SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Kejadian Yang Tidak Terduga


__ADS_3

Di Perjalanan....


"Hei.. Mei Lin apa kau mengetahui sesuatu tentang jalan Dao?" tanya Yan Liyan.


Sekarang ini mereka terbang diatas padang rumput yang luas.


Semenjak turun hujan tiga hari yang lalu di wilayah dimensi utara, tanaman secara perlahan tumbuh dan pohon yang mati kembali bertunas.


Mei Lin yang mendengar itu, menurunkan kecepatan terbangnya untuk mendekat kearah Yan Liyan yang berada di belakangnya.


"Kenapa kau tiba-tiba saja menanyakan hal itu?"


"Aku hanya penasaran." Yan Liyan menjawab pertanyaan dari Mei Lin atau lebih tepatnya Dia memang sudah mempersiapkan jawaban itu karena dia sudah mengetahui jika Mei Lin akan bertanya seperti itu.


"He.. Apa benar seperti itu?" Mei Lin mendekat kewajah Yan Liyan dan memandangnya dengan serius untuk melihat apakah tuanya itu berbohong atau tidak. Tentu saja Mei Lin tidak akan mudah percaya dengan jawaban Yan Liyan.


"I-iya.. itu memang benar." dengan gugup Yan Liyan menjawab serta tanganya mendorong dahi Mei Lin untuk menjauh darinya.


Sejujurnya dia ingin lebih dekat dengan Mei Lin karena dia mengetahui perasaan Mei Lin terhadapnya, lagi pula laki-laki normal mana yang tidak ingin mendekati wanita secantik Mei Lin. tapi meskipun begitu Yan Liyan masih menjaga sikapnya karena ada Bing Hua, Jiu Wei dan ditambah dua anak kecil berada di dekat mereka.


"Sungguh?"


Mei Lin kembali bertanya kepada Yan Liyan dengan senyuman dan maksud tertentu sehingga membuat Yan Liyan menghela nafas panjang.


"Jangan bercanda Mei Lin." suara dingin dari Yan Liyan membuat senyuman dari Mei Lin menghilang seketika.


"Iya-ya, Aku mengerti. Aku akan menjelaskan hal yang aku ketahui mengenai jalan Dao." Mei Lin terdiam untuk sesaat lalu..


"Jalan Dao adalah Suatu jalan menuju keabadian ata seseorang yang akan naik ke alam kebadian harus menjalani jalan itu karena hal tersebut merupakan persyaratanya.


Alam kebadian itu sendiri adalah alam yang lebih tinggi dan tentunya lebih luas dari pada alam tingkat tinggi ini, kepadatan Qi nya juga sangat berbeda jauh. Menurut cerita dan legenda yang pernah aku dengan dulu jika Perbandingan Qi antara alam ini dan alam keabadian adalah 1 : 100.000.


Dan semenjak leluhur binatang mitos memasuki alam itu ratusan juta tahun yang lalu, tidak ada sosok yang lain lagi yang memasuki alam itu, Hal tersebut dikarenakan sangatlah sulit bagi seseorang untuk memenuhi persyaratan." jelas Mei Lin kepada Yan Liyan.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Aku tidak tahu pasti, tapi sepertinya mereka mempunyai suatu penyesalan dalam hidupnya, sehingga mereka di tolak oleh hukum primordial untuk memasuki alam kebadian.


Itu hanya menurut asumsi dariku setelah aku membaca dan menelusuri peninggalan Buku-buku kuno dari leluhurku." jawab Mei Lin lagi yang membuat Yan Liyan benar-benar kagum dengan pengetahuan yang dimiliki oleh Mei Lin.


Harus dia akui jika bukan karena sistemnya maka pengetahuan yang dia miliki hanya seperti banyaknya buah pohon kehidupan dimata Mei Lin yaitu sangat sedikit.


"Kau sangat berpengetahuan luas Mei Lin Dan kesimpulanmu juga sangat masuk akal. Aku sangat bangga mempunyai calon kekasih sepertimu." ucap Yan Liyan secara refleks tanpa dia sadari apa yang dia katakan tadi.


"Eh.. Apa kau bisa mengulang perkataan yang tuan katakan tadi." Mei Lin sangat senang dipuji oleh Tuanya. Dia juga mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh Yan Liyan tadi. Namun dia ingin jika Yan Liyan mengulangi perkataanya.


Yan Liyan yang baru tersadar apa yang dia katakan tadi membuatnya sangat gugup dan mengutuk atas kecerobohanya.


'Kenapa aku mengatakan hal seperti itu?'


Yan Liyan ingin melesat kedepan memilih untuk mengabaikan permintaan Mei Lin tadi. Namun ketika dia ingin terbang lebih cepat. Mei Lin tiba-tiba memegang ujung Jubahnya sehingga membuat Yan Liyan berhenti.


