
Di dalam porvound ark...
Yan Liyan berdiri dihadapan dengan sosok yang misterius. Sosok tersebut memakai caping untuk menutupi wajahnya.
Serta hiasan tengkorak yang menggantung di pakainya dan juga sosok itu mengeluarkan aura iblis yang mengerikan.
Yan Liyan terlihat sangat waspada dengan sosok tersebut karena sistemnya memperingatinya untuk berhati-hati dengan lawanya kali ini.
Tentu saja Yan Liyan sangat waspada karena sistemnya sangat jarang memperingatinya ketika berlawanan dengan musuh kecuali kekuatan musuh itu berada diatasnya.
"Kau Memiliki 4 tubuh spesial dalam tubuhmu. kau pasti manusia yang telah ditakdirkan." Sosok itu membuka capingnya dan memperlihatkan sosok laki-laki tampan dengan lukisan dua bulan sabit hitam dan putih di dahinya.
"Kaisar Asal muasal."
Yan Liyan langsung mundur setelah mengetahui siapa lawan di depannya.
'Aku bukan tandingannya.' batin Yan Liyan dengan keringat dingin.
Dia pernah membaca tentang kaisar asal muasal yang kekuatannya tidak terbatas dan berada diatas Rana alam surgawi.
Wuss!
Sosok kaisar Asal muasal itu tiba-tiba muncul dibelakang Yan Liyan dan mengarahkan pukulannya.
Boomm!
Argkhh!
Sosok Asala muasal itu muncul lagi dan mengarahkan pukulannya hingga menembus dinding kapal porvound ark.
Sosok asal muasal itu muncul kembali dan kali ini dia mencekik Yan Liyan dan menatapnya dengan ekspresi datar.
"Hari ini merupakan akhir hidupmu."
Yan Liyan mengeluarkan aura kultivasi perajurit surgawi tingkat semesta untuk melepaskan diri namun hal tersebut sama sekali tidak mempan.
Sosok asal muasal itu semakin mencekram leher Yan Liyan sehingga membuat Yan Liyan semakin tercekik.
"Argkh!!" untuk pertama kalinya Yan Liyan berteriak memilukan dalam suatu pertarungan.
Teriakan itu bahkan sampai terdengar ditelinga 4 kekasihnya. 4 Kekasihnya langsung bergegas menuju asal teriakan itu dengan penuh kekhawatiran.
'Sistem!
[Ding.. Peringatan sistem tidak bisa membantu tuan, karena aliran takdir yang keluar dari dalam tubuh Sosok Asal muasal.]
Yan Liyan yang mendengar itu membelalakkan mata. Tidak ingin menyerah begitu saja Yan Liyan mengeluarkan kekuatan empat tubuh spesial miliknya namun kekuatan 4 tubuh itu seolah-olah tidak ingin keluar karena ditekan oleh kekuatan yang lebih besar.
Mata Yan Liyan mulai terpejam pertanda dia sudah tidak mampu lagi bertahan.
"Amarah Sang Naga es!"
"Sembilan Bola elemen!"
"Peri Alam!"
"Kekuatan Sang phoenix Yin dan Yang!"
Wusss!
Empat serangan yang sangat dahsyat melesat menuju kearah mereka berdua.
Kaisar asal muasal yang melihat itu melepaskan Yan Liyan dan menghindar.
Terjadi ledakan besar yang membuat 100 km dari tempat itu porak-poranda.
"Untung saja masih sempat." ucap Jiu Wei dengan Yan Liyan berada di ekor yang memiliki elemen ruang waktu.
"Kalian berhati-hati denganya. Kekuatanya berada jauh diatas kita semua." perkataan Yan Liyan itu membuat mereka sangat terkejut.
"Bagaimana mungkin kekuatan kami sudah sangat setera denganmu yaitu perajurit surgawi tingkat semesta bagaimana mungkin dia melampaui Rana itu." Berbagai macam pertanyaan Jiu Wei ajukan namun Yan Liyan hanya menggeleng tidak tahu akan jawabannya.
"5 perajurit surgawi ya.. Aku tidak menyangka alam ini akan memiliki kekuatan semacam ini bahkan ditempat asalku memiliki kekuatan seperti kalian akan membuat seseorang cukup disegani." sosok kaisar asal muasal itu muncul kembali di depan mereka.
__ADS_1
"Siapa kau?! kenapa kau ikut campur akan urusan alam dibawah alammu?" Mei Lin kini bertanya dan tetap waspada akan pergerakan sosok di depannya.
