
"tehknik api dewi phoeniks. Hujan bola api." gumam Yan Liyan.
wusss......
wusss....
muncul 5 bola api berwarna merah darah disekitar Yan Liyan kemudian bola api itu menuju kearah ruangan yang ada didepanya.
Boom....
Boomm....
terjadi ledakan akibat serangan bola api itu yang menghancurkan pintu ruangan didepan Yan Liyan.
pemimpin sekte iblis dan para tetua yang berada di dalam ruangan itu sangat terkejut ketika ledakan itu terjadi.
karena mereka tidak merasakan adanya keberadaan seseorang yang membahayakan mereka.
"siapa orang yang berani melakukan hal ini..." teriak pemimpin sekte iblis dengan marah.
"aku yang melakukanya... memangnya kenapa?"
"apa kau marah terhadapku pak tua...?" ucap Yan Liyan berjalan santai keluar dari asap hasil dari seranganya tadi.
para tetua yang melihat keberadaan dari Yan Liyan langsung waspada.
"siapa kau bocah ingusan... apa yang kau lakukan ditempat ini"? apa kau ingin mencari kematian?"
ucap salah satu tetua dengan marah karena apa yang dilakukan oleh Yan Liyan termasuk menghina mereka sebagai tetua pusat sekte iblis.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum.
"bukankah sudah jelas apa yang akan aku lakukan." ucap Yan Liyan mengeluarkan pedang cahaya pembunuh iblis di dalam cincin penyimpananya.
para tetua yang melihat itu menatap pedang Yan Liyan dengan mata berbinar penuh keinginan untuk memiliki pedang indah dan bercahaya itu.
"anak muda berikan pedangmu itu kepadaku maka kau boleh pergi dari tempat ini dengan selamat." ucap salah satu tetua sambil memandang pedang Yan Liyan.
Yan Liyan yang mendengar ucapan tetua itu hanya tersenyum tipis penuh makna.
"be... benarkah apa aku boleh keluar dari tempat ini dengan selamat jika aku menyerahkan pedangku pada kalian."
ucap Yan Liyan dengan ekspresi ketakutan yang dibuat-buat tapi terlihat meyakinkan.
tetua yang mendengar ucapan dan melihat ekspresi ketakutan dari Yan Liyan tersenyum semakin lebar.
lalu memandang pemimpin mereka yang duduk diantas singgasana dengan maksud tertentu.
pemimpin sekte iblis yang mengerti dengan maksud salah satu tetuanya hanya mengangguk dan tersenyum kepada Yan Liyan.
"benar anak mudah kau boleh keluar dengan selamat dari tempat ini jika kau memberikan pedangmu itu." ucapnya sambil tersenyum penuh makna.
Yan Liyan yang melihat senyuman penuh makna orang-orang didepanya hanya mengangguk.
tentu saja dia mengerti apa arti dari senyuman mereka itu.
'cih... apa mereka mengirah aku bodoh... jika aku memberikan pedang ini pada mereka maka tetap saja aku akan tetap mati.' batin Yan Liyan.
kemudian Yan Liyan melemparkan pedang pembunuh iblisnya kepada tetua yang memintah pedangnya tadi.
__ADS_1
tetua yang melihat pedang dilemparkan kearahnya tersenyum lebar dan langsung menerima pedang itu.
wusss..........
bulu phoeniks yang berada diganggang pedang itu langsung mengeluarkan api merah darah ketika tetua itu menyentuh pedang cahaya pembunuh iblis.
wusss.......
kobaran api merah darah langsung membakar tangan tetua itu dengan cepat.
tetua itu berusaha untuk melepaskan pedang itu ditanganya tapi tanganya tapi tanganya tetap terbakar ketika pedang itu telah dia lepaskan dari genggaman tangannya .
argkh.....
argkh....
suara kesakitan terdengar dari mulut tetua itu dan tidak lama kemudian tetua itu hangus menjadi debuh karena dibakar oleh api merah darah tadi.
semua orang yang berada di ruangan itu tidak bisa berbuat apa-apa dan bereaksi karena kejadian itu terjadi secara cepat dan tiba-tiba.
pemimpin sekte yang melihat salah satu tetuanya menjadi abuh sangat terkejut lalu memandang Yan Liyan penuh amarah.
