
Sosok Dryad itu sangat terkejut ketika melihat pohon kehidupan yang berada tidak jauh di depanya.
"Dari ekspresi wajahmu saja, Aku menduga jika kau pasti mengenali pohon ini bukan?"
"Kau, bagaimana bisa kau mempunyai pohon kehidupan di dalam ruang jiwamu?" tanya sosok Dryad itu dengan sangat penasaran.
"Ceritanya sangat panjang, jadi aku tidak bisa menceritakanya padamu."
"Cih... Bilang saja kau tidak ingin menceritakanya." ucap serigala putih itu dengan sangat kesal.
"Ya.. memang hal itu tidak bisa diceritakan kesembarang orang, serigala kecil."
"Lalu apa tujuanmu membawa kami ketempat ini? bukankah memperlihatkan pohon kehidupan pada seseorang yang baru saja kau temui merupakan tindakan yang sangat bodoh apalagi kesan pertemuan kita sangatlah buruk."
ucap serigala itu dengan sangat keheranan, tentu saja dia tahu dengan sumberdaya super langka itu.
Yang keberadaanya bisa menimbulkan perang dan yang akan memilikinya tidak akan bisa hidup dengan tenang karena akan terus diburu oleh orang-orang yang menginginkan tanaman itu juga.
Yan Liyan hanya tersenyum sebagai tanggapan, memang benar jika apa yang dia lakukan itu salah namun tempat ini merupakan wilayah kekuasaanya, tidak ada satu mahkluk pun yang bisa keluar dari dimensi ini tanpa seijinya jadi percuma jika mereka berdua mengambil pohon kehidupan itu.
Yan Liyan menoleh kearah sosok Dryad yang masih memandang pohon kehidupan dengan takjub.
"Kau masih mengingatnya bukan? jika aku ingin meminta bantuan darimu?" ucap Yan Liyan menyadarkan sosok ras Dryad.
Sosok Dryad itu kembali keadaan semula namun masih tetap memandang pohon kehidupan itu.
"Apa yang bisa aku bantu, Manusia?"
"Hmm....Sederhana, Apa kau mengetahui sesuatu tentang buah pohon kehidupan?" tanya Yan Liyan langsung saja pada intinya.
Sosok Dryad itu mengangguk mengerti kenapa Yan Liyan membawanya kedimensi ini karena ingin menanyakan sesuatu tentang pohon kehidupan itu padanya.
"Jadi begitu ya... Buah pohon kehidupan merupakan sumberdaya yang paling langka yang kami ketahui, hal ini disebabkan keberadaan pohon kehidupan sangatlah langka dan juga tidak semua pohon kehidupan memiliki buah.
Hanya sekitar 1 pohon dari 1000 pohon kehidupan yang akan menghasilkan buah, hal itu dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, faktor paling penting yang menyebabkan buah pohon kehidupan berbuah adalah kemurnian energi kehidupan yang diserap oleh pohon tersebut." jelas Sosok Dryad itu pada Yan Liyan.
Yan Liyan dan yang lain mengangguk ketika mendengar penjelasan dari Dyrad itu.
Selama ini Yan Liyan berpikir jika hal itu merupakan hal normal, jika semua pohon akan menghasilkan buah dan biji untuk menghasilkan tanaman baru lagi jadi Yan Liyan berpikir hal semacam itu juga berlaku pada pohon kehidupan.
__ADS_1
Tapi Dia tidak menyangka jika buah pohon kehidupan akan sangat langkah seperti itu.
"Mm... Apa ini berguna untuk meningkatkan kultivasi yang dimiliko oleh seorang kultivator?" tanya Yan Liyan karena berpikir jika sumber daya langka seperti ini tidak akan mungkin tidak mempunyai manfaat sama sekali.
"Aku tidak tahu pasti dengan jawaban pertanyaanmu itu, Tapi menurut buku kuno yang aku baca ketika aku masih berada di dalam dimensi hutan kehidupan.
Buku itu Menyebutkan bahwa Buah pohon kehidupan memiliki manfaat besar untuk penyembuhan dibandingkan dengan daunya dan juga buah pohon kehidupan bermanfaat dalam meningkatkan kultivasi bahkan manfaatnya lebih besar daripada tanaman kebadian lainnya.
Tapi ada konsekuensi yang sangat besar bagi seseorang yang mengonsumsinya jika untuk meningkatkan kultivasi kecuali orang tersebut telah ditakdirkan dan tidak ada niat jahat dalam dirinya." jelas Sosok Dryad itu pada Mereka.
"Hm... Aku bisa mengambil kesimpulan jika yang akan mengonsumsi buah kehidupan itu bukanlah tuan." ucap Jiu Wei. mendegar syarat dari apa yang dikatakan oleh sosok Dyrad itu.
Menurut Jiu Wei, Yan Liyan tidak masuk dalam kategori apalagi jika kategori seseorang yang tidak memiliki niat jahat dalam dirinya, Jiu Wei sangat ragu jika tuanya tidak memiliki niat jahat sama sekali.
