
1 hari kembali berlalu setelah Yan Liyan selesai menyembuhkan penyakit Yin Zu.
kini Yan Liyan sedang duduk ditepi kolam air kehidupan bersama Mei Lin diatas bahunya.
"sampai kapan dia akan tertidur seperti itu." ucap Yan Liyan yang melihat Xiao Yi masih terbaring didalam kolam air kehidupan tanpa ada tanda kapan dia akan sadar.
disaat Yan Liyan sedang melihat keadaan dari Xiao Yi tiba-tiba terjadi lonjakan suatu energi yang kuat disekitar tempat itu.
Yan Liyan yang merasakan akan hal itu langsung menoleh kearah lonjakan energi itu dan melihat Jiu Wei sedang dalam masa untuk menerobos ke rana pertapa suci ☆1.
Yan Liyan yang melihat itu segera pergi kearah Jiu Wei untuk membantunya.
"tuan tidak perlu membantunya karena dia merupakan binatang mitos yang mempunyai pengalaman sepertiku bukan binatang mitos yang baru lahir jadi hal ini bukan suatu masalah untuknya."
ucap Mei Lin menghentikan tuanya yang berniat membantu Jiu Wei dalam menerobos.
Yan Liyan yang mendengar itu menghentikan langkahnya karena mengingat suatu hal penting tentang Jiu Wei.
"iya kau benar.... aku terlalu mengkhawatirkanya sampai-sampai aku melupakan hal penting seperti itu." ucap Yan Liyan.
Mei Lin yang mendengar ucapan tuanya hanya mengangguk sebagai tanggapan.
"jadi sekarang apa yang akan tuan lakukan sekarang.? tanya Mei Lin.
"entahlah... mungkin untuk sekarang aku akan menemui Yin Su untuk membicarakan suatu hal padanya." jawab Yan Liyan.
wusss.....
Boomm......
tiba-tiba terdengar suara ledakan disetai kepulan asap tipis ditempat Jiu Wei.
Yan Liyan yang melihat hal itu hanya diam dengan raut wajah tenang karena yakin dengan Jiu Wei.
tidak lama kemudian asap tipis itu menghilang dan memperlihatkan seekor rubah putih dengan 4 ekornya yang dibentangkan seperti menunjukan akan kesombongan dari rubah itu.
Jiu Wei yang telah selesai menerobos langsung menghilangkan 3 ekornya lalu berlari menuju tuanya karena merasakan aura dari keberadaanya.
tiba-tiba Jiu Wei berhenti berlari ketika melihat seekor phoeniks berada dipunggung tuanya.
'seekor phoeniks.' batin Jiu Wei keheranan.
Mei Lin yang melihat langka Jiu Wei terhenti hanya tersenyum tipis.
"aku adalah Mei Lin binatang kontrak pertama dari tuan dan sekarang kau harus memanggilku kakak Mei."
__ADS_1
"dan satu hal lagi mulai sekarang kau harus menuruti seluruh perintah dariku." ucap Mei Lin penuh kesombongan kepada Jiu Wei.
sedangkan Jiu Wei yang mendengar itu hanya memandang tuanya dengan penuh tanda tanya sekaligus kesal karena melihat Mei Lin terlihat sangat sombong padanya.
Yan Liyan yang mengerti ketika melihat tatapan Jiu Wei hanya menghela nafas.
"huh... yang dia ucapkan tadi itu memang benar dan walaupun aku tidak tahu siapa yang lebih tua diantara kalian tapi kau harus memanggilnya kakak."
"dan soal kau harus menuruti semua perintahnya kurasa itu tidak perlu kau lakukan karena aku merupakan tuanmu jadi kau hanya menuruti perintahku saja."
ucap Yan Liyan yang menjawab tatapan penuh tanya dari Jiu Wei.
Jiu Wei yang mendengar itu akhirnya mengerti lalu pergi melesat menuju pangkuan Yan Liyan.
Yan Liyan yang melihat hanya tersenyum sambil mengelus lembut kepala Jiu Wei yang ada dipangkuanya.
"tuan bukankah seharusnya menemui seseorang hari ini." ucap Mei Lin.
"aku tahu tapi apa salahnya menghabiskan waktu sejenak untuk bersantai dan menenangkan pikiran."
ucap Yan Liyan sambil mengeluarkan satu gelas teh beserta teko didalam cincin penyimpananya.
