SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Janji


__ADS_3

Yan Liyan kemudian memperlihatkan kedua orang tua dari anak kecil itu.


anak kecil yang melihat orang tuanya terkapar dipenuhi dengan darah langsung berlari dan memegang tangan ibu dan ayahnya.


"ibu.... ayah..."


hiks... hiks... hiks...


anak kecil itu menangis ketika merasakan ibu dan ayahnya sudah tidak bernafas lagi.


tentu saja dia mengetahui apa telah terjadi pada ayah dan ibunya.


Yan Liyan yang melihat hal itu langsung menghampiri anak kecil yang sedang menangis itu.


"gadis kecil ayah dan ibumu harus segera dimakamkan jika tidak..." sebelum ucapan Yan Liyan selesai anak itu sudah tidak sadarkan diri.


dia pingsan dengan air mata yang masih mengalir di pelupuk matanya.


"hah...." Yan Liyan menghela nafas panjang lalu memasukan gadis kecil itu kedalam ruang invetory sistemnya.


setelah itu dia menggali 7 makam untuk orang-orang ditempat itu dan memisahkan 2 makam yang merupakan orang tua gadis itu.


setelah memakamkan mereka semua Yan Liyan masuk kedalam ruang invetory sistemnya.


sesampainya diruang invetory sistem dia duduk dibawah pohon kehidupan sambil menunggu anak kecil didepanya untuk sadarkan diri.


30 menit kemudian.....


ugkhh.......


anak kecil itu bersuara pelan sambil melihat kesegala arah lalu tiba-tiba teringat sesuatu yang membuatnya kembali menangis.


"ibu..ayah..." gumam gadis itu.


"kau sudah bangun gadis kecil.." ucap Yan Liyan secara tiba-tiba di depan gadis kecil itu.


gadis kecil yang mendengar itu terkejut dan melihat kearah Yan Liyan.


"ka.. kau kakak yang tadi.." ucapnya sambil mengingat kejadian sebelum dia pingsan.


"iya kau memang benar aku yang telah menyelamatkanmu dan membawamu ketempat ini."


"dan soal ayah dan ibumu aku telah memakamkan mereka berdua dengan layak." ucap Yan Liyan kepada gadis kecil itu.


gadis kecil yang telah mengerti apa yang terjadi sebelumnya hanya mengangguk.


"terimakasih kakak..."


"Yan Liyan namaku Yan Liyan.." ucap Yan Liyan.


gadis kecil itu hanya mengangguk.


"terimakasih kakak Yan Liyan." ucapnya.

__ADS_1


"oh.... ya.. siapa namamu gadis kecil..?" tanya Yan Liyan pada gadis kecil itu.


"Lin Xi namaku Lin Xi.." ucap gadis kecil itu.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum.


"baiklah.. Lin Xi apa kau punya anggota keluarga lain selain ayah dan ibumu.?" tanya Yan Liyan.


"tidak... ayah dan ibuku berkerja sebagai seorang pedagang dan setahuku kami hanya tinggal bertiga di kota kecil yang tidak jauh dari kota binatang buas." ucap gadis kecil itu.


"he... bagaimana kau bisa tahu tentang hal itu?" tanya Yan Liyan keheranan.


"aku mengetahuinya dari buku yang pernah diberikan oleh ayahku." jawab gadis itu dengan ekspresi sedih karena mengingat kembali ayah dan ibunya lagi.


Yan Liyan yang melihat ekspresi sedih gadis itu langsung memikirkan sesuatu.


"adik kecil.. lihat burung yang sangat indah itu.."


ucap Yan Liyan menunjuk kearah Mei Lin yang baru saja telah selesai melakukan kultivasi.


Yin Xi langsung melihat kearah yang ditunjukkan oleh Yan Liyan lalu melihat seekor burung yang memiliki warna bulu yang sangat indah.


Lin Xi memandang Mei Lin dengan penuh kekaguman.


Yan Liyan yang melihat ekspresi kagum dari Lin Xi hanya tersenyum lalu mengajak gadis kecil itu menuju kearah Mei Lin.


sesampainya ditempat Mei Lin Lin Xi langsung memegang bulu dari Mei Lin.


