
Di halaman belakang kediaman Yan Liyan...
Terlihat Bing Hua dan Yan Liyan sedang berdiri memandang kearah Mei Lin yang duduk terdiam dalam keadaan pingsan .
Di saat-saat Mei Lin bisa mengendalikan elemen Es, energi yang ada di dalam tubuhnya tiba-tiba saja menurun sehingga membuat proses pengendalian elemen es menjadi gagal.
Ditambah Mei Lin yang tidak sadarkan diri membuat Bing Hua merasa sangat khwatir jika terjadi sesuatu pada Mei Lin.
Tanpa pikir panjang Bing Hua langsung memanggil Yan Liyan. Bing Hua merasa jika Yan Liyan dapat diandalkan dan memiliki cara untuk mengatasi hal ini.
Bing Hua akan merasa sangat bersalah jika Mei Lin sampai mengalami luka berat karena latihan yang Bing Hua berikan.
Yan Liyan yang melihat kekhawatiran dari kekasih pertamanya itu hanya tersenyum lalu mengelus lembut pucuk kepala Bing Hua agar membuatnya merasa tenang.
"Tenanglah... Mei Lin akan baik-baik saja, jadi kau tidak perlu sampai khawatir seperti itu."
Pandangan Yan Liyan tertuju pada tangan Mei Lin yang mengeluarkan hawa dingin.
'Apa itu benar sistem?' dengan tidak percaya ketika Yan Liyan mendengar pemberitahuan sistemnya tadi.
[DING... Benar tuan, sekarang ini Mei Lin sedang menerima kekuatan dari roh pedang dewi phoenix. Anda bisa saja memasuki domain pedang dewi phoenix untuk memastika hal tersebut, tapi sistem menyarankan agar tuan tidak melakukan hal itu.]
"Tapi bagaimana bisa... Bukankah aku sendiri yang telah membuat pedang itu."
[Anda memang benar tuan, tapi tuan membuat pedang dewi phoenix atas petunjuk dari sistem. terdapat rahasia yang tidak sistem jelaskan kepada tuan mengenai pedang tersebut.]
Mendengar pemberitahuan dari sistemnya membuat Yan Liyan tersenyum kecut. Dia tidak menyangka jika sistemnya menyembunyikan sesuatu darinya. Namun Yan Liyan tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut, karena Yan Liyan yakin jika sistemnya mempunyai tujuan tertentu untuk kebaikannya.
Yan Liyan lalu terdiam, tidak sabar menunggu Mei Lin selesai menyerap semua kekuatan dari dewi phoenix.
Tidak lama kemudian....
Wuss!
Tiba-tiba saja Aura yang sangat dingin merembes keluar dari dalam tubuh Mei Lin, aura dingin tersebut membekukan benda-benda di sekitarnya.
Yan Liyan dan Bing Hua terkejut ketika melihat hal itu, karena Energi es tersebut tidak berasal dari dalam pedang dewi phoenix, tapi berasal dari dalam tubuh Mei Lin.
Bing Hua yang merasa khawatir dengan hal tersebut langsung ingin menolong Mei Lin karena jika dibiarkan saja maka akan sangat berbahaya bagi tubuh Mei Lin yang alaminya merupakan kultivator yang memiliki unsur elemen api dalam tubuhnya.
Tapi ketika dia hendak menolong Mei Lin langkahnya terhenti ketika Yan Liyan tanpa pikir panjang langsung menggendongnya ala tuan putri, lalu setelah itu Yang Liyan melesat pergi menjauh dari tempat Mei Lin berada.
"A.. Apa yang Liyan'gege lakukan?! Mei Lin bisa terluka parah jika dibiarkan seperti itu." Bing Hua memberontak ketika Yan Liyan dengan sangat erat menggendongnya sehingga membuatnya tidak bisa bergerak.
Bing Hua bahkan berpikir yang tidak-tidak tentang kekasihnya itu, seperti Yan Liyan sudah tidak peduli lagi dengan keadaan Mei Lin saat ini.
"Akan sangat berbahaya jika kita tetap berada di dekatnya. Aku tahu apa yang kau pikirkan tentangku, tapi yakinlah! Jika aku tidak akan pernah membiarkan orang terdekatku terluka."
__ADS_1
Setelah Yan Liyan merasa keberadaan mereka. berdua cukup jauh dari tempat Mei Lin tadi.
Yan Liyan langsung membuat segel tangan.
"Teknik aray! Pelindung empat arah!"
Wuss!
Dari empat sisi Mei Lin muncul susunan aray yang membentuk kubus mengurung Mei Lin di dalamnya. Aray tersebut berfungsi untuk menghentikan penyebaran energi dingin yang semakin meluas.
Krak!
Tiba-tiba saja terdengar suara retakan dari aray tersebut sehingga membuat Yan Liyan dan Bing Hua terkejut dengan hal itu.
Bagaimana tidak, teknik yang digunakan oleh Yan Liyan tadi merupakan salah satu teknik pelindung terkuat yang dimiliki olehnya.
"Aku akan membantumu."
Jiu Wei mengeluarkan siluet 9 ekornya. Siulet 9 ekor rubah elemen tersebut melesat kearah aray lalu menopangnya agar tetap dapat menahan energi dingin yang dikeluarkan oleh Mei Lin.