"Aku Zao Qiyuan dan aku telah melihat takdir dimasa depan. Aku melihat jika kalian akan membuat kehancuran di alamku dan menjatuhkan kekuasaanku, jadi sebelum kalian mempunyai kekuatan semacam itu sebaiknya aku akan menghancurkan kalian terlebih dahulu."
"Omong kosong! Tidak mungkin ada seseorang yang bisa melihat takdir dan Jika itu benar maka kau tidak mungkin bisa mengubahnya."
"Siapa yang tahu sebelum aku mencobanya?" ucap Zao Qiyuan itu dengan senyuman tipis.
Zao Qiyuan tiba-tiba menghilang dan muncul di depan Yan Liyan lagi.
"Kaulah yang pertama aku lihat dan kau juga merupakan orang yang aku Inca, jadi Aku harus memusnahkanmu dengan cepat!"
"Tidak akan kami biarkan!"
Sebuah perisai es muncul dan menahan pukulan Zao Qiyuan.
Perisai es itu retak dan hancur sedetik kemudian aura dalam tubuh Yan Liyan meningkat.
Aura yang keluar dalam tubuh Yan Liyan merupakan campuran dari berbagai macam aura yang sangat agung.
Wuss!
Yan Liyan melesat dengan 8 bola elemen di sisinya, kekuatanya naik drastri berkali-kali lipat tapi serangan Yan Liyan belum mengimbangi pergerakan dari Zao Qiyuan yang lebih cepat darinya.
"Kekuatanmu masih belum cukup."
"Benarkah?" Yan Liyan muncul dibelakangnya dan memukul Zao Qiyuan.
"Terlalu lembat." dengan sangat mudah Zao Qiyuan menangkis Serangan itu.
Bing Hua dengan naganya dan Mei Lin dengan kekuatan Phoenixnya mereka berdua ikut membantu Yan Liyan sedangkan Xian Ran dan Jiu Wei menyerang Zao Qiyuan dari jarak jauh.
Tapi meskipun dengan semua serangan itu, mereka hanya dapat mengimbanginya saja.
Orang-orang yang berasal dari sekte aliran putih yang menyaksikan hal itu merasa seperti tidak percaya dengan apa yang terjadi.
5 Sosok kuat yang membantu mereka dapat diimbangi dengan mudah oleh satu orang dari pihak musuh.
"Siapa dia?!" Ran bertanya pada Xue Jia. mereka berdua melihat pertarungan dasyat itu dengan tatapan ngerih karena pertarungan tersebut bukan lagi pertarungan antara kultivator tapi pertarungan antara monster.
"Sepertinya pertarungan ini akan menjadi penentuan nasib kedepannya dari alam ini." gumam Jiu Wei.
Booomm!
Tendangan Zao Qiyuan mengenai Phoenix api dan es. Kedua Phoenix itu melesat dan menyeret Mei Lin bersamanya.
Ledakan besar terjadi ketika Kedua Phoenix itu mendarat di tanah sehingga mengubah hutan menjadi kawah besar dengan Mei Lin yang memuntahkan darah segar akibat tendangan itu.
"Dia bukan tandingan kita semua." ucap Jiu Wei yang masih mengarahkan banyak sekali bola elemen kearah Zao Qiyuan.
Wuss!
Zao Qiyuan muncul dibelakang Jiu Wei dan melakukan hal yang sama seperti Mei Lin begitupun dengan Xian Ran.
Dan hal tersebut tanpa mereka sadari yang menandakan perbedaan jauh kekuatan diantara mereka.
3 kawah terbentuk secara bersamaan dan membuat hutan dipenuhi oleh kawah besar.
Yan Liyan yang melihat itu menggertakan giginya kesal karena setelah mengeluarkan seluruh kekuatan penuhnya pun tetap tidak mampu menandingi Zao Qiyuan.
Sebelas ekor naga es muncul dan menyerang Zao Qiyuan namun Zao Qiyuan mengeluarkan api hita dan membakar semua naga es itu.
Naga es itu mencair menjadi air. Zao Qiyuan kemudian melesat menuju Bing Hua dan mengarahkan tendanganya.
Yan Liyan muncul dan menahan serangan itu, namun karena kekuatan Zao Qiyuan melebihi mereka Yan Liyan juga ikut terhempas bersama Bing Hua namun tidak sampai membetuk kawah besar.
Mereka berdua mendarat ditanah dengan nafas putus-putus karena tenaga mereka yang terkuras.
Zao Qiyuan yang akan melesat kearah mereka lagi tiba-tiba berhenti karena ditahan oleh Xue Yu.
"Bing Hua lakukan perintahku, Aku akan membukakan kalian ruang dimensi menuju alam tingkat tinggi. Di sana kalian akan aman bersama dengan ibuku!"
