
Pagi harinya....
Setelah sarapan pagi, Yan Liyan langsung saja mengeluarkan token teleportasi lalu menghilang dari kastil.
Para bawahannya telah mengetahui hal itu hanya terdiam sedangkan Xiao Yi memandang mereka dengan penuh tanda tanya.
"Kemana kakak Liyan akan pergi?" tanya Xiao Yi pada Bing Hua.
Bing Hua tersenyum kecut ketika melihat hal itu.
'kenapa harus aku.' batinya dengan kebingungan padahal ada orang lain yang cocok untuk ditanyai seperti Yan Lin.
"Entahlah... Tapi kemarin Tuan berkata jika dia akan pergi kekaisaran Xue untuk membicarakan sesuatu yang penting sebelum kita akan pergi meninggalkan alam tingkat menengah ini." jawab Bing Hua.
Xiao Yi mengangguk, sekarang dia paham karena Yan Liyan pernah mengatakan hal ini sebelumnya.
"..............."
Sedangkan ditempat lain, lebih tepatnya Diwilayah kekaisaran Xue.
Yan Liyan Tiba-tiba saja muncul dalam ruang istana kekisaran Xue.
Tanpa basa-basi Yan Liyan langsung berjalan menuju kearah ruang pertemuan khusus kekaisaran.
Saat dia berjalan, tidak ada seorangpun yang curiga denganya karna tingkahnya begitu santai seperti sudah biasa berada di dalam istana kekaisaran Xue.
Yan Liyan sedikit mengeluarkan aura yang khas ketika telah sampai dimeja pertemuan.
Disuatu ruangan, terlihat seorang perempuan dengan kain tipis penutup muka berwarna biru yang tidak lain adalah Xue Lin sedang duduk termenung seperti memikirkan sesuatu.
Tidak lama kemudian, Xue Lin merasakan aura yang sangat khas sehingga membuatnya terkejut.
"Sepertinya Dia sedang berada dalam istana ini, caranya datang benar-benar sangat tidak sopan." ucap binatang kontrak Xue Lin yang tiba-tiba saja muncul.
Xue Lin yang mendengar itu hanya tersenyum, Dia sama sekali tidak memperdulikan perkataan binatang kontraknya.
Xue Lin berlari menuju kearah aura itu berasal yang menuju pada ruang pertemuan khusus antara dia dan para leluhur.
Membuka sedikit pintu dan melihat Yan Liyan sedang duduk dikursi bersama 3 leluhur yang lain.
Terlihat mereka sedang membicarakan sesuatu yang serius.
Yan Liyan membuka pintu sehingga membuat mereka berempat yang ada dalam ruangan itu menoleh kearahnya.
Xue An tersenyum ketika melihat kedatangan anaknya itu.
"Sepertinya urusan kami bertiga telah selesai denganya benar kan ibu..?" ucap Xue An menatap kearat Xue Ma.
Xue Ma hanya tersenyum ketika melihat tatapan dari anaknya tentu saja dia mengerti dengan maksud tatapan itu.
"Ya.. sepertinya kami harus kembali ketempat kami untuk melanjutkan kultivasi tertutup." Xue Ma mencari alasan.
Mereka bertiga bersamaan mengangguk lalu menghilang dari tempat itu termasuk juga dengan Binatang kontrak Xue Lin yang mengikuti Xue An.
__ADS_1
Kini ditempat itu hanya Xue Lin yang sedang duduk berhadapan dengan Yan Liyan.
Xue Lin tampak sangat gugup dengan hal penting apa yang membuat Yan Liyan datang ketempat ini.
"Aku akan meninggalkan alam tingkat menengah jadi aku akan menyerahkan seluruh wilayah kekuasaanku padamu." ucap Yan Liyan tanpa basa-basi langsung saja pada intinya.
Xue Lin sangat terkejut ketika mendengar perkataan dari Yan Liyan.
"Kenapa?" pertanyaan pertama Xue Lin pada Yan Liyan.
"Urusanku dialam tingkat menengah telah selesai" jawab Yan Liyan.
Xiao Yi yang mendengar jawaban dari Yan Liyan hanya terdiam untuk beberapa saat.
"Jadi kau datang ketempat ini untuk mengatakan hal itu kepadaku..?" tanya Xiao Yi yang terlihat perasaan sedih dari kata-kata yang diucapkannya.
Dia tidak menyangka jika sesingkat ini waktu untuk bertemu dengan Yan Liyan.
Yan Liyan mengangguk ketika mendengar pertanyaan dari Xue Lin.
"Ya... Sebentar lagi Aku dan para bawanku akan meninggalkan alam tingkat menengah dan pergi menuju alam yang lebih tinggi jadi aku ingin aku ingin memberikan wilayah kekuasaanku padamu.
Jadi apa kau menyetujuinya..?"
Tanya Yan Liyan dengan jelas pada Xue Lin.
Xue Lin yang mendengar pertanyaan itu langsung menggeleng.
'Hmm sesuai dugaanku, dia pasti akan menanyakan hal ini.'
Yan Liyan memang mengetahui perasaan Xue Lin padanya tapi Dia tidak ingin membahayakan nyawa seseorang dalam petualanganya apalagi tingkat kultivasi Xue Lin sangat rendah saat ini.