"Aku tidak terlalu peduli dengan apa yang terjadi padanya, Tapi dia selalu merepotkanku." gumam Jiu Wei seolah-olah jia dialah yang paling direpotkan di tempat itu.
"Liyan'gege..
"Tenanglah... Dia tidak akan mati semudah itu." Jiu Wei yang melihat kekhawatiran Bing Hua. Jiu Wei mencoba untuk menenangkanya.
Karena perkataan Jiu Wei mengartikan jika Mei Lin bisa mati kapan saja.
"........... "
Di dalam domain pedang dewi phoenix.
Setelah Feng Huang memberikan seluruh kekuatanya.
Mei Lin merasakan energi dingin yang berkecamuk dalam tubuhnya. Ketika energi dingin itu berkecamuk kekuata alami yang dimiliki oleh Mei Lin yaitu unsur api berusaha melawan energi dingin yang memasuki tubuh Mei Lin.
Mei Lin yang merasakan dua energi yang saling berlawanan sedang berkecamuk dalam tubuhnya merasakan rasa sakit yang luar biasa.
Kedua energi itu saling mendominasi sehingga membuat organ-organ tubuhnya rusak karena dantian Mei Lin tidak bisa menampung dua energi yang berlawanan.
"Sial! Apa aku akan mati si sini?"
"Tidak! aku harus tetap hidup." mengingat Yan Liyan dan Bing Hua yang mungkin saja sedang menghawatirkanya diluar sana membuatnya bertekad untuk tetap hidup.
Unsur Es dan api yang sedang berkecamuk di dalam tubuh Mei Lin tiba-tiba saja berhenti. unsur es tiba-tiba berhenti berusaha memasuki dantian Mei Lin.
Energi Es itu kemudian melesat menuju kearah lain yaitu dahinya dan membentuk kolam energi khsusus di sana. Kolam energi itu berfungsi sama seperti dantian yang dapat menampung Qi, tapi tentunya mempunyai fungsi yang berbeda.
__ADS_1
Suhu tubuh Mei Lin yang tadinya panas dingin kini menjadi normal ketika unsur es membentuk kola energi khusus di dahinya.
Mei Lin sangat terkejut ketika merasakan hal itu, karena tadi dia berpikir setidaknya dia akan mengalami luka parah agar dia dapat menyatukan dua elemen yang saling berlawanan itu.
Namun ketika mengingat siapa yang telah memberinya energi es itu. Mei Lin akhirnya menghelah nafas. Dia sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Dimana hal yang terjadi barusan telah direncanakan oleh Feng Huang. Lagi pula Feng Huang tidak akan sebodoh itu memberikan kekuatan Es kepada ras phoenix api seperti dirinya tanpa perhitungan yang tepat.
Dan tentunya hal seperti ini sebelumya telah masuk dalam perhitungan Feng Huang.
"Sekali lagi Terima kasih."
Setelah mengucapkan hal itu, Mei Lin tiba-tiba saja diselimuti oleh cahaya berwarna biru lalu menghilang dari domain itu.
".......... "
Di dalam arah pelindung empat arah...
Energi Es yang merembes keluar dari dalam tubuh Mei Lin tiba-tiba saja berhenti dan Mei Lin juga telah sadarkan diri.
Mei Lin sangat terkejut ketika dia berada di dalam. susunan aray dan jika dilihat dari dalam terlihat juga siluet sembilan ekor rubah elemen yang manah itu merupakan teknik milik Jiu Wei.
Melihat keadaan disekitarnya yang dipenuhi oleh Es, akhirnya Mei Lin mengerti kenapa dia berada di dalam aray pelindung.
Tidak lama kemudian....
Aray empat arah serta siluet sembilan ekor rubah itu menghilang diikuti munculnya Yang Liyan dan Jiu Wei.
Yang Liyan tentunya menghilangkan aray pelindung ketika merasakan energi Es tadi telah berhenti menyebar.
Sedangkan Bing Hua langsung memeluk Mei Lin..
Dari tadi Dia merasa sangat khawatir dengan keadaan Mei Lin.
Ketika melihat keadaan Mei Lin yang baik-baik saja, Hal itu membuat Bing Hua menjadi sangat tenang.
"Syukurlah kau baik-baik saja. Aku akan merasa sangat bersalah dan tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri, jika terjadi sesuatu padamu."
Ya, Mei Lin dilatih dibawah bimbingam Bing Hua dan jika terjadi sesuatu pada Mei Lin maka Bing akan merasa bersalah walaupun hal itu bukanlah kesalahanya.
Mei Lin tersenyum ketika melihat Bing Hua memeluknya.
"Terimakasih karena telah mengkhawatirkanku saudari Hua."
Yan Liyan yang melihat kejadian itu langsung memandang kearah Jiu Wei yang berada di sampingnya.
"Apa! Jangan memandangku seolah kau bertanya kenapa aku tidak melakukan hal sama dengannya. Dengar! Aku tidak akan pernah melakukan hal itu pada Mei Lin.
__ADS_1
Lagipula Bing Hua itu terlalu lembut."