
Muncul siulet sosok wanita yang sangat cantik dengan mahkota indah diatas kepalanya yang membuat penampilan dari sosok siulet tersebut sangat menawan.
Aura kehidupan yang keluar dari dalam tubuh siulet itu membentuk banyak sekali pohon yang menjalar dan mengikat semua musuh dan menghancurkanya.
Tentu saja hal itu membuat pihak musuh merasa ngerih karena serangan itu dengan sangat cepat merambat sehingga membentuk hutan kecil dengan berbagai macam teriakan memilukan dari pihak mereka di dalam hutan yang tiba-tiba muncul tersebut.
Murid sekte aliran putih terlihat sangat kagum dengan fenomena yang terjadi dan memandang Xian Ran dengan tatapan memuja.
"Itu adalah sihir alam yang sesungguhnya." Xian Ran tersenyum karena kekuatanya meningkat pesat karena berlati di dalam ruang jiwa Yan Liyan.
"Guru!" terdengar suara panggilan dari Ran.
Ran kemudian menunduk hormat di depan Xian Ran dan memandang hutan hasil teknik gurunya dengan penuh kekaguman.
"Ran gunakan seluruh teknik yang pernah aku ajarkan padamu dan jangan mempermalukan namaku sebagai seorang peri alam." ucap Xian Ran sambil mengelus kepala Ran dan tersenyum kearahnya.
"Peri alam? Bukankah nama itu terlalu arogan?" Jiu Wei tiba-tiba muncul di depan mereka berdua dengan 9 ekornya yang terbentang.
"Lihatlah Seranganku yang dasyat ini!"
Wuss!
Jiu Wei terbang tinggi dengan sembilan bola dengan elemen berbeda disetiap sisinya, setiapa bola elemen diwakilkan oleh satu ekornya.
"Teknik 9 bola Elemen!"
Wusss!
Boomm!
Boomm!
Boomm!
Sembilan bola elemen tersebut melesat menuju kearah kumpulan musuh yang masih berusaha untuk memotong hutan teknik dari Xian Ran tadi.
Ledakan tersebut hampir memusnahkan setengah dari jumlah perajurit sekte aliran hitam dan menimbulkan kawah yang sangat besar.
Perajurit musuh yang tadinya sangat banyak kini mulai berkurang drastis dan hal tersebut membuat keadaan sangat tidak menguntungkan bagi pihak musuh.
Zu Tao yang melihat langsung hal itu tentu sangat terkejut karena hal ini berada di dalam luar perkiraanya.
"Siapa mereka? kenapa mereka ikut campur dalam pertarungan ini?!" Zu Tao dengan penuh amarah memandang Jiu Wei yang terbang diatas mereka.
__ADS_1
Disaat dia ingin terbang untuk berhadapan dengan Jiu Wei, sebuah belati tiba-tiba mendarat dilehernya.
Zu Tao berhenti bergerak dan bergetar ketakutan penuh akan teror yang menimpanya, karena dia sama sekali tidak merasakan keberada sosok dibelakangnya.
Rui dan Xiu When bahkan terkejut ketika melihat sosok yang menempelkan belati dileher Zu Tao.
"Siapa kau?" Zu Tao tidak berani menoleh hanya keringat dingin bercucuran pertanda dia sekarang berada di fase hidup dan mati.
"Orang yang akan mengakhiri hidupmu." ucapnya dingin lalu...
"Domain Es!"
Muncul retakan dimensi yang mengeluarkan hawa dingin dan mengelilingi tempat tersebut.
Zu Tao berusaha menggunakan elemen ruang dan waktu namun sejak tadi dia tidak bisa melakukan dan entah apa penyebabnya.
"Percuma saja kau berusaha untuk melepaskan diri karena semua teknikmu tidak akan berfungsi jika berada dijangkauan teknik miliku."
Wuss!
Seekor naga kecil tiba-tiba muncul dari kehampaan dan langsung melilit tubuh Zu Tao, Zu Tao berusaha melepaskan diri dengan mengeluarkan api surgawinya namun api itu langsung padam.
"Hanya api tingkat ungu, itu tentu tidak akan mampu mencairkan elemen es milik naga es."
"Kau!!
"Aku menginginkan kematianmu." ucapan dari Bing Hua membuat Zu Tao terdiam dan detik kemudian tubuh Zu Tao membeku dan hancur menjadi serpihan kristal.
Kejadian tersebut disaksikan langsung oleh Xiu When dan Rui dengan mata kepala mereka sendiri.
Mereka berdua bahkan ternganga tidak percaya dengan seorang gadis yang usianya jauh berada di bawah mereka tapi mempunyai kekuatan yang mengerikan semacam itu.
