jam berlalu...


Masakan yang mereka bertiga buat telah matang dan saatnya untuk menyajikannya.


Mereka bertiga menyajikan di atas meja makan dengan sangat rapi.


Yan Liyan dan yang lain pergi menuju ke lantai bawah ketika mencium aroma menggugah selera. Mereka bertiga turun dari lantai atas lalu duduk dikursi meja makan.


Terlihat Banyak sekali makanan yang terbuat dari olahan daging yang dicampur dengan berbagai macam rempah dan nasih hangat yang tersedia di meja makan.


"Selamat makan!" ucap mereka secara bersamaan lalu memakan makanan yang sudah disajikan.


20 Menit kemudian...


Mereka telah selesai makan.. Qiao Mi dan Su FengLi langsung naik ke lantai atas untuk beristirahat karena merasa kelelahan akibat perjalanan yang mereka lakukan tadi pagi serta merasa kekenyangan.


Sedangkan Yan Liyan dan yang lain masih duduk dikursi meja makan. Sebenarnya Yan Liyan juga ingin beristirahat namun ketika melihat pandangan tajam Dari Jiu Wei. dia langsung mengurungkan niatnya.


"Ada apa, Jiu Wei? Kenapa kau menatapku seperti itu? " tanya Yan Liyan langsung pada intinya.


"Apa kau dan Mei Lin telah menjadi sepasang kekasih?"


Yan Liyan yang mendengar itu langsung menoleh kearah Mei Lin untuk meminta penjelasan darinya namun Mei Lin hanya terdiam sambil memainkan jarinya.


Yan Liyan yang melihat itu langsung mengerti jika Mei Lin telah mengatakan hubungan mereka berdua pada Jiu Wei walaupun itu secara tidak jelas.


"Ya. Kami berdua merupakan seorang kekasih, memangnya kenapa?"


"Ti-tidak, Aku hanya bertanya untuk memastikan." Jiu Wei kemudian berdiri. terlihat dia mencekram tangannya dengan sangat keras lalu setelah itu dia pergi menuju keluar rumah tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Sehingga membuat Yan Liyan semakin kebingungan dengan sikap Jiu Wei yang menurutnya sangat aneh.


"Ada apa denganya?" Yan Liyan bertanya kepada Bing Hua dan Mei Lin.


Tapi mereka berdua hanya menggeleng pertanda mereka tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan Yan Liyan.


"Huft! Baiklah Aku akan beristirahat terlebih dahulu dan juga sebaiknya kalian hibur dia, Mungkin dia merasa sangat kesal terhadap sesuatu." Yan Liyan lalu pergi menuju ke lantai atas.


Sedangkan Mei Lin Dan Bing Hua memandang satu sama lain ketika melihat sifat Yan Liyan.

__ADS_1


"Dasar tidak peka." ucap mereka berdua secara bersamaan.


__ADS_2