SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Apa Kau Menganggapku Beban?


__ADS_3

Enam ekor naga Es mengaum dengan ganasnya, keenam ekor naga Es itu juga membuka mulutnya memperlihatkan gigi dan taring tajam mereka, bersiap untuk melahap Dewa kegelapan.


Boommm!


Boomm!


Boomm!


Ledakan yang sangat besar terjadi ketika enam ekor naga es tersebut menubruk kawah tempat dewa kegelapan secara bersamaan.


Bahkan kawah besar yang terbentuk tadi sudah tidak terlihat lagi karena ditutupi oleh debu atau lebih tepatnya kabut dingin tebal akibat ledakan tadi.


Dampak Ledakan itu juga sampai di tempat pertarungan aliansi 4 ras dan membekukan apapun yang berjarak 50 mil dari sumber ledakan tadi.


Aura dingin meningkat drastis di tempat pertarungan mereka, yang awalnya merupakan hamparan tanah tandus yang kering kerontang, kini berubah menjadi hamparan Es sejauh mata memandang.


Naga Es yang melihat dampak dari ledakkanya hanya tersenyum penuh kepuasan, walaupun serangan itu tidak akan mampu membunuh dewa kegelapan namun serangan itu pastinya akan memberikanya luka parah.


"Aku serahkan sisanya pada mu Yan Liyan." gumamnua dengan suara lemah yang kemudian sosok naga es yang melayang tadi berubah menjadi serpihan cahaya lalu melesat menuju kedalam tubuh Bing Hua yang berada di dalam pelindung buatanya.


Pola Hexagon yang merupakan teknik dari naga es tadi juga ikut menghilang disertai pedang besar yang mengeluarkan energi kegelapan yang dilapisi oleh api hitam.


"Terima kasih, Aku berutang Budi pada mu." ucap Bing Hua yang menyadari jika binatang rohnya telah mengeluarkan semua kekuatanya.


Dan kemungkinan Dia tidak dapat memanggilnya dalam jangka waktu yang lama.


"Baiklah, sekarang giliranku untuk melawanya." Bing Hua melihat jika Yan Liyan masih tidak sadarkan diri jadi dia berencana untuk melawan dewa kegelapan sendirian.


Meskipun kemungkinan kemenanganya cukup kecil, tapi apa salahnya untuk mencoba.


Disaat Bing Hua ingin melepaskan pelukanya dari Yan Liyan tiba-tiba saja tangan Yan Liyan mencekram bahunya dengan sangat erat, tidak ingin membiarkan Bing Hua lepas dari pelukanya.


Bing Hua yang melihat itu langsung menatap Yan Liyan.


"Kau telah sadar?"


Kepala Yan Liyan menggeleng sebagai tanggapan.


Bing Hua yang melihat itu menjadi sangat kesal.


"Jangan bercanda Liyan'gege!"


Yan Liyan tersenyum dan tiba-tiba membuka matanya.


"Aku tidak bercanda, hanya saja aku ingin berada di pelukan mu lebih lama lagi, Apa itu dilarang?" Yan Liyan berkata dengan lembut, karena jika bukan sebab kekasihnya itu maka dia tidak akan pernah terbebas dari teknik keputusasaan.


Awalnya Yan Liyan sudah sangat putus asa dan pikiranya telah dipengaruhi oleh dewa kegelapan. Namun ketika mendengar perkataan Bing Hua. Yan Liyan menyadari jika dia masih mempunyai orang yang dia cintai yang selalu memberikan harapan baru dalam hidupnya.


Tidak perduli jika jasa dan pengorbanannya nanti akan dilupakan oleh orang lain, karena selama dia mempunyai orang-orang yang menyayanginya, maka hal tersebut sama sekali tidak masalah.


Sedangkan Bing Hua yang mendengar perkataan Yan Liyan tadi, wajahnya menjadi memerah karena merasa malu, sangat jarang mendengar Yan Liyan berkata manis seperti itu.


"Itu tidak dilarang Liyan'gege tapi waktu dan tempat sekarang ini tidak tepat, Ingat jika kita masih berada di medan pertempuran dan dewa kegelapan belum dikalahkan."

__ADS_1


Yan Liyan yang menyadari hal itu, langsung melepaskan pelukanya lalu kemudian mengelus kepala Bing Hua.


"Kau tunggu disini dan jangan keluar kemanapun! Biarkan aku yang menghadapi dewa kegelapan." Setelah mengatakan itu, Yan Liyan ingin keluar dari tempat pelindung, tapi tiba-tiba saja langkahnya dihalang oleh Bing Hua.


"Aku ingin bertarung bersamamu Liyan'gege! Apa kau tidak mempercayai kekuatan yang aku miliki?!" Bing Hua berteriak dengan perasaan sedih, karena selama ini Yan Liyan selalu saja melarangnya untuk membantunya dalam pertarungan yang berbahaya dan hal tersebut membuat merasa tidak berguna.


"Apa kau hanya menganggapku beban dan penghalang untukmu?! katakan Liyan'gege!" Bing Hua dengan air mata yang mengalir di pelupuk matanya, dan juga ini pertama kalinya Bing Hua membentak Yan Liyan dengan serius.


"Tidak! aku sama sekali tidak menganggapmu beban, tapi mengertilah...


Sebelum ucapan Yan Liyan selesai, Tiba-tiba saja Yan Liyan merasakan suatu energi besar yang melesat dengan sangat cepat kearah mereka.


Yan Liyan langsung berdiri di depan Bing Hua lalu membuat segel tangan.


Teknik pelindung agung! cangkang kura-kura penjaga mata angin!"