"berhenti disitu gadis kecil."


ucap Mei Lin dengan dingin yang membuat gadis kecil itu menghentikan tanganya dan bersembunyi dibelakang Yan Liyan dengan ekspresi terkejut.


"di.. dia bisa berbicara.."


ucap Lin Xi dengan ekspresi terkejut sekaligus ketakutan ketika burung didepanya berbicara dengan nada yang terkesan dingin.


sedangkan Yan Liyan memandang Mei Lin dengan ekspresi wajah kesal.


"kenapa kau membuatnya terkejut." tanya Yan Liyan.


"aku hanya tidak ingin manusia selain Xiao Yi dan tuan menyentuh buluhku." jawab Mei Lin.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya menghela nafas lalu melihat kearah gadis kecil yang bersembunyi di belakangnya.


"tidak perlu takut gadis kecil dia itu cuma burung yang sedikit berbeda dari burung yang lain." ucap Yan Liyan menenangkan Lin Xi.


Lin Xi yang mendengar itu menatap kearah Yan Liyan.


"benarkah...." tanya Lin Xi.


Yan Liyan yang mendengar pertanyaan itu hanya mengangguk sebagai tanggapan.


lalu Yan Liyan mengeluarkan sebuah bolah api putih ditanganya dan menunjukan kearah Lin Xi untuk membuatnya senang dan teralihkan dari rasa terkejut dan ketakutanya tadi.

__ADS_1


Lin Xi yang melihat itu terkejut sekali kagum pada Yan Liyan.


"apa kakak bisa menggunakan sihir...?" tanya Lin Xi pada Yan Liyan.


Yan Liyan yang mendengar itu memandang kearah Lin Xi.


"sihir....? darimana kau mendengar kata itu"? tanya Yan Liyan.


"aku mendengarnya dari buku cerita yang selalu dibacakan ibuku sebelum tidur."


"didalam cerita itu seseorang belajar sihir untuk melindungi dunia dan menolong orang-orang baik yang membutuhkan bantuan." jelas Lin Xi dengan penuh semangat.


Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum.


"kau sangat semangat sekali memangnya apa yang spesial dari hal itu." tanya Yan Liyan pada Lin Xi.


"tentu saja aku sangat bersemangat karena aku ingin menjadi seseorang seperti di dalam buku cerita itu."


"belajar sihir untuk melindungi orang yang membutuhkan lalu memusnahkan kejahatan dan menurutku itu sangat spesial bagiku." ucap Yin Xi dengan muka polosnya.


"bagaimana jika kau bisa menggunakan sihir seperti yang aku lakukan tadi setelah itu kau tumbuh dewasa lalu kau telah melihat dan merasakn semua hal yang ada di dunia ini."


"apa kau ingin tetap melindungi dunia seperti yang kau dengar dari buku ceritamu itu." tanya Yan Liyan.


Lin Xi yang tidak terlalu mengerti perkataan dari Yan Liyan tapi ketika mendengar perkataan terakhir dari Yan Liyan dia hanya mengangguk.


"aku akan melindungi dunia ini meski apapun yang terjadi." jawab Lin Xi tanpa ragu.


"apa kau yakin dengan apa yang kau katakan barusan?" tanya Yan Liyan lagi sambil melihat mata gadis didepanya.


"um... aku sangat yakin dengan apa yang aku katakan.." jawab Lin Xi.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum ketika melihat mata Lin Xi yang tidak menunjukan keraguan apapun.


Yan Liyan lalu menunjukan jari kelingkingya pada gadis itu.


"kau harus berjanji...padaku." ucap Yan Liyan.


gadis kecil itu hanya mengangguk.


"aku berjanji." ucap Lin Xi lalu mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Yan Liyan.


Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum.


"baiklah jika seperti itu maka aku akan mengajarimu sesuatu yang kau sebut sihir tadi." ucap Yan Liyan.


Lin Xi yang mendengar itu sangat terkejut.


"benarkah...." ucap gadis itu dengan ekspresi senang.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.


"tentu saja." ucap Yan Liyan.

__ADS_1


__ADS_2