"Liyan'gege apa maksudmu."
__ADS_1
"Hua'er ingat perkataanku ini. Jika aku tidak kembali maka kalian tidak usah mencariku mulailah hidup baru, jika anaku lahir nanti, katakan padanya jika Ayahnya merupakan seorang pengecut, karena Aku tidak ingin dia mengikuti jejak ayahnya yang pengecut ini." ucap Yan Liyan sambil tersenyum
"Liyan' Gege apa maksudmu? kita akan melalui ini bersama!"
Yan Liyan mengelus pucuk kepala Bing Hua lalu.
"Setelah malam itu aku telah mempersiapkan semuanya, jika dia telah tumbuh dewasa berikan ini kepadanya." Yan Liyan memberikan 4 cincin indah kepada Bing Hua.
Setelah itu Yan Liyan membuat segel tangan, muncul celah dimensi dan menghisap Bing Hua, Mei Lin, Jiu Wei, dan Xian Ran di dalamnya.
Bing Hua dapat melihat dan mendengar jelas perkataan terakhir dari kekasihnya itu.
"Maafkan Aku."
Yan Liyan tersenyum kearahnya lalu melesat terbang menuju Zao Qiyuan.
"..........."
Yan Liyan dipenuhi dengan dengan aura yang berwarna darah serta aura 4 macam tubuh spesial.
"Kau membakar esensi darahmu? apa kau berencana untuk mati."
Yan Liyan tersenyum lalu menghilang dan muncul lagi di belakang Zao Qiyuan.
Yan Liyan langsung mengait leher Zao Qiyuan dan mengunci pergerakanya.
Zao Qiyuan mencoba melepaskan diri dengan segala kekuatanya namun semuanya sia-sia. Dia tidak bisa terlepas dari kuncian Yan Liyan.
"Aku berencana untuk membawamu mati bersamaku."
Zao Qiyuan sangat terkejut mendengar perkataan Yan Liyan.
"Jangan! Jangan melakukannya!" Zao Qiyuan memberontak ingin melepaskan diri.
'Sisitem aktifkan fitur terlarang!"
[Apa tuan yakin? Tuan akan menanggung seluruh konsekuensinya jika tuan melakukan hal itu!"]
"Ya, lakukan saja!" ucap Yan Liyan dengan penuh keyakinan, tapi sebelum itu Yan Liyan sempat mendengar ucapan sistemnya yang membuat Yan Liyan tersenyum.
[Maafkan sistem tuan, karena telah gagal menjadikan tuan sebagai sosok yang terkuat dialam semesta.]
Booommmm!
kumpulan asap berwarna merah mengelilingi mereka dan membentuk tornado besar yang memporak porandakan seluruh tempat itu dalam radius 100 mil
dalam ledakan itu Yan Liyan sempat melihat wajah Zao Qiyuan berubah menjadi sosok yang sangat dia kenali.
"Ayah! Apa itu kau?"
"Ya, ini aku anakku. Kau telah membebaskanku dari tubuh ini.
Maaf karena menyeretmu dalam masalah yang tidak bisa aku selesaikan."
Ayah Yan Liyan tersenyum pada anaknya lalu tubuhnya menghilang menjadi butiran debu.
Yan Liyan juga tersenyum sambil meneteskan air mata.
"Impian hanyalah impian dan Aku tidak bisa mewujudkanya. Aku harap dengan pengorbananku ini akan menjadi akhir dari segala penderitaan untuk dan ancaman besar generasi selanjutnya."
Yan Liyan tersenyum karena mengingat bayangan 4 kekasihnya.
Setelah itu tubuh Yan Liyan berubah menjadi butiran debu dan menghilang tertiup oleh angin.
Para murid sekte berlarian menjauh dari tempat tersebut sebelum mereka mendengar sebuah ledakan yang sangat keras.
Suara ledakan itu Bahkan merupakan suara ledakan terkeras yang pernah mereka dengar dalam hidup mereka.
Awan dan debu mengepul menjadi satu selama ledakan terjadi dan tidak lama kemudian asap itu menghilang dan memperlihatkan sejauh 100 mil jauhnya terlihat sebuah kawah besar
efek dari ledaknya bahkan sampai menghancurkan sebagian bangunan yang ada di ibu kota kekaisaran surgawi yang dilindungi oleh Aray.
Semua orang yang menyadari apa yang terjadi. Mereka menjatuhkan pedang dan perisai mereka dan membukukan kepala sebagai bentuk penghormatan dan rasa terimakasih kepada pahlawan mereka yaitu Yan Liyan.
__ADS_1
~Season 1 END~