
setelah Xiao Yi menyimpan seluruh binatang buas tingkat mistik itu..
dia langsung pergi menuju luar gua dan menemui para pasukanya yang sedang menunggunya di luar gua.
Xiao Yi kemudian berdiri di depan para pasukanya.. penampilan yang memakai jubah hitam membuatnya terlihat seperti sosok yang sangat menakutkan.
"ambil semua rampasan perang dan bagikan secara metata pada yang lain dan bagi yang terluka segera obati menggunakan pil penyembuhan.." perintah Xiao Yi pada para pasukanya.
para perejurit yang mendengar itu hanya mengangguk.
"lalu bagaimana dengan mayat mereka pemimpin..? apa kita biarkan begitu saja..?" tanya komandan pasukan.
"tentu saja tidak ambil harta rampasan dan segera menjauh dari tempat ini untuk sentara waktu."
"kalian akan bertindak ketika aku menyuruh kalian untuk mengurus mayat para bandit.." ucap Xiao Yi lalu menghilang dari tempat itu.
para perajurit dan komandan pasukan kebingungan ketika mendengar ucapan pemimpin mereka.
"sudahlah... lakukan saja perintah dari pemimpin jika tidak ingin nyawa dan jiwa kalian hancur."
ucap komandan pasukan lalu mengambil cincin penyimpanan yang ada dijari para mayat bandit dan para pasukan yang lain pun melakukan hal yang sama.
setelah selesai mengumpulkan semua cincin penyimpanan mereka lalu pergi ketempat yang jauh dari tempat itu untuk beristirahat sekaligus menunggu perintah selanjutnya dari pemimpin mereka.
setelah para perajurit itu pergi...
tiba-tiba keluar asap hitam pekat dari mayat para bandit itu.
asap hitam itu kemudian mengumpul pada suatu tempat sehingga membentuk sebuah gumpalan asap hitam yang dibawa gumpalan itu terdapat Xiao Yi yang sedang bersilah.
kemudian gumpalan itu secara perlahan terserap kedalam tubuh Xiao Yi.
tidak lama kemudian...
Boomm....
Boomm....
terdengar suara ledakan kecil dari dalam tubuh Xiao Yi yang menandakan jika dia telah menerobos ketingkat yang lebih tinggi.
"hmmm.... hanya naik dua tingkat ya... tapi ini sedikit lumayan untuk tingkat kultivasiku yang sekarang.."
ucapnya lalu melesat menuju kearah padang rumput yang menjadi kema dari pasukanya.
1 minggu kemudian.......
dipadang rumput yang sangat luas terlihat banyak sekali perajurit dengan perlengkapan perang yang lengkap berkumpul pada suatu tempat.
__ADS_1
dan juga terlihat dua sosok berjubah hitam tidak jauh dari para perajurit itu berkumpul.
"kakak Hua apa semuanya berjalan dengan lancar..?" tanya Xiao Yi pada Bing Hua yang ada disampingnya.
"tentu saja semua berjalan dengan lancar kami telah memusnahkan semua markas para bandit dibagian dua arah mata angin kekaisaran Ling." ucap Bing Hua lalu menoleh kearah Xiao Yi.
"kau tidak akan mencari-cari kesalahan yang aku lakukan dan mengancam ku lagi kan..?" tanya Bing Hua dengan ekspresi sulit untuk diartikan.
"hehehe.... tentu saja tidak.. aku tidak akan melakukan hal itu lagi padamu." ucap Xiao Yi sambil tertawa cengesan.
Bing Hua yang melihat tingkah dari Xiao Yi hanya menghela nafas.
"sebaiknya kita pulang.. sepertinya kakak Liyan telah menantikan kabar dari tugas yang kita lakukan.." ucap Xiao Yi sambil melihat Jiu Wei dipunggung Bing Hua.
Jiu Wei membuka matanya ketika merasakan tatapan dari Xiao Yi.
"jangan melihatku dengan mata merahmu..!entah kenapa hal itu mengingatkanku pada burung licik itu.." ucap Jiu Wei dengan kesal.
Xiao Yi yang mendengar itu hanya tersenyum lalu mengambil Jiu Wei dibahu Bing Hua.
