
"Apa ini mimpi?" gumam Yin Zu saking tidak lercayanya jika sosok yang berada di sampingnya adalah Yan Liyan.
"Tidak, kau sama sekali tidak sedang bermimpi saudari Yin Zu." Xiao Yi untuk meyakinkan Yin Zu.
"Apa yang Xiao Yi katakan benar, mungkin kau bertanya-tanya mengenai keberadaanku, tapi sebaiknya kau beristirahat terlebih dahulu."
Yin Zu hanya mengangguk ketika mendengar itu walaupun ada banyak sekali yang ingin dia tanyakan saat ini.
Yan Liyan lalu keluar dari kamar setelah memberikan beberapa sumberdaya yang dapat mempercepat pemulihan Yin Zu.
Setibanya Yan Liyan lantai bawah, dia melihat ada tiga sosok yang sedang duduk menunggu sesuatu dengan perasaan cemas.
Melihat keberadaan Yan Liyan mereka bertiga langsung bergegas kearahnya.
"Bagaimana keadaan Yin Zu saat ini?" Yin Su yang pertama kali bertanya dan jelas sekali dia yang paling khawatir dengan keadaan Yun Zu.
Karena memang dulu Yin Su merupakan orang yang paling dekat dengan Yin Zu.
"Aku telah berhasil menyembuhkanya dan sekarang ini keadaan Yin Zu sudah lebih baikan. Kalian dapat melihatnya sendiri."
Setelah mengatakan itu Yan Liyan bergegas keluar dari rumah itu, sedangkan Yin Su dan Han Guang berlari menuju kantai atas untuk mengecek keadaan Yin Zu.
Tapi ketika Yan Liyan ingin keluar tiba-tiba saja tangan lembut memegang bahunya sehingga membuat Yan Liyan terhenti.
"Kau akan pergi ke mana?" tanya sosok yang tidak lain adalah Yan Lin.
"Tugasku di sini telah selesai, jadi aku akan segera pulang."
"Tunggu.. Setidaknya tunggu sampai keadaan Yin Zu benar-benar pulih dan kalau bisa sebaiknya kau menginap dulu di tempat ini." ucap Yan Lin yang jelas sekali mempunyai niatan untuk membuat Yan Liyan tinggal di tempat ini untuk waktu yang lebih lama karena ada hal yang ingin dia sampaikan kepada Yan Liyan.
"Tapi..
"Aku mohon."
Melihat Yan Lin memohon seperti itu membuat Yan Liyan merasa tidak tega.
"Dua hari. Aku akan menginap di tempat ini selama dua hari penuh." Lagi pula masih ada waktu untuk satu minggu sebelum kembali ke istana.
'Anggap saja ini sebagai liburan.' batin Yan Liyan.
"Jika seperti itu aku akan keluar sebentar untuk menghirup udara segar dan menghilangkan penat." setelah itu Yan Liyan melesat menjauh dari rumah itu.
Yan Lin mengangguk karena dia percaya dengan perkataan Yan Liyan, setelah itu pergi menuju lantai atas.
Sesampainya di lantai atas...
Bukanya melihat Yin Zu yang terbaring lemah malahan sekarang ini Yan Lin melihat Yin Zu sedang tersipu malu serta yang lainya tampak sedang menertawakan Yin Zu.
Yan Lin tentu saja merasa kebingungan ketika melihat hal tersebut...
"Apa yang sedang kalian ceritakan?"
Mereka berempat terkejut ketika melihat Yan Lin.
__ADS_1
Xiao Yi tersenyum lalu menceritakan proses Yan Liyan menyembuhkan Yin Zu tanpa melewatkan hal sekecil apa pun.
Yan Lin tidak menunjukkan ekspresi apa pun setelah mendengar cerita dari Xiao Yi, karena menurutnya itu bukan hal yang luar biasa.
"Kau tidak asik saudari Lin." Xiao Yi tersenyum kecukt ketika sama sekali tidak melihat ekspresi apa pun yang ditunjukan oleh Yan Lin.
"Apa yang kau pikirkan setelah mengetahui semua ini Yin Zu?"
"Mm.. Aku tidak mengerti, tapi ini benar-benar tidak bisa dipercaya. Aku bahkan sempat tidak percaya jika Yan Liyan melakukan hal itu." ucapnya dengan tersipu malu.
"Percayalah dia melakukan itu hanya demi untuk kesembuhanmu, jadi jangan terlalu banyak berharap."
Mendengar perkataan Yan Lin membuat semua orang di tempat itu terdiam. Ya.. karena apa yang dikatakan oleh Yan Lin barusan sangat benar.
"He.. kau hanya cemburu bukan?" tanya Xiao Yi yang ingin mengejek Yan Lin.
"Untuk apa aku cemburu?"
"Karena Yan Liyan tidak pernah melakukan hal semacam itu padamu padahal kau merupakan teman masa kecilnya."
Mendengar hal itu membuat Yan Lin hanya tersenyum tipis.
"Kau memang benar jika Yan Liyan tidak pernah melakukan hal itu, tapi aku pernah melakukanya pada saat Yan Liyan tenggelam dulu dan aku yang menyelamatkan nyawanya."