"Siapa kau? Bagaimana kau bisa menguasai Elemen Es?" Xiu When bertanya dengan penuh kehati-hatian karena Takut menyinggung perasaan gadis di depannya itu.
"Aku berada di pihak kalian dan mengenai statusku... Aku masih keturunan dari keluarga Xue?" ucap Bing Hua lalu memunculkan seekor naga besar lalu naik diatas kepalanya.
Bing Hua kemudian pergi untuk membantu memusnahkan seluruh perajurit dari sekte aliran hitam.
Sedangkan pertarungan antara kakek Xue Jia dan Shen Yongheng melawan Zu Kai tiba-tiba terhenti dengan aura perajurit surgawi yang menekan mereka bertiga.
Aura tersebut muncul dari seorang perempuan cantik yang memandang mereka dengan tajam. Wanita tersebut mengeluarkan aura dingin yang mencekam sehingga membekukan seluruh benda yang berada di sekitarnya.
"Si..siapa kau!"
__ADS_1
"Xue Yu.. Apa itu kau?" kakek dari Xue Jia memandang Xue Yu dengan tatapan nanar dan perasaan bersalah.
Xue Yu terdiam sama sekali tidak menjawab pertanyaanya. Dia melesat menuju Zu Kai dan membekukanya dengan sangat mudah karena perbedaan Ranah yang sangat jauh.
"Aku kembali Ayah." Xue Yu tersenyum dan mendekati kearah ayahnya.
Xue Fu yang merupakan ayah dari Xue Yu meneteskan air mata ketika mendengar kata-kata dari Xue Yu yang merupakan putri kecilnya.
Dulunya Xue Fu memiliki dua orang anak putra dan putri.
Putrinya yang merupakan kakak merupakan anak kesayanganya namun suatu kejadian memisahkan mereka.
Dan adik Xue Yu yang merupakan ayah dari Xue Jia telah mati di Medan perang setelah istrinya melahirkan anak mereka, dan pada saat itulah Xue Jia menjadi pewaris sekte teratai beku.
"Ada apa Denganmu kakek?" Xue Jia muncul di samping kakeknya karena kebingungan melihat kakeknya menangis tanpa sebab.
Wuss!
Seekor naga mendarat di tempat itu dan diatas kepala naga itu turun seorang gadis cantik mengahmpiri Xue Yu.
"Tugasku sudah selesai dan sudah saat nya menghabisi akar masalahnya."
"Eh.. Ibu?" Bing Hua kebingungan dengan ibunya yang tiba-tiba diam dan tidak menjawab.
"Ibu? Apa kau anaknya Yu'er?" Xue Fu terkejut ketika mendengar sosok hebat yang mampu mengendalikan binatang mitos merupakan anak dari Xue Yu.
"Ya, Aku adalah anaknya? Dan kau Siapa?"
"Dia adalah ayahku." Xue Jia menjawab dan masih bingung sebenarnya apa yang sedang terjadi.
"Hmm.. sepertinya Aku paham apa yang sedang terjadi. Perkenalkan nama dari cucumu ini adalah Bing Hua, aku mengbil marga Bing karena nama ayahku adalah Bing." ucap Bing Hua yang membuat Xue Fu terkejut sekaligus menggertak giginya.
'Si Bing Sialan.. Beraninya dia membawa putriku!'
Xue Yu yang melihat ayahnya kesal mencoba menjelaskan dan meluruskan kesalah pahaman.
"Mengikutinya adalah keputusanku jadi ini bukanlah kesalahanya. itu sudah menjadi keputusanku, Aku harap ayah bisa menghargainya." Xue Yu membungkuk.
"Ini bukan waktu yang tepat untuk membuat suasana haru, Aku harus melakukan hal lain lagi." ucapa Xue Yu lalu melompat naik keatas kepala naga es.
"kau Bocah! Apa yang sedang kau lakukan ditempat ini? ini bukan tempat bermain untukmu, jadi pulanglah." Bing Hua mengejek Xue Jia lalu melompat ke kepala naga lalu melesat terbang dari tempat itu.
Xue Jia sendiri mulai mengerti dengan apa yang terjadi. Disisi lain dia sangat kagum dengan kekuatan sepupunya tapi disisi lain dia sedih karena perbandingan kekuatan yang terlalu jauh.
__ADS_1
"Sepertinya setelah ini aku harus banyak berlatih lagi." gumamnya dengan penuh tekad.
"Itu merupakan semangat yang bagus, namun sekarang kau harus berpikir bagaimana caranya untuk memenangkan pertempuran ini." ucap Shen Yongheng lalu menghilang dari tempat itu.