
"Tunggu, Aku juga merasakan dua keberadaan lain disekitar tempat ini." Song Qie mencoba untuk mengalihkan percakapan karena Song Qie tahu jika kekasihnya itu mulai mencurigainya.
Song Lao yang awalnya berpikir tentang Song Qie mulai mengalihkan pandanganya kearah sudut lain kediaman Yan Liyan namun Song Lao tidak dapat melihat apa-apa karena ditutupi oleh kediaman Yan Liyan.
kediaman Yan Liyan mempunyai dua halaman yaitu halaman depan dan halaman belakang. Sesuai namanya halaman depan berada di depan kediaman sedankan halaman belakang berada di belakang kediaman Yan Liyan.
Itulah yang membuat kediaman itu cukup unik dan ditambah di setiap halaman mempunyai fungsi dan penampilan yang berbeda.
"Siapa mereka berdua? apa mereka berdua juga sedang berlatih?" tanya Song Qie dengan sangat penasaran.
Menurutnya Yan Liyan sedang melatih bibit unggul untuk dijadikan orang kepercayaanya di masa depan, jika rencana yang akan dia lakukan saat ini gagal.
"Mereka berdua adalah kekasihku dan mereka berdua memang sedang berlatih. Aku harap kalian berdua tidak memintaku untuk mempertemukan kalian dengan mereka, karena nantinya akan sangat merepotkan."
"Pfft.. Apa? orang seperti dirimu mempunyai seorang kekasih?! jangan bercanda denganku!" Song Qie menahan tawa ketika mendengar perkataan Yan Liyan sedangkan Song Lao hanya menggeleng pelan.
"Aku tidak bercanda dan memangnya apa yang membuatmu berpikir jika aku tidak mempunyai seorang kekasih." Yan Liyan bertanya dengan keheranan. Yan Liyan juga tersenyum kecut ketika melihat ekspresi yang ditunjukkan mereka berdua.
'Memangnya apa yang kurang denganku sehingga mereka berdua menunjukan ekspresi seperti itu.'
"Kau merupakan seorang seorang pemberontak, tidak mungkin ada seorang wanita yang ingin menjadi kekasihmu dan jika itu benar-benar kekasihmu. Aku benar-benar sangat yakin jika mereka berdua adalah wanita sewaan."
Meskipun menurut Song Qi jika Yan Liyan sangat tampan bahkan lebih tampan dari Song Lao kekasihnya, tapi pemberontak tetaplah pemberontak dan tidak ada seorang pun yang ingin menjadi kekasih dari Yan Liyan.
Yan Liyan yang mendengar perkataan dari Song Qie merasa sangat kesal karena kekasihnya di sebut sebagai wanita sewaan.
Yan Liyan menutup matanya mencoba berkonsentrasi untuk menggunakan teknik telepati.
Sedangkan Song Lao. Dia agak terkejut ketika mendengar perkataan tunanganya itu karena menurutnya itu terlalu berlebihan, tapi apa yang dikatakan noleh Song Lao memang ada benarnya juga.
Tidak lama kemudian....
Dua gadis yang sangat cantik tiba-tiba muncul di depan mereka. menghadang jalan yang akan mereka lewati menuju gazebo.
Gadis yang satunya menggunakan gaun merah serta hiasan buluh Phoenix api, bentuk wajah oval, mata berwarna merah darah serta mengeluarkan aura keanggunan yang sangat tinggi.
Sedangkan Yang satunya lagi memiliki rambut berwarna putih yang bergerai, gaun biru dengan gambar kristal es, mata berwarna biru safir serta mengeluarkan surat dingin bersamaam keanggunan tinggi.
Penampilan mereka berdua layaknya sosok Dewi kecantikan yang turun dari khayangan.
Song Lao dan Song Qie sangat terkejut dengan kemunculan sosok dua gadis cantik itu. Mereka berdua memandang kearah Yan Liyan untuk meminta penjelasan mengenai siapa mereka berdua.
__ADS_1
"Ada apa Liyan'gege memanggil kami?" Tanya Mei Lin dengan ekspresi kesalnya karena panggilan Yan Liyan dia harus menghentikan latihannya dengan Bing Hua.
Song Qie dan Song Lao lagi-lagi sangat terkejut ketika mendengar dua orang gadis seperti Dewi itu memanggil Yan Liyan dengan sebutan semacam itu yang artinya hubungan mereka sangat dekat.
"Aku...
Yan Liyan menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena tidak tahu harus menjawab apa. Sebenarnya alasan Yan Liyan memanggil mereka adalah untuk membuktikan pada Song Qie dan Song Lao jika kekasihnya bukan wanita sewaan seperti apa yang Song Qie katakan tadi.
Pandangan Bing Hua tertuju pada Song Qie dan Song Lao.
"Apa kalian berdua adalah dua sosok bangsawan yang akan membantu Liyan'gege dalam menjalankan rencananya?" Bing Hua dengan suara halusnya kepada mereka berdua.
"Ah, iya, kau benar."
"Dan apa kalian benar-benar merupakan kekasih darnya." Song Qie bertanya untuk memastikan, karena jujur saja dia tidak percaya jika Yan Liyan mempunyai kekasih secantik itu.