Yan Liyan menoleh kebelakang dan memandang Mei Lin dengan ekspresi tidak percaya. Dia tidak percaya jika sosok seperti Mei Lin menyatakan perasaanya kepadanya dalam keadaan seperti ini.


"Apa kau serius dengan perkataanmu?" Yan Liyan bertanya untuk memastikan kebenaran apa yang dia dengar tadi.


"Aku sangat serius dengan perkataanku. Kau bisa menggunakan segel ikatan jiwa untuk memastikannya." ucap Mei Lin dengan sungguh-sungguh.


Yan Liyan yang mendengar itu terdiam untuk sesaat Lalu kemudian memeluk Mei Lin secara tiba-tiba. Tubuh mereka berdua kemudian diselimuti oleh cahaya keemaasan lalu menghilang untuk sementara di tempat itu.


Kini mereka berdua berada di dalam ruang inventory sistem, Yan Liyan memeluk Mei Lin dengan sangat erat. Begitupun dengan Mei Lin meskipun pada awalnya dia sangat terkejut namun dia kemudian membiasakan diri.


"Aku benar-benar tidak romantis ya... Menyatakan perasaanku kepada orang yang aku sukai di waktu yang tidak tepat. Namun asal kau tahu saja jika sebenarnya aku ingin menyatakanya sejak dulu, tapi aku merasa tidak ada waktu yang tepat untuk melakukan hal itu.


Hingga kau bertanya tentang jalan Dao. Aku sangat khawatir pada saat kau menanyakan tentang itu, karena aku tidak ingin kau meninggalkanku! sungguh Ini pertama kalinya aku merasakan perasaan ini."


"Perasaan agar tidak ingin kehilangan seseorang. Ini sangat menyakitkan dan aku juga tidak bisa menjelaskannya."

__ADS_1


Mei Lin menangis sambil memeluk erat Yan Liyan dan menceritakan keluh kesahnya selama ini. Sekarang ini terlihat sosok yang dikenal sebagai dewi Phoenix api benar-benar sangat rapuh.


Yan Liyan yang mendengar itu benar-benar tidak menyangka jika sosok dingin seperti Mei Lin mempunyai sisi lemah seperti itu.


"Aku tidak akan meninggalkanmu. Jika aku akan pergi ke alam keabadian maka kalian juga harus ikut." ucap Yan Liyan melepaskan pelukanya lalu mengelus kepala Mei Lin dengan lembut.


"Benarkah? tapi...


"Tenang saja. Aku akan berusaha untuk membantu kalian, lagi pula aku akan melakukan hal itu setelah semua ini selesai, jadi selama itu kau dan yang lain harus mempersiapkan diri dengan baik." ucap Yan Liyan untuk membuat sosok yang baru saja menjadi kekasihnya itu menjadi tenang.


Mei Lin mengangguk serta senyuman tulus di wajahnya ketika mendengar perkataan Yan Liyan.


"Terimakasih."


"Umm."


Mereka tidak khawatir jika Bing Hua dan Jiu Wei mencari keberadaan mereka berdua. Disebabkan perbedaan waktu yang sangat jauh antara ruang inventory dan didunia luar sehingga mereka seperti menghilang secepat cahaya. Tentu saja Jiu Wei dan Bing Hua tidak akan menyadari hal itu.


Mereka berdua kemudian diselimuti oleh cahaya keemasan lagi lalu kemudian menghilang dari tempat itu.


Kini Mereka berdua tepat berada dibelakang Jiu Wei dan Bing Hua serta Qiao Mi dan Su Fengli.


Mei Lin lalu terbang sejajar dengan Bing Hua dan Jiu Wei meninggalkan Yan Liyan dibelakang. Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum karena dia tahu jika Mei Lin merasa sangat malu dengan kejadian tadi.


Ya.. hal tersebut dapat dilihat dari ekspresi yang dia tunjukkan.


"Huh... Aku tidak pernah menyangka akan mengalami kejadian tidak terduga seperti ini." gumamnya.


"Hei... Gadis kecil, Apa tempat wilayah pelindung masih jauh?" Tanya Jiu Wei.


"Tidak terlalu jauh... Dengan kecepatan seperti ini hanya membutuhkan waktu 5 jam untuk sampai di tempat tujuan, jadi harus bersabar beberapa jam lagi." Qiao Mi menoleh kearah Jiu Wei lalu tersenyum kearahnya.


Jiu Wei mengangguk ketika mendengar perkataan dari Qiao Mi, Dia juga tidak menyangka jika anak kecil sepertinya dapat melakukan perhitungan seperti itu, Hal itu membuatnya sangat yakin jika Qiao Mi dulunya merupakan orang yang terpelajar.

__ADS_1


__ADS_2