Mei Lin yang mendengar itu hanya mengangguk.
"Mei Lin dan Jiu Wei kalian berdua harus menjaga Xiao Yi dengan baik aku akan mengurus sesuatu terlebih dahulu." ucap Yan Liyan.
Mei Lin yang mendengar itu hanya mengangguk sebagai tanggapan.
Yan Liya yang melihat anggukan Mei Lin langsung menghilang dari tempat itu.
Jiu Wei yang ingin ikut dengan Yan Liyan ditahan oleh Mei Lin.
"ceritakan padaku kenapa binatang sepertimu bisa berada dialam tingkat rendah ini." perintah Mei Lin dengan nada yang mengancam.
"cih... aku tidak akan menuruti perintah dari sosok sombong sepertimu." jawab Jiu Wei.
Mei Lin yang mendengar itu hanya tersenyum tipis dan langsung mengeluarkan aura pertapa suci ☆9 untuk menekan Jiu Wei.
Jiu Wei yang merasakan aura tekanan itu langsung bertekuk ditanah dan memandang Mei Lin dengan sengit.
"apa kau tidak takut pada tuan jika dia....
sebelum ucapan Jiu Wei selesai langsung dipotong oleh Mei Lin.
"tentu saja aku takut pada tuan lagipulah tuan pasti tidak keberatan jika aku hanya melukaimu sedikit saja."
__ADS_1
"dan perlu kau ingat ditempat ini ada air kehidupan yang akan menyembuhkanmu ketika kau terluka."
"kau mengerti akan maksudku bukan.? ucap Mei Lin dengan senyuman sinis terhadap Jiu Wei.
Jiu Wei yang mendengar itu seketika bergidik ngeri tentu saja dia mengerti akan maksud dari ucapan Mei Lin.
"baik aku akan menceritakanya." ucap Jiu Wei yang semakin tertekan ketika Mei Lin memperkuat aurahnya.
Mei Lin yang mendengar itu langsung menarik kembali aurahnya.
"sekarang kau ceritakan semuanya padaku adik.! perintah Mei Lin.
Jiu Wei yang mendengar itu hanya mengangguk kemudian dia menceritakan semua yang dialaminya pada Mei Lin.
"...................."
sedangkan di dalam sebuah bangunan tempat tinggal khusus untuk matriak sekte Es.
Yan Liyan sedang duduk dikursi bersama Yin Su didepanya.
"apa ada tugas yang harus aku lakukan sehingga tuan datang ketempat ini.? tanya Yin Su pada Yan Liyan.
"tidak seperti yang kau pikirkan, aku datang kesini hanya untuk memberikanmu ini." ucap Yan sambil memberikan 2 jamur Yin dan Yang dan 2 butir pil darah pada Yin Su.
Yin Su yang melihat Yan Liyan memberikan 2 jamur Yin dan Yang padanya sangat terkejut bahkan tanganya gemetar ketika menerima jamur itu.
bagaimana tidak jamur Yin dan Yang merupakan sumberdaya berharga yang dapat menimbulkan peperangan jika orang-orang tahu akan keberadaanya.
Yan Liyan yang melihat tangan Yin Su gemetar ketika menerima jamur itu hanya tersenyum tipis.
"berikan sumberdaya itu pada dua tetua sekte Es yang berada dirana kultivasi pertapa Agung dan pastikan mereka meminum pil itu terlebih dahulu."
"kurasa dua orang dengan tingkat kultivasi perta suci sudah cukup untuk menjaga sekte Es ini dari bahaya." ucap Yan Liyan.
"tapi tuan... kenapa anda memberikan pil ini kepada mereka berdua bukankah itu berarti dua tetua sekte Es akan menjadi budak anda." tanya Yin Su.
"aku hanya mencegah jika mereka menyalah gunakan kekuatan yang mereka miliki ketika telah menerobos kerana pertapa suci."
"kau tahu bukan ketika seseorang memiliki kekuatan besar maka keserakahan akan kekuasaan akan timbul pada dirinya."ucap Yan Liyan.
Yin Su yang mendengar itu hanya mengangguk.
"aku memberimu waktu 1 minggu untuk menyelesaikan masalah lain didalam sektemu setelah itu kita akan pergi keibukota Han Nan untuk mengurus sesuatu." ucap Yan Liyan pada Yin Su.
"baik aku mengerti." ucap Yin Su lalu menghilang dari tempat itu.
__ADS_1