SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Melawan Yan Lang


__ADS_3

Yan Liyan yang mendengar ucapan Yan Lang hanya tersenyum sinis.


"dasar bodoh..." gumam Yan Liyan sambil mengeluarkan 5 belati dari cincin penyimpananya.


Wusss.....


Yan Liyan melesat kearah Yan Lang dengan kecepatan kultivator raja bumi puncak.


Yan Lang yang melihat lawanya bergerak cepat langsung waspada.


'dia cepat sekali.' gumam Yan Lang.


wuss.....


Yan Liyan melempar satu dan disusul empat belatinya menuju Yan Lang.


Yan Lang yang melihat itu langsung menangkis nya menggunakan pedangnya.


trang...


trang..


trang...


suara belati dan pedang yang berbenturan terus berbenturan.


"cih kau pikir serangan lemah seperti ini bisa membuatku terluka."ucap Yan Lang sambil menangkis belati dan melihat kesegala arah untuk mengantisipasi serangan mendadak dari Yan Liyan yang bergerak cepat.


sedangkan Yan Liyan langsung mengeluarkan dua belatih yang diujung belatih itu mengeluarkan cairan hijau tipis sehingga orang-orang tidak akan melihatnya.


Yan Liyan langsung melesat kearah Yan Lang dengan dua belati dikedua tanganya.


Wusss...


trang..


trang..


Yan Liyan terus saja menebas belatinya kearah Yan Lang dengan gerakan cepat.


sedangkan Yan Lang terus menangkis serangan belati Yan Liyan dan terkadang harus menerima luka sayatan kecil pada tubuhnya karena tidak mampu menangkis semua serangan belati Yan Liyan yang sangat cepat dan agresif.


Yan Liyan yang melihat sudah memberikan luka sayatan kecil pada Yan Lang hanya tersenyum tipis.


'kurasa ini sudah cukup.' batin Yan Liyan sambil menghentikan seranganya lalu mundur dan memasukan belatinya kedalam cincin penyimpananya.


Yan Lang yang melihat itu mengirah Yan Liyan sudah kehabisan tenaga.


"kenapa apa kau sudah kehabisan tenaga.? ucapnya sambil tersenyum sinis.


"baiklah sekarang giliranku untuk menyerang." gumam Yan Lang sambil berlari kearah Yan Liyan.


"tehknik Api, pedang api." teriak Yan Lang mengalirkan Qi nya kepedangnya.


tidak lama kemudian pedang Yan Lang diselimuti oleh api merah membara.


Yan Liyan melihat itu tersenyum sinis penuh penghinaan kepada Yan Lang karena sudah menganggapnya sudah kehabisan tenaga.


"langkah cahaya." gumam Yan Liyan melesat dengan kecepatan yang tidak bisa oleh Yan Lang.

__ADS_1


Wusss...


tiba-tiba Yan Liyan langsung muncul dibelakang Yan Lang dan mengarahkan pukulanya tanpa disadari oleh Yan Lang.


agkh....


Wusss...


Yan Lang berteriak kesakitan sambil melesat kearah pembatas Colosseum akibat pukulan Yan Liyan.


Yan Liyan yang melihat itu tersenyum.


"langka cahaya." gumamnya.


wusss


sebelum Yan Lang mengenai pembatas Colosseum, Yan Liyan sudah sampai duluan disana dan mengarahkan pukulanya lagi kearah Yan Lang.


Boomm....


Yan Liyan terus melakukan hal itu pada Yan Lang dengan senyuman lebarnya.


sedangkan para penonton yang melihat itu hanya bisa terdiam.


karena peserta perwakilan keluarga Yan hanya dijadikan mainan oleh peserta yang identitasnya belum mereka ketahui secara pasti.


kepala keluarga Yan yang melihat pertandingan itu melihat Yan Liyan dengan penuh amarah.


Du Ming memandang Yan Liyan dan dua temanya dengan muka kesal.


sedangkan Bing Hua yang melihat tuanya tersenyum lebar sambil terus memukul lawanya hanya menghela nafas.


sedangkan ditengah colosseum..


Yan Liyan terus melakukan hal yang sama dan berakhir ketika 5 tulang rusuk Yan Lang patah.


sekarang keadaan Yan Lang terbaring disamping pembatas Colosseum dengan seluruh badannya penuh darah tapi masih bisa mempertahankan kesadarannya.


Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum sinis.


'ini baru awal, satu bulan lagi kau akan menderita karena racun itu.' batin Yan Liyan.


Yan Liyan langsung pergi ketempat duduknya. setelah sampai ditempat duduknya dia disambut oleh Xiao Yi dengan senyuman diwajahnya.


"selamat ya... kakak Liyan."


"tapi bukankah kakak tadi memakai racun bukankah itu melanggar peraturan." ucap Xiao Yi dengan pelan agar tidak ada orang lain yang mendengarnya.


Yan Liyan yang mendengar ucapan Xiao Yi hanya tersenyum.


"kau melihatnya ya.. adik Yi."


"iya aku melihatnya tapi aku mengerti kenapa kakak melakukan hal curang itu." ucap Xiao Yi.


"aku tidak curang, aku menggunakan racun bukan untuk mengalahkan lawanku dalam pertandingan, lagipula racun itu akan bereaksi 1 bulan lagi." ucap Yan Liyan membela diri.


Xiao Yi yang mendengar itu memandang Yan Liyan sambil membulatkan mata merahnya.


"itu tetap saja, kakak Liyan curang dalam pertandingan."

__ADS_1


"sudahlah.... aku akan pergi kemansion mungkin kalian akan bertanding sebentar lagi." ucap Yan Liyan.


Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk dan mengulurkan tangannya kearah Yan Liyan.


Yan Liyan yang mengerti akan maksud Xiao Yi hanya tersenyum.


"ini ambilah, ini lebih dari cukup untuk kau membeli semua makanan yang kau inginkan dan juga membeli makanan untuk mereka."


ucap Yan Liyan sambil mengeluarkan 100 koin emas di dalam cincin penyimpananya dan memberikanya pada Xiao Yi.


Xiao Yi hanya tersenyum manis ketika Yan Liyan memberikanya banyak koin emas tapi seketika senyumanya hilang ketika mendengar "kata mereka" dari Yan Liyan.


"dari mana kakak Liyan tahu.? apa kakak selalu mengikutiku.? tanya Xiao Yi memandang Yan Liyan.


"tidak usah terlalu dipikirkan lagipula aku tidak merasa keberatan jika kau melakukan hal yang baik." ucap Yan Liyan.


Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk.


"terimakasih kakak Liyan."


"um.. dan jika kau beruntung kau bisa menerobos ketingkat pertapa ☆2 hari ini." gumam Yan Liyan sambil melirik kearah tempat duduk Du Ming.


Yan Liyan langsung pergi dari Colosseum menuju kearah mansionya.


sesampainya didalam mansionya dia melihat Yin Zu dan Yin Su sedang membicarakan sesuatu dengan Jiu Wei di punggung Yin Su.


Jiu Wei yang merasakan aura keberadaan tuanya langsung melompat dari punggung Yin Su lalu berlari menuju Yan Liyan.


Yin Su yang sedang berbicara dengan anaknya mengalihkan pandangannya kearah Jiu Wei dan melihat Yan Liyan sedang duduk dibawah pohon rindang yang teduh.


Yin Su yang melihat itu langsung berjalan menuju Yan Liyan diikuti Yin Zu dibelakangnya.


Yan Liyan yang sedang duduk dibawah pohon sambil mengelus Jiu Wei dipangkuanya.


"bukankah sia-sia membeli sebuah mansion jika orang yang membelinya duduk dibawah pohon." ucap Yin Su kepada Yan Liyan.


Yan Liyan yang mendengar itu memandang Yin Su yang kini berada didepanya.


"cih..apa pedulimu tentang hal itu dan apa kau mendapatkan informasi penting dari hasil memata-matai mereka semalam.? tanya Yan Liyan.


Yin Su yang mendengar itu hanya mengangguk


"aku memang mendapatkan informasi penting." ucap Yin Su sambil dan menceritakan semua yang dia dengar dari pemimpin sekte iblis tadi malam.


Yin Zu yang mendengar semua cerita dari ibunya mengerutkan keningnya.


"jadi apa rencanamu untuk membantu kami.? tanya Yin Zu pada Yan Liyan.


"rencanaku sangat mudah kita akan mengikuti rencana mereka dan membantai mereka ditengah jalan sebelum mereka sampai disekte Es." ucap Yan Liyan.


Yin Zu yang mendengar ucapan dari Yan Liyan semakin bingung dengan apa yang dipikirkan oleh Yan Liyan.


"apa ada alasan kenapa kau melakukan hal itu.? tanya Yin Zu.


Yan Liyan yang melihat ekspresi kebingungan dari Yin Zu hanya tersenyum.


"percayalah pada kami bertiga." ucap Yan Liyan menghiraukan pertanyaan Yin Zu.


'alasan aku melakukan hal itu karenna aku tidak ingin murid sekte Es datang membantu dan mengambil poin sistemku.' batin Yan Liyan.

__ADS_1


__ADS_2