Dan jika Yan Liyan memberikan sumberdaya untuk meningkatkan kekuatanya lalu dia mengikutinya, Siapa yang akan menjadi kaisar dari kekaisaran Xue selanjutnya.
Memikirkan hal itu membuat Yan Liyan menghela nafas berat.
"Tidak, Apa kau tahu perjalanan yang akan kami lakukan sangatlah berbahaya dan sama sekali tidak terduga, aku tidak bisa menjamin keselamatanmu."
"Aku tidak peduli, aku tetap ingin ikut denganmu." ucap tegas Xue Lin memaksa Ikut dengan Yan Liyan.
"Apa kau bodoh, siapa yang akan memimpin kaisar Xue jika kau ikut denganku? Apa kau ingin meninggalkan wilayah yang kau pimpin demi keegoisanmu? pikirkan hal itu baik-baik Xue Lin!!
Xue Lin terima ketika mendengar pertanyaan berturut-turut dari Yan Liyan.
Dia tidak mungkin meninggalkan wilayahnya yang dia pimpin hanya demi keegoisanya sendiri, dan tidak mungkin dia menyerahkan seluruh wilayah kekisaran yang dia pimpinan pada orang lain.
Ibu dan leluhurnya telah terlepas dari segala urusan kekaisaran, Xue Lin tentunya tidak ingin memaksakan kehendak mereka.
Memikirkan hal itu membuat Xue Lin sangat sedih, perasan senang ketika menyadari Yan Liyan datang keistananya langsung hilang ketika mendengar ucapan perpisahan dari Yan Liyan.
Yan Liyan yang melihat hal itu mengerti jika Xue Lin saat ini sangat terpuruk dan sedang berada didalam dilema.
Yan Liyan lalu mengeluarkan sebuah kotak hadiah dalam cincin penyimpananya dan memberikanya pada Xue Lin.
__ADS_1
"Anggap saja, Hadiah itu sebagai hadiah perpisahan dariku, apapun isi dalam kotak hadiah itu merupakan sesuatu yang unik, alirkan Qi kedalamnya dan kau akan mengetahuinya." ucap Yan Liyan.
"Dan aku menganggap kau telah menyetujui untuk mengurus wilayah tanpa nama." ucap Yan Liyan lalu menghilang dari tempat itu.
Kini ditempat itu hanya ada Xue Lin yang masih duduk termenung memandang kotak kecil yang merupakan hadiah perpisahan dari Yan Liyan.
Tidak lama kemudian... tanpa sadar buliran air mata keluar dari pelupuk matanya.
Hiks....
Hiks....
Tangisan kecil terdengar dalam ruangan itu, tangisan yang menandakan kesedihan mendalam dari seseorang.
Sore harinya Yan Liyan telah sampai dikastil, duduk dibangku taman sambil memandang air telaga.
Sebelumnya Yan Liyan telah menyampaikan tetang kepergiannya dari alam tingkat menengah kepada dua kekaisaran lain yaitu pada Wu Qing dan Kaisar Xia serta siapa yang akan memimpin wilayah kekuasaanya serta alasan kenapa Yan Liyan memilih kekisaran Xue.
Kedua pemimpin kekisaran sangat setuju dengan keputusan Yan Liyan untuk menyerahkan wilayah kekuasaanya pada kekaisaran Xue karena Bisa dibilang kekaisaran Xue merupakan penengah karena merupakan kekaisaran paling disegani diantara mereka.
Jadi perseteruan yang terjadi diantara dua kekaisaran tentang wilayah itu tidak akan pernah terjadi lagi.
"..............."
1 Bulan lagi berlalu.....
Sore harinya...
Yang Liyan yang sedang melatih Zu'er tiba-tiba Dia tersenyum ketika mendengar pemberitahuan dari sistemnya.
[Ding... proses peningkatan sistem ke versi 100 telah selesai.]
[Ding... Energi kehidupan dalam ruang invetory sistem telah ditingkatkan lagi.]
[Ding... selamat tuan, Anda meningkatkan seluruh provesi anda ketingkat Dewa karena meningkatkan sistem ke versi tertentu.]
[Ding... selamat tuan anda mendapatkan senjata Busur panah alam.]
Yan Liyan yang mendengar jika sistemnya telah selesai ditingkatan hanya tersenyum.
"Busur.. panah alam?" gumam Yan Liyan dengan kebingungan.
[Busur panah alam merupakan senjata tingkat surgawi yang masih bisa meningkat ketingkat selanjutnya.]
Yan Liyan yang mendengar pemberitahuan dari sistemnya hanya mengangguk dan sepertinya dia tahu untuk siapa busur itu.
Yan Liyan lalu mengeluarkan kotak kecil dan memasang segel pada kotak itu.
"Kotak ini akan terbuka ketika Dia sudah pantas untuk memakainya." gumamnya lalu berjalan menuju kearah Zu'er.
Zu'er yang melihat Yan Liyan berjalan kearahnya langsung berhenti berlatih dan menunduk kecil pada Yan Liyan.
"Zu'er sepertinya sekarang kau sudah bisa menjaga dirimu sendiri dan orang terdekatmu tapi ingatlah kau harus tetap berlatih dan jangan sombong dengan kekuatan yang kau miliki saat ini atau dimasa depan."
__ADS_1