
Setelah Yan Liyan keluar dari invetory sistem, Dia terus memegang dahinya sambil mengingat kejadian tadi.
"Dia yang pertama kali melakukan hal itu pada ku dan juga, Apa dia mempunyai perasaan terhadap ku atau mungkin saja tadi itu hanya sebagai tanda terima kasih?" Yan Liyan dengan ekspresi kebingungan dengan tindakan Mei Lin tadi.
"Apa yang sedang kau lakukan di tangga itu?" tiba-tiba suara halus terdengar di belakangnya.
Yan Liyan menoleh kebelakang dan melihat Xu Yue sedang berdiri di depan pintu sambil menatapnya dengan keheranan.
"Aku hanya duduk sambil melihat suasana malam yang sangat indah ini, Apa itu dilarang?"
Xu Yue menggeleng ketika mendengar itu.
"Tentu saja, tidak. Hanya saja kau terlihat seperti kurang kerjaan."
Yan Liyan merasa sedikit kesal ketika mendengar perkataan Xu Yue. Yan Liyan kemudian berdiri lalu masuk kedalam mansion, tapi sebelum itu Yan Liyan melirik kearah Xu Yue.
"Kau sangat menyebalkan." gumamnya lalu masuk kedalam mansion.
"Tunggu!"
suara keras Xu Yue yang menghentikan Yan Liyan.
"Ada apa?" Yan Liyan menoleh kearahnya dengan bosan.
"Mengenai apa yang ada di tubuh mu itu...
Sebelum ucapan Xu Yue selesai Yan Liyan langsung memotong ya dan memandang tajam kearah Xu Yue.
"Aku peringatkan padamu! jangan katakan apa yang kau lihat padaku pada orang lain, karena jika sampai kau mengatakanya maka aku akan membuatmu menyesal seumur hidupmu."
Yan Liyan mengeluarkan aura yang mengerikan untuk mengintimidasi Xu Yue.
Yan Liyan melakukan hal tersebut bertujuan agar membuat Xu Yue merasa ketakutan dan tutup mulut dengan apa yang dilihatnya.
Namun usaha Yan Liyan seperti sia-sia, karena bukannya ketakutan, Xu Yue justru tersenyum lebar.
"Aku tidak peduli, Apa kau pikir aku takut denganmu? sungguh konyol jika kau berpikir seperti itu." Dengan pandangan yang tidak kalah tajam dan mengintimidasi kearah Yan Liyan.
'Aku yang akan memanfaatkanmu dan membuat hidupmu menderita.'
Sudut bibir Yan Liyan berkedut ketika mendengar itu.
"Cih... Gadis yang keras kepala." Yan Liyan berdecak kesal lalu pergi dari tempat itu, tapi sebelum pergi, Yan Liyan melemparkan sebuah artefak misterus kearah Xu Yue.
Sebelum Xu Yue berkata sesuatu, Yan Liyan langsung menyela nya.
"Kau akan mengetahuinya nanti." Yan Liyan lalu benar-benar pergi menuju ke kamarnya untuk beristirahat.
"........."
Sedangkan di dalam ruang invetory sistem.
Setelah kepergian Yan Liyan, suasana di tempat itu menjadi mencekam aura dingin dari Bing Hua menekan Mei Lin.
"He... Ternyata tadi kau melihat kami berdua ya?" Mei Lin dengan senyuman tipis mendekat ke arah Mei Lin.
__ADS_1
"Kau! beraninya kau melakukan hal itu padanya!" Bing Hua berkata dengan kesal karena tentu saja dia melihat kejadian tadi.
Dia saja belum pernah melakukan hal itu kepada Yan Liyan, sedangkan Mei Lin.. Dia merebutnya darinya.
"Memangnya kenapa? Apa itu masalah bagimu?" Masih dengan ekspresi bosan. Mei Lin melihat kearah Bing Hua yang siap me makan dirinya hidup-hidup.
"Kenapa katamu? Dasar tidak tahu di...
"Kau tidak mempunyai hak untuk berbicara seperti itu! dan juga berkacalah sebelum kau bicara! Kau tahu bukan jika Aku lebih awal bertemu denganya.
Sedangkan kau? kau hanya seorang gadis yang tuan selamatkan dari kejaran keluarga yang telah memusnahkan keluargamu" Mei Lin menyela perkataan dan membalasnya dengan kejam.
Bing Hua yang mendengar itu langsung terdiam, karena apa yang dikatakan oleh Mei Lin memang benar dan jika saja waktu itu Yan Liyan tidak membantunya maka dia Pasti akan terjebak di alam tingkat rendah tanpa tahu identitas asli dirinya.
"Jadi, Apa yang kau inginkan?!"
"He... Bukankah sudah jelas." masih dengan wajah bosan dan senyuman tipis, Mei Lin berjalan kearah Bing Hua dan merangkulnya seperti seorang saudara.
"Aku ingin kita Berbagi."
"Eh." Meskipun dia sudah menduganya, namun tetap saja ini terlihat aneh.
"Bukankah ini sedikit...
"Aku mengerti, kau berpikir tentang ras ku bukan?"
Bing Hua mengangguk.
"Apa kau tahu? jika setelah ras phoenix mencapai rana dewa maka kami tidak sepenuhnya di sebut ras phoenix lagi, hal itu dikarenakan kami telah memiliki tubuh manusia dan hal itu tidak akan pernah berubah, tapi kami masih tetap memiliki kekuatan phoenix." jelas Mei Lin kepada Bing Hua.
