SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Ancaman


__ADS_3

Dengan senyuman iblis Xue Yu memandang tajam Yan Liyan seolah akan membunuhnya kapan saja.


Yan Liyan menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena merasa kebingungan bagaimana cara membuat calon ini mertuanya itu mengerti.


Yan Liyan juga menyesal karena tidak menjelaskannya dari awal jika dia mempunyai empat orang kekasih.


"Mereka berdua adalah kekasihku, tapi ibu....


Ucapan Yan Liyan terhenti ketika melihat ekspresi marah bercampur kebencian dari calon ibu mertuanya. Yan Liyan juga merasakan sedikit aura membunuh yang dikeluarkan oleh calon ibu mertuanya tersebut.


"Kau! Beraninya kau!!


"Hentikan ibu! Aku tidak masalah jika Liyan'gege mempunyai kekasih lain asalkan kekasihnya itu mencintai Liyan'gege dengan tulus." Bing Hua menghentikan ibunya yang akan memarahi Yan Liyan.


"A.. apa?" Xue Yu tidak menyangka jika putrinya mengatakan hal seperti itu.


Jelas-jelas Xue Yu tidak ingin jika putrinya memiliki saingan. Dia ingin putrinya merasa bahagia dengan pasangannya tanpa ada satu pun gangguan.


"Benar ibu. Lagi pula mereka berdua merupakan orang-orang terdekatku dan tentunya aku sangat mempercayai mereka berdua." Bing Hua memegang kepala Jiu Wei lalu mendorongnya agar Yan Liyan dapat leluasa bergerak.


Yan Liyan akhirnya dapat terlepas dari pelukan kekasihnya itu.


"Ibu tenang saja.. Aku akan bersikap adil terhadap semua pasanganku. Aku tidak akan pernah membeda-bedakan mereka."


Yan Liyan berusaha untuk meyakinkan Xue Yu jika dia bisa menjaga Bing Hua dengan baik.


Sedangkan Xue Yu nampaknya masih terlihat ragu-ragu dengan perkataan Yan Liyan.


"Baiklah... untuk sekarang aku percaya padamu, tapi jika kau berani mengingkari perkataanmu barusan.. Aku akan menuntut pada ibu mu agar kau di hukum di penjara Vena selama 100 tahun!" dengan tatapan mengancam Xue Yu memperingatkan Yan Liyan agar tidak membuat putrinya merasa kecewa.


Yan Liyan membelalakan matanya tidak percaya dengan perkataan calon ibu mertuanya itu. Penjara Vena adalah suatu teknik kurungan yang hanya dapat dikuasai oleh pemilik elemen ruang dan waktu.


Setiap orang yang memasuki penjara itu maka basis kultivasi dan energi Qi tidak akan berfungsi lagi dan juga ada berbagai macam siksaan yang tersedia untuk menghukum orang-orang yang memasuki penjara vena itu, ditambah setiap satu menit di dunia nyata sama dengan 100 tahun di dalam penjara vena yang akan membuat orang-orang yang memasukinya benar-benar merasakan siksaan kejam tanpa akhir.


Yan Liyan tidak bisa membayangkan jika dia akan dimasukkan ke dalam penjara tersebut.


"Baik!" dengan keringat dingin Yan Liyan berkata dengan tegas sekaligus merasa ketakutan.


Bagaimana tidak, karena dengan hubungan dekat antara ibunya dan Xue Yu dulu, maka kemungkinan ibunya memasukanya ke dalam penjara vena atas permintaan Xue Yu bukanlah sesuatu yang mustahil.


"Baguslah."


Xue Yu menghelah nafas panjang ketika mendengar perkataan Yan Liyan. karena setidaknya dia bisa merasa tenang untuk sesaat.


"Aku akan pergi terlebih dahulu untuk mengurus beberapa hal. Dan kau Bing Hua.. Bersiaplah karena selama beberapa hari kedepan kau akan sangat sibuk.

__ADS_1


Aku harap kau dapat menyempatkan waktu bersama dengan kekasihmu, jika tidak maka bisa saja dia akan melupakan mu."


"Aku mengerti.. Ibu bisa ber kultivasi dengan tenang."


Xue Yu kemudian pergi menuju kedalam istana meninggalkan mereka berempat di tempat itu.


"Apa jiwa yang tidak sempurna itu benar-benar ibumu?" tanya Jiu Wei dengan keheranan.


Bing Hua mengangguk untuk mengiyakan.


"Hmm.. Meskipun penampilan kalian terlihat sama persis, tapi sifat kalian jauh berbeda ya.. Aku juga sangat terkejut ketika melihat sosok cantik itu adalah ibu mu sekaligus ratu dari Kekaisaran Es." ucap Jiu Wei yang dari tadi hanya terdiam memperhatikan Xue Yu dan Bing Hua.


"Ah, Liyan'gege Aku masih belum selesai." Jiu Wei tersadar dan kembali memeluk tangan Yan Liyan dengan erat.


"Kau terlalu manja Jiu Wei.."