Yan Lin masih mengingat ketika dulu Yan Liyan tenggelam karena ulah anak penatua pertama keluarga Yan dan kawan-kawanya.
Sebelum Yan Liyan tenggelam sepenuhnya, Yan Lin datang dan menyelamatkan Yan Liyan.
Saat itu tanpa pikir panjang Yan Lin memberikan nafas buatan untuk menyelamatkan Yan Liyan karena pada saat itu, dia sama sekali tidak memiliki pil penyembuh.
"Jadi kau...
" Ya, aku yang pertama untuknya, Aku tidak akan pernah melupakan saat itu walaupun dia tidak mengetahuinya sama sekali tapi tak mengapa, karena
Bagiku melihatnya yang sudah tidak marah kepadaku membuatku merasa sangat bahagia." ucap Yan Lin tersenyum tulus.
Sedangkan Yan Liyan saat ini sedang bersandar di bawah pohon yang berada di tepi tanjakan curam.
Tempat itu dipenuhi oleh padang rumput yang begitu luas sejauh mata memandang.
Yan Liyan terbaring menikmati waktu santainya saat ini tanpa menyadari jika ada 5 orang yang sedang membicarakan dirinya.
Malam harinya.....
Yan Liyan kembali menuju rumah dengan Yin Yue Zhi dan Hao Lang.
Yin Yue Zhi berada di bahu Yan Liyan sedangkan Hao Lang memegang tangan kanan Yan Liyan.
"Wah... Aku bisa melihat pemandangan yang jauh lebih indah dari sini... Hei, apa kau ingin? Kita dapat bergantian."
Hao Lang menggeleng tampa tidak tertarik dengan hal semacam itu.
Yan Liyan mengeluarkan mereka karena sadar jika waktu perbedaan di dunia luar dan invetory sangat jauh, jadi bisa dibilang mereka sudah lama bertemu dengan Yan Liyan walaupun usia mereka sama sekali tidak berubah.
__ADS_1
"Dimana Ibu?!" tanya Yin Yue Zhi lagi untuk ketiga kalinya.
"Tunggu sebentar lagi kita akan sampai di tempat Ibu kalian."
Yan Liyan tersenyum kecut mempersiapkan dirinya akan ditatap aneh oleh Yan Lin dan yang lainnya.
Dan ketika matahari mulai terbenam sepenuhnya...
Mereka bertiga saat ini berada tidak jauh dari rumah kayu besar.
Yin Yue Zhi yang melihat itu langusng melompat dari bahu Yan Liyan.
"Hehee.. Apa ini rumah kita. Tidak buruk dari rumah yang lama."
Yin Yue Zhi berlari menuju rumah tersebut dan masuk kedalam nya.
Yan Liyan lalu menoleh kearah Hao Lang.. entah kenapa dia merasa jika sifat anak itu sama seperti dirinya.
"Bersifat lah seperti anak-anak pada umumnya dan bermainlah denganya. Jangan terlalu gila akan kekuatan, Apa kau tahu masa-masa seperti ini tidak akan pernah terulang lagi di masa depan nanti." Yan Liyan mengelus kepala Hao Lang.
"Aku tahu, tapi aku ingin menjadi seperti ayah.. Bukankah itu akan terlihat sangat keren?"
"He.. benarkah? apa kau menganggapnya seperti itu?"
Hao Lang mengangguk ketika mendengar pertanyaan Yan Liyan.
"Hmm.. Kau terserah kau ingin menjadi apa, tapi lebih baik jika kau menjadi dirimu sendiri. Tapi jika kau ingin menjadi sepertikuku. Aku sarankan jika di masa depan nanti kau harus memiliki satu pasangan saja."
Yan Liyan menasehati Hao Lang karena dia tahu mempunyai pasangan lebih dari satu merupakan hal yang merepotkan apa lagi jika sifat mereka berbeda-beda.
Yan Liyan sekarang ini sedang merasakan hal itu, jadi dia menasehati Hao Lang agar apa yang dia rasakan saat ini tidak dialami oleh Hao Lang di masa depan nanti.
"Baik aku mengerti." ucap Hao Lang dengan polos yang membuat Yan Liyan tersenyum kecut mendengarnya.
"Kau sama sekali tidak mengerti dengan apa yang aku katakan."
Sedangan di dalam rumah...
Xiao Yi dan Han Guang sedang menyajikan banyak makanan diatas meja makan, Tiba-tiba saja mereka dikejutkan dengan dobrakan pintu serta teriakan anak kecil.
"Ibu! Aku pulang!"
Hal itu sontak saja membuat mereka terkejut bahakan Yin Zu yang masih lemah dan memaksakan diri untuk makan bersama pun tampak kebingungan ketika melihat sosok gadis kecil itu.
"Siapa Dia?" tanya Yin Zu yang tampak penasaran sekaligus kebingungan karena tidak mungkin ada sosok gadis kecil ada di dalam dimensi ini.
Sedangkan Yin Yue Zhi langsung berlari kearah Xiao Yi ketika melihat keberadaanya. Dia langsung memeluk Xiao Yi dengan penuh kasih sayang.
"Ibu aku merindukanmu."
"Hah!"
Pyar!
__ADS_1
Suara gelas terjatuh dari tangan Han Guang ketika melihat itu.
"Xiao Yi kau...