"oh.. perkataanmu membuatku sedih Jiu Wei padahal kau ini merupakan binatang yang sangat manis bahkan lebih manis dari Mei Lin.." ucap Xiao Yi lalu memeluk Jiu Wei dengan erat.
Jiu Wei yang merasakan pelukan erat dari Xiao Yi hanya terdiam tampak tidak masalah dengan hal itu.
hanya saja dia sangat kesal ketika Xiao Yi membandingkanya dengan Mei Lin.
Bing Hua lalu memandang para perajurit di depannya.
"kita akan kembali kewilayah tanpa nama sekarang juga.." ucap Bing Hua.
"ya.....!!
ucap para pasukan dengan serentak.
Bing Hua yang mendengar itu hanya mengangguk lalu melesat memimpin jalan diikuti oleh Xiao Yi disampingnya.
dan dibelakang mereka terdapat 4.000 pasukan yang mengikuti mereka berdua dari belakang.
"..................."
2 hari kemudian.....
dua kubu pasukan dari dua sektor yang berbeda itu telah sampai diwilaya tanpa nama...
mereka langsung disambut oleh keluarga mereka masing-masing ketika mereka sampai di wilayah itu.
sedangkan Xiao Yi dan Bing Hua melesat menuju kearah kastil untuk melaporkan tugas yang telah mereka lakukan pada Yan Liyan.
__ADS_1
Yan Liyan yang sedang duduk ditaman sambil meminum teh nya tersenyum ketika merasakan keberadaan dari dua bawahannya.
wusss....
wusss....
muncul Xiao Yi dan Bing Hua dibelakangnya dan Bing Hua langsung membungkuk kecuali Xiao Yi yang langsung duduk didepan Yan Liyan.
"tugas untuk membinasakan Para bandit diwilayah kekaisaran Ling telah selesai dan juga tidak ada korban dari dua sektor pasukan dalam tugas ini.." ucap Bing Hua.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"kerja bagus beristirahatlah untuk dua hari kedepan kalian berdua aku liburkan dari pekerjaan."
"dan 1 minggu kedepan kita akan langsung pergi kelemba kesengsaraan untuk meningkatkan kultivasi dan kekuatan yang kita miliki." ucap Yan Liyan.
Bing Hua yang mendengar itu hanya mengangguk lalu memandang Xiao Yi dengan maksud tertentu.
Xiao Yi yang melihat itu langsung memberikan Jiu Wei yang tertidur dibahunya.
setelah itu Bing Hua pergi meninggalkan Xiao Yi dan Yan Liyan diruangan itu.
"kultivasimu telah meningkat dengan pesat saat menjalankan tugas yang aku berikan adik Yi." ucap Yan Liyan lalu menuangkan teh dicangkir Xiao Yi.
Xiao Yi yang mendengar itu hanya tersenyum.
"tentu saja dan juga kakak Liyan juga telah meningkatkan kultivasimu aku bisa merasakan aura berbeda dari kakak Liyan." ucap Xiao Yi sambil tersenyum.
"he... bagaimana kau tahu hal itu padahal aura miliku memang berbeda dari yang lain bukan..?"
"ya..itu memang benar meskipun aura kakak Liyan memang berbeda tapi aku bisa membedakannya walaupun sedikit." ucap Xiao Yi lalu meminum teh hangat yang disediakan oleh Yan Liyan.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"mm.... kakak Liyan menurutmu apa yang dilakukan oleh Lin Xi saat ini..?" tanya Xiao Yi dengan penasaran.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya menggeleng.
"entahlah.. sebenarnya aku juga tidak tahu apa yang dia lakukan saat ini tapi yang pasti dia tidak berada dalam keadaan bahaya."
Xiao Yi mengerutkan keningnya ketika mendengar ucapan dari Yan Liyan.
"bagaimana bisa kakak Liyan tahu jika dia tidak berada dalam keadaan bahaya..?" tanya Xiao Yi lagi.
"itu... aku punya cara tersendiri untuk mengetahuinya jadi kau tidak perlu tahu adik Yi." ucap Yan Liyan lalu berjalan menjauh dari tempat Xiao Yi.
'jika aku menjawab pertanyaanya dia akan semakin penasaran dan akan bertanya dengan terus menerus.'
__ADS_1
'terkadang aku merasa seperti di interogasi ketika dia bertanya.' batin Yan Liyan sambil menghela nafas.