
Setelah mendengar alasan Zhang Xiuhan,
Xian Ran akhirnya mengerti. Dia sendiri sebenarnya sudah lama beranggapan seperti itu dikarenakan energi alam yang tampak sangat akrab dengan kondisi tubuhnya sehingga mudah dia serap.
Dan juga waktu itu Xiao Yi sempat memberitahukan hal itu pada nya. Namun Xian Ran tidak sepenuhnya percaya karena dia benar-benar tidak mengingat apa pun termasuk kehidupan lamanya atau yang berhubungan dengan Dewi kehidupan.
Melihat sebuah kristal berwarna hijau dan mengandung energi kehidupan yang pekat, Xian Ran seperti melihat sebagian dirinya yang hilang.
Akhirnya Xian Ran menerima kristal tersebut, lagi pula tidak ada ruginya menerima pemberian seseorang. Apa lagi jika itu merupakan harta yang berharga.
Zhang Xiuhan tersenyum lega akhirnya dia telah memberikan benda yang diturunkan secara turun temurun oleh leluhur kepada pemiliknya. Kini tugas dan utang Budi dari keluarga Zhang telah selesai.
Mereka berdua kemudian melesat menuju kearah Sui Lao karena melihat pedang kebijaksanaan milik Qun Nan akan membunuh Sui Lao.
".............."
"Apa kau sudah menceritakan semuanya pada anak muda ini pak tua Zhang?" Sui Lao berdiri dari tempat duduknya dan memasuki tungku roh kedalam cincin penyimpananya.
"Ya, Dia telah mengetahui semuanya."
"Hah! Baiklah jika seperti itu, maka sekarang Aku bisa tenang dan para leluhur ku juga dapat beristirahat dengan tenang di alam sana."
Hubungan keluarga Zhang dan Sui ini sangatlah dekat dan kedekatan itu sudah terjalin dari era kekacauan sehingga keluarga Sui juga mengetahui kebenaran cerita mengenai peri kehidupan dan titipanya yang berupa sebuah kristal.
Keluarga Sui akan mengambil ahli tugas keluarga Zhang kalau-kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, contohnya seperti kepunahan massal sehingga pemberian dari Dewi kehidupan bisa tetap di jaga.
Xian Ran yang awalnya kebingungan, kini menghela nafas lega karena ketiga musuhnya telah mati bahkan hingga tubuhnya tak tersisa.
".............."
Sementara itu di sisi lain....
Bing Hua telah berhasil menyeret Nan Gong hingga di depan gerbang Tori Penyucian Jiwa.
Bing Hua kemudian membentuk segel tangan, lalu dari dalam gerbang itu muncul kekuatan menghisap yang membuat Nan Gong terhisap kedalamnya.
Nan sempat meronta dan berteriak dengan sangat keras mencoba melepaskan rantai yang mengikatnya namun usahanya sia-sia dan tidak lama kemudian Nan Gong tertelan kedalam gerbang tersebut.
"Sial! Aku akan mengingat semua penghinaan ini dan akan membalas nya suatu hari nanti!!" itulah kata-kata terakhir yang diucapkan oleh Nan Gong.
Setelah itu tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada Nan Gong di dalam gerbang itu, kecuali Bing Hua dan author sendiri, yang pasti yang akan terjadi pada Nan Gong nanti bukanlah sesuatu yang baik.
Dimana dia akan melalui proses penyucian jiwa hingga hawa dan jiwa iblisnya keluar dari tubuh fisik Nan Gong, kemudian setelah itu jiwanya akan pergi ke alam bawah dan melalui proses reinkarnasi disana.
Bing Hua kemudian membuat segel tangan lagi lalu gerbang tori itu menghilang seperti ditelan bumi.
"................."
Sedangkan di sisi lain lagi, pada pertarungan Jiu Wei..
Terlihat 5 sosok rubah elemen mengeroyok dua sosok manusia ular. Hal itu memang terlihat sangat tidak adil namun sebenarnya itu sama saja dengan dua lawan satu.
Karena Jiu Wei hanya membelah dirinya menjadi lebih banyak dan yang digunakanya pun masih kekuatanya sendiri, tidak meminjam kekuatan atau meminta bantuan kepada orang lain.
"Teknik elemen tanah! Penjara 4 Arah!" sosok Jiu Wei berekor coklat membuat segel tangan.
Wusss!
Dari dalam tanah muncul gundukan tanah berbentuk persegi berukuran sangat besar mengurung dua sosok manusia ular di dalamnya.