Dari dalam tubuh Yan Liyan keluar Qi berwarna hijau, Qi tersebut kemudian memadat dan membentuk cangkang kura-kura berwarna hitam.


Boomm!


Boom!


Terjadi di ledakan akibat benturan dua energi. Energi kegelapan mengelilingi mereka berdua, elemen kegelapan mempunyai sifat korosi, jadi dengan sifatnya itu serangan yang mengandung elemen kegelapan dapat menembus pertahanan apapun jika pertahanan itu berada di tingkat yang lebih rendah daripada serangan kegelapan itu sendiri.


"Ini adalah teknik baru yang aku miliki, berada di tingkat dewa dan teknik ini milik seekor binatang yang menjaga salah satu arah mata angin." gumam Yan Liyan.


Sebelumnya Dia pernah membeli buku pertahanan yang kuat dari sistemnya karena dia menyadari jika dirinya tidak mempunyai teknik semacam itu kecuali teknik aray dan meskipun harga dari teknik tersebut sangat mahal, tapi hal itu sangat sebanding dengan kualitasnya.


Sistemnya juga menjelaskan kepadanya tentang asal usul teknik tersebut, Jadi Yan Liyan tidak ragu-ragu untuk memakai teknik pelindung itu untuk menghalau serangan yang sangat kuat.


"Hua'er, dengarkan aku! Aku akan mengizinkanmu untuk bertarung bersamaku, tapi kau tidak diperbolehkan untuk melakukan serangan jarak dekat, biarkan aku yang melakukan serangan esekusi dan kau bertugas melindungiku dari belakang. Kau juga dapat menyerangnya jika ada kesempatan atau celah, tapi ingat! selalu berhati-hati. Apa kau mengerti?"


Dengan sangat serius Yan Liyan menjelaskan rencananya pada Bing Hua karena hal ini sangat mempengaruhi tingkat kemenangan mereka.


Bing Hua yang mendengar itu menjadi sangat senang dan langsung menyetujuinya tanpa banyak bertanya.


"Iya, Aku mengerti."


Yan Liyan yang melihat energi kegelapan yang semuanya telah terserap ke dalam pelindung, Dia kemudian menghilangkan pelindungnya.


"Kita mulai!"


Wuuss!!


Yan Liyan melesat dengan sangat cepat menuju tempat dewa kegelapan, terlihat sosok dewa kegelapan dalam keadaan yang bisa dibilang buruk.


Kedua tanganya yang membeku akibat terkena serangan dasyat dari naga Es tadi.


"Padahal keadaanmu tidak menguntungkan, tapi kau sangat dengan berani menyerang kami?


"Rasakanlah akibatnya!"


"Teknik dewi Phoenix api! Serangan sang Phoenix Api!"

__ADS_1


Siluet 5 Phoenix api muncul disegalah sisi Yan Liyan. Lima Phoenix api itu memandang tajam Dewa kegelapan kemudian mereka melesat dengan kecepatan tinggi kearah Dewa kegelapan.


Wuuss...


Kiak!


Kiak!


Kiak!


Boomm!


Boomm!


5 siluet Phoenix api tersebut menabrak dewa kegelapan dengan telak. Namun dewa kegelapan masih mampu menahan serangan itu menggunakan perisai yang terbentuk dari energi kegelapan.


[DING... Peringatan! kekuatan musuh semakin meningkat, harap tuan meningkatkan kewaspadaan karena peningkatan kekuatan musuh sangat tidak normal.]


Yan Liyan yang mendengar pemberitahuan dari sistemnya menjadi sangat terkejut dan terdiam untuk sementara.


Karena hal itu kewaspadaanya menjadi melemah, dewa kegelapan yang menyadari hal itu, langsung memanfaatkanya, Dewa kegelapan muncul dibelakang dengan pedang kematian ditangannya.


"Kau telah menolak tawaranku, maka kau harus mati dasar rendahan!"


Dewa kegelapan mengarahkan pedangnya dengan cara menusuk leher Yan Liyan.


Yan Liyan yang menyadari hal itu ingin menghindar dengan cepat namun dia menyadari jika hal itu sudah terlambat.


Tapi tiba-tiba....


Boomm!


Tubuh Dewa kegelapan terhempas jauh sebelum pedangnya mengenai tubuh Yan Liyan.


Yan Liyan yang melihat itu langsung menoleh kearah Bing Hua dan melihat kekasihnya itu baru saja menembakan energi dingin kearah dewa kegelapan.


'kerja bagus, Bing Hua.'


"langkah cahaya."


Yan Liyan menghilang dari tempat itu dan muncul di arah Dewa kegelapan terhempas. Yan Liyan mempersiapkan pukulanya yang dilapisi Qi.


"Rasakan Ini!"


Wuuss!


Yan Liyan mengarahkan pukulanya namun Dewa kegelapan mampu mengembalikan keseimbangan posisi tubuhnya dan menyilangkan kedua tanganya untuk menangkis serangan Yan Liyan.


Boomm!


Dewa kegelapan terhempas lagi dan terhenti ketika menabrak sebuah batu besar.


Dewa kegelapan kemudian memandang tajam Yan Liyan yang berada tidak jauh darinya.

__ADS_1


"Hmm... Menarik, kini bersiaplah untuk menghadapi pertarungan yang sesungguhnya." ucapnya ketika kedua tangannya yang tadi membeku sudah dapat kembali digerakkan.


Dewa kegelapan juga kembali mengeluarkan aura kegelapan lagi dari dalam tubuhnya dimana energi itu lebih kuat dari sebelumnya.


__ADS_2