"Apa itu sama halnya seperti diriku?"
'Kalau dipikirkan aku ini sama seperti tuan, setelah menerima kekuatan dewa phoenix, apa tuan masih di sebut ras manusia lagi?'
"Jadi apa kau setuju Bing Hua?"
"Apa kau bisa memberiku waktu untuk berpikir?" dia harus memikirkan hal ini dengan matang dengan waktu yang sedikit lama.
"Baiklah, aku mengerti."
"..........."
Kembali pada Yan Liyan.
Kini Yan Liyan sedang duduk di kursi meja makan bersama Xu Yue dan Xu Dongjie, mereka barusan saja sarapan pagi dan berbincang-bincang untuk sesaat.
"Aku akan menyelidiki penyusup sendirian."
Xu Dongjie menoleh kearah Yan Liyan dengan rumit.
"Bagaimana jika Penyusup itu mengetahui dirimu dan dia akan langsung pergi karena merasa penyamaranya telah di ketahui? bukankah misi yang sedang kami lakukan akan sia-sia?" Xu Dongjie tidak ingin jika misi yang diberikan ratu gagal di sebabkan oleh Yan Liyan.
"Jadi, apa kau berpikir jika hanya berdiam diri di mansion ini saja sambil mengawasi istana bukan merupakan hal yang sia-sia?" Yan Liyan malah balik bertanya.
Xu Dongjie terdiam sejenak ketika mendengar itu, karena apa yang dikatakan oleh Yan Liyan bisa saja meruapakan hal yang benar, karena sejauh ini mereka belum menemukan tanda-tanda apa pun.
__ADS_1
Mengehelah nafas panjang lalu...
"Baiklah, Terserah kau saudara, tapi jangan sampai kau gagal."
Yan Liyan hanya tersenyum.
"Tenang saja, aku bisa di andalkan untuk hal seperti ini." Yan Liyan lalu berdiri berjalan menuju keluar mansion.
Xu Dongjie menoleh kearah adiknya.
"Kenapa kau tidak melarangnya?" Xu Dongjie bertanya dengan keheranan, karena biasanya adiknya itu yang paling mementingkan misi yang di berikan oleh ratu.
"Kakak tenang saja, aku sangat yakin jika dia bisa melakukanya. Apa kakak lupa tentang kekuatan dari Yan Liyan?" Xu Yue menjawab dengan santai, tapi terlihat sama senyuman tipis kebahagian darinya.
Xu Dongjie semakin kebingungan ketika mendengar perkataan adiknya, walaupun apa yang dikatakan oleh Xu Yue benar, tapi dia menduga jika itu bukanlah alasan kenapa Xu Yue tidak melarang Yan Liyan.
Xu Dongjie tiba-tiba tersenyum ketika mengingat sesuatu.
"Hehe... adik Yue, apa kalian berdua mulai sangat akrab? Dan juga, Katakan padaku! kapan aku mendapatkan seorang keponakan?" Xu Dongjie bertanya dengan antusias.
Kening Xu Yue mengerut ketika mendengar hal itu, terlihat amarah yang sangat besar darinya.
"Apa kakak ingin jika aku memukulimu lagi!" mengepalkan tangan dengan erat dan aura dingin yang keluar darinya.
"A-adik Yue! Aku hanya bercanda." Xu Dongjie langsung mundur sedikit menjauh dari Xu Yue.
"Hmmp." Xu Yue mendengus, lalu pergi dari tempat itu, meninggalkan Xu Dongjie sendiri dengan ekspresi rumit.
"........."
Sedangkan di tempat lain, lebih tepatnya di atas atap phoenix api.
Yan Liyan sekarang ini berdiri di atap sambil membuat kubah udara agar mereka tidak dapat terlihat oleh penjaga.
Yan Liyan terlihat duduk di dalam kubah itu sambil berkosentrasi untuk memindai semua tempat itu.
[Terdeteksi aura yang mencurigakan muncul dari arah istana bagian timur]
Yan Liyan tersenyum ketika mendengar pemberitahuan dari sistemnya.
"Kerja Bagus." gumamnya lalu melesat menuju sudut istana bagian timur.
Sesampainya Yan Liyan di sana, Yan Liyan tiba-tiba saja melihat sosok berjubah emas yang menutupi seluruh tubuhnya.
[Sosok di depan tuan menggunakan Artefak penyamaran kualitas tinggi]
"Eh, tunggu! Mungkinkah!"
Yan Liyan tanpa basa-basi langsung melesat dan muncul di belakangnya, di saat Yan Liyan ingin menepuk bahunya.
"Lama tidak bertemu, tuan." suara halus seorang perempuan terdengar, melepaskan penutup kepala dan memandang Yan Liyan dengan senyuman.
"Ka-kau Han Guang!" ucapnya dengan sangat terkejut, dia tidak pernah menduga jika Dia akan bertemu salah satu mantan bawahannya di tempat ini.
"Oh, kau masih mengenaliku ya."
__ADS_1
Mendengar itu, Yan Liyan seketika di penuhi marah yang sangat kuat dan rasa kebencian yang mendalam.
"Tentu saja, kau sangat membeci diriku ya? Tapi itu sangat wajar." Masih dengan senyumanya Han Guang berbicara, tapi sangat jelas dia juga merasa sangat sedih.