"Teknik elemen air! Bola air!" Dari atas penjara 4 empat arah muncul Jiu Wei berekor warnah biru mengeluarkan bola air berukuran sangat besar dan mengarahkanya kedalam penjara empat Arah.
gelombang air yang sangat dahsyat menyapu dua sosok manusia ular itu hingga hampir tenggelam, mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena diserang Secara bertubi-tubi seperti ini.
Belum sempat mereka memulihkan tenaga atau berpiki bagaimana caranya keluar dari penyiksaan ini, tiba-tiba muncul sosok Jiu Wei lagi dari atas penjara empat arah.
Soal Jiu Wei itu mengeluarkan riak-riak petir dari dalam tubuhnya dan pandangannya begitu tajam seolah dialah kesombongan sejati.
"Teknik elemen petir! Naga pemusnah!!"
Tiba-tiba dari awan yang begitu gelap muncul seekor naga yang terbentuk dari petir alami. Naga itu mengaum lalu melesat menuju kearah penjara empat arah.
Dua sosok manusia ular itu segera mengerti apa yang akan terjadi selanjutnya sehingga mereka mulai panik dan berusaha untuk menyelamatkan diri masing-masing.
"Celaka!!"
Namun usaha mereka sia-sia gelombang air itu tidak membiarkan mereka untuk bergerak karena tubuh mereka dihempaskan ke segala arah sehingga untuk mengeluarkan satu teknik pun mereka tidak bisa melakukanya.
Groaaarrr!!
Naga petir tersebut menabrak penjara empat arah yang kini tampak seperti kolam besar yang airnya terombang-ambing seperti laut disamudra luas yang sedang mengalami badai dahsyat.
__ADS_1
Ketika naga petir itu menabrak penjara empat arah terdengar teriakan-teriakan kesakitan yang sangat memilukan dari dua sosok manusia ular.
Jiu Wei yang memiliki elemen tanah tadi kemudian menutup bagian atas penjara empat tanah dengan memberikan lubang yang sedikit kecil diatas mungkin agar teriakan kesakitan itu tetap menggema dan menjadi sebuah peringatan bagi yang berani berurusan denganya.
Bibir Bing Hua berkedut melihat kelakuan kejam Jiu Wei.
"Berhentilah menyiksa mereka Saudari Jiu!" Bing Hua muncul dibelakang sosok Jiu Wei yang asli yang memiliki 4 ekor sedangkan 5 ekor lainya berubah menjadi bayangan dan menghajar dua manusia ular itu.
Jiu Wei menoleh kebelakang dan melihat Bing Hua sekarang ini tampak sedikit berbeda yaitu pada kepalanya muncul dua tanduk kecil terlihat seperti tanduk naga.
"Saudari Hua di kepalamu"
Bing Hua merabah kepalanya dan mengerti dengan maksud Jiu Wei. Bing Hua kemudian menghilangkan tanduk tersebut.
"Jika kau ingin membantuku maka lupakan saja Bing Hua, aku bisa mengatasi ini sendiri lebih baik kau membantu Xian Ran saja, sepertinya dia kewalahan menghadapi lawannya."
Jiu Wei tahu betul kemampuan Xian Ran yang merupakan sosok terlemah diantara mereka, jadi Xian Ran pasti akan kesulitan menghadapi musuhnya yang menurut Jiu Wei musuhnya itu sangatlah lemah.
Dia bahkan yakin bisa mengalahkan musuh Xian Ran hanya dengan menggunakan tiga bayanganya.
"Tidak perlu, Biarkan dia berkembang dan menyelesaikan masalahnya sendiri." ucap Bing Hua, dia juga sebenarnya memiliki pemikiran yang sama dengan Jiu Wei, tapi terkadang kita harus membiarkan seseorang dalam bahaya untuk mengeluarkan potensi terbaiknya.
"Hmmm.. Terserah kau saja."
Jiu Wei yang memiliki ekor warna merah muncul diatas penjara 4 Arah dan mengeluarkan elemen api tepat kedalam lubang yang sengaja di bentuk oleh ekor elemen tanah.
Belum sempat menyelesaikan tekniknya, Jiu yang memiliki ekor warna putih menghembuskan elemen angin yang membuat api dalam tungku bergejolak dan semakin membesar.
Bahkan terlihat dari luar jika di dalam penjara empat arah yang kini terlihat seperti tungku tanah liat bahwa di dalamnya terjadi badai api.
"Sudah berakhir?" Bing Hua bertanya-tanya apakah dia sosok itu masih bisa hidup dan masih bertahan ketika menghadapi serangan kejam dan bertubi-tubi seperti itu.