"Ini sebagai wujud bentuk rasa terimakasih ku karena kau telah memberikan kekuatan elemen mu padaku." ucap Jiu Wei yang semakin mendekap erat Yan Liyan.


"Oh, kau telah menyadarinya.. sejak kapan?" Yan Liyan mengira jika selama satu minggu ini Jiu Wei tidak akan menggunakan elemenya selain elemen ruang dan waktu.


Mendengar jika Jiu Wei ternyata telah menyadari hal itu, membuat Yan Liyan merasa sedikit terkejut.


"Sejak Liyan gege pergi menuju istana ini. Mei Lin yang mengatakan semuanya."


"Oh, Pantas saja."


"Ah, tidak!"


"Cih...


Jiu Wei berdecak kesal dan melepaskan pelukanya, tapi sebelum Jiu Wei melepaskanya Yan Liyan langsung menahannya.. Lalu mendekatkan wajahnya ke kuping Jiu Wei.


"Aku sedikit lapar. Apa. kau bisa memasakan makanan untukku Wei'er." bisik mesrah Yan Liyan yang membuat wajah Jiu Wei memerah.


Jiu Wei tidak mengatakan sepatah kata pun selain mengangguk pelan dan tanpa basa-basi Jiu Wei memegang tangan Bing Hua membawanya kedalam istana agar mereka berdua dapat memaksakan makanan untuk Yan Liyan,


Tapi sebelum memasuki istana...


"Guru!" Dari kejauhan Qiao Mi dan Su Fengli memanggil Jiu Wei.


Jiu Wei dan Bing Hua menoleh kearah mereka berdua.


"Apa sudah selesai?!"


"Sudah guru! Kami berdua telah selesai membantu para warga untuk membawakan kayu-kayu besar ketempat mereka akan membuat rumah." Qiao Mi dan Su Feng Li berhenti di depan Jiu Wei untuk melaporkan tugas mereka.

__ADS_1


"Oh, kalau seperti itu.. Kalian harus membantu mereka untuk membuat rumah."


"Eh...


Qiao Mi terkejut ketika mendengar itu.


" Kenapa kau terkejut seperti itu?!"


"Aku tidak terlalu mengerti cara membuat rumah, jika kami membantu mereka malahan kami yang akan merepotkan mereka."


"Jika seperti itu kalian harus belajar! Terutama kau Su Fengli. Di masa depan nanti kalian berdua akan hidup bersama dan kau bertanggung jawab untuk membuat rumah yang nyaman untuk Qiao Mi."


"Eh.. Aku?!" entah apa masalahnya tapi Su Fengli tidak mengerti kenapa gurunya memaksanya untuk pandai membuat sebuah rumah.


Su Fengli juga tidak mengerti.. kenapa dimasa depan nanti dia harus membuat sebuah rumah yang nyaman untuk Qiao Mi.


"Tapi Guru...


"Lakukan saja perintah guru! jangan melawan atau nanti kalian berdua akan tahu akibatnya." dengan nada mengancam Jiu Wei memaksa mereka untuk diam dan patuh terhadap perintahnya.


"Ba-baik!" mereka berdua menjawab dengan perasaan takut ketika melihat ekspresi dari guru mereka.


Membukuk perlahan lalu mereka berdua pergi untuk melakukan perntah Jiu Wei.


"Apa Kau tidak terlalu keras pada mereka berdua Jiu Wei?"


"Aku rasa tidak. Itu juga aku lakukan demi kebaikan mereka sendiri...


Hei Bing Hua hari ini kita berdua akan masak apa?"


"Terserah kau saja." mereka berdua berbincang sambil berjalan menuju ke dalam istana.


"Huh...


Yan Liyan menghelah nafas lega ketika melihat Jiu Wei dan Bing Hua telah memasuki istana.


"Liyan'gege." Panggil Mei Lin dengan lembut sambil memeluk kekasihnya itu dari belakang.


Yan Liyan terkenjut ketika Mei Lin memeluknya seperti itu, karena biasanya Mei Lin akan tetap dingin seperti biasanya tapi kali ini sedikit berbeda. Yan Liyan juga sedikit kebingungan dengan perubahan sifat Mei Lin.


Menyingkirkan hal yang dia pikirkan tadi. Yan Liyan kemudian melepaskan pelukan Mei Lim lalu setelah itu, dia berbalik kebelakang dan tersenyum sesaat kepada kekasihnya itu.


Yan Liyan kemudian mengecup kening kekasihnya itu dan kemudian memeluk Mei Lin penuh dengan kasih sayang.


"Terima kasih." ucap pelan Mei Lin. Dia merasa sangat senang ketika diperlakukan seperti itu oleh Yan Liyan.

__ADS_1


"Simbol ini.. Apa kau merasakan perasaan tidak nyaman dengan keberadaanya." Yan Liyan memegang simbol yang merupakan segel yang dia buat untuk menahan energi dingin es kuno milik Mei Lin.


"Ya, awalnya aku memang merasa tidak nyaman dengan keberadaanya, tapi sekarang ini aku merasa sudah terbiasa, jadi Liyan'gege tidak perlu khawatir."


__ADS_2