Bahakan kecantikan yang Song Qie miliki tidak bisa dibandinkan dengan kecantikan Dia sosok di depan mereka.
"Ya, Aku adalah kekasih pertama dari Liyan'gege dan namaku adalah Bing Hua dan orang yang berada di sampingku adalah Mei Lin yang merupakan kekasih Liyan'gege juga." Bing Hua memperkenalkan dirinya serta Mei Lin.
Sebenarnya Bing Hua tidak terlalu menyukai hal seperti ini namun dia berpikir harus melakukanya, karena Bing Hua menduga jika alasan Yan Liyan memanggil mereka adalah untuk hal itu.
"Aku Song Qie merupakan putri keluarga Song yang merupakan keluarga bangsawan yang cukup terkenal di wilayah aray pelindung ini serta orang di sebelahku ini adalah Song Lao tunanganku. Senang dapat berkenalan dengan kalian berdua." Song Qie juga memperkenalkan dirinya dengan hormat layaknya seorang bangsawan.
Sosok itu tampak sangat garang dan agresif dibandingkan Mei Lin dan Bing Hua, hal itu terlihat dari ekspresi mengancam yang selalu sosok itu tunjukkan.
"Dan Ya... Jika kau sampai menghianati Yan Liyan maka...
Wuss!
Siluet ekor rubah yang berukuran cukup besar melesat lalu melilit mereka berdua dengan sangat erat. Hal tersebut terjadi dengan sangat cepat tanpa mereka sadari.
"Ba-bagaimana.. Mungkin."
"Hentikan, Jiu Wei! Apa yang kau lakukan!"
Jiu Wei mengangguk lalu melepaskan mereka berdua.
"Aku hanya memberi mereka berdua peringatan agar mereka berdua tidak berkhianat." ucap Jiu Wei dengan pandangan tajamnya kearah Song Qie dan Song Lao yang sedang bernafas tersengal karena kekurangan udara disebabkan cengkraman yang kuat dari ekor Jiu Wei tadi.
Song Lao dan Song Qie sangat terkejut sekaligus ketakutan dengan tindakan Jiu Wei tadi. Mereka sama sekali tidak bisa melakukan perlawanan dan jika hal itu adalah dalam pertarungan sungguhan maka mereka berdua akan langsung mati dari tadi.
__ADS_1
"Mengerikan." hanya kata itu yang mereka berdua gumamkan ketika merasakan langsung kekuatan Jiu Wei.
"Kalian boleh pergi dan melanjutkan latihan kalian. Kau juga Jiu Wei." Yan Liyan memerintahkan mereka untuk kembali seperti semuala. Yan Liyan juga tidak menyangkal jika kejadianya akan seperti ini.
"Baik." mereka bertiga lalu melesat ketempat masing-masing.
Sedangkan Yan Liyan menghelah nafas lega. Jujur saja dalam keadaan tertentu. Yan Liyan tidak bisa mengendalikan Jiu Wei apalagi dalam keadaan marah seperti itu.
Mengendalikannya seperti pedang bermata dua untuknya.
Di satu sisi Jiu Wei akan terkendali tapi setelah itu Jiu Wei akan sangat marah padanya dan Yan Liyan tidak ingin hal itu terjadi.
"Apa Kalian berdua baik-baik saja?"
Song Lao dan Song Qie mengangguk lalu menunduk pelan.
"Maaf.. karena telah merendahkan dan mengejekmu tadi."
"Tidak perlu dipikirkan yang penting mental kalian berdua aman, 'kan?"
"Apa?"
"Tidak. Ikuti aku sebentar lagi kita akan sampai."
Tidak lama kemudian....
Yan Liyan, Song Lao, dan Song Qie telah tiba di sebuah gazebo. Di gazebo itu sudah tersedia sebuah teko yang berisi teh hijau serta lengkap dengan tiga cawan ruby nya.
Mereka bertiga duduk dan setelah itu Song Qie menyampaikan tentang hasil misi yang diberikan oleh Yan Liyan.
Jika selama tiga hari ini, mereka telah menyebarkan rumor buruk tentang pemimpin kota dan hal tersebut berhasil.
Rumor itu mengenai Pemimpin kota yang telah menculik warga yang tinggal di pinggiran aray untuk dijadikan suatu pengorbanan.
Dan Juga rumor tersebut telah sampai di telinga pemimpin kota. Menurut Song Qie cara pemimpin kota menghentikan menguatnya rumor buruk mengenai dirinya itu adalah dengan menangkap Yan Liyan.
Dalam hal ini pemimpin kota menduga jika Yan Liyan merupakan orang yang menyebarkan rumor buruk tersebut.
Hal itu ditandai dengan banyaknya poster gambar Yan Liyan di tempel disetiap sisi wilayah aray pelindung. Yang bertuliskan jika sosok itu merupakan buronan tingkat tinggi dan siapapun berhasil menangkapnya akan mendapatkan hadiah berupa 150batu Qi tingakat tinggi.
Tentu saja bagi sebagian orang Hadiah tersebut sangat menggiurkan sehingga saat ini banyak sekalian orang-orang dengan kemampuan tinggi sedang mencari keberadaan Yan Liyan untuk membunuhnya.
__ADS_1
"Hmm, Jadi seperti itu ya.. Ini akan semakin menarik."