"Sepertinya iya." untuk membuktikan apakah dia sosok itu telah mati atau belum, Jiu Wei yang memiliki ekor tanah menghilangkan penjara empat arahnya.
Dan terlihat dua sosok terjebak dari dalam lumpur yang mulai mengeras karena panasnya elemen api. Keadaan dua sosok manusia ular itu terlihat sangat mengenaskan karena terlihat seperti dipanggang hidup-hidup dalam sebuah tungku raksasa.
"Sepertinya mereka telah...
Belum sempat Jiu Wei menyelesaikan kata-katanya, sepasang mata merah terbuka dan menatap tajam kearahnya.
Ya, dua sosok manusia ular itu masih hidup tapi dalam keadaan yang sangat berbeda dari sebelumnya.
"Iblis, sepertinya mereka berdua sama seperti Nan Gong yang telah di rasuki oleh iblis."
Yang dia takuti hanya tuanya, tidak ada lagi selain tuanya di dunia ini yang bisa memerintahnya.
"Tidak sesederhana itu adik Wei, kekuatan iblis di dimensi ini sangat berbeda dengan iblis yang ada di alam tengah atau di alam rendah, jika kau memotong tubuh mereka, maka mereka akan dengan cepat beregerasi, jika pun kau menggunakan elemen cahaya, maka itu hanya akan sedikit berefek tapi tidak sampai membunuh mereka."
"Hee darimana kau tahu itu. Bukankah kau tidak memiliki elemen cahaya."
"Rantai pengikat pada teknik gerbang jiwa memiliki karakteristik sama seperti elemen cahaya tapi anehnya saat rantai itu meneganai tubuh lawanku tadi, dia sama sekali terluka.
Jika itu iblis dari alam menengah mungkin dia akan langsung mati menjadi serpihan cahaya tanpa harus susah paya aku seret masuk kedalam gerbang jiwa." jelas Bing Hua panjang lebar pada Jiu Wei.
"Lalu apa yang harus kita lakukan."
Bing Hua tidak menjawab, dia malah membuat segel tangan dan gerbang jiwa sama seperti gerbang Tori itu muncul lagi lalu mengeluarkan dua rantai. Di atas gerbang itu muncul sebuah lonceng yang akan berbunyi ketika rantai tersebut bergerak.
"Untuk menangkap dan menyeret dua iblis aku harus meningkatkan daya serangan teknik milikku." gumam Bing Hua lalu dua rantai itu melesat menuju dua sosok yang kini telah sepenuhnya berubah menjadi iblis.
Dua sosok iblis itu langsung menghindari rantai itu dan tidak melakukan kesalahan sama seperti Nan Gong yang menangkis dan menyentuhnya.
"Sepertinya mereka berdua cukup cerdas." gumam Bing Hua yang berusaha mengendalikan dua rantai ya untuk menangkap dua sosok iblis itu.
Jiu Wei yang melihat itu tidak tinggal diam, dia dan lima bayanganya menyerang dua sosok iblis.
"Jangan gunakan serangan elemen! Gunakan serangan fisik pada mereka berdua!!" perintah Bing Hua, jika Jiu Wei menggunakan serangan elemen apa lagi dalam skala besar, maka itu akan menggangu pergerakan rantainya.
"Baik Aku mengerti!!"
Dari tangan kelima bayangan itu muncul sebilah pedang Qi lalu melesat menuju dua sosok iblis.
Trang!
Trang!
Trang!
Sambil menghindari serangan rantai Jiwa, kedua iblis itu juga menangkis seluruh serangan pedang Jiu Wei.
Mereka menggunakan pedang pusaka dewi ular dan raja ular sehingga ketika mereka beradu pedang bayangan Jiu Wei pasti terhempas karena kalah dalam kekuatan.
__ADS_1
"Aku akan memakan kalian ras binatang mitos untuk membalaskan dendam kami jutaan tahun yang lalu!!" salah satu iblis berteriak dengan suara serak menunjukkan gigi taringnya yang tajam dan mata merahnya yang menyala-nyala.
Jiu Wei yang mendengar itu agak kebingungan dibuat nya.
"Kita baru saja bertemu dan kau ingin membalas dendam? apa kau telah pikun dan mengatakan hal bodoh dasar iblis bodoh!!"
Jiu Wei mengeluarkan pedang yang terbentuk dari elemen cahaya lalu melesat kearah iblis itu. Kini gerakan Jiu Wei menjadi lebih cepat.
Wuss!
Jiu Wei tiba-tiba muncul dibelakang iblis tersebut dan mengarahkan pedangnya namun iblis yang satunya menangkis serangan Jiu Wei.
Ya, dua iblis itu saling berkerja sama tidak seperti iblis pada umumnya.
"Sepertinya kalian memiliki sedikit kesadaran."
Jiu Wei dan 5 bayangan perlahan mundur dan membuat segel tangan dari atas mereka muncul banyak sekali pedang lalu melesat kearah dua iblis tersebut.
Trang!
Trang!
Dua sosok iblis itu memutar pedang mereka sehingga berfungsi menjadi sebuah perisai yang menahan setiap serangan pedang yang mengarah kearah mereka berdua.
Jiu Wei yang melihat itu entah kenapa menjadi sangat kesal karena setiap seranganya berhasi ditahan.
"Baiklah untuk membunuh iblis seperti kalian aku akan menunjukkan kekuatan ku yang sebenarnya. Bersyukurlah karena bisa melihat ini di dalam hidup kalian." ucap Jiu Wei menggema lalu terbang keatas bersama lima bayanganya.
Lalu ekor Jiu Wei yang tersisa 4 berubah menjadi bayanga Jiu Wei yang lain.
Jumlah mereka ada sepuluh Jiu Wei, Sosok Jiu Wei yang asli memiliki sedikit kekuatan dari 9 ekornya sehingga dia memiliki kemampuan semua elemen.
Mereka bersepuluh kemudian membuat segel tangan dan di terbentuklah sembilan bola elemen berukuran raksasa dan satu bola lainya merupakan gabungan dari sembilan elemen tersebut.
Bing Hua berdecak kesal ketika melihat itu. Dia sudah melarang Jiu Wei untuk menggunakan kekuatan elemen tapi sepertinya saudari yang satu itu sangat keras kepala.
Bing Hua kemudian menarik perlahan rantainya dan berhenti untuk menyerang dua sosok iblis itu.
"Hah! Dasar keras kepala!!" Padahal Bing Hua berencana agar Jiu Wei itu memiliki banyak tenaga dengan menyuruh Jiu Wei hanya melakukan serangan fisik saja, hal itu dia lakukan untuk membantu Mei Lin dan Xiao Yi melawan kaisar kegelapan.
Jika mereka tidak memiliki stamina saat berhadapan dengan musuh, maka mereka hanya akan menjadi beban bagi Xian Yi dan Mei Lin.
"Teknik Sembilan Bola elemen!"
"Teknik Gabungan sembilan elemen!"
Teriak kesepuluh Jiu Wei itu mengarahkan elemen yang mereka bentuk kearah dua sosok tersebut.
Dua sosok iblis itu tidak tinggal diam dan melakukan gerakan aneh semacam ritual sama persis seperti yang dilakukan oleh Nan Gong tadi.
Lalu satu ular yang memiliki jumlah kepala yang sangat banyak dan berukuran sangat besar muncul dan mendesis menghadang 10 bola elemen tersebut.
"Hydra?" gumam Bing Hua sedikit terkejut melihat mahkluk yang dipanggil oleh dua iblis itu.
ssstt!!
Haaaaaa!!!
Jiu Wei mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mendorong seranganya, dia tidak menyangka jika dua sosok iblis itu dapat memanggil mahkluk yang dapat menahan seranganya.
Haaaa!!
Dua sosok iblis itu juga ikut berteriak mencoba sekuat tenaga untuk bertahan dari serangan Jiu Wei.
Disaat mereka sedang beradu serangan, sosok siluet naga es muncul dan melilit sosok Hydra.
Hydra itu mendesis serta mengaum dengan sangat keras sambil menahan serangan Jiu Wei.
Lilitan naga es semakin kuat sehingga membuat kekuatan hydra melemah.
Jiu Wei memanfaatkan hal tersebut dan memperkuat seranganya lagi.
Hiaaaa!
Kesepuluh bola elemen itu itu akhirnya mengahancurkan tubuh Hydra itu menjadi berkeping-keping dan melesat kearah dua sosok iblis.
Argkh!!
Booommm!!
Ledakan yang luar biasa serta teriakan dua iblis itu menggema.
__ADS_1
Di dalam sebuah kawah besar yang terbentuk, dua sosok iblis tadi terkapar lemah, tubuh mereka tidak hancur karena kemamp regenerasi yang luar biasa.
Bing Hua kemudian menyeret kedua sosok iblis itu kedalam gerbang jiwa dengan sangat mudah karena dua sosok iblis itu sama sekali tidak melakukan perlawanan yang berarti.