"Cih... Aku benci mengakuinya tapi itu sangat benar." ucap Yan Liyan berdecak kesal dengan syarat itu.
"Sebenarnya dibuku itu juga disebutkan jika ada pengecualian untuk orang yang memiliki sifat seperti itu namun pengecualian itu tidak dijelaskan secara jelas."
"Sepertinya kau masih mempunyai kesempatan tuan, walaupun aku sangat tidak yakin." ucap Jiu Wei ketika mendengar kelanjutan perkataan dari sosok Dryad.
"Hm.. mungkin pengecualianya adalah orang yang harus mengonsumsinya adalah sosok yang tampan sepertiku." ucap Yan Liyan menanggapi perkataan dari Jiu Wei.
"Apa??
Sebelum Jiu Wei berkata, Yan Liyan terlebih dahulu memotong perkataanya.
"Apa kalian berdua benar-benar merupakan tuan dan bawahan?" tanya serigala tanduk itu, merasa sangat aneh dengan sifat mereka berdua.
Karena biasanya ras manusia dan binatang mitos tidak akan seakrab itu.
Yan Liyan mengangguk menanggapi pertanyaan dari serigala putih tanduk naga.
"Serigala Kecil, Apa kau memiliki sebuah nama?"
"Ya... namaku adalah Bai Lang dan Ras Dryad itu merupakan pelindung kami bernama Lin Xian." ucap Bai Lang yang kelihatan sangat ramah pada mereka.
Hal itu dikarenakan Dia tidak merasakan Yan Liyan akan menangkapnya dan membuatnya menjadi sebuah pil dan Lagipula Bai Lang bisa tenang karena ada Lin Xian ditempat itu.
Yan Liyan tersenyum ketika melihat sikap ramah dari Bai Lang.
__ADS_1
"Andai saja aku memiliki Binatang kontrak sepertimu, Mungkin Hidupku bisa tenang karena selain kau merupakan serigala yang sangat kuat, kau juga tidak menyebalkan seperti Binatang kontraku." ucap Yan Liyan sedikit melirik kearah Jiu Wei.
Bai Lang yang merasa dipuji oleh Yan Liyan hanya tersenyum penuh kebanggaan.
"Kau benar tapi sayangnya aku tidak bisa menjadi binatang kontrakmu."
"Aku tahu." tanggapan singkat dari Yan Liyan.
Yan Liyan menoleh kesegala arah.
Dia tampak keheranan dengan tempat tersebut karena para bawahannya tidak berada ditempat itu.
'Mungkin mereka berkultivasi ditempat lain atau mungkin saja mereka mengikuti Mei Lin?' batin Yan Liyan, karena Mei Lin telah menyusuri seluruh Ruang invetory ini bahkan dia mengetahui tempat yang tidak Yan Liyan ketahui sama sekali.
"Jika seperti itu, Baiklah kita akan kembali." ucap Yan Liyan membuat segel tangan lalu kemudian mereka diselimuti oleh cahaya dan menghilang dari tempat itu.
Mereka tiba ditempat hutan tadi.
"Hm... Jadi, apa kau tidak memiliki sebuah imbalan terhadap bantuan yang dia lakukan tuan?" ucap Jiu Wei dengan rumit.
Sosok Dryad memang dikenal ramah dan pendiam tidak mungkin dia meminta imbalan kepada seseorang yang telah dia bantu.
Yan Liyan menghela nafas.
"Aku tahu itu." ucapnya mengeluarkan 10 lembar daun pohon kehidupan beserta dengan tangkainya.
"Ambillah!, Anggap saja sebagai imbalanku atas informasi yang kau berikan." ucap Yan Liyan.
Lin Xian tidak berbicara sama sekali tapi dia hanya mengangguk dan menerima tangkai beserta daunya itu.
Dia sama sekali tidak mempunyai alasan untuk menolak imbalan yang diberikan oleh Yan Liyan.
"Terimakasih." ucapnya sambil tersenyum.
"Tidak perlu, berterimakasih pada Bai Lang karena mungkin jika aku tidak mendengar lolonganya aku tidak akan datang ketempat seperti ini." ucap Yan Liyan lalu menoleh sejenak kepada mereka berdua.
"Apa kau mengetahui sebuah tempat yang menarik di wilayah dimensi ini?" tanya Yan Liyan karena menurutnya Lin Xian telah lama menetap ditempat seperti ini jadi Dia tidak mungkin tidak mengetahui apapun.
"Ya... diwilayah selatan dari tempat ini terdapat sebuah pulau besar yang dikelilingi laut yang luas, aku tidak mengetahui pasti siapa yang menghuni wilayah itu tapi aku menemukan Serigala tanduk naga ini dipulau tersebut." jelas Lin Xian.
__ADS_1
Yan Liyan mengangguk.
"Jika begitu, Aku akan pergi ketempat terlebih dar, Aku harap kau bisa kembali ketempat asalmu." ucap Yan Liyan lalu melesat terbang menuju arah selatan seperti yang dikatakan oleh Lin Xian padanya.