"kau....? ucap pemimpin pusat sekte iblis
"bukan salahku dia yang memintah pedang itu tadi." ucap Yan Liyan dengan ekspresi tidak bersalah.
pemimpin sekte iblis yang mendengar itu menjadi marah karena merasa dipermainkan.
"aku Gui Shi tidak pernah dipermainkan oleh siapapun selain dirimu maka kau harus mati hari ini juga."
"musnahkan dia!!" perintah Gui Shi pada tetua yang lain.
Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum lalu mengerakan tanganya.
pedang iblis yang berada dilantai ruangan itu terbang kearah Yan Liyan.
Yan Liyan langsung mengambil pedang itu dan melesat kearah 6 tetua yang menyerangnya.
trang....
trang....
trang...
suara benturan senjata antara senjata para tetua dan pedang Yan Liyan.
Gui Shi yang melihat itu sangat terkejut karena Yan Liyan bisa mendominasi di dalam pertarungan yang terlihat berat sebelah itu.
"siapa sebenarnya bocah ingusan itu." gumam Gui Shi kebingungan.
sedangkan Yan Liyan hanya tersenyum tipis ketika bertarung dengan 6 tetua didepanya.
"siapa sebenarnya kau anak muda? apa kami pernah menyinggungmu sebelumnya?"
ucap salah satu tetua dengan kesal karena semua seranganya tidak mengenai tubuh Yan Liyan.
Yan Liyan yang mendengar pertanyaan dari salah satu tetua hanya mengabaikannya.
"langkah cahaya." gumamnya.
__ADS_1
wusss......
tiba-tiba saja Yan Liyan muncul dibelakang tetua yang bertanya tadi.
Yan Liyan tanpa basa-basi langsung mengarahkan pedang cahaya pembunuh iblisnya pada tetua itu.
slass.....
argkh.......
para tetua yang lain yang melihat itu menjadi sangat marah dan ingin melesat kearah Yan Liyan tapi langkah mereka terhenti ketika.
3 orang sosok wanita menghentikan langkah mereka dengan mengeluarkan aura intimidasi yang membuat para tetua itu tertekan.
"maaf atas keterlambatan kami tuan." ucap Bing Hua, Yin Su dan Yin Zu secara bersamaan.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
dia kemudian mengalirkan Qi kepedangnya sehingga pedang cahaya pembunuh iblis mengeluarkan cahaya yang semakin terang.
wusss.....
argkh.......
teriak tetua itu semakin kesakitan dengan aurah merah darah yang keluar dari tubuhnya.
lalu aurah merah darah tu terserap kepedang cahaya pembunuh iblis Yan Liyan.
tidak lama kemudian aura merah darah itu tidak keluar lagi dari tubuh tetua itu.
Yan Liyan yang melihat itu langsung mencabut pedangnya dari tubuh tetua yang tidak lama kemudian menjadi abuh.
kemudian Yan Liyan memandang tiga bawahanya
"tidak mengapa.. kalian urus para tetua ditempat ini sedangkan aku akan mengurus pengecut itu." ucap Yan Liyan memandang Gui Shi yang akan melarikan diri dari tempat itu.
tiga bawan Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"kami mengerti." ucapnya lalu mengeluarkan senjata berupa pedang mereka masing-masing.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"langkah cahaya." gumamnya.
wusss.....
Yan Liyan muncul didepan Gui Shi yang ingin kabur dari tempat itu.
"mau kemana kau..? dasar pengecut." ucap Yan Liyan tersenyum sinis lalu menendang tubuh Gui Shi hingga terpental kebawah.
wusss....
Boomm......
suara ledakan akibat benturan antara tubuh Gui Shi dengan tanah menggema ditempat itu sehingga menimbulkan kawah yag cukup besar.
Yan Liyan yang melihat hasil dari tendanganya hanya tersenyum.
"kekuatan fisik tubuh dewa naga yang luar biasa memang bukan omong kosong belaka."
__ADS_1
gumam Yan Liyan sambil melihat Gui Shi yang berusaha berdiri meskipun akan